Home > Sosial & Budaya >>
Berita Terhangat..
Sabtu, 21 April 2018 07:20
Kesal Adik Dihamili, Warga Tembilahan Bakar Rumah Orang Tua Pelaku

Sabtu, 21 April 2018 07:17
Dunia Pendidikan Riau Tambah Maju, Warga Perumahan Sidomulyo Pilih Nomor 4

Sabtu, 21 April 2018 04:57
Belasan "Pelaku Maksiat" Terjaring Operasi Pekat di BS, dan Mandau

Jum’at, 20 April 2018 23:10
Rasionalisasi APBD Rp1,35 T, Berikut Penjelasan Bupati Bengkalis

Jum’at, 20 April 2018 23:04
Ketua PDIP Kuansing H Halim Bantu Korban Banjir di Gunung Toar

Jum’at, 20 April 2018 22:39
Dumai Gelar Kalender Iven Pariwisata Riau, Lomba Mancing di Laut

Jum’at, 20 April 2018 21:40
Awal Mei 2018, AREBI Riau Gelar Musda dan Pelantikan Pengurus

Jum’at, 20 April 2018 21:36
Cawagubri Hardianto Terangkan Program "1 Rumah 1 Sarjana" Pada Warga Kandis

Jum’at, 20 April 2018 21:32
RSUD Petala Bumi Berkomitmen Bangun Budaya Integritas

Jum’at, 20 April 2018 21:29
Pemerintah Bagikan 1.000 Sertifikat Tanah ke Masyarakat Siak

loading...


Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Jum’at, 16 Maret 2018 19:59
Arak dan Bakar Ogoh-ogoh,
Umat Hindu di Pekanbaru Usir Roh Jahat Sebelum Puasa Catur Brata


Kesibukan menyambut Hari Raya Nyepi 1940 Caka juga dilakukan umat Hindu Pekanbaru. Mereka bersuka-cita mengikuti pawai ogoh-ogoh.

Riauterkini-PEKANBARU-Jelang Hari Raya Nyepi Tahun Baru Caka 1940 pada Sabtu (17/03/18) besok, ratusan umat Hindu di Pekanbaru mulai melaksanakan beragam rangkaian kegiatan keagamaan di Pura Jagatnatha, Jalan Rawa Mulya, Sidomulyo Timur, Jum'at (16/03/18) sore. Beragam kegiatan keagamaan itu meliputi pembersihan alam semesta, upacara Mecaru hingga mengarak dan membakar ogoh-ogoh.

Menurut Ketua Perisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Riau, I Ketut Dika, mengarak dan membakar ogoh-ogoh itu sendiri merupakan simbol untuk mengusir roh-roh jahat ataupun membuang sial bagi umat Hindu sebelum menjalankan puasa Catur Brata pada keesokan harinya.

"Sebelumnya kami sudah melakukan upacara pembersihan alam semesta. Hari ini kami juga melakukan upacara Mecaru dan dilanjutkan dengan mengarak serta membakar ogoh-ogoh. Tujuannya untuk mengusir Bute Kale (roh jahat) agar tak mengganggu aktivitas Catur Brata besok," ujar Dika kepada riauterkini.com.

Dia menjelaskan, dalam melaksanakan Catur Brata esok, ada 4 hal yang tidak boleh dilakukan oleh semua umat Hindu selama 24 jam. Yakni tidak boleh menghidupkan api, tidak boleh bekerja, tidak boleh jalan-jalan dan tidak boleh makan atau minum. Artinya, selama satu harian tersebut, umat Hindu hanya fokus beribadah sambil puasa mengendalikan keinginan dan hawa nafsu.

"Selama Catur Brata penyepian itu, kami (umat Hindu) hanya boleh membaca kitab suci (Weda) atau melakukan meditasi. Puasa mengendalikan semua keinginan untuk mencapai kebahagiaan lahir batin. Jadi selama 24 jam ada 4 hal yang tidak boleh dilakukan, tidak boleh menghidupkan api, tidak boleh bekerja, tidak boleh jalan-jalan dan tidak boleh makan ataupun minum. Main internet juga tidak boleh," tutupnya.***(gas)

Loading...


Berita Sosial lainnya..........
- Rasionalisasi APBD Rp1,35 T, Berikut Penjelasan Bupati Bengkalis
- Dumai Gelar Kalender Iven Pariwisata Riau, Lomba Mancing di Laut
- Awal Mei 2018, AREBI Riau Gelar Musda dan Pelantikan Pengurus
- RSUD Petala Bumi Berkomitmen Bangun Budaya Integritas
- Pemerintah Bagikan 1.000 Sertifikat Tanah ke Masyarakat Siak
- O2SN Tingkat SD Kampar, Elvira Puan Danisa Raih 1 Emas 2 Perak
- Satlantas Polres Inhil Gelar Rakor Eksternal Operasi Patuh Muara Takus 2018
- Kunjungi Riau, Kapolri dan Panglima TNI Tekankan Sinergitas dan Solidaritas TNI Polri
- Terkait Penerimaan Tenaga Kontrak, Begini Solusi Bijak Sekda Dianto Mampanini
- Tinggal 23.516 Warga Pekanbaru Belum Miliki e-KTP
- Ribuan Prajurit TNI dan Polri Bersiap Sholat Jumat Bersama Panglima dan Kapolri di Kantor Gubri
- Dugaan Pencemaran PT SUN, Dinas LH Kuansing Serahkan Hasil Labora ke Polisi
- Warga Kecewa, Pasar Desa Terantang Manuk, Pelalawan tak Kunjung Difungsikan
- Warga Kecewa, Pasar Desa Terantang Manuk, Pelalawan tak Kunjung Difungsikan
- Wujud Kepedulian, PT PAA Taja Pengobatan Gratis Di Duri, Bengkalis
- Maling Sikat Elemen Tower SUTT ,  LIstrik Siak Terancam Gelap Gulita
- Didiagnosa Idap Tumor Hati dan Limpa, Bocah di Duri, Bengkalis Butuh Uluran Tangan
- Buka Kongres XX IAI, Menkes Melalui Teleconfrence Minta Kompetensi Apoteker Ditingkatkan
- DP3A Taja Rakor KLA, Targetkan 2022 Pekanbaru Kota Layak Anak Utama
- Bupati Mursini Buka Workshop Pelaksanaan Reformasi Birokrasi Daerah


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda : 54.161.108.58
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com