Home > Sosial & Budaya >>
Berita Terhangat..
Sabtu, 21 April 2018 16:43
KPU Ingatkan Calon DPD RI Besok Serahkan Dukungan

Sabtu, 21 April 2018 15:21
Dua Pecinta Jung Titis asal Meranti Berlaga di Malaysia

Sabtu, 21 April 2018 15:15
Sekda Inhil Hadiri Pelantikan IKA - UR Tanah Merah

Sabtu, 21 April 2018 15:11
PACC Gelar Turnamen Catur Terbuka Pelajar Indonesia I

Sabtu, 21 April 2018 13:37
Satu Periode Pemimpin Siak, Ini Keberhasilan Pendidikan yang Sudah Dilakukan Syamsuar

Sabtu, 21 April 2018 13:31
PT Nagamas Palmoil Lestari Gelar Pengobatan Gratis di Dumai

Sabtu, 21 April 2018 12:15
Tersengat Aliran Listrik, Seorang Karyawan PT MAS di Pelalawan Tewas Seketika

Sabtu, 21 April 2018 12:12
Demi Jaga Harga Diri, Dua Pengurus DPD NasDem Pekanbaru Mengundurkan Diri

Sabtu, 21 April 2018 12:08
Petugas Peringatan Hari Kartini di Polres Inhil Dilaksanakan Polisi dan ASN Wanita

Sabtu, 21 April 2018 11:50
Dikunjungi LE, Fauzi Kadir Sebut Riau Perlu Pemimpin Muda

loading...


Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Sabtu, 14 April 2018 16:56
Carut Marut Penggunaan Anggaran di Setda Kuansing, Bupati Diminta Jangan Lengah

Permasalahan penggunaan APBD Kuansing yang tidak tepat mulai terungkap saat BPK RI datang. Bupati Mursini diingatkan agar tidak lenggah dengan penggunaan anggaran.

Riauterkini-TELUKKUANTAN- Satu persatu modus mengkebiri uang rakyat mulai terungkap. Karena itu masyarakat meminta agar Bupati Kuansing, Drs Mursini jangan lengah. Bupati harus intens melakukan evaluasi terhadap bawahannya supaya terhindar dari masalah hukum.

Ada beberapa persoalan yang nyaris terungkap soal penggunaan APBD Kuansing yang tidak tepat sasaran. Persoalan ini bisa beroptensi masalah hukum. Persoalan yang pertama adalah tentang tunggakan rekening listrik pada tahun 2016 lalu sebesar Rp1 miliar. Anggaranya sudah dihabiskan namun tunggakan tidak dibayarkan. Pembayaran ini berada di pos anggaran sekretariat daerah.

Modus mengkebiri uang rakyat ini terus berlanjut. Baru baru ini salah satu pemilik rumah makan di Pangean mengaku telah didatangi oleh tiga orang petugas Badan Pemeriksa Keuangan (BPK ) RI. Ketiga petugas ini melakukan cek kebenaran besaran belanja pengadaan makanan minum kegiatan di sekretariat daerah pada tahun 2017 lalu. Dilembaran SPJ yang dibawa oleh petugas BPK itu tertera ada beberapa kali pemesanan kateringan yang nilainya cukup fantastis. Nilainya lebih dari seratus juta rupiah.

Sedangkan pemilik Rumah Makan Bunguar Indah, Izul kepada riauterkinicom, kemarin Jumat (12/4/18) mengaku jika pemesanan itu adalah fiktif alias tidak pernah ada. Izul menyayangkan kelakuan buruk yang dilakukan oknum pegawai di sekretariat daerah yang telah membawa bawa nama usahanya untuk aksi tipu muslihat tersebut.

Tidak cukup sampai disitu. Biaya perawatan mobil dinas dilingkungan sekretariat daerah juga ditenggarai ada kongkalingkong. Belum lama ini salahsatu sumber yang enggan namanya disebutkan mengungkap ada salah satu bengkel di Telukkuantan didatangi oleh petugas BPK untuk mengklarifikasi besaran biaya perawatan yang telah dibayar oleh sekretariat daerah kepada bengkel tersebut. Pembayarannya pun tak sama dengan angka yang tertera pada SPJ yang dibawa oleh BPK. Lebih banyak nilai yang tercantum di SPJ daripada uang yang diterima oleh pemilik bengkel.

Sementara itu mantan Wakil Bupati Kuansing, Zukifli melalui pesan singkat kepada riauterkinicom, Sabtu (13/4/18) mengaku prihatin dengan banyak dugaan penyimpangan anggaran di sekretariat daerah itu. Menurut politisi PDIP Kuansing ini, biasanya BPK hanya memeriksa SPJ dan tidak pernah memeriksa realita.

“Tidak masuk akal dana Rp 5 miliar lebih di Setda untuk konsumsi. Kalau BPK taat hukum pasti ditanyanya kepada setiap tempat pemesanan dan membandingkan dengan daftar hadir peserta acara,” tutur Zulkifli.

Uji petik ini perlu dilakukan oleh BPK kata Zulkifli, karena efisiensi dan efektifitas belanja daerah sudah sekian tahun kesalahannya itu-itu saja. “BPK jangan bersubhat dengan Pemda,” pinta Zulkifli.

Seharusnya penggunaan APBD merupakan salah satu intrumen penting sebagai penunjang pembangunan daerah. Semangat pengelolaan keuangan kepada pemerintah daerah tentu diharapkan mampu memberikan wajah baru bagaimana uang Negara dikelola untuk sebesar kemakmuran masyarakat. Sebagaimana diamanatkan dalam UU Dasar 1945 dan UU nomor 17 tahun 2003.

APBD selain tersandra oleh beban kerja birokrasi, berbagai upaya yang mengakibatkan kerugian keuangan Negara juga terus memperburuk wajah pengelolaan keuangan Negara

Otonomi pengelolaan keuangan daerah, seyogyanya memberikan ruang besar pemerintah daerah dan untuk kesejahteraan masyarakat. Namun, yang terjadi justru kompetisi boros anggaran serta kompetisi dalam upaya berbagai modus.***(dri)

Loading...


Berita Sosial lainnya..........
- PT Nagamas Palmoil Lestari Gelar Pengobatan Gratis di Dumai
- Petugas Peringatan Hari Kartini di Polres Inhil Dilaksanakan Polisi dan ASN Wanita
- Rasionalisasi APBD Rp1,35 T, Berikut Penjelasan Bupati Bengkalis
- Dumai Gelar Kalender Iven Pariwisata Riau, Lomba Mancing di Laut
- Awal Mei 2018, AREBI Riau Gelar Musda dan Pelantikan Pengurus
- RSUD Petala Bumi Berkomitmen Bangun Budaya Integritas
- Pemerintah Bagikan 1.000 Sertifikat Tanah ke Masyarakat Siak
- O2SN Tingkat SD Kampar, Elvira Puan Danisa Raih 1 Emas 2 Perak
- Satlantas Polres Inhil Gelar Rakor Eksternal Operasi Patuh Muara Takus 2018
- Kunjungi Riau, Kapolri dan Panglima TNI Tekankan Sinergitas dan Solidaritas TNI Polri
- Terkait Penerimaan Tenaga Kontrak, Begini Solusi Bijak Sekda Dianto Mampanini
- Tinggal 23.516 Warga Pekanbaru Belum Miliki e-KTP
- Ribuan Prajurit TNI dan Polri Bersiap Sholat Jumat Bersama Panglima dan Kapolri di Kantor Gubri
- Dugaan Pencemaran PT SUN, Dinas LH Kuansing Serahkan Hasil Labora ke Polisi
- Warga Kecewa, Pasar Desa Terantang Manuk, Pelalawan tak Kunjung Difungsikan
- Warga Kecewa, Pasar Desa Terantang Manuk, Pelalawan tak Kunjung Difungsikan
- Wujud Kepedulian, PT PAA Taja Pengobatan Gratis Di Duri, Bengkalis
- Maling Sikat Elemen Tower SUTT ,  LIstrik Siak Terancam Gelap Gulita
- Didiagnosa Idap Tumor Hati dan Limpa, Bocah di Duri, Bengkalis Butuh Uluran Tangan
- Buka Kongres XX IAI, Menkes Melalui Teleconfrence Minta Kompetensi Apoteker Ditingkatkan


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda : 54.80.185.137
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com