Home > Sosial & Budaya >>
Berita Terhangat..
Senin, 18 Maret 2019 20:31
Deadline 31 Maret, Pejabat Belum Laporkan LHKPN tak Berhak Terima Single Salary

Senin, 18 Maret 2019 20:12
Tiga Caleg Golkar Berkampanye di Pangkalan Kerinci

Senin, 18 Maret 2019 17:43
KPU Kota Pekanbaru Tuntaskan Verifikasi Faktual Temuan Data BPN 02

Senin, 18 Maret 2019 17:38
Asik Main Judi Leng, 5 Pekerja PT. Torganda Rantau Kasai Diringkus Polisi Rohul

Senin, 18 Maret 2019 17:34
Soal Ketum PPP Ditangkap KPK, ini Tanggapan DPW PPP Riau

Senin, 18 Maret 2019 17:29
Dumai Diselimuti Asap, Jarak Pandang Hanya 5 Km

Senin, 18 Maret 2019 17:15
Bawaslu Inhu Temukan 68.000 Lebih Surat Suara Dapil 4 Rusak

Senin, 18 Maret 2019 16:40
Peringati HPSN, DLH Kuansing Siapkan Berbagai Door Prize

Senin, 18 Maret 2019 16:35
Ribuan Hektar Lahan PT BAG di Rohul Diduga Dikuasai Tengkulak Selama 16 Tahun

Senin, 18 Maret 2019 16:12
Bupati Bengkalis Imbau Masyarakat Waspada Karhutla

loading...


Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Jum’at, 16 Maret 2018 19:59
Arak dan Bakar Ogoh-ogoh,
Umat Hindu di Pekanbaru Usir Roh Jahat Sebelum Puasa Catur Brata


Kesibukan menyambut Hari Raya Nyepi 1940 Caka juga dilakukan umat Hindu Pekanbaru. Mereka bersuka-cita mengikuti pawai ogoh-ogoh.

Riauterkini-PEKANBARU-Jelang Hari Raya Nyepi Tahun Baru Caka 1940 pada Sabtu (17/03/18) besok, ratusan umat Hindu di Pekanbaru mulai melaksanakan beragam rangkaian kegiatan keagamaan di Pura Jagatnatha, Jalan Rawa Mulya, Sidomulyo Timur, Jum'at (16/03/18) sore. Beragam kegiatan keagamaan itu meliputi pembersihan alam semesta, upacara Mecaru hingga mengarak dan membakar ogoh-ogoh.

Menurut Ketua Perisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Riau, I Ketut Dika, mengarak dan membakar ogoh-ogoh itu sendiri merupakan simbol untuk mengusir roh-roh jahat ataupun membuang sial bagi umat Hindu sebelum menjalankan puasa Catur Brata pada keesokan harinya.

"Sebelumnya kami sudah melakukan upacara pembersihan alam semesta. Hari ini kami juga melakukan upacara Mecaru dan dilanjutkan dengan mengarak serta membakar ogoh-ogoh. Tujuannya untuk mengusir Bute Kale (roh jahat) agar tak mengganggu aktivitas Catur Brata besok," ujar Dika kepada riauterkini.com.

Dia menjelaskan, dalam melaksanakan Catur Brata esok, ada 4 hal yang tidak boleh dilakukan oleh semua umat Hindu selama 24 jam. Yakni tidak boleh menghidupkan api, tidak boleh bekerja, tidak boleh jalan-jalan dan tidak boleh makan atau minum. Artinya, selama satu harian tersebut, umat Hindu hanya fokus beribadah sambil puasa mengendalikan keinginan dan hawa nafsu.

"Selama Catur Brata penyepian itu, kami (umat Hindu) hanya boleh membaca kitab suci (Weda) atau melakukan meditasi. Puasa mengendalikan semua keinginan untuk mencapai kebahagiaan lahir batin. Jadi selama 24 jam ada 4 hal yang tidak boleh dilakukan, tidak boleh menghidupkan api, tidak boleh bekerja, tidak boleh jalan-jalan dan tidak boleh makan ataupun minum. Main internet juga tidak boleh," tutupnya.***(gas)

Loading...


Berita Sosial lainnya..........
- Deadline 31 Maret, Pejabat Belum Laporkan LHKPN tak Berhak Terima Single Salary
- Peringati HPSN, DLH Kuansing Siapkan Berbagai Door Prize
- Jalan di Kecamatan Langgam, Hancur Akibat Aktivitas PT EMP Bentu
- Polda Riau Kawal Jenazah Ibunda UAS Menuju Asahan, Sumatera Utara
- Dibuka untuk umum, Mobnas Gubri Kendaraan Perdana Lintasi Jembatan Siak IV
- Lantik Alfredi jadi Bupati Siak, Gubri Ingatkan Beratnya Tanggung-jawab
- Heser Seru, Program Ispiratif Kecamatan Rumbai untuk Kaum Dhuafa
- Gubri Ajak Undangan Pelantikan Bupati Siak Doakan Ibunda UAS
- Innalillahi Wainna Ilahirojiun! Ibunda Ustadz Abdul Somad Wafat
- Undangan Pelantikan Bupati Siak Mulai Berdatangan
- Prihatin, FPI dan Suporter PSPS Beri Bantuan Makanan Masyarakat Koto Aman
- Pelajari Penerapan UU 23 Tahun 2014, Pemkab Kuansing Berkunjung ke Surabaya
- Kini Karya Imak Ikut Konser Kerawitan Anak Indonesia
- Pola Asuh yang Benar Ciptakan Karakter Positif Anak dan Remaja di Bengkalis
- Tetap akan Berdemo, Sepuluh Masyarakat Koto Aman Sakit Sempat Dirawat di RSUD
- Pererat Silaturahmi, Pemuda Pancasila Riau Berkunjung ke Markaz FPI Pekanbaru
- Dua Tahun Berlalu, Pembangunan Tugu Adipura di Kuansing Segera Dimulai
- Empat Orang PJU Polda Riau Berganti
- Sudah Diteken Menteri,
Lusa Jembatan Sultan Abdul Jalil Alamuddin Syah Dibuka untuk Umum

- Dinas TPH Rohul Maksimalkan Peran Penyuluh untuk Sukseskan Upsus Pajale 2019


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda :
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com