Home > Sosial & Budaya >>
Berita Terhangat..
Senin, 25 Maret 2019 15:33
Imra PT RAPP Bangunkan Rumah Layak untuk Andini

Senin, 25 Maret 2019 15:25
447 Pengawas TPS Kecamatan Resmi Dilantik

Senin, 25 Maret 2019 15:22
Kurang 16 Orang,
1.784 Pengawas TPS Pemilu Bengkalis Siap Bertugas


Senin, 25 Maret 2019 15:17
Hadiri Seminar Nasional di Inhil, Gubri Harapkan Kebangkitan Harga Kelapa

Senin, 25 Maret 2019 15:12
Korupsi Sarpras, Dua Mantan Pejabat Dispora Riau Diadili

Senin, 25 Maret 2019 15:05
Joker Dorong Entrepreneur Naik Hingga 7 Persen di Nusantara

Senin, 25 Maret 2019 14:01
Sempena HUT, Persit Kartika Chandra Kirana Anjangsana ke Panti Asuhan dan Warakawuri

Senin, 25 Maret 2019 13:58
Satgas Gakkum Karhutla Proses 12 tmTersangka Pembakar Lahan di Riau

Senin, 25 Maret 2019 13:55
Pemulung di Duri Temukan Jasad Bayi di Tepian Kali

Senin, 25 Maret 2019 13:50
Wakil Bupati Inhil Ikuti Pengajian dan Silaturrahmi Ulama Nusantara

loading...


Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Selasa, 17 April 2018 12:58
Isra Mi'raj, Jemaah Masjid Muhamjiri Tampan Gelar Tabligh Akbar dan Silaturrahmi

Jemaah Masjid Muhajirin Sidomulyo Barat, Tampan, Pekanbaru menggelar peringatan Isra Mi'raj Nabi Muhammad. Diisi tabligh akbar dan silaturrahmi antar jemaah.

Riauterkini - PEKANBARU-Jamaah Masjid Al-Muhajirin RW 15 kelurahan Sidomulyo Barat Kecamatan Tampan Pekanbaru mengundang Dai Cilik Indonesia Abdul Rasyid dan Ust. Zulkarnain MA yang juga merupakan Guru di Pondok Pesantren Darel Hikmah dalam Peringatan Isra Mikraj sekaligus dilakukan Pengukuhan dan serah terima SK Pengurus Masjid, Senin (16/04/2018).

Kegiatan tersebut dihadiri Lurah Sidomulyo Barat Raimon, Ketua RW 15 Anis Murzil, Ketua Masjid Al-Muhajirin terpilih dan dikukuhkan Faisal Sikumbang Imam Besar Masjid Al-Muhajirin Ust. Ghazali Syafii, Ketua RT 01 sampai 05 dan tokoh masyarakat, Alim Ulama, cerdik pandai dan para jamaah Masjid Al-Muhajirin serta anak-anak.

Ketua RW 15 Anis Murzil dalam sambutannya mengharapkan orang tua menjadi sponsor buat anak-anaknya untuk meramaikan masjid. "Sebagai umat Islam sudah sewajarnya kita mengenal lebih dekat junjungan kita Nabi Besar Muhammad SAW. Semuanya itu semata-mata untuk meningkatkan taqwa kita kepada Allah SWT. Dengan demikian kita dapat lebih mendekatkan diri kepada Allah SWT, dapat lebih baik menjalankan perintah-Nya sekaligus dapat menjauhi larangan-larangan Allah," kata Anis.

Atas nama Ketua RW 15 dalam peringatan Isra Mikraj ini, kami berharap semoga pengetahuan agama khususnya masalah Isra' Mi'raj ini nantinya benar-benar dapat dihayati oleh hadirin, untuk selanjutnya dapat diamalkan sesuai dengan tuntunan yang telah diajarkan.

Selanjutnya Anis juga menceritakan bagaimana Al Kisah Lukmanul Hakim dan Anaknya dengan Seekor Keledai, suatu ketika, Lukmanul Hakim mengajak anaknya berjalan ke pasar. Beliau mengenderai seekor keledai sementara anaknya berjalan kaki menuntun keledai tersebut. Ketika melewati suatu tempat, ia mendengar pembicaraan orang.

"Lihat orang tua itu, benar-benar tidak memiliki rasa kasih sayang, anaknya yang kecil dibiarkan berjalan kaki sedangkan dia bersenang-senang menunggang keledai."

"Wahai anakku, dengarkah engkau apa yang mereka katakan itu?" tanya Lukmanul Hakim kepada anaknya. "Dengar ayah," jawab anaknya sambil mengangguk-anggukkan kepalanya.

"Sekarang engkau naiklah ke atas keledai ini, biar ayah yang menuntunnya," katanya sambil mengangkat anaknya ke atas keledai, lalu mereka meneruskan perjalanan.

Tidak berapa lama kemudian ketika melewati sekelompok orang, "Lihatlah betapa anak yang tidak pandai mengenang budi ayahnya yang sudah tua, disuruhnya ayahnya menuntun keledai sedangkan dia yang masih muda menunggangnya, sungguh tidak patut," kata orang-orang tersebut.

"Dengarkah engkau apa yang mereka katakan?" tanya Lukmanul Hakim kepada anaknya. Anaknya mengiyakan pertanyaannya itu. "Sekarang engkau turun dari keledai ini dan kita sama-sama berjalan kaki," kata Lukmanul Hakim. Anaknya segera turun dari keledai lalu berjalan bersama beriringan dengan ayahnya menuntun keledai.

Sejurus kemudian mereka bertemu pula dengan sekelompok orang lain. "Alangkah bodohnya orang yang menarik keledai itu. Keledai untuk dikenderai dan dibebani dengan barang-barang, bukan untuk dituntun seperti lembu dan kambing," kata mereka.

"Dengarkah engkau apa kata mereka?: tanya Lukmanul Hakim kepada anaknya lagi. "Dengar, ayah," jawab anaknya.

Lukmanul Hakim berkata: "Kalau begitu marilah kita berdua naik ke atas punggung keldai ini." Tidak berapa lama setelah itu mereka mendengar sekelompok orang yang lain yang mereka lewati "Sungguh tidak ada perasaan mereka ini, keledai yang kecil ditunggangi berdua!" kata mereka.

Lukmanul Hakim lalu bertanya kepada anaknya, "Apakah engkau dengar apa yang mereka katakan?" Jawab anaknya: "Ya ayah, saya dengar." "Kalau begitu marilah kita pikul keledai ini," kata Lukmanul Hakim. Dengan bersusah payah mengikat keempat-empat kakinya, akhirnya mereka mampu mengangkat keledai itu.

Dan dalam keadaan demikian itu mereka mulai berjalan dengan beban memikul seekor keledai. Ketika sejumlah orang melihat mereka berdua memikul seekor keledai, mereka ketawa terbahak-bahak. "Lihatlah orang gila memikul keldai!" "Dengarkah engkau apa yang mereka katakan?" dia bertanya kepada anaknya lagi. "Dengar ayah," jawab anaknya. Mereka lalu meletakkan keldai itu ke tanah.

Lukmanul Hakim pun kemudian menjelaskan hikmah di sebalik peristiwa tadi: "Anakku, begitulah sifat manusia. Apapun yang kamu lakukan, kamu tidak akan lepas dari perhatian dan pandangan orang lain. Tidak menjadi masalah apakah tanggapan dan sikap mereka benar atau salah, mereka tetap akan mengatakannya."

"Ingatlah anakku bila kamu bertemu kebenaran, janganlah kamu berubah karena mendengar kata-kata orang lain. Yakinlah pada diri sendiri dan gantungkanlah harapanmu kepada Allah Swt."

Inilah uraian singkat dari ketua RW 15 Anis Murzil dalam memotivasi masyarakat agar senantiasa bersatu dan tidak ada lagi perpecahan diantaranya, "Mari kita satukan Persepsi kita dalam membangun kampung kita ini, terutama dalam membangun Masjid Al-Muhajirin. Siapa lagi yang mambangunnya kalau tidak para jamaah Masjid Almuhajirin, beda pendapat itu biasa tapi dengan cara yang baik mengemukannya. jangan ada lagi kisruh yang akan memecah persatuan jamaah, satu tujuan kita datangkan ke Masjid yakni beribadah dan memakmurkan Masjid," ujar Anis.

"Kita tidak bisa lepas dari tanggung jawab ini. Mari ajak anak-anak kita, tetangga, dan kerabat untuk memakmurkan masjid. Insya Allah, dengan kita memakmurkan masjid, maka kampung kita bisa terhindar dari efek negatif globalisasi," harapnya.

Dalam kesempatan tersebut Anis juga mengajak jemaah yang hadir untuk meningkatkan silaturahmi dan mempererat tali persaudaraan. "Dengan kuatnya persatuan dan kesatuan umat muslim akan menjadi motor utama penggerak pembangunan," tutupnya.

Di tempat yang sama, Dai Cilik Indonesia Abdul Rasyid menjelaskan dalam ceramahnya makna peringatan Isra Mi'raj sebagai solusi bagi ummat Islam dalam menghadapi berbagai masalah kehidupan. Peringatan Isra' Mi'raj merupakan momentum yang tepat untuk refleksi diri dan kembali kepada Allah SWT.

"Jika menghadapi masalah berat, hendaknya ummat Islam kembali kepada Allah SWT, kembali memakmurkan masjid dan memperbaiki kualitas shalat masing-masing," tutur Syekh Rasyid.

Melihat kembali sejarah peristiwa Isra Mi'raj, ujarnya, Rasulullah saat itu sedang mengalami masa-masa penuh duka cita pasca wafatnya istri dan kakek tercinta, Siti Khodijah RA dan Abu Tholib. Saat itu, Rasulullah juga baru saja diusir dari Tha'if oleh penduduknya, sehingga Rasulullah SAW benar-benar merasa sedih pada tahun itu.

Rasulullah SAW pun, paparnya, berdoa kepada Allah SWT agar dapat menjalani berbagai cobaan dan penderitaan berat itu. Do'a Rasulullah SAW pun akhirnya dikabulkan oleh Alah SWT dengan solusi peristiwa Isra Mi'raj. Dalam peristiwa itu, Rasulullah mejadi pemimpin para anbiya, para nabi, dan Rasul sejak Nabi Adam AS.

Rasulullah SAW, jelasnya, juga menerima perintah shalat lima waktu sebagai kewajiban bagi umat Islam, sebagai tiang agama, sekaligus solusi untuk umat Islam ketika sedang menghadapi masalah berat di dunia.

"Jadi, hendaknya setiap Muslim kembali kepada Allah SWT dan melaksanakan shalat berjamah saat ditimpa ujian atau musibah yang sangat berat," tandasnya. (dan)

Loading...


Berita Sosial lainnya..........
- Imra PT RAPP Bangunkan Rumah Layak untuk Andini
- Hadiri Seminar Nasional di Inhil, Gubri Harapkan Kebangkitan Harga Kelapa
- Sempena HUT, Persit Kartika Chandra Kirana Anjangsana ke Panti Asuhan dan Warakawuri
- Dihadiri Menkes RI, Wagubri Buka Rakerkesda 2019
- Penjelasan Pemkab Rohil Soal Tersendatnya Misi Industri Hilir Bupati Suyatno
- Audit Independen, Gubri Kunjungi RSUD Tengku Sulung Bermasalah di Inhil
- Peduli Warga, Caleg Golkar Ini Gelar Bazar Murah
- 1.071 Kantong Darah Terkumpul pada KDD Ke-57 Riau Kompleks
- Bupati Bengkalis Buka Turnamen Sepakbola Antar Pelajar di Duri
- PJC Pekanbaru Semangati Wartawan Bengkalis Untuk Sajikan Berita Yang Santun dan Menarik
- UKW PWI Riau 2019 Berjalan Sukses
- 2019, DAK Fisik dan ADD Kuansing Meningkat
- Gubri Resmikan Masjid Al Anshor, Wakaf Mantan Bupati Siak Arwis AS
- Bengkalis Komit Tingkatkan Kapabilitas dan Kapasitas APIP
- BPN Pelalawan Tandatangani Zona Integritas Bebas Korupsi
- Polda Riau Gelar Bakti Kesehatan di Sungai Pinang, Kampar
- DED Quran Center Diusulkan di APBD-P 2019
- BAZNas Bengkalis Hingga 'Curuk Kampung' Ajak Warga Berzakat
- Bhakti Kesehatan di Tambang, Wagubri Ajak Masyarakat Jaga Kekompakan
- Soal 100 Honorer K2, Dewan Minta Gubri Beri Kepastian


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda :
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com