Home > Sosial & Budaya >>
Berita Terhangat..
Kamis, 19 Juli 2018 10:53
Dilanda Karlahit, Ulo Kasok Tetap Dibuka untuk Wisata

Kamis, 19 Juli 2018 10:44
Kejari Bengkalis Kembalikan Rampasan dan Denda Rp5,165 M ke Kas Negara

Kamis, 19 Juli 2018 10:32
Jemput Bola Pembayaran PBB, Bapenda Pekanbaru Buka Layanan Keliling

Kamis, 19 Juli 2018 10:28
Lepas Subuh, Wabup Kuansing Sudah Meninjau Saluran Air dan Jembatan

Kamis, 19 Juli 2018 10:00
Lahan di Sekitar Obyek Wisata Ulok Kasok Kampar Terbakar

Kamis, 19 Juli 2018 08:41
Lapas dan Dinkes Bengkalis Join untuk Cegah dan Pengendalian HIV/AIDS Warga Binaan

Kamis, 19 Juli 2018 08:37
PT RAPP Ikuti Pekan LHK 2018 di JCC

Kamis, 19 Juli 2018 08:34
Komisi IV DPRD Riau Ingatkan Dinas PUPR Tuntaskan 5 Proyek Rp700 Miliar Seusai Jadwal

Rabu, 18 Juli 2018 22:45
Kejurda Pelajar di Pekanbaru, Atlet Takraw Bengkalis Raih Pintar Emas

Rabu, 18 Juli 2018 22:34
Sidang Praperadilan, Hakim Pertegas Pengamanan Alat Berat Seorang Warga tak Dilengkapi Izin Penyitaan

loading...


Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Sabtu, 14 April 2018 16:06
Dokter di Kuansing Enggan Bertugas di Puskesmas Alasan Materi

Sidak Komisi C DPRD Kuansing ungkap alasan dokter enggan ditugaskan ke Pukesmas. Kecilnya intensif yang diterima menjadi salah satu penyebab.

Riauterkini-TELUKKUANTAN- Pemerintahan Kabupaten Kuasing masih membutuhkan banyak tenaga dokter. Dokter tersebut sangat diperlukan disetiap Puskesmas yang ada di Kuansing.

Kendatipun dibutuhkan, namun para dokter ini ternyata enggan ditugaskan di Puskesmas. Alasannya simpel, "Materi". Hal ini diungkapkan oleh Dokter Adek kemarin, Jumat (12/4/18) dihadapan Komisi C DPRD Kuansing saat melakukan Sidak di Puskesmas Kecamatan Pangean.

Kata Dokter Adek, para dokter lebih memilih berdinas di Rumah Sakit Umum Teluk Kuantan ketimbang di Puskesmas Kecamatan. Sebab, insentif di rumah sakit jauh lebih besar dari insentif di Puskesmas. "Kalau di rumah sakit antara 4 sampai 4,5 juta rupiah. Kalau di Puskesmas hanya Rp1,5 juta. Itu diluar gaji," tutur Adek.

Adek sendiri mengaku hanya masuk kerja tiga hari seminggu. Karena jarak tempat tinggalnya dengan kantornya terlalu jauh terpaksa ia melayani pasien melalui hp. Adek tinggal di Jake, sementara tempat kerjanya di Pangean. Oleh karena itu Adek mengaku tidak sanggup masuk kerja setiap hari, meskipun pasien yang berobat di puskesmas itu cukup banyak. Ia hanya bisa melayani tiga kali dalam seminggu. Atau melayani pasien melalui telepon.

Menurut Kepala UPTD Kesehatan Pangean, Agus saat berbincang dengan rombongan Komisi C DPRD Kuansing kemarin menuturkan, meskipun Puskesmas rawat Inap Pangean baru dibuka 21 hari, namun lonjakan pasien sudah terasa. "Puskesmas ini baru 21 hari dibuka. Tapi pasien rawat inap sudah 23 orang banyaknya. Artinya setiap hari itu ada pasien yang membutuhkan pertolongan dokter," ucap Agus.

Kendatipun dokter Adek merasa enggan masuk kerja, namun Agus selaku kepala UPTD Kesehatan Pangean meminta agara dokter Adek tetap bertahan terlebih dahulu demi masyarakat banyak. " Saya minta bu dokter disini saja dulu menjelang pemerintah dapat gantinya. Ini semua demi masyarakat. Ksihan kita nengok pasien yang membutuhkan pertolongan," ujar Agus.

Mestinya kata Agus, satu Puskesmas seharusnya memiliki dua orang dokter, supaya pelayanan kesehatan untuk masyarakat lebih maksimal. Namun saat ini Pemerintah Kuansing belum sanggup memenuhi kebutuhan tersebut. Menurut Agus, salah satu upaya untuk meningkatkan pelayanan kesehatan masyarakat, Pemkab Kuansing harus segera merekrut tenaga honor kontrak untuk para dokter.***(dri)

Loading...


Berita Sosial lainnya..........
- Lepas Subuh, Wabup Kuansing Sudah Meninjau Saluran Air dan Jembatan
- Lapas dan Dinkes Bengkalis Join untuk Cegah dan Pengendalian HIV/AIDS Warga Binaan
- FSPPB Dumai Demo Tolak Akuisisi Pertagas oleh PGN
- Rezeki di 30 Tahun Pernikahan, Rumah Sugianto Dibedah Lazis Imra
- Tolak Tim Transisi Gubri Terpilih, Pemprov Sebut Riau Beda dengan DKI Jakarta
- Wabup Kuansing Janjikan Bonus Khusus untuk Kecamatan Juara Umum MTQ Kabupaten ke-XVII
- ‎Dewan Juri Diminta Profesional,
Disparbud Gelar Pemilihan Bujang Dara Rohul 2018

- Januari-Juli, Tercatat 162 Penderita DBD di Pekanbaru
- Dinkes Bengkalis dan Riau Taja Sosialisasi dan Workshop Kedaruratan Kesmas
- Bupati Inhil Ingatkan Pemberangkatan JCH Dapat Lebih Baik dari Tahun Sebelumnya
- Sekdako Lepas JCH di Lingkup ASN Pemko Pekanbaru
- Hari Jadi ke-506, UAS Sampaikan 5 'Petuah' untuk Bengkalis
- Peringati Dies Natalis IX Tahun 2018,
UPP Beri Award Kepada Para Aktivis Perempuan Rohul

- Pagi Ini Lima Helikopter Dikerahkan Padamkan Karhutla di Dumai
- Bupati Harris Ikuti Program 'Leaderprenuership' di Singapure
- Ribuan Napi Lapas Bengkalis DengarkanTausiah UAS
- Jelang Open Turnamen, Tim Volly PWI Rohil Sparing Partner dengan Polres Rohil
- Penjelasan Kasatpol PP Kampar Terkait Bentrok dengan Pengunjuk Rasa Tenaga RTK
- Unjuk Rasa Tenaga RTK Berakhir Ricuh, Dua Orang Dilarikan ke RSUD Bangkinang
- Dekranasda Kampar Kembali Belajar Membatik di RAPP


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda :
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com