Home > Sosial & Budaya >>
Berita Terhangat..
Jum’at, 21 September 2018 01:06
RUPS Batalkan Hasil Pansel Calon Anggota Komisaris dan Direksi BRK

Jum’at, 21 September 2018 00:58
KPU Inhu Tetapkan 2 Mantan Napi Korupsi Dalam DCT

Kamis, 20 September 2018 22:18
BUMDes di Kampar Diminta Berinovasi Kembangkan Usaha

Kamis, 20 September 2018 22:10
Pria Setengah Abad di Duri, Bengkalis Ditemukan Tewas Tergantung

Kamis, 20 September 2018 20:18
Wagubri Sempat Menangis Ceritakan Pertama Kenal Andi Rachman

Kamis, 20 September 2018 20:03
KPU Kampar Umumkan DCT Pileg DPRD Kampar 2019

Kamis, 20 September 2018 19:59
Soal GP Anshor, LAM Riau Tetap Inginkan Harmonisasi

Kamis, 20 September 2018 19:55
KPU Kuansing Tetapkan 431 DCT Pileg 2019

Kamis, 20 September 2018 19:19
KPU Bengkalis Tetapkan 638 DCT Caleg 2019

Kamis, 20 September 2018 18:58
Kadiskoperasi : APBD Pekanbaru Minim untuk Pemberdayaan Masyarakat Usia Produktif

loading...


Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Jum’at, 22 Juni 2018 19:26
Selama Libur Idul Fitri 2018,
Objek Wisata di Rohul Dikunjungi Puluhan Ribu Wisatawan


Selama liburan hari raya Idul Fitri 1439 Hijriyah/ 2018, sejumlah objek wisata di Kabupaten Rokan Hulu dikunjungi sekira puluhan ribu wisatawan dari berbagai daerah.

Riauterkini-PASIRPANGARAIAN-Selama liburan hari raya Idul Fitri 1439 Hijriyah/ 2018, sejumlah objek wisata di Kabupaten Rokan Hulu (Rohul) dikunjungi sekira puluhan ribu wisatawan dari berbagai daerah.

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Rohul, Drs. Yusmar M.Si, mengatakan selama libur lebaran, objek wisata alam, wisata religi maupun‎ wisata sejarah yang ada Negeri Seribu Suluk dipadati wisatawan.

Seperti kunjungan wisata di Masjid Agung Islamic Center Pasirpangaraian, ungkap Yusmar, tercatat ada sekira 15.000 wisatawan lokal dan luar daerah, seperti dari Sumatera Barat (Sumbar) dan Sumatera Utara (Sumut) mampir di masjid kebanggaan masyarakat Riau, khususnya masyarakat Rohul sendiri.‎

Wisata alam seperti air terjun Aek Martua dikunjungi lebih 6.000 wisatawan, Air Panas Hapanasan 8.500 wisatawan, Air Panas Suaman 4.500 wisatawan, Bendungan Sipogas dikunjungi 5.000 wisatawan, serta Bendungan Sei Kepayang dikunjungi 3.000 wisatawan, ditambah bukit sunset dikunjungi lebih dari 2.000 wisatawan.‎

"Sementara objek wisata religi dan minat khusus dikunjungi sekira 1.000 wisatawan," jelas Yusmar kepada riauterkinicom, Jumat (22/6/2018).

Yusmar mengatakan sebagian wisatawan yang datang ke Kabupaten Rohul di libur Idul Fitri masih didominasi wisatawan lokal, serta asal provinsi tetangga seperti Sumbar dan Sumut.‎

"Selama lebaran belum terdeteksi adanya wisatawan mancanegara. Namun kunjungan wisata tahun ini membanggakan bagi kita semua dan ke depan. Tentu kita berharap lebih banyak lagi wisatawan berkunjung ke Negeri Seribu Suluk ini," ujar Yusmar.

Menyinggung pendapatan asli daerah atau PAD dari kunjungan wisata di musim libur Idul Fitri 1439 Hijriyah, diakui Yusmar belum optimal, mengingat masih diperlukan perbaikan manajemen dan aturan yang mendukungnya.

Hal itu dikarenakan belum semua objek wisata yang ada di Kabupaten Rohul diberlakukan pemungutan retribusi untuk pemasukan daerah atau PAD.‎

Sejauh ini, sambung Yusmar, retribusi yang sudah berjalan optimal baru objek wisata Danau Sipogas, Air Panas Hapanasan, dan Air Panas Suaman.‎

"Sementara, objek wisata lain baru setakad bermanfaat bagi pengelola objek dan masyarakat tempatan, termasuk wisata religi Masjid Agung Islamic Center (Pasirpangaraian)," ungkap Yusmar.

Yusmar mengatakan target Pemerintah Kabupaten Rohul untuk tahun 2018 dari sektor pariwisata sebesar Rp430 juta, naik sebesar Rp220 juta dari tahun 2017 atau naik hampir 100 persen. Sedangkan target tahun 2016 lebih kecil, hanya Rp60 juta.

"Namun demikian kita tetap optimis dan terus berusaha memenuhi target yang telah ditetapkan," optimisnya.

Ditanya apakah ada keluhan dari wisatawan selama libur Idul Fitri, Yusmar mengakui memang ada sedikit keluhan, khususnya di objek wisata Air Panas Hapanasan. Seperti dikatakan Sumarni asal Bagan Batu, Sartijo asal Tapung Hilir, dan beberapa pengunjung lain mengatakan perlu dibuat tempat atau fasilitas mandi terpisah antara laki-laki dan perempuan.

"Kalau untuk jalan dan jembatan sudah lumayan bagus. Dan berkaitan dengan keluhan menjadi masukan, dan perlu kiranya kita realisasikan ke depan," tandas Yusmar.***(zal)

Loading...


Berita Sosial lainnya..........
- RUPS Batalkan Hasil Pansel Calon Anggota Komisaris dan Direksi BRK
- BUMDes di Kampar Diminta Berinovasi Kembangkan Usaha
- Pria Setengah Abad di Duri, Bengkalis Ditemukan Tewas Tergantung
- Soal GP Anshor, LAM Riau Tetap Inginkan Harmonisasi
- Kadiskoperasi : APBD Pekanbaru Minim untuk Pemberdayaan Masyarakat Usia Produktif
- Tabrakan Truck Tangki Vs Fuso Macetkan Jalan Lintas Duri - Dumai
- Terisak, Andi Rachman Sampai Salam Perpisahan pada ASN Pemprov Riau
- Kuansing Kembali Raih Penghargaan WTP dari Kemenkau
- Sempena Hari ke-63 Polantas,
Ratusan Peserta Meriahkan Berbagai Kegiatan di Polres Bengkalis

- Andi Rachman Jelang Purna Tugas, Mulai Besok Wan Thamrin Plt Gubri
- Salah Nomenkelatur, Pemkab Bengkalis Belum Umumkan Rekrut CPNS
- Pemkab Kampar Bahas Finalisasi RTRW 2018-2038
- 2018, Masyarakat Meranti Dapat Bantuan 596 Rumah Baru dan Rehab
- Kuansing Umumkan 291 Formasi CPNS
- Seminar Kirab Pemuda Nusantara, Anak Mantan Bupati dan Anak Bupati Kampar Tampil Kompak
- Tour De Siak 2018, Pebalap Australia Finis Pertama di Etape II Jarak Tempuh 115,41 Km
- Massa Usir Ketua GP Ansor dari LAM Riau
- Pemkab Siak Gandeng Badan Perfilman Indoesia Buat Film di Negeri Istana
- Dalduk KB Galakkan Kesehatan Reproduksi Bagi Ibu PKK se-kota Pekanbaru
- Kirab Pemuda Nusantara Sambangi Kampar


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda :
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com