Home > Sosial & Budaya >>
Berita Terhangat..
Senin, 17 Desember 2018 09:46
Saran Jokowi Bikin Heboh Pedagang Sayur Pasar Arengka

Senin, 17 Desember 2018 06:47
Ribuan Warga Antusias Ikuti Jalan Santai Hari Jadi Kabupaten Meranti

Ahad, 16 Desember 2018 20:42
Pasca Insiden Perusakan Atribut, AHY: Banyak Masyarakat yang Berempati dan Marah

Ahad, 16 Desember 2018 20:37
KOTAKU Gelar Aksi Bersih Sungai Sahabat Sungai Pekanbaru Vol 3

Ahad, 16 Desember 2018 20:29
PDIP Riau Tegaskan Pelaku Perusakan APK Partai Demokrat Bukan Kadernya

Ahad, 16 Desember 2018 14:53
KUBE Bengkalis Terbaik 10 Besar Nasional

Ahad, 16 Desember 2018 14:14
Digelari Datuk Seri Setia Amanah Negara,
Bupati Kuansing Ucapkan Selamat pada Presiden RI Joko Widodo


Ahad, 16 Desember 2018 14:05
Gerakan Taat Pajak,
Bapenda Bengkalis Apresiasi 25 Perusahaan


Ahad, 16 Desember 2018 13:39
Pelayanan Berbasis HAM,
Lapas Bengkalis Terima Penghargaan Kemenkum HAM


Ahad, 16 Desember 2018 12:49
Tunda Lapor Polisi, Kapitra Justru Tantang Kader PD Mubahalah

loading...


Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Jum’at, 13 April 2018 20:32
Temuan Sidak DPRD Kuansing, Ada Dokter Puskesmas Ngantor Hanya Tiga Hari Seminggu

DPRD Kuansing melakukan sidak ke sejumlah Puskesmas untuk melihat kehadiran para pegawai. Ditemukan di Pangean, ada dokter yang hanya masuk tiga kali seminggu dengan alasan jauh.

Riauterkini-TELUKKUANTAN- Di saat masyarakat Pangean butuh pengobatan, seorang dokter yang ditugaskan oleh Pemkab Kuansing di Puskesmas Rawat Inap, Kecamatan Pangean ini justru malas masuk kerja. Alasannya karena jauh dari tempat tinggalnya. Padahal di kawasan itu Pemkab Kuansing telah menyediakan rumah dinas untuk dokter.

Sebut saja Dokter Adek. Begitu masyarakat setempat memanggilnya. Dokter wanita ini mengaku masuk kerja hanya tiga kali dalam sepekan. Ketidakdisiplinan dokter ini disebabkan oleh jarak tempat tinggalnya dengan tempat tugasnya cukup jauh. Adek mengaku tinggal di Jake, Kecamatan Kuantan Tengah. Sementara Puskesmas tempatnya bekerja berada di Kecamatan Pangean.

Berdasarkan pengakuannya, Adek ini telah memiliki keluarga. Keluarga kecilnya tinggal di Jake. Sementara suami Adek berdinas di Kabupaten Sijunjung. Suaminya juga seorang dokter. Sebenarnya kata dia, mereka tidak ingin berjauhan dari keluarga. Justru itu, beberapa waktu lalu dirinya telah mengajukan pindah tugas ke Bupati Kuansing. Namun niat pindah itu belum kunjung dikabulkan oleh bupati.

Jika dikabulkan pindah, kata dokter umum ini, ia lebih memilih ditempatkan di Puskesmas Lubukjambi, Kecamatan Kuantan Mudik ketimbang di Puskesmas Pangean. Karena jarak dari Kabupaten Sijunjung ke Lubukjambi lebih dekat. Sehingga dirinya dengan suami bisa ketemu saban hari.

"Itu harapan saya," ujarnya di depan segenap anggota Komisi C DPRD Kuansing saat Sidak tadi pagi, Jumat (12/8/18).

Jarang masuk kerja, Adek mengakui hal itu sebuah kesalahan. Mestinya sebagai abdi negara dirinya harus siap ditugaskan dimanapun. Diakuinya, jarang masuk kerja juga sudah mendapat ijin dari Kadis Kesehatan Kuansing. Kata dia, dengan memberikan penjelasan kepada Kadis Kesehatan, dia diberi restu untuk masuk kerja tiga hari dalam sepekan. "Saya sudah direstui oleh Kadis Kesehatan masuk tiga kali dalam seminggu," ungkapnya.

Sementara itu, Ketua Komisi C DPRD Kuansing Andi Cahyadi yang ikut dalam Sidak tadi pagi menyayangkan ketidakdisiplinan dokter itu dalam bertugas. Sebab masyarakat Pangean sangat membutuhkan dokter yang siap siaga dalam 24 jam.

"Bu dokter, yang namanya sakit itu kan bisa terjadi kapanpun. Kalau bu dokter tidak berada di tempat bagaimana pasien mau ditolong," ucap Aheng sapaan akrabnya.

Aheng menyarankan agar dokter itu tinggal dirumah dinas yang telah disiapkan oleh pemerintah. Hal ini untuk mengantisipasi jika ada pasien yang membutuhkan pertolongan. "Apapun alasannya, bu dokter tetap siap siaga disini, sampai nanti pemerintah dapat ganti dokter yang baru," saran Aheng.

Aheng mengaku Sidak tadi pagi dilakukan karena adanya pengaduan dari masyarakat. Dalam pengaduan itu kata dia, ada dokter memberikan layanan via Hp. Ia tak ada di rumah dinas, tapi pulang ke rumah pribadinya. "Hal semacam ini kan tak boleh terjadi semestinya," ucapnya.

Sedangkan anggota dewan lainya, Jefri Antoni menegaskan jika dokter tersebut tidak mau menetap di rumah dinas, dia menyarankan beehenti saja jadi dokter.

"Kalau memang tak menetap, berhenti saja. Rumah dinas sudah ada dibangun pemerintah, tapi tak ditempati. Orang nanya resep, harus telpon dulu," tambah Jefri Antoni.

Berbeda dengan pengakuan Dokter Adek, di salah satu media online,  Kepala Dinas Kesehatan (Diskes) Kuansing, Reza Tjahyadi malah berdalih lain. Reza mengaku baru mendapatkan laporan dan telah menegur dokter tersebut. Bukan memberikan izin masuk kerja tiga kali dalam sepekan. "Kemaren kita sudah mendapat laporan dan sudah saya tegur secara tertulis," ujar Reza.*(dri)

Loading...


Berita Sosial lainnya..........
- Saran Jokowi Bikin Heboh Pedagang Sayur Pasar Arengka
- Ribuan Warga Antusias Ikuti Jalan Santai Hari Jadi Kabupaten Meranti
- Digelari Datuk Seri Setia Amanah Negara,
Bupati Kuansing Ucapkan Selamat pada Presiden RI Joko Widodo

- Pelayanan Berbasis HAM,
Lapas Bengkalis Terima Penghargaan Kemenkum HAM

- Foto Sama Jokowi tapi Salam Dua Jari, Pose Dua Pelajar Bikin Heboh Medsos
- Kehadiran SBY dan Keluarga di CFD Bikin Masyarakat Histeris
- Sampaikan Isu Strategis Bangun Negeri, Jaman Riau Audiensi dengan Presiden Jokowi
- Demokrat Riau Minta Aparat Usut Tuntas Pelaku Pengrusakan APK Partai
- Tertangkap, Begini Pengakuan Pelaku Perusak Sejumlah Atribut Partai Demokrat di Pekanbaru
- Datuk Seri Setia Amanah Negara, Syamsuar Ucapkan Tahniah Atas Gelar yang Diterima Presiden RI
- ‎Puluhan Crosser Ramaikan Kejurda Motorcross Piala Bupati Rohul Putaran V Riau
- Digelar di Aula Pustaka Unilak, Ujian Profesi Advokat Peradi Digelar Serentak se Indonesia
- Jaman Minta Bangunkan Jembatan Pulau Bengkalis-Sumatera ke Jokowi
- Jelang Akhir Tahun 2018,
Management Grand Meranti Hotel dan Paragon Sambangi Panti Asuhan

- Masyarakat Kecewa, Jokowi tak Kunjungi Korban Banjir
- Jokowi Berterima Kasih Diberi Gelar Adat LAM Riau
- Puluhan Kafilah Semarakkan MTQ ke-33 Desa Bantan Tengah, Bengkalis 
- Pentabalan Adat Tuntas, Jokowi Resmi Bergelar Datuk Seri Setia Amanah
- Berpeci, Jokowi Tiba di Gedung LAM Riau
- Ribuan Anak Sekolah Dikerahkan Sambut Presiden Jokowi


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda :
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com