Home > Sosial & Budaya >>
Berita Terhangat..
Kamis, 13 Desember 2018 21:42
Kominfotik Bengkalis Serahkan e-Mail Sanapati 11 Kecamatan

Kamis, 13 Desember 2018 21:38
Sambut Kehadiran Presiden di Riau, PWNU Imbau Masyarakat Jaga Kondusifitas dan Ketentraman

Kamis, 13 Desember 2018 20:43
Pelajar di Pinggir, Bengkalis Tewas  Tertabrak Truk

Kamis, 13 Desember 2018 20:32
Polres Pelalawan Sikat Dua Pelaku Judi Togel

Kamis, 13 Desember 2018 18:46
BI Akui Baru 14 Juta UMKM Dapatkan Pembiayaan Perbankan

Kamis, 13 Desember 2018 18:40
BAZNas Rohul Gelontorkan Rp 50 Juta untuk Bantu 100 Pasien Kategori Miskin di RSUD

Kamis, 13 Desember 2018 17:35
Nihil Syarat Wajib, Pria Ini Malah Bisa Lulus 10 Besar Timsel II KPU Bengkalis

Kamis, 13 Desember 2018 17:19
Lagi Pengedar Sabu diamankan di Kuansing

Kamis, 13 Desember 2018 17:16
SBY dan Jokowi Sama-sama ke Riau, Diklaim Hanya Kebetulan

Kamis, 13 Desember 2018 16:52
Bupati Rohul Resmikan Gerai Pelayanan Publik di Kantor Kecamatan Rambah Hilir

loading...


Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Sabtu, 14 April 2018 16:06
Dokter di Kuansing Enggan Bertugas di Puskesmas Alasan Materi

Sidak Komisi C DPRD Kuansing ungkap alasan dokter enggan ditugaskan ke Pukesmas. Kecilnya intensif yang diterima menjadi salah satu penyebab.

Riauterkini-TELUKKUANTAN- Pemerintahan Kabupaten Kuasing masih membutuhkan banyak tenaga dokter. Dokter tersebut sangat diperlukan disetiap Puskesmas yang ada di Kuansing.

Kendatipun dibutuhkan, namun para dokter ini ternyata enggan ditugaskan di Puskesmas. Alasannya simpel, "Materi". Hal ini diungkapkan oleh Dokter Adek kemarin, Jumat (12/4/18) dihadapan Komisi C DPRD Kuansing saat melakukan Sidak di Puskesmas Kecamatan Pangean.

Kata Dokter Adek, para dokter lebih memilih berdinas di Rumah Sakit Umum Teluk Kuantan ketimbang di Puskesmas Kecamatan. Sebab, insentif di rumah sakit jauh lebih besar dari insentif di Puskesmas. "Kalau di rumah sakit antara 4 sampai 4,5 juta rupiah. Kalau di Puskesmas hanya Rp1,5 juta. Itu diluar gaji," tutur Adek.

Adek sendiri mengaku hanya masuk kerja tiga hari seminggu. Karena jarak tempat tinggalnya dengan kantornya terlalu jauh terpaksa ia melayani pasien melalui hp. Adek tinggal di Jake, sementara tempat kerjanya di Pangean. Oleh karena itu Adek mengaku tidak sanggup masuk kerja setiap hari, meskipun pasien yang berobat di puskesmas itu cukup banyak. Ia hanya bisa melayani tiga kali dalam seminggu. Atau melayani pasien melalui telepon.

Menurut Kepala UPTD Kesehatan Pangean, Agus saat berbincang dengan rombongan Komisi C DPRD Kuansing kemarin menuturkan, meskipun Puskesmas rawat Inap Pangean baru dibuka 21 hari, namun lonjakan pasien sudah terasa. "Puskesmas ini baru 21 hari dibuka. Tapi pasien rawat inap sudah 23 orang banyaknya. Artinya setiap hari itu ada pasien yang membutuhkan pertolongan dokter," ucap Agus.

Kendatipun dokter Adek merasa enggan masuk kerja, namun Agus selaku kepala UPTD Kesehatan Pangean meminta agara dokter Adek tetap bertahan terlebih dahulu demi masyarakat banyak. " Saya minta bu dokter disini saja dulu menjelang pemerintah dapat gantinya. Ini semua demi masyarakat. Ksihan kita nengok pasien yang membutuhkan pertolongan," ujar Agus.

Mestinya kata Agus, satu Puskesmas seharusnya memiliki dua orang dokter, supaya pelayanan kesehatan untuk masyarakat lebih maksimal. Namun saat ini Pemerintah Kuansing belum sanggup memenuhi kebutuhan tersebut. Menurut Agus, salah satu upaya untuk meningkatkan pelayanan kesehatan masyarakat, Pemkab Kuansing harus segera merekrut tenaga honor kontrak untuk para dokter.***(dri)

Loading...


Berita Sosial lainnya..........
- Kominfotik Bengkalis Serahkan e-Mail Sanapati 11 Kecamatan
- BAZNas Rohul Gelontorkan Rp 50 Juta untuk Bantu 100 Pasien Kategori Miskin di RSUD
- Bupati Rohul Resmikan Gerai Pelayanan Publik di Kantor Kecamatan Rambah Hilir
- Dibalut Seni dan Budaya, Ayo Hadiri CFN Selatbaru, Bengkalis 
- Bayi Ditemukan Dalam Kantong Plastik di Bengkalis Diserahkan ke Ortu Asuh
- Independent School Riau Chevron Sumbang 2.585 Buku Untuk Perpustakaan Pekanbaru Untuk kali kedua, ISR Chevron menyumbangkan buku untuk Dinas Perpustakaandan Kearsipan Pekanbaru. Jumlahnya, 2.585 buku. Riauterkini-PRKANBARU-Bantu program pendidikan ser
- Pawai Ta'aruf MTQ ke 37 Riau, Kuansing Tampilkan Tema "Mengantar Anak Pancar oleh Induak Bako"
- Jalan Lintas Mumpa-Pekan Heran di Rengat, Inhu Putus
- Kabupaten Peduli HAM,
Bupati Inhil Terima Penghargaan Kemenkumham RI

- Sekdakab Dianto Mampanini Lepas Kafilah Kuansing ke MTQ ke-37 Riau di Pekanbaru
- Jelang Akhir Tahun Program EVP Beri Manfaat Untuk Warga
- Gubri Lepas Pawai Taaruf, Pemprov Siapkan Bonus Pemenang MTQ Riau ke-37
- Pemkab Kuansing Bantu 30 Ton Beras pada Korban Banjir
- Pelantikan PWI Bengkalis Bakal Dihadiri Ketum Pusat
- Kabupaten Peduli HAM, Bupati Bengkalis Terima Penghargaan Kemenkum HAM RI
- DLH Kuansing Serahkan Sebanyak 247 Kartu BPJS Kepada PHL
- ‎36 Pejabat Pemkab Rohul Ikuti Seleksi Terbuka Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama
- Puluhan 'Pelayan' di Bengkalis Ikuti Sosialisasi UU KIP
- Seorang Mahasiswi Tewas jadi Korban Jalan Rusak,
Zulfi Mursal Minta Pemprov Riau Serius Perbaiki Jalan Rusak di Siak

- Pemkab Kuansing Raih Penghargaan Kepatuhan Standar Pelayanan Publik 2018


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda :
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com