Home > Sosial & Budaya >>
Berita Terhangat..
Jum’at, 21 September 2018 07:49
Undang Ustadz Derry Sulaiman, Ribuan Masyarakat Inhil Hadiri Gema Muharram 1440 H

Jum’at, 21 September 2018 01:06
RUPS Batalkan Hasil Pansel Calon Anggota Komisaris dan Direksi BRK

Jum’at, 21 September 2018 00:58
KPU Inhu Tetapkan 2 Mantan Napi Korupsi Dalam DCT

Kamis, 20 September 2018 22:18
BUMDes di Kampar Diminta Berinovasi Kembangkan Usaha

Kamis, 20 September 2018 22:10
Pria Setengah Abad di Duri, Bengkalis Ditemukan Tewas Tergantung

Kamis, 20 September 2018 20:18
Wagubri Sempat Menangis Ceritakan Pertama Kenal Andi Rachman

Kamis, 20 September 2018 20:03
KPU Kampar Umumkan DCT Pileg DPRD Kampar 2019

Kamis, 20 September 2018 19:59
Soal GP Anshor, LAM Riau Tetap Inginkan Harmonisasi

Kamis, 20 September 2018 19:55
KPU Kuansing Tetapkan 431 DCT Pileg 2019

Kamis, 20 September 2018 19:19
KPU Bengkalis Tetapkan 638 DCT Caleg 2019

loading...


Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Jum’at, 13 April 2018 20:32
Temuan Sidak DPRD Kuansing, Ada Dokter Puskesmas Ngantor Hanya Tiga Hari Seminggu

DPRD Kuansing melakukan sidak ke sejumlah Puskesmas untuk melihat kehadiran para pegawai. Ditemukan di Pangean, ada dokter yang hanya masuk tiga kali seminggu dengan alasan jauh.

Riauterkini-TELUKKUANTAN- Di saat masyarakat Pangean butuh pengobatan, seorang dokter yang ditugaskan oleh Pemkab Kuansing di Puskesmas Rawat Inap, Kecamatan Pangean ini justru malas masuk kerja. Alasannya karena jauh dari tempat tinggalnya. Padahal di kawasan itu Pemkab Kuansing telah menyediakan rumah dinas untuk dokter.

Sebut saja Dokter Adek. Begitu masyarakat setempat memanggilnya. Dokter wanita ini mengaku masuk kerja hanya tiga kali dalam sepekan. Ketidakdisiplinan dokter ini disebabkan oleh jarak tempat tinggalnya dengan tempat tugasnya cukup jauh. Adek mengaku tinggal di Jake, Kecamatan Kuantan Tengah. Sementara Puskesmas tempatnya bekerja berada di Kecamatan Pangean.

Berdasarkan pengakuannya, Adek ini telah memiliki keluarga. Keluarga kecilnya tinggal di Jake. Sementara suami Adek berdinas di Kabupaten Sijunjung. Suaminya juga seorang dokter. Sebenarnya kata dia, mereka tidak ingin berjauhan dari keluarga. Justru itu, beberapa waktu lalu dirinya telah mengajukan pindah tugas ke Bupati Kuansing. Namun niat pindah itu belum kunjung dikabulkan oleh bupati.

Jika dikabulkan pindah, kata dokter umum ini, ia lebih memilih ditempatkan di Puskesmas Lubukjambi, Kecamatan Kuantan Mudik ketimbang di Puskesmas Pangean. Karena jarak dari Kabupaten Sijunjung ke Lubukjambi lebih dekat. Sehingga dirinya dengan suami bisa ketemu saban hari.

"Itu harapan saya," ujarnya di depan segenap anggota Komisi C DPRD Kuansing saat Sidak tadi pagi, Jumat (12/8/18).

Jarang masuk kerja, Adek mengakui hal itu sebuah kesalahan. Mestinya sebagai abdi negara dirinya harus siap ditugaskan dimanapun. Diakuinya, jarang masuk kerja juga sudah mendapat ijin dari Kadis Kesehatan Kuansing. Kata dia, dengan memberikan penjelasan kepada Kadis Kesehatan, dia diberi restu untuk masuk kerja tiga hari dalam sepekan. "Saya sudah direstui oleh Kadis Kesehatan masuk tiga kali dalam seminggu," ungkapnya.

Sementara itu, Ketua Komisi C DPRD Kuansing Andi Cahyadi yang ikut dalam Sidak tadi pagi menyayangkan ketidakdisiplinan dokter itu dalam bertugas. Sebab masyarakat Pangean sangat membutuhkan dokter yang siap siaga dalam 24 jam.

"Bu dokter, yang namanya sakit itu kan bisa terjadi kapanpun. Kalau bu dokter tidak berada di tempat bagaimana pasien mau ditolong," ucap Aheng sapaan akrabnya.

Aheng menyarankan agar dokter itu tinggal dirumah dinas yang telah disiapkan oleh pemerintah. Hal ini untuk mengantisipasi jika ada pasien yang membutuhkan pertolongan. "Apapun alasannya, bu dokter tetap siap siaga disini, sampai nanti pemerintah dapat ganti dokter yang baru," saran Aheng.

Aheng mengaku Sidak tadi pagi dilakukan karena adanya pengaduan dari masyarakat. Dalam pengaduan itu kata dia, ada dokter memberikan layanan via Hp. Ia tak ada di rumah dinas, tapi pulang ke rumah pribadinya. "Hal semacam ini kan tak boleh terjadi semestinya," ucapnya.

Sedangkan anggota dewan lainya, Jefri Antoni menegaskan jika dokter tersebut tidak mau menetap di rumah dinas, dia menyarankan beehenti saja jadi dokter.

"Kalau memang tak menetap, berhenti saja. Rumah dinas sudah ada dibangun pemerintah, tapi tak ditempati. Orang nanya resep, harus telpon dulu," tambah Jefri Antoni.

Berbeda dengan pengakuan Dokter Adek, di salah satu media online,  Kepala Dinas Kesehatan (Diskes) Kuansing, Reza Tjahyadi malah berdalih lain. Reza mengaku baru mendapatkan laporan dan telah menegur dokter tersebut. Bukan memberikan izin masuk kerja tiga kali dalam sepekan. "Kemaren kita sudah mendapat laporan dan sudah saya tegur secara tertulis," ujar Reza.*(dri)

Loading...


Berita Sosial lainnya..........
- Undang Ustadz Derry Sulaiman, Ribuan Masyarakat Inhil Hadiri Gema Muharram 1440 H
- RUPS Batalkan Hasil Pansel Calon Anggota Komisaris dan Direksi BRK
- BUMDes di Kampar Diminta Berinovasi Kembangkan Usaha
- Pria Setengah Abad di Duri, Bengkalis Ditemukan Tewas Tergantung
- Soal GP Anshor, LAM Riau Tetap Inginkan Harmonisasi
- Kadiskoperasi : APBD Pekanbaru Minim untuk Pemberdayaan Masyarakat Usia Produktif
- Tabrakan Truck Tangki Vs Fuso Macetkan Jalan Lintas Duri - Dumai
- Terisak, Andi Rachman Sampai Salam Perpisahan pada ASN Pemprov Riau
- Kuansing Kembali Raih Penghargaan WTP dari Kemenkau
- Sempena Hari ke-63 Polantas,
Ratusan Peserta Meriahkan Berbagai Kegiatan di Polres Bengkalis

- Andi Rachman Jelang Purna Tugas, Mulai Besok Wan Thamrin Plt Gubri
- Salah Nomenkelatur, Pemkab Bengkalis Belum Umumkan Rekrut CPNS
- Pemkab Kampar Bahas Finalisasi RTRW 2018-2038
- 2018, Masyarakat Meranti Dapat Bantuan 596 Rumah Baru dan Rehab
- Kuansing Umumkan 291 Formasi CPNS
- Seminar Kirab Pemuda Nusantara, Anak Mantan Bupati dan Anak Bupati Kampar Tampil Kompak
- Tour De Siak 2018, Pebalap Australia Finis Pertama di Etape II Jarak Tempuh 115,41 Km
- Massa Usir Ketua GP Ansor dari LAM Riau
- Pemkab Siak Gandeng Badan Perfilman Indoesia Buat Film di Negeri Istana
- Dalduk KB Galakkan Kesehatan Reproduksi Bagi Ibu PKK se-kota Pekanbaru


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda :
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com