Home > Sosial & Budaya >>
Berita Terhangat..
Selasa, 16 Oktober 2018 17:34
5 Pelayan Warung Remang-remang di Pagaran Tapah Digiring Satpol PP Rohul

Selasa, 16 Oktober 2018 17:31
Ribuan Rumah di Bonai Darussalam Terendam Banjir, Jalan Lintas Rohul-Duri Terganggu

Selasa, 16 Oktober 2018 17:25
Dua Juru Tulis Judi Togel di Tambusai Utara Rohul Terciduk Polisi

Selasa, 16 Oktober 2018 16:55
Danlanal Dumai Beri Penghargaan Nelayan Tenmkan M-16

Selasa, 16 Oktober 2018 16:32
Oknum Polisi Terjerat TPPU Penyelundupan Trenggiling Dituntut 3 Tahun Penjara

Selasa, 16 Oktober 2018 15:06
Pendaftaran Online Ditutup, 4.573 Calon Peserta CPNS 2018 di Pemkab Rohul‎ Sudah Mendaftar

Selasa, 16 Oktober 2018 14:00
Pinta Hearing Tapal Batas Kecamatan dan Desa,
Pemdes Buluh Manis Kirim Surat ke DPRD Bengkalis


Selasa, 16 Oktober 2018 13:15
Riau Raih 1 Emas dan 2 Perunggu dalam Kerjunas Catur di Aceh

Selasa, 16 Oktober 2018 12:48
Sekdaprov Janji, Paling Lambat 4 Hari lagi Single Salary Cair

Selasa, 16 Oktober 2018 12:37
Didampingi Plt Gubri, Tim Kementerian Cek Ruang dan Sarana Asrama Haji Antara

loading...


Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Kamis, 19 April 2018 19:50
Maling Sikat Elemen Tower SUTT ,  LIstrik Siak Terancam Gelap Gulita

PLN laporkan sudah 12 titik tower SUTT hilang materialnya hingga Maret 2018. Siak terancam gelap gulita.

Riautetkini-PEKANBARU- Material saluran udara  tegangan tinggi (SUTT) tower PLN saat ini rentan dicuri. Di Kecamatan Tualang, Kabupaten Siak, sudah 12 titik tower yang hilang dari medio Maret 2018 hingga pertengahan April 2018.  

Hilangnya material pada tower SUTT di tepian jalan lintas Pekanbaru-Tualang itu membuat pihak PLN kaget. Pasalnya,  tidak mungkin material itu bisa dicuri oleh pencuri biasa,  tanpa alat yang lengkap. Material yang hilang itu adalah bracing pada tower PLN. 

"Letak bracing itu sekitar 35 meter dari permukaan tanah. Si pencuri tentu harus naik setinggi itu lalu memotongnya. Tidak mungkin dipotong dalam waktu singkat, dan tentu alatnya lebih memadai," kata Bagian Teknik PT PLN (Persero) UPPJ Riau dan Kepri, Budi Susilo.  

Pada setiap tower, ada sekitar 100 bracing yang sudah dicuri. Sementara jumlah tower yang sudah digerogoti sebanyak 12 titik. Diperkirakan ada 1.200 bracing yang hilang. Hal tersebut membuat pihak PLN harus mengganti bracing yang hilang. Kalau tidak, tower bisa tumbang dan pasokan listrik di kawasan itu akan terganggu. 

Menurut dia, pencurian tersebut terbilang sebagai tindakan ekstrem. Karena selama ini jarang terjadi kasus yang demikian. Para pencuri juga diduga nekat naik setinggi 35 meter. 

"Pakai alat apa kira-kira pencurinya. Kalau pencuri konvensional tentu mereka menyabung nyawa memanjat dan memotong besi-besinya," kata dia. 

Tidak hanya itu, material tower milik PLN merupakan objek vital negara. Letaknya tidak jauh dari tepian jalan lintas. Namun tidak seorangpun tahu bracingnya dicuri. "Sejak adanya pabrik baja di Pekanbaru, bracing ini rawan dicuri. Kejadian itu tidak hanya di Siak, tetapi juga sempat terjadi di Pasir Putih," kata dia.  

Sedangkan kasus di Tualang, sebanyak 12 titik itu terdapat pada tower nomor 61-69 di Maredan Barat,  dan tower nomor 36 dan 55 di Maredan. Kejadian pada tower 61-69 diketahui pada Maret 2018. Sedangkan tower 36 dan 55 baru terjadi, Sabtu (14/4). 

Pihaknya juga telah melaporkan kejadian itu kepada Polsek Tualang,  sejak 3 pekan lalu. Namun hinga kini belum diketahuinya perkembangan penyelidikan.  

"Kami berharap aparat penegak hukum cepat mengusut kasus ini. Sebab, yang dirugikan bukan hanya PLN, namun masyarakat," kata dia. 

Dia juga berharap polisi menggelar patroli supaya dapat mendeteksi kejadian pada malam hari. Sebab pihaknya menduga,  pelaku pencurian melakukan aksinya pada malam hari. 

Sementara itu, Manager PLN Rayon Perawang, Eendryez mengatakan, pencurian terhadap elemen tower SUTT itu beresiko menganggu kelancaran pasokan listrik terhadap tiga kecamatan di Kabupaten Siak. Daerah-daerah itu adalah Kecamatan Tualang, Kecamatan Sungai Mandau dan sebagian Desa Minas Timur di Kecamatan Minas. “Resiko terburuk adalah, tiga kawasan itu bisa saja gelap gulita ketika pasokan listrik terganggu karena dicurinya elemen tower oleh maling,” sebutnya. 

Ia mengatakan, saat ini tercatat sekitar 30 ribuan pelanggan PLN di bawah pengelolaan PLN rayon Perawang. “Bila listrik padam, berbagai aktivitas puluhan ribu masyrakat itu tentunya akan terganggu,” katanya. 

[ Sementara itu,  Kapolsek Tualang Kompol Jujur Hutapea mengaku bingung dengan kasus itu. Pihaknya tidak dapat mendeteksi pelaku karena waktu pencuriannya tidak diketahui. Sedangkan dalam laporan hanya diperkirakan pada Maret 2018. "Lokasi juga jauh dari pemukiman. Namun kami telah melakukan penyelidikan, turun ke TKP," kata dia. 

Dia mengakui setelah 3 minggu melakukan penyelidikan belum ada dugaan terhadap pihak tertentu yang melakukannya. Seluruh penampung besi di daerah Tualang sudah didatanginya. 

"Kami mencari informasi ke luar wilayah Tualang. Kami juga bekerjasama dengan Bhabinkamtibmas di masing-masing desa. Mudah-mudahan segera mendapat titik terang," kata dia. 

Anggota DPRD Riau, H Mansyur kaget kala dikonfirmasi tentang pencurian elemen belasan tower SUTT di Kecamatan Tualang.  

Ia mengatakan, pencurian itu tidak bisa ditolerir sebab, bisa berakibat terganggunya kepentingan masyarakat luas. "Bila padam total, yang menderita kan masyarakat keseluruhan," katanya. 

Mansyur berharap, pelaku pencurian segera diringkus oleh aparat kepolisian. "Kita minta, PLN sinergis dengan polisi dalam upaya pengamanan dan pengawasan tower-tower tersebut," katanya. 

Kekagetan serupa juga datang dari Ketua DPRD Siak, Indra Gunawan.  

"Ini bukan perkara main-main yang sama dengan pencurian ayam. Ini kasus yang mesti dikejar, karena yang digerogoti objek vital negara," kata dia. 

Ia meminta kepolisian serius menangani perkara itu. Menurut dia,  perkara itu bukan pencurian biasa melainkan dapat merugikan ribuan pelanggan PLN. 

Indra juga berencana mencari tahu langsung kasus itu kepada pihak PLN dan kepolisian. Ia juga meminta Pemkab Siak berkoordinasi kepada aparatur camat dan pemerintahan kampung,  untuk mewaspadai terjadinya pencurian itu. 

"Harus bersama-sama. Jangan serahkan kepada PLN dan Polisi saja. Kepala kampung juga harus giat menjaga kondisi kampungnya dengan mengerahkan masyarakat untuk bersama-sama menjaga kampung," kata dia.  

Dia juga meminta agar kepala Kampung rajin berkoordinasi dengan pihak kecamatan dan pihak kepolisian.  

"Kan ada Babinkamtibmas,  jadi kepala kampung harus berkoordinasi dengannya. Camat dengan Kapolsek. Jadi  bersama-sama,"kata dia. "(H-we)

Loading...


Berita Sosial lainnya..........
- Pendaftaran Online Ditutup, 4.573 Calon Peserta CPNS 2018 di Pemkab Rohul‎ Sudah Mendaftar
- Sekdaprov Janji, Paling Lambat 4 Hari lagi Single Salary Cair
- Didampingi Plt Gubri, Tim Kementerian Cek Ruang dan Sarana Asrama Haji Antara
- 12 Jabatan OPD Pemkab Inhu Hari ini Mulai di Assesment
- Rumah dan Kedai Terancam Digusur,
Pembangunan Jembatan di Jalan Nasional Rantau Berangin Menuai Protes

- Persiapan Konfercab PWI Bengkalis 75 Persen
- Serapan Belanja APBD 2018 Bengkalis Baru 46,27 Persen
- Tidak Capai Target,
1.348 Ekor Hewan Penular Rabies di Bengkalis Divaksinasi

- Meriah HUT ke-19 Pelalawan, Kelurahan Teluk Meranti Gelar Lomba Menjaring Ikan Patin
- Termasuk Mantan Karo Tapem, Plt Gubri Lantik 112 Pejabat Fungsional
- Mundur, Rahmad Rahim dan Patrianov tak Ikut Dikantik
- Izin Mendagri, 112 Pejabat Fungsional dan 79 Kepsek Dilantik Pagi ini
- HUT ke-80, KONI Inhu Kunjungi Panti Asuhan
- Warga Bengkalis Diimbau Kenali Penularan Virus Rubella
- BNK Kampar Luncurkan Program Kampar Bersinar di Arena Car Free Day
- IKB SMPN 5-IKLB Galang Dana Bantuan Untuk Korban Gempa Palu dan Banjir Lintau
- Peduli Terhadap Lingkungan, BOB PT BSP - Pertamina Hulu Terima Penghargaan Dari Pemkab Siak
- Dipadati Wisatawan Lokal, Festival Pantai Rupat Berlangsung Meriah
- Melalui Berbagai Momen, Kapolres Kuansing Jalin Kedekatan dengan Masyarakat
- Sejumlah Gedung 'Lapuk', Lapas Bengkalis Usulkan Perbaikan ke Pemda


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda :
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com