Home > Sosial & Budaya >>
Berita Terhangat..
Selasa, 21 Agustus 2018 22:07
12 Mobil Hias Ikut Ramaikan Malam Takbiran Idul Adha 2018 di Pasirpangaraian, Rohul

Selasa, 21 Agustus 2018 21:27
Dilepas Bupati Bengkalis, Ribuan Warga Duri Ikuti Pawai Takbir Idul Adha 1439 Hijriyah

Selasa, 21 Agustus 2018 20:35
YLBHR Minta Kepala Balai Gakkum Seksi II Pekanbaru Dicopot

Selasa, 21 Agustus 2018 20:30
Gubri Sholat Idul Adha Besok di Halaman Kantor Gubernur

Selasa, 21 Agustus 2018 18:59
Rohul Raih 2 Kategori di Parade Tari Nusantara TMII 2018 untuk Provinsi Riau

Selasa, 21 Agustus 2018 16:33
Pemkab Bertekad Wujudkan Anak Kuansing Jenius

Selasa, 21 Agustus 2018 16:30
Jelang Deklarasi Ganti Presiden, DPW PKS Riau Imbau Kader Tak Pakai Nama PKS

Selasa, 21 Agustus 2018 16:29
Wisata Alam Danau Tajwid, Langgam Resmi Dibuka untuk Umum

Selasa, 21 Agustus 2018 15:32
Pemuda Pancasila Ancam Segel Bandara Jika Deklarasi #2019gantipresiden Dilaksanakan di Riau

Selasa, 21 Agustus 2018 15:18
Hakim Tak Lengkap, Vonis Tiga PNS Dispenda Riau Terjerat Korupsi SPPD Fiktif Ditunda

loading...


Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Rabu, 25 April 2018 11:09
Bicara di Depan Para Kades di Riau, Menteri PDT Minta Dana Desa Diswakelolakan

Menteri PDT memberi pengarahan pada seluruh kepala desa dan lurah se-Riau. Ia meminta pengelolaan dana desa diswakelolakan.

Riauterkini - PEKANBARU - Menteri Pembangunan Desa Tertinggal (PDT) RI Eko Putro Sanjoyo minta dana desa tidak boleh tenderkan, apalagi hal itu dimanfaatkan mencari celah untuk tujuan tertentu.

Jika ini ini tetap ada yang melakukan, maka resikonya akan berhadapan dengan aparat penegak hukum. Karena itu, menurut Menteri PDT, seluruh dana desa yang diperuntukan untuk kegiatan pembangunan desa, wajib dilakukan secara swakelola.

"Pengelolaan dana desa harus dilakukan secara swakelola, tidak boleh ditender seperti proyek. Kalau ini dilakukan, maka bapak ibu akan bisa berhadapan dengan penegak hukum," kata Menteri PDT pada acara Rembug Desa Regional Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat Desa 2018 di Hotel Mutiara Merdeka, Rabu (25/4/18).

Tujuannya tidak lain papar menteri, agar masyarakat juga dapat menerima manfaat dari program pembangunan dari dana desa tersebut.

"Kalau dulu ditenderkan memang masyarakat menerima juga. Tapi hasil dari pekerjaan kontraktor yang mengerjakan. Kalau ini semua masyarakat yang menikmati, mulai pengontrolan kualitas dari pekerjaan, upahnya juga.. Kan tak mungkin apa yang masyarakat kerjakan itu hasilnya jelek," ujar menteri.

Menteri juga berharap, selain untuk kegiatan infrastruktur, dana desa diharapkan bisa dimanfaatkan untuk pembangunan sarana olahraga. Hal ini dimaksudkan agar masyarakat desa tidak mudah terjebak dengan narkoba.

"Kalau sarana olahraga ada, masyarakat desa punya kesibukan, punya keterampilan. Kalau tidak, inilah uang banyak misalnya, ujung-ujungnya ke narkoba. Jadi bapak ibu, saya harapkan, sisihkanlah sebagian dana desa untuk pembangunan saran olahraga," ujar menteri.

Lebih lanjut, menteri juga memberikan suport kepada ratusan kepala desa yang hadir agar bisa memaksimalkan perannya, dalam memajukan daerahnya. Jika memang ada persoalan, segera didiskusikan dengan pihak terkait.

Menteri mencontohkan bagaimana ekstrimnya daerah Sumbawa yang berbukit bebatuan. Karena masyarakat tak bisa memaksimalkan potensi alam, ekonomi masyarakat di sana pun banyak tergolong miskin.

Tapi berkat kegigihannya aparatur desanya, dengan memanfaatkan program Prukades, daerah itu pun kini sudah lebih hijau dan termanfaatkan hasil alamnya. ***(mok)

Loading...


Berita Sosial lainnya..........
- 12 Mobil Hias Ikut Ramaikan Malam Takbiran Idul Adha 2018 di Pasirpangaraian, Rohul
- Dilepas Bupati Bengkalis, Ribuan Warga Duri Ikuti Pawai Takbir Idul Adha 1439 Hijriyah
- YLBHR Minta Kepala Balai Gakkum Seksi II Pekanbaru Dicopot
- Gubri Sholat Idul Adha Besok di Halaman Kantor Gubernur
- Wisata Alam Danau Tajwid, Langgam Resmi Dibuka untuk Umum
- Diminta Mendagri Dana Bantu Gempa Lombok, Pemprov Riau Bingung
- Pagi ini Sebagian Umat Islam Pekanbaru Sholat Idul Adha
- Tiga Terdakwa Korupsi Pembangunan Jembatan Sungai Enok, Inhil Divonis 4,5 Tahun dan 5,5 Tahun
- Kurang Disiplin, Ratusan Honorer Pemkab Inhu Dirumahkan
- Positip Mengandung Unsur Babi, Diskes Riau Tetap Lanjutkan Vaksin MR
- ‎Seorang Kurir Diciduk, Polsek Tenayan Raya Sita Narkoba Bernilai Rp3,2 Miliar
- Dikira Mau Bunuh Diri, Pekerja Panjat Menara Cerobong PT APR untuk Cek Akhir
- Dokter Teladan Puskesmas Lubuk Muda, Bengkalis Wakili Riau ke Tingkat Nasional
- Idul Adha, Pemko Pekanbaru Bagikan 1.500 Kupon Daging Kurban
- Kumpulkan Dana Rp159 Juta Lebih,
Warga Riau Kompleks RAPP Salurkan Bantuan Langsung ke Lombok

- 25 Personel Polri dan 2 Kades Terima Penghargaan dari Kapolres Rohul
- Bermalam di Objek Wisata Lubuk Nginio Kampar, Kisah 6 Pegowes Ini Seru
- Mikrofon Mati Saat Pembacaan Teks Proklamasi,
Bupati Kuansing Diimbau untuk jatuhkan Sanksi pada Pihak Terkait

- Badai di Mekkah, Seorang JCH Asal Rohul Pingsan Tertimpa Kipas Angin
- Dikukuhkan, Pokdarwis Puncak Kompe Rancang Tangga Seribu dan Flyng Fox Terpanjang di Asia


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda :
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com