Home > Sosial & Budaya >>
Berita Terhangat..
Jum’at, 21 September 2018 19:10
KPK Larang Bupati Bengkalis ke Luar Negeri

Jum’at, 21 September 2018 20:26
Kunjungan PWNU ke LAM Riau Singgung GP Ansor

Jum’at, 21 September 2018 19:10
KPK RI Larang Bupati Bengkalis ke Luar Negeri

Jum’at, 21 September 2018 18:57
Diikuti 3.000 Perserta, Festival Kue Bulan Digelar Warga Tionghoa Pekanbaru Besok

Jum’at, 21 September 2018 18:53
Seorang Balita di Buluh Cina, Kampar Tewas Terbakar

Jum’at, 21 September 2018 18:41
Satnarkoba Polres Bengkalis Ciduk Tiga Pemilik Shabu di Duri

Jum’at, 21 September 2018 17:27
Hakim PN Pekanbaru Dilantik sebagai Ketua PN Rantau Prapat

Jum’at, 21 September 2018 17:23
Zikir Kebangsaan di Siak,
GMMK Bersama Elemen Masyarakat Riau Terus Pantau Ketua DPP GP Anshor


Jum’at, 21 September 2018 17:03
KPU Sosialisasikan PKPU dan Dana Kampanye ke Pengurus dan Caleg Partai Golkar Rohul

Jum’at, 21 September 2018 17:00
Lantai Parkir Hotel Ambruk, Truk Ekspedisi Nyaris 'Terjun' ke Laut di Bengkalis

loading...


Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Jum’at, 13 April 2018 20:32
Temuan Sidak DPRD Kuansing, Ada Dokter Puskesmas Ngantor Hanya Tiga Hari Seminggu

DPRD Kuansing melakukan sidak ke sejumlah Puskesmas untuk melihat kehadiran para pegawai. Ditemukan di Pangean, ada dokter yang hanya masuk tiga kali seminggu dengan alasan jauh.

Riauterkini-TELUKKUANTAN- Di saat masyarakat Pangean butuh pengobatan, seorang dokter yang ditugaskan oleh Pemkab Kuansing di Puskesmas Rawat Inap, Kecamatan Pangean ini justru malas masuk kerja. Alasannya karena jauh dari tempat tinggalnya. Padahal di kawasan itu Pemkab Kuansing telah menyediakan rumah dinas untuk dokter.

Sebut saja Dokter Adek. Begitu masyarakat setempat memanggilnya. Dokter wanita ini mengaku masuk kerja hanya tiga kali dalam sepekan. Ketidakdisiplinan dokter ini disebabkan oleh jarak tempat tinggalnya dengan tempat tugasnya cukup jauh. Adek mengaku tinggal di Jake, Kecamatan Kuantan Tengah. Sementara Puskesmas tempatnya bekerja berada di Kecamatan Pangean.

Berdasarkan pengakuannya, Adek ini telah memiliki keluarga. Keluarga kecilnya tinggal di Jake. Sementara suami Adek berdinas di Kabupaten Sijunjung. Suaminya juga seorang dokter. Sebenarnya kata dia, mereka tidak ingin berjauhan dari keluarga. Justru itu, beberapa waktu lalu dirinya telah mengajukan pindah tugas ke Bupati Kuansing. Namun niat pindah itu belum kunjung dikabulkan oleh bupati.

Jika dikabulkan pindah, kata dokter umum ini, ia lebih memilih ditempatkan di Puskesmas Lubukjambi, Kecamatan Kuantan Mudik ketimbang di Puskesmas Pangean. Karena jarak dari Kabupaten Sijunjung ke Lubukjambi lebih dekat. Sehingga dirinya dengan suami bisa ketemu saban hari.

"Itu harapan saya," ujarnya di depan segenap anggota Komisi C DPRD Kuansing saat Sidak tadi pagi, Jumat (12/8/18).

Jarang masuk kerja, Adek mengakui hal itu sebuah kesalahan. Mestinya sebagai abdi negara dirinya harus siap ditugaskan dimanapun. Diakuinya, jarang masuk kerja juga sudah mendapat ijin dari Kadis Kesehatan Kuansing. Kata dia, dengan memberikan penjelasan kepada Kadis Kesehatan, dia diberi restu untuk masuk kerja tiga hari dalam sepekan. "Saya sudah direstui oleh Kadis Kesehatan masuk tiga kali dalam seminggu," ungkapnya.

Sementara itu, Ketua Komisi C DPRD Kuansing Andi Cahyadi yang ikut dalam Sidak tadi pagi menyayangkan ketidakdisiplinan dokter itu dalam bertugas. Sebab masyarakat Pangean sangat membutuhkan dokter yang siap siaga dalam 24 jam.

"Bu dokter, yang namanya sakit itu kan bisa terjadi kapanpun. Kalau bu dokter tidak berada di tempat bagaimana pasien mau ditolong," ucap Aheng sapaan akrabnya.

Aheng menyarankan agar dokter itu tinggal dirumah dinas yang telah disiapkan oleh pemerintah. Hal ini untuk mengantisipasi jika ada pasien yang membutuhkan pertolongan. "Apapun alasannya, bu dokter tetap siap siaga disini, sampai nanti pemerintah dapat ganti dokter yang baru," saran Aheng.

Aheng mengaku Sidak tadi pagi dilakukan karena adanya pengaduan dari masyarakat. Dalam pengaduan itu kata dia, ada dokter memberikan layanan via Hp. Ia tak ada di rumah dinas, tapi pulang ke rumah pribadinya. "Hal semacam ini kan tak boleh terjadi semestinya," ucapnya.

Sedangkan anggota dewan lainya, Jefri Antoni menegaskan jika dokter tersebut tidak mau menetap di rumah dinas, dia menyarankan beehenti saja jadi dokter.

"Kalau memang tak menetap, berhenti saja. Rumah dinas sudah ada dibangun pemerintah, tapi tak ditempati. Orang nanya resep, harus telpon dulu," tambah Jefri Antoni.

Berbeda dengan pengakuan Dokter Adek, di salah satu media online,  Kepala Dinas Kesehatan (Diskes) Kuansing, Reza Tjahyadi malah berdalih lain. Reza mengaku baru mendapatkan laporan dan telah menegur dokter tersebut. Bukan memberikan izin masuk kerja tiga kali dalam sepekan. "Kemaren kita sudah mendapat laporan dan sudah saya tegur secara tertulis," ujar Reza.*(dri)

Loading...


Berita Sosial lainnya..........
- Kunjungan PWNU ke LAM Riau Singgung GP Ansor
- Diikuti 3.000 Perserta, Festival Kue Bulan Digelar Warga Tionghoa Pekanbaru Besok
- Zikir Kebangsaan di Siak,
GMMK Bersama Elemen Masyarakat Riau Terus Pantau Ketua DPP GP Anshor

- Lantai Parkir Hotel Ambruk, Truk Ekspedisi Nyaris 'Terjun' ke Laut di Bengkalis
- Bupati Inhil Jenguk Indra Muchlis Adnan Di RSUD Puri Husada Tembilahan
- Basarnas Pekanbaru Utus Tim Bertuah dalam Ajang Jambore Potensi SAR 2018
- Undang Ustadz Derry Sulaiman, Ribuan Masyarakat Inhil Hadiri Gema Muharram 1440 H
- RUPS Batalkan Hasil Pansel Calon Anggota Komisaris dan Direksi BRK
- BUMDes di Kampar Diminta Berinovasi Kembangkan Usaha
- Pria Setengah Abad di Duri, Bengkalis Ditemukan Tewas Tergantung
- Soal GP Anshor, LAM Riau Tetap Inginkan Harmonisasi
- Kadiskoperasi : APBD Pekanbaru Minim untuk Pemberdayaan Masyarakat Usia Produktif
- Tabrakan Truck Tangki Vs Fuso Macetkan Jalan Lintas Duri - Dumai
- Terisak, Andi Rachman Sampai Salam Perpisahan pada ASN Pemprov Riau
- Kuansing Kembali Raih Penghargaan WTP dari Kemenkau
- Sempena Hari ke-63 Polantas,
Ratusan Peserta Meriahkan Berbagai Kegiatan di Polres Bengkalis

- Andi Rachman Jelang Purna Tugas, Mulai Besok Wan Thamrin Plt Gubri
- Salah Nomenkelatur, Pemkab Bengkalis Belum Umumkan Rekrut CPNS
- Pemkab Kampar Bahas Finalisasi RTRW 2018-2038
- 2018, Masyarakat Meranti Dapat Bantuan 596 Rumah Baru dan Rehab


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda :
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com