Home > Sosial & Budaya >>
Berita Terhangat..
Selasa, 18 Desember 2018 22:25
Kembalikan Gelar Adat Besok, Syarwan Hamid Anggap LAM Riau Kemaruk

Selasa, 18 Desember 2018 20:04
LAM Nilai Pengembalian Gelar Adat Syarwan Hamid Tak Luar Biasa

Selasa, 18 Desember 2018 19:06
Tinjau Kebun Ubi di Tapung, Sekdaprov Sebut Bisa Jadi Primadona Gantikan Sawit

Selasa, 18 Desember 2018 19:02
‎Pengurus PHRI Rohul Periode 2018-2023 Terbentuk dan Langsung Dikukuhkan

Selasa, 18 Desember 2018 18:42
Minta Aset Disita Sementara, PN Pekanbaru Gelar Pemeriksaan Setempat Prime Park

Selasa, 18 Desember 2018 18:02
Triwulan III 2018, Ekonomi Riau Tumbuh 2,98 Persen

Selasa, 18 Desember 2018 17:56
Korupsi Dana Penanggulangan Karlahut,
Mantan Kepala BPBD Dumai dan Dua Stafnya Dihukum 15 dan 14 bulan


Selasa, 18 Desember 2018 17:50
Tahun Ini, DPRD Kuansing Sahkan Dua Perda

Selasa, 18 Desember 2018 17:45
Sidak, Komisi V DPRD Riau Temukan Banyak TKA di PT Indah Kiat Dapat Fasilitas Mewah

Selasa, 18 Desember 2018 17:40
Alami Kecelakaan,
Dua Tersangka Pembawa Narkoba Ditangkap Aparat Polres Kuansing


loading...


Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Rabu, 16 Mei 2018 18:50
PT.Tasma Puja Tegaskan Lahan di Inhu Diperoleh Melalui Ganti Rugi

PT.Tasma Puja meluruskan polemik eberadaan lahan perkebunan sawit yang berada di tiga desa. Perusahaan menjelaskan lahan diperoleh dengan cara ganti rugi.

Riauterkini-RENGAT-Perusahaan perkebunan kelapa sawit PT.Tasma Puja menegaskan lahan perkebunan sawit miliknya yang berada di tiga desa di Kecamatan Batang Cenaku, Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu) diperoleh melalui proses ganti rugi.

Penegasan managemen PT.Tasma Puja yang memperoleh lahan di Desa Kepayang Sari, Desa Cenaku Kecil dan Desa Anak Talang Kecamatan Batang Cenaku, Inhu melalui proses ganti rugi disampaikan Humas PT Tasma Puja Ardiyansyah kepada awak media, Rabu (16/5/18).

"Pembukaan lahan di Desa Kepayang Sari, Desa Cenaku Kecil dan Desa Anak Talang Kecamatan Batang Cenaku, Inhu dilakukan dengan cara ganti rugi," tegasnya.

Diungkapkanya, hal ini perlu disampaikan untuk meluruskan polemik yang berkembang ditengah masyarakat terkait keberadaan lahan perkebunan sawit yang berada di tiga desa tersebut yang selama ini digarap dan dikelola oleh PT.Tasma Puja.

"Apa yang dihebohkan oleh Tarmizi selaku koordinator masyarakat Desa Alim adalah hal keliru dengan mengatakan bahwa PT Tasma Puja merampas lahan masyarakat Desa Alim," ungkapnya.

Untuk areal seluas 100 ha yang diklaim oleh Tarmizi dan kawan-kawan, berada di Dusun Lubuk Sungkai Desa Kepayang Sari sesuai dengan berita acara kesepakatan tapal batas Desa Kepayang Sari dengan Desa Alim yang dibuat pada tahun 2011.

"Hal itu diperkuat dengan berita acara yang dibuat oleh para tokoh masyarakat dan ninik mamak Desa Kepayang Sari pada tanggal 15 Maret 2017 lalu. Dalam berita acara tersebut dinyatakan bahwa lahan yang diklaim oleh Tarmizi adalah milik warga masyarakat Dusun Lubuk Sungkai Desa Kepayang Sari," jelasnya.

Sementara itu tokoh masyarakat Kecamatan Batang Cenaku, Inhu yang juga mantan anggota DPRD Inhu Subir Salam saat dikondirmasi awak media, Rabu (16/5/18) mengatakan, konflik warga Desa Alim dengan PT Tasma Puja harus diselesaikan lebih awal ditingkat desa. Karena lahan yang diduga dirampas PT Tasma Puja berada di Desa Kepayang Sari Kecamatan Batang Cenaku, Inhu.

"Penyelesaian sengketa lahan itu harus diperjelas lebih awal dari tingkat pemerintahan desa yakni Desa Kepayang Sari," ujarnya.

Ditambahkanya, kalau sudah ada kesepakatan tapal batas dan ada keputusan bersama pemerintahan desa, warga Desa Alim baru dapat mengajukan perundingan dengan PT Tasma Puja.

"Kalau pengurusan langsung ke PT Tasma Puja, dikhawatirkan akan memicu kesalah pahaman kepada warga lainnya," tandasnya. *** (guh)

Loading...


Berita Sosial lainnya..........
- Kembalikan Gelar Adat Besok, Syarwan Hamid Anggap LAM Riau Kemaruk
- LAM Nilai Pengembalian Gelar Adat Syarwan Hamid Tak Luar Biasa
- Tinjau Kebun Ubi di Tapung, Sekdaprov Sebut Bisa Jadi Primadona Gantikan Sawit
- ‎Pengurus PHRI Rohul Periode 2018-2023 Terbentuk dan Langsung Dikukuhkan
- Sidak, Komisi V DPRD Riau Temukan Banyak TKA di PT Indah Kiat Dapat Fasilitas Mewah
- Belasan Mahasiswa Gelar Unjuk Rasa di Depan Kantor Bupati Pelalawan
- 10 Hari Kebanjiran,
Masyarakat Buluh Cina Kecewa dengan Wakilnya di DPRD Riau

- Lantik 8 Kades di Tiga Kecamatan,
Bupati Bengkalis Ingatkan Pengelolaan Dana Desa Harus Sesuai Aturan

- Asisten II Kuansing Hadiri Pertemuan Tahunan Kajian Ekonomi dan Keuangan Regional 2018 Bersama BI
- Gubri Pesan 2019 Lebih Baik, 20 Persen DAK Fisik 2018 tak Terlaksana
- Diskominfosantik dan Wartawan Tanah Datar, Sumbar Stuban ke Pemko Pekanbaru
- Dihadiri Bupati Bengkalis, Pengurus DDII 11 Kecamatan Dikukuhkan 
- Naik Rp5 Triliun, Gubri Serahkan DIPA 2019 pada 17 Instansi
- Penyaluran Dana Desa Kuansing 2018 Raih Penghargaan Kemenkeu RI
- ‎Puluhan Ribu Masyarakat Ramaikan Pengajian Bersama UAS di Islamic Center Rohul
- Jalintim di Inhu Macet karna Perbaikan Jembatan KM 188
- Distribusikan Obat untuk Korban Banjir, Kadiskes Riau Imbau Warga Waspadai Penyakit Diare dan Kulit
- Kantor DPRD Siap Tampung Korban Banjir di Pelalawan
- Disuruh Ganti Tanam Jengkol dan Petai, Petani Sawit Kuansing Kecewa Pernyataan Jokowi
- Disaksikan Ketua PWI Pusat, Zulmansyah Kukuhkan PWI Bengkalis 2018-2021


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda :
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com