Home > Sosial & Budaya >>
Berita Terhangat..
Selasa, 22 Mei 2018 21:39
Sejak 2014 Hampir 2 Ton Trenggiling Sudah Terjual,
Saksi: Akui Dapat Keuntungan Rp 200 Ribu Perkilonya


Selasa, 22 Mei 2018 20:58
3 Tewas 10 Luka-luka, Belasan Warga di Pelalawan Tertimpa Dua Mobil Terlibat Trabrakan Beruntun

Selasa, 22 Mei 2018 20:12
Pjs Bupati Inhil Bagikan Takjil Kepada Masyarakat

Selasa, 22 Mei 2018 19:25
Kakanwil Kemenkumham Riau Safari Ramadhan perdana ke UPT Se Kota Pekanbaru

Selasa, 22 Mei 2018 19:12
Mulai Cuti Hari ini, Ayat Cahyadi Gerilya Menangkan Syamsuar-Edy Nasution di Kota Pekanbaru

Selasa, 22 Mei 2018 19:02
Firdaus Optimis Visi Riau Madani Bisa Jadikan Provinsi Paling Maju

Selasa, 22 Mei 2018 18:59
Plt Gubri Langsung Urus Mulok ke Mendikbud

Selasa, 22 Mei 2018 18:54
Serahkan Bantuan Rp 5,250 M, Grup APRIL Dukung Tim Indonesia di Asian Gemas 2018

Selasa, 22 Mei 2018 18:14
Miliki Motivasi Kuat Bantu Keluarga, Warga Pelalawan ini Ikuti Program Pelatihan Mekanik

Selasa, 22 Mei 2018 18:09
Tertibkan 'Pengaku' Miskin, Dinsos Bengkalis Diterjunkan 280 Petugas Verifikasi Data

loading...


Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Kamis, 19 April 2018 21:39
Dugaan Pencemaran PT SUN, Dinas LH Kuansing Serahkan Hasil Labora ke Polisi

Diduga limbah PT SUN telah mencemari sungai di Singingi Hilir, Kuansing. Dinas LH telah memberikan laporan hasil laboratorium ke kepolisian.

Riauterkini-TELUKKUANTAN- Dinas Lingkungan Hidup, Kabupaten Kuansing telah menyerahkan hasil labor pengujian pencemaran sungai yang diduga oleh limbah PT SUN ke Polres Kuansing, Kamis (19/4/18). Hal ini dibenarkan oleh Kepala Dinas Lingkungan Hidup, Jafrinaldi saat berbincang dengan riauterkinicom tadi siang.

  Kata Jafrinaldi, penyelesaian sengketa dugaan pencemaran limbah pabrik itu ditempuh melalui jalur hukum. Karena masyarakat yang dirugikan meminta demikian.

  Jafrinaldi menjelaskan, penyelesaian lingkungan hidup dapat ditempuh melalui pengadilan dan luar pengadilan. Proses penyelesaiaanya diatur Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup (UUPPLH).

  “Penyelesaian sengketa lingkungan hidup dapat ditempuh melalui pengadilan atau di luar pengadilan,” ujarnya.

  Dia mencontohkan, yang dimaksud dengan diluar pengadilan itu adalah penyelesaian sengketa lingkungan hidup dilakukan secara sukarela oleh para pihak yang bersengketa. Sementara apabila upaya penyelesaian sengketa di luar pengadilan yang dipilih dinyatakan tidak berhasil oleh salah satu atau para pihak yang bersengketa, maka, proses penyelesaian ditempuh melalui pengadilan.

Adapun tujuan dari penyelesaian sengketa lingkungan hidup di luar pengadilan dilakukan untuk mencapai kesepakatan  sebagaimana diatur dalam pasal 85 UUPPLH, yaitu berupa,bentuk dan besarnya ganti rugi, tindakan pemulihan akibat pencemaran .Selanjutnya  tindakan tertentu untuk menjamin tidak akan terulangnya pencemaran dan tindakan untuk mencegah timbulnya dampak negatif terhadap lingkungan hidup.

Upaya yang ditempuh melalui penyelesaian sengketa di luar pengadilan ini dapat meminta bantuan pihak lain untuk membantu menyelesaikan permasalahan, misalnya dapat menggunakan jasa mediator dan/atau arbiter. Baik arbiter adhoc atau melalui lembaga penyelesaian Badan Arbitrase Nasional Indonesia.

Sementara itu, penyelesaian sengketa melalui pengadilan atau litigasi dapat dilakukan melalui tiga jalur, yaitu gugatan perdata dan tuntutan pidana di pengadilan umum, maupun gugatan tata usaha negara di Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN).

Sekedar diketahui pada hari Kamis (1/3/18) lalu, warga Kecamatan Singingi dan Singingi Hilir dihebohkan tercemarnya aliran Sungai Bawang diduga akibat limbah pabrik perusahaan, yang diketahui pada Kamis (1/3/2018) sore.

  Dugaan sementara limbah yang mencemari Sungai Bawang berasal dari pabrik baru milik PT SUN yang beroperasi tidak jauh dari sungai tersebut. Selain air sungai tercemar warga juga menyaksikan banyaknya ikan mati. Kini kasus tersebut telah diserahkan oleh Dinas Lingkungan Hidup ke Polres Kuansing.*(dri)

Loading...


Berita Sosial lainnya..........
- Kakanwil Kemenkumham Riau Safari Ramadhan perdana ke UPT Se Kota Pekanbaru
- Plt Gubri Langsung Urus Mulok ke Mendikbud
- Serahkan Bantuan Rp 5,250 M, Grup APRIL Dukung Tim Indonesia di Asian Gemas 2018
- Miliki Motivasi Kuat Bantu Keluarga, Warga Pelalawan ini Ikuti Program Pelatihan Mekanik
- Tertibkan 'Pengaku' Miskin, Dinsos Bengkalis Diterjunkan 280 Petugas Verifikasi Data
- Melalui Seminar, Prodi Manajemen dan Akuntasi UPP Gali Potensi UMKM di Kabupaten Rohul
- Masyarakat Butuh Rehabilitasi Narkoba Dipersilahkan ke RSJ Tampan
- DLHK Pekanbaru Keluhkan Kebiasaan Masyarakat
- Tingkat Kehadiran PNS Pemko Pekanbaru
- Gepeng Menjamur, Plt Wako Pekanbaru Intruksikan Razia
- Tahun Depan, Pemko Pekanbaru Hapus Anggaran Jamkesda
- Terkait Pemanggilan 7 ASN, Pengurus MKGR Riau Datangi Kantor Panwaslu Pelalawan
- Ramadhan 2018, Pasokan Daging Beku Bulog Naik 300 Persen
- Ungkap 55 Kg Sabu dan Teladan,
Dua Kapolsek dan 8 Personel Terima Penghargaan Kapolres Bengkalis

- 800 Anak Yatim dan Dhuafa Terima Bantuan Dinsos Bengkalis
- Geram dengan Menag,
Plt Gubri Besok Temui Moeldoko Ceritakan Soal Embarkasi Haji Antara

- Pj Sekdakab Rohul: Melalui Puasa Ramadhan, Tingkatkan Keimanan dan Sabar
- 23 Satpam Masjid Agung Rohul Dirumahkan, Ini Penjelasan Pihak Pengelola
- Bacakan Amanah Menkominfo, Plt Gubri Pimpin Upacara Harkitnas 2018
- BPBD Riau: Status Siaga Darurat Asap Segera Diperpanjang


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda :
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com