Home > Sosial & Budaya >>
Berita Terhangat..
Kamis, 19 Juli 2018 21:20
Dermaga Objek Wisata Air Terjun Tujuh Tingkat Batang Koban Segera dibangun

Kamis, 19 Juli 2018 21:15
Memasuki Musim Haji, Telkomsel Hadirkan Layanan Komunikasi Paket Haji 3 in 1

Kamis, 19 Juli 2018 21:13
Launching Program Indonesia Berqurban, ACT Targetkan 65 Ribu Hewan Qurban Disalurkan

Kamis, 19 Juli 2018 19:42
Jumlah Hotspot di Riau Mulai Berkurang

Kamis, 19 Juli 2018 19:08
Petani di Kuansing Berhasil Budidayakan Cabe Lebih Tinggi dari Orang Dewasa

Kamis, 19 Juli 2018 18:36
Maksimalkan Padamkan Karhutla, BNPB Kirim Heli MI-171 ke Riau

Kamis, 19 Juli 2018 18:32
Ikuti Pekan Pameran LHK 2018, PT RAPP Bertekad Dirikan Bank Sampah

Kamis, 19 Juli 2018 18:28
Bupati Inhil Hadiri Diskusi Panel Pencegahan Radikalisme Dan Terorisme

Kamis, 19 Juli 2018 18:24
Partai garuda Daftarkan 11 Bacaleg ke KPU Bengkalis

Kamis, 19 Juli 2018 18:20
‎Jelang Latihan TNI AU di Bandara Pasirpangaraian,
Pangkoops AU I dan Ketua PIA Ardhya Garini Daerah Koops Sudah Tiba di Rohul


loading...


Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Selasa, 17 April 2018 12:58
Isra Mi'raj, Jemaah Masjid Muhamjiri Tampan Gelar Tabligh Akbar dan Silaturrahmi

Jemaah Masjid Muhajirin Sidomulyo Barat, Tampan, Pekanbaru menggelar peringatan Isra Mi'raj Nabi Muhammad. Diisi tabligh akbar dan silaturrahmi antar jemaah.

Riauterkini - PEKANBARU-Jamaah Masjid Al-Muhajirin RW 15 kelurahan Sidomulyo Barat Kecamatan Tampan Pekanbaru mengundang Dai Cilik Indonesia Abdul Rasyid dan Ust. Zulkarnain MA yang juga merupakan Guru di Pondok Pesantren Darel Hikmah dalam Peringatan Isra Mikraj sekaligus dilakukan Pengukuhan dan serah terima SK Pengurus Masjid, Senin (16/04/2018).

Kegiatan tersebut dihadiri Lurah Sidomulyo Barat Raimon, Ketua RW 15 Anis Murzil, Ketua Masjid Al-Muhajirin terpilih dan dikukuhkan Faisal Sikumbang Imam Besar Masjid Al-Muhajirin Ust. Ghazali Syafii, Ketua RT 01 sampai 05 dan tokoh masyarakat, Alim Ulama, cerdik pandai dan para jamaah Masjid Al-Muhajirin serta anak-anak.

Ketua RW 15 Anis Murzil dalam sambutannya mengharapkan orang tua menjadi sponsor buat anak-anaknya untuk meramaikan masjid. "Sebagai umat Islam sudah sewajarnya kita mengenal lebih dekat junjungan kita Nabi Besar Muhammad SAW. Semuanya itu semata-mata untuk meningkatkan taqwa kita kepada Allah SWT. Dengan demikian kita dapat lebih mendekatkan diri kepada Allah SWT, dapat lebih baik menjalankan perintah-Nya sekaligus dapat menjauhi larangan-larangan Allah," kata Anis.

Atas nama Ketua RW 15 dalam peringatan Isra Mikraj ini, kami berharap semoga pengetahuan agama khususnya masalah Isra' Mi'raj ini nantinya benar-benar dapat dihayati oleh hadirin, untuk selanjutnya dapat diamalkan sesuai dengan tuntunan yang telah diajarkan.

Selanjutnya Anis juga menceritakan bagaimana Al Kisah Lukmanul Hakim dan Anaknya dengan Seekor Keledai, suatu ketika, Lukmanul Hakim mengajak anaknya berjalan ke pasar. Beliau mengenderai seekor keledai sementara anaknya berjalan kaki menuntun keledai tersebut. Ketika melewati suatu tempat, ia mendengar pembicaraan orang.

"Lihat orang tua itu, benar-benar tidak memiliki rasa kasih sayang, anaknya yang kecil dibiarkan berjalan kaki sedangkan dia bersenang-senang menunggang keledai."

"Wahai anakku, dengarkah engkau apa yang mereka katakan itu?" tanya Lukmanul Hakim kepada anaknya. "Dengar ayah," jawab anaknya sambil mengangguk-anggukkan kepalanya.

"Sekarang engkau naiklah ke atas keledai ini, biar ayah yang menuntunnya," katanya sambil mengangkat anaknya ke atas keledai, lalu mereka meneruskan perjalanan.

Tidak berapa lama kemudian ketika melewati sekelompok orang, "Lihatlah betapa anak yang tidak pandai mengenang budi ayahnya yang sudah tua, disuruhnya ayahnya menuntun keledai sedangkan dia yang masih muda menunggangnya, sungguh tidak patut," kata orang-orang tersebut.

"Dengarkah engkau apa yang mereka katakan?" tanya Lukmanul Hakim kepada anaknya. Anaknya mengiyakan pertanyaannya itu. "Sekarang engkau turun dari keledai ini dan kita sama-sama berjalan kaki," kata Lukmanul Hakim. Anaknya segera turun dari keledai lalu berjalan bersama beriringan dengan ayahnya menuntun keledai.

Sejurus kemudian mereka bertemu pula dengan sekelompok orang lain. "Alangkah bodohnya orang yang menarik keledai itu. Keledai untuk dikenderai dan dibebani dengan barang-barang, bukan untuk dituntun seperti lembu dan kambing," kata mereka.

"Dengarkah engkau apa kata mereka?: tanya Lukmanul Hakim kepada anaknya lagi. "Dengar, ayah," jawab anaknya.

Lukmanul Hakim berkata: "Kalau begitu marilah kita berdua naik ke atas punggung keldai ini." Tidak berapa lama setelah itu mereka mendengar sekelompok orang yang lain yang mereka lewati "Sungguh tidak ada perasaan mereka ini, keledai yang kecil ditunggangi berdua!" kata mereka.

Lukmanul Hakim lalu bertanya kepada anaknya, "Apakah engkau dengar apa yang mereka katakan?" Jawab anaknya: "Ya ayah, saya dengar." "Kalau begitu marilah kita pikul keledai ini," kata Lukmanul Hakim. Dengan bersusah payah mengikat keempat-empat kakinya, akhirnya mereka mampu mengangkat keledai itu.

Dan dalam keadaan demikian itu mereka mulai berjalan dengan beban memikul seekor keledai. Ketika sejumlah orang melihat mereka berdua memikul seekor keledai, mereka ketawa terbahak-bahak. "Lihatlah orang gila memikul keldai!" "Dengarkah engkau apa yang mereka katakan?" dia bertanya kepada anaknya lagi. "Dengar ayah," jawab anaknya. Mereka lalu meletakkan keldai itu ke tanah.

Lukmanul Hakim pun kemudian menjelaskan hikmah di sebalik peristiwa tadi: "Anakku, begitulah sifat manusia. Apapun yang kamu lakukan, kamu tidak akan lepas dari perhatian dan pandangan orang lain. Tidak menjadi masalah apakah tanggapan dan sikap mereka benar atau salah, mereka tetap akan mengatakannya."

"Ingatlah anakku bila kamu bertemu kebenaran, janganlah kamu berubah karena mendengar kata-kata orang lain. Yakinlah pada diri sendiri dan gantungkanlah harapanmu kepada Allah Swt."

Inilah uraian singkat dari ketua RW 15 Anis Murzil dalam memotivasi masyarakat agar senantiasa bersatu dan tidak ada lagi perpecahan diantaranya, "Mari kita satukan Persepsi kita dalam membangun kampung kita ini, terutama dalam membangun Masjid Al-Muhajirin. Siapa lagi yang mambangunnya kalau tidak para jamaah Masjid Almuhajirin, beda pendapat itu biasa tapi dengan cara yang baik mengemukannya. jangan ada lagi kisruh yang akan memecah persatuan jamaah, satu tujuan kita datangkan ke Masjid yakni beribadah dan memakmurkan Masjid," ujar Anis.

"Kita tidak bisa lepas dari tanggung jawab ini. Mari ajak anak-anak kita, tetangga, dan kerabat untuk memakmurkan masjid. Insya Allah, dengan kita memakmurkan masjid, maka kampung kita bisa terhindar dari efek negatif globalisasi," harapnya.

Dalam kesempatan tersebut Anis juga mengajak jemaah yang hadir untuk meningkatkan silaturahmi dan mempererat tali persaudaraan. "Dengan kuatnya persatuan dan kesatuan umat muslim akan menjadi motor utama penggerak pembangunan," tutupnya.

Di tempat yang sama, Dai Cilik Indonesia Abdul Rasyid menjelaskan dalam ceramahnya makna peringatan Isra Mi'raj sebagai solusi bagi ummat Islam dalam menghadapi berbagai masalah kehidupan. Peringatan Isra' Mi'raj merupakan momentum yang tepat untuk refleksi diri dan kembali kepada Allah SWT.

"Jika menghadapi masalah berat, hendaknya ummat Islam kembali kepada Allah SWT, kembali memakmurkan masjid dan memperbaiki kualitas shalat masing-masing," tutur Syekh Rasyid.

Melihat kembali sejarah peristiwa Isra Mi'raj, ujarnya, Rasulullah saat itu sedang mengalami masa-masa penuh duka cita pasca wafatnya istri dan kakek tercinta, Siti Khodijah RA dan Abu Tholib. Saat itu, Rasulullah juga baru saja diusir dari Tha'if oleh penduduknya, sehingga Rasulullah SAW benar-benar merasa sedih pada tahun itu.

Rasulullah SAW pun, paparnya, berdoa kepada Allah SWT agar dapat menjalani berbagai cobaan dan penderitaan berat itu. Do'a Rasulullah SAW pun akhirnya dikabulkan oleh Alah SWT dengan solusi peristiwa Isra Mi'raj. Dalam peristiwa itu, Rasulullah mejadi pemimpin para anbiya, para nabi, dan Rasul sejak Nabi Adam AS.

Rasulullah SAW, jelasnya, juga menerima perintah shalat lima waktu sebagai kewajiban bagi umat Islam, sebagai tiang agama, sekaligus solusi untuk umat Islam ketika sedang menghadapi masalah berat di dunia.

"Jadi, hendaknya setiap Muslim kembali kepada Allah SWT dan melaksanakan shalat berjamah saat ditimpa ujian atau musibah yang sangat berat," tandasnya. (dan)

Loading...


Berita Sosial lainnya..........
- Dermaga Objek Wisata Air Terjun Tujuh Tingkat Batang Koban Segera dibangun
- Ikuti Pekan Pameran LHK 2018, PT RAPP Bertekad Dirikan Bank Sampah
- Paparkan Hukum, Kejari Bengkalis Menyapa Masyarakat Lewat 'Udara'
- Pacu Jalur Inuman Berakhir,
Hadiah Tak Dibayar, Pengurus Jalur Juara Meradang

- Sekda Kuansing Besuk Mantan Bupati H. Sukarmis Usai Kecelakaan
- Dinas PUPR Riau Optimis Dua Fly Over Tuntas Akhir Tahun
- Abdul Hamid dan Ayu Nopia Wakili Rohul di Ajang Bujang Dara Riau 2018
- Lepas Subuh, Wabup Kuansing Sudah Meninjau Saluran Air dan Jembatan
- Lapas dan Dinkes Bengkalis Join untuk Cegah dan Pengendalian HIV/AIDS Warga Binaan
- FSPPB Dumai Demo Tolak Akuisisi Pertagas oleh PGN
- Rezeki di 30 Tahun Pernikahan, Rumah Sugianto Dibedah Lazis Imra
- Tolak Tim Transisi Gubri Terpilih, Pemprov Sebut Riau Beda dengan DKI Jakarta
- Wabup Kuansing Janjikan Bonus Khusus untuk Kecamatan Juara Umum MTQ Kabupaten ke-XVII
- ‎Dewan Juri Diminta Profesional,
Disparbud Gelar Pemilihan Bujang Dara Rohul 2018

- Januari-Juli, Tercatat 162 Penderita DBD di Pekanbaru
- Dinkes Bengkalis dan Riau Taja Sosialisasi dan Workshop Kedaruratan Kesmas
- Bupati Inhil Ingatkan Pemberangkatan JCH Dapat Lebih Baik dari Tahun Sebelumnya
- Sekdako Lepas JCH di Lingkup ASN Pemko Pekanbaru
- Hari Jadi ke-506, UAS Sampaikan 5 'Petuah' untuk Bengkalis
- Peringati Dies Natalis IX Tahun 2018,
UPP Beri Award Kepada Para Aktivis Perempuan Rohul



Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda :
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com