Home > Sosial & Budaya >>
Berita Terhangat..
Rabu, 12 Desember 2018 11:29
Pilakdes Gelombang Dua di 51 Desa di Rohul Aman dan Lancar

Rabu, 12 Desember 2018 10:29
Pemkab Kuansing Bantu 30 Ton Beras pada Korban Banjir

Rabu, 12 Desember 2018 10:05
Kukang Korban Banjir Dilepas Liarkan BKSDA Riau

Rabu, 12 Desember 2018 09:45
BUMD Bakal Padukan Gerai Makan Pelalawan Bakal dengan Lapangan Futsal

Rabu, 12 Desember 2018 09:13
2019 Keuangan Membaik, Pengetatan Anggaran Pemprov Riau Lebih longgar

Selasa, 11 Desember 2018 22:00
Pelantikan PWI Bengkalis Bakal Dihadiri Ketum Pusat

Selasa, 11 Desember 2018 21:55
Terseret Arus Banjir, Dua Warga Kampar Belum Ditemukan

Selasa, 11 Desember 2018 21:53
Kabupaten Peduli HAM, Bupati Bengkalis Terima Penghargaan Kemenkum HAM RI

Selasa, 11 Desember 2018 21:42
BNI-KODAM I Bukit Barisan Jalin Kerjasama Pembayaran Tunkin

Selasa, 11 Desember 2018 21:37
Pengacara Tak Datang, Sidang Pemalsuan Sertifikat Lahan Pengusaha Sawit Ditunda

loading...


Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Selasa, 13 Maret 2018 19:22
Untuk Tingkat SD dan SMP,
Bupati Kuansing Tetapkan Budaya Melayu Riau sebagai Muatan Lokal Wajib


Bupati Kuansing meluncurkan sekaligus menetapkan Budaya Melayu Riau sebagai muatan lokal di sekolah-sekolah, khusunya di tingkat SD dan SMP.

Riauterkini-TELUKKUANTAN- Bupati Kuansing, Drs. H. Mursini, M.Si Launching dan Tetapkan Budaya Melayu Riau Sebagai Muatan Lokal Wajib Tingkat SD/SMP/Sederajat Se Kabupaten Kuantan Singingi, didampingi oleh Ketua Majelis Kerapatan Adat Lembaga Adat Melayu Riau, Datuk Seri Al Azhar serta Kepala Dinas Pendidikan dan Olahraga, dan seluruh koordinator wilayah/kepala sekolah Se Kabupaten Kuantan Singingi, yang bertempat di Aula SMAN Pintar, Selasa (13/3/18).

Pada kegiatan yang diinisiasi Dinas Pendidikan Dan Olahraga Kabupaten Kuansing ini, Bupati Mursini menyampaikan tujuan pembelajaran mata pelajaran Muatan Lokal Budaya Melayu Riau adalah Mata Pelajaran Muatan Lokal yang menjadi bagian dari kurikulum 2013, untuk itu perlu dikembangkan agar dapat menjadi kekuatan dalam mengembangkan ciri khas kearifan lokal dan potensi sumber daya daerah khususnya Provinsi Riau.

Hal ini merujuk kepada visi Riau “Terwujudnya Provinsi Riau sebagai Pusat Perekonomian dan Budaya Melayu dalam Lingkungan Masyarakat yang Agamis, Sejahtera Lahir dan Batin, di Asia Tenggara Tahun 2020”, maka tujuan pembelajaran Budaya Melayu Riau sendiri selain untuk memperkenalkan budaya Melayu Riau, juga untuk pembentukan watak sebagaimana tuntutan dalam arah pendidikan dewasa ini.

"Kita terus berkoordinasi dan diskusi dengan pihak Lembaga Adat Melayu Riau, baik itu untuk penyusunan buku serta hal-hal yang berkaitan dengan materi Budaya Melayu Riau. Sehingga di tahun 2018 ini, kita sudah menerapkan Budaya Melayu Riau ini dalam mata pelajaran muatan lokal wajib tingkat SD/SMP/Sederajat Se Kabupaten Keuangan Singingi," ujar Mursini.

Pada kesempatan ini, Kepala Dinas Pendidikan dan Olahraga yang diwakili oleh DR. Yusri Rasul, ST. MT menyampaikan secara spesifik bahwa Pemerintah Daerah Riau melalui Peraturan Gubernur Nomor 72 tahun 2015 menegaskan bahwa mata pelajaran muatan lokal yang diberlakukan di seluruh sekolah di Riau adalah Muatan Lokal Budaya Melayu Riau, yaitu mata pelajaran yang berisikan budaya melayu Riau yang meliputi: sejarah, sistem nilai, kebiasaan hidup berpola atau tradisi dan karya masyarakat melayu Riau yang diajarkan secara terpisah dari mata pelajaran lainnya.

Dari peraturan gubernur ini jelas sekali bahwa materi yang akan diajarkan dalam kurikulum muatan lokal adalah tentang potensi-potensi atau keunggulan yang dimiliki setiap daerah dimana peserta didik berada. Potensi dan keunikan lokal itu bisa berupa: Adat istiadat, bahasa dan sastra, pakaian, alam, sejarah, seni dan makanan yang ada di Riau beserta cabang dan turunannya Muatan lokal dalam kurikulum 2013, paparnya.

Ketua Lembaga Adat Melayu Riau, Datuk Seri Al Azhar juga menyampaikan bahwa Melayu Riau itu luas. "Kita melihat Melayu Riau itu seperti taman". Karenanya perlu pembekalan untuk membuka wawasan para Kepala Sekolah, bahwa Melayu Riau itu luas dan penting sekali untuk diterapkan di sekolah-sekolah.

Ada 13 aspek yang dijelaskan oleh Datuk Seri Al Azhar dalam kegiatan ini, di antaranya mulai dari nilai-nilai asas, adab dan adat Melayu, bahasa Melayu, kearifan ekologis, ekonomi, teknologi, kesenian Melayu hingga kepemimpinan dalam Melayu.

Bagi LAM Riau, muatan lokal Buday Melayu Riau ini penting sebagai cara untuk pembudayaan budaya Melayu kepada anak didik. "Agar budaya Melayu itu menjadi budaya yang dipraktekkan dalam kehidupan sehari-hari, bukan hanya dipelajari sebagai simbol atau pun warisan saja," paparnya.

Untuk penyusunan kurikulum, akan dilakukan oleh LAM Riau dan Dinas Pendidikan dan Olahraga, sebagaimana yang termaktub dalam Pergub. Peranan LAM Riau sendiri terutama pada verifikasi materi. Saat ini LAM Riau juga sedang menyusun buku untuk pegangan guru di sekolah. Saat ini persiapan yang dilakukan sudah cukup matang.***(dri)

Loading...


Berita Sosial lainnya..........
- Pemkab Kuansing Bantu 30 Ton Beras pada Korban Banjir
- Pelantikan PWI Bengkalis Bakal Dihadiri Ketum Pusat
- Kabupaten Peduli HAM, Bupati Bengkalis Terima Penghargaan Kemenkum HAM RI
- DLH Kuansing Serahkan Sebanyak 247 Kartu BPJS Kepada PHL
- ‎36 Pejabat Pemkab Rohul Ikuti Seleksi Terbuka Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama
- Puluhan 'Pelayan' di Bengkalis Ikuti Sosialisasi UU KIP
- Seorang Mahasiswi Tewas jadi Korban Jalan Rusak,
Zulfi Mursal Minta Pemprov Riau Serius Perbaiki Jalan Rusak di Siak

- Pemkab Kuansing Raih Penghargaan Kepatuhan Standar Pelayanan Publik 2018
- Pemkab Pelalawan Raih Penghargaan Predikat Kepatuhan Tinggi dari Ombudsman
- Terkuak, PT Surya Bratasena Garap 844 Hektar Lahan Diluar HGU di Pelalawan
- Perayaan Natal Bersama, Ini Pesan Pendeta ke Jemaat Gereja HKBP Eksodi Pasirpangaraian
- PT EMP Bentu Klaim Sudah Pekerjakan Puluhan Naker Lokal di Pelalawan
- ‎Hari Ketujuh, Jasad Bocah Rohul Diduga Hanyut di Sungai Batang Lubuh Belum Ditemukan
- Wan Thamrin Undang Khusus Andi Rachman Saat Pelantikannya di Istana Negara
- Dilantik Presiden sebagai Gubri Definitif,
Wan Thamrin Ucapkan Alhamdulillah Sampai Tiga Kali

- Seluruh ASN Pekanbaru Diinstruksikan Berbusana Melayu pada Acara MTQ ke-37 Riau
- Peringati Hari Anti Korupsi,
Kejari Bengkalis Gelar Berbagai Kegiatan

- Terkait Jalan Berlubang, PUPR Pekanbaru Sudah Koordinasi dengan PUPR Riau
- ‎Hasil Mediasi, Suku Caniago Kota Lama Ancam Stop PT SJI Coy‎ Bila Ini tak Dipenuhi
- Sambut RI 1, Dishub Pekanbaru Kerahkan 100 Personel


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda :
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com