Home > Sosial & Budaya >>
Berita Terhangat..
Senin, 17 Desember 2018 09:46
Saran Jokowi Bikin Heboh Pedagang Sayur Pasar Arengka

Senin, 17 Desember 2018 06:47
Ribuan Warga Antusias Ikuti Jalan Santai Hari Jadi Kabupaten Meranti

Ahad, 16 Desember 2018 20:42
Pasca Insiden Perusakan Atribut, AHY: Banyak Masyarakat yang Berempati dan Marah

Ahad, 16 Desember 2018 20:37
KOTAKU Gelar Aksi Bersih Sungai Sahabat Sungai Pekanbaru Vol 3

Ahad, 16 Desember 2018 20:29
PDIP Riau Tegaskan Pelaku Perusakan APK Partai Demokrat Bukan Kadernya

Ahad, 16 Desember 2018 14:53
KUBE Bengkalis Terbaik 10 Besar Nasional

Ahad, 16 Desember 2018 14:14
Digelari Datuk Seri Setia Amanah Negara,
Bupati Kuansing Ucapkan Selamat pada Presiden RI Joko Widodo


Ahad, 16 Desember 2018 14:05
Gerakan Taat Pajak,
Bapenda Bengkalis Apresiasi 25 Perusahaan


Ahad, 16 Desember 2018 13:39
Pelayanan Berbasis HAM,
Lapas Bengkalis Terima Penghargaan Kemenkum HAM


Ahad, 16 Desember 2018 12:49
Tunda Lapor Polisi, Kapitra Justru Tantang Kader PD Mubahalah

loading...


Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Jum’at, 16 Maret 2018 19:59
Arak dan Bakar Ogoh-ogoh,
Umat Hindu di Pekanbaru Usir Roh Jahat Sebelum Puasa Catur Brata


Kesibukan menyambut Hari Raya Nyepi 1940 Caka juga dilakukan umat Hindu Pekanbaru. Mereka bersuka-cita mengikuti pawai ogoh-ogoh.

Riauterkini-PEKANBARU-Jelang Hari Raya Nyepi Tahun Baru Caka 1940 pada Sabtu (17/03/18) besok, ratusan umat Hindu di Pekanbaru mulai melaksanakan beragam rangkaian kegiatan keagamaan di Pura Jagatnatha, Jalan Rawa Mulya, Sidomulyo Timur, Jum'at (16/03/18) sore. Beragam kegiatan keagamaan itu meliputi pembersihan alam semesta, upacara Mecaru hingga mengarak dan membakar ogoh-ogoh.

Menurut Ketua Perisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Riau, I Ketut Dika, mengarak dan membakar ogoh-ogoh itu sendiri merupakan simbol untuk mengusir roh-roh jahat ataupun membuang sial bagi umat Hindu sebelum menjalankan puasa Catur Brata pada keesokan harinya.

"Sebelumnya kami sudah melakukan upacara pembersihan alam semesta. Hari ini kami juga melakukan upacara Mecaru dan dilanjutkan dengan mengarak serta membakar ogoh-ogoh. Tujuannya untuk mengusir Bute Kale (roh jahat) agar tak mengganggu aktivitas Catur Brata besok," ujar Dika kepada riauterkini.com.

Dia menjelaskan, dalam melaksanakan Catur Brata esok, ada 4 hal yang tidak boleh dilakukan oleh semua umat Hindu selama 24 jam. Yakni tidak boleh menghidupkan api, tidak boleh bekerja, tidak boleh jalan-jalan dan tidak boleh makan atau minum. Artinya, selama satu harian tersebut, umat Hindu hanya fokus beribadah sambil puasa mengendalikan keinginan dan hawa nafsu.

"Selama Catur Brata penyepian itu, kami (umat Hindu) hanya boleh membaca kitab suci (Weda) atau melakukan meditasi. Puasa mengendalikan semua keinginan untuk mencapai kebahagiaan lahir batin. Jadi selama 24 jam ada 4 hal yang tidak boleh dilakukan, tidak boleh menghidupkan api, tidak boleh bekerja, tidak boleh jalan-jalan dan tidak boleh makan ataupun minum. Main internet juga tidak boleh," tutupnya.***(gas)

Loading...


Berita Sosial lainnya..........
- Saran Jokowi Bikin Heboh Pedagang Sayur Pasar Arengka
- Ribuan Warga Antusias Ikuti Jalan Santai Hari Jadi Kabupaten Meranti
- Digelari Datuk Seri Setia Amanah Negara,
Bupati Kuansing Ucapkan Selamat pada Presiden RI Joko Widodo

- Pelayanan Berbasis HAM,
Lapas Bengkalis Terima Penghargaan Kemenkum HAM

- Foto Sama Jokowi tapi Salam Dua Jari, Pose Dua Pelajar Bikin Heboh Medsos
- Kehadiran SBY dan Keluarga di CFD Bikin Masyarakat Histeris
- Sampaikan Isu Strategis Bangun Negeri, Jaman Riau Audiensi dengan Presiden Jokowi
- Demokrat Riau Minta Aparat Usut Tuntas Pelaku Pengrusakan APK Partai
- Tertangkap, Begini Pengakuan Pelaku Perusak Sejumlah Atribut Partai Demokrat di Pekanbaru
- Datuk Seri Setia Amanah Negara, Syamsuar Ucapkan Tahniah Atas Gelar yang Diterima Presiden RI
- ‎Puluhan Crosser Ramaikan Kejurda Motorcross Piala Bupati Rohul Putaran V Riau
- Digelar di Aula Pustaka Unilak, Ujian Profesi Advokat Peradi Digelar Serentak se Indonesia
- Jaman Minta Bangunkan Jembatan Pulau Bengkalis-Sumatera ke Jokowi
- Jelang Akhir Tahun 2018,
Management Grand Meranti Hotel dan Paragon Sambangi Panti Asuhan

- Masyarakat Kecewa, Jokowi tak Kunjungi Korban Banjir
- Jokowi Berterima Kasih Diberi Gelar Adat LAM Riau
- Puluhan Kafilah Semarakkan MTQ ke-33 Desa Bantan Tengah, Bengkalis 
- Pentabalan Adat Tuntas, Jokowi Resmi Bergelar Datuk Seri Setia Amanah
- Berpeci, Jokowi Tiba di Gedung LAM Riau
- Ribuan Anak Sekolah Dikerahkan Sambut Presiden Jokowi


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda :
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com