Home > Sosial & Budaya >>
Berita Terhangat..
Senin, 16 Juli 2018 17:08
Cintai Kearifan Lokal Pekanbaru, Telkomsel Luncurkan NSP Star Up Pekanbaru

Senin, 16 Juli 2018 17:05
Data Silon dan Hard Copy Belum Sinkron,
Berkas Pendaftaran Bacaleg NasDem Rohul Dikembalikan


Senin, 16 Juli 2018 17:02
Dua Anggota Fraksi Gerindra Pelalawan Membelot ke PAN

Senin, 16 Juli 2018 16:58
Propam Mabes Polri Sidak, Kapolresta Pekanbaru Ikut Dites Urine

Senin, 16 Juli 2018 16:53
PAN Jadi Partai Pertama Serahkan Berkas Bakal Caleg ke KPU Pelalawan

Senin, 16 Juli 2018 15:42
Paripurna Pansus dan LKPJ Kepala Daerah,
Ketua DPRD Rohul Minta Laporan Pemkab Dilengkapi Data dan Tabel


Senin, 16 Juli 2018 15:39
Tiga Perusahaan Di-blacklist, Tahun Ini Pasar Murah di 10 Kecamatan di Bengkalis Gagal Total

Senin, 16 Juli 2018 15:31
Cekal Premanisme, Polres Pelalawan Lakukan Binluh

Senin, 16 Juli 2018 15:23
Sampah Menggunung, Warga Jalan Cendana Marpoyan Damai Ini Resah

Senin, 16 Juli 2018 14:28
DPRD Kuansing, Paripurnakan Dua Perda Nota Pengantar

loading...


Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Senin, 25 Juni 2018 16:58
Di Siak, Muatan Lokal Budaya Melayu Eksis Sejak Tahun 2006

Bupati Syamsuar pimpin pelaksanaan Apel Penguatan Muatan Lokal Melayu Riau dilingkungan di Siak. Di Negeri Istana, budaya Melayu sudah eksis sejak 2016.

Riauterkini-SIAK- Bupati Siak H. Syamsuar memimpin pelaksanaan Apel Penguatan Muatan Lokal Melayu Riau dilingkungan Pemkab Siak, bertempat di Komplek Perkantoran Tanjung Agung, Senin Pagi (25/6/18). Apel tersebut digelar, sehubungan himbauan Pemprov Riau terkait Pencanangan Muatan Lokal Budaya Riau pada tahun ini, untuk memperkuat nilai-nilai kearifan lokal budaya melayu Riau di lembaga pendidikan formal setingkat SD dan SMP sederajat.

Namun bagi Syamsuar, penerapan pengajaran budaya melayu Riau sebagai konten pengajaran muatan lokal telah berjalan di Negeri Istana sejak lama, karena telah dimulai sejak periode kepemimpinan Gubernur Riau Rusli Zainal dan Bupati Siak Arwin AS. Dizaman kesultanan Siak, Kearifan Budaya Melayu bahkan menjadi payung kebhinnekaan bagi terwujudnya keharmonisan masyarakat negeri Istana dizaman dahulu.

"Kabupaten Siak telah menerapkan pengajaran muatan lokal budaya melayu sejak tahun 2006 lalu, jadi masuknya budaya melayu sebagai materi pengajaran muatan lokal bukanlah sesuatu yang baru. Kita punya Perbup Nomor 65 Tahun 2017 Tentang Pelaksanaan Pembelajaran Muatan Lokal dan Budaya Melayu Siak. Setakat ini Kabupaten Siak juga masih satu-satunya daerah di Riau yang telah memiliki Peraturan Daerah Nomor 1 Tahun 2016 Tentang Rencana Induk Pelestarian Budaya Melayu Kabupaten Siak" terang Syamsuar.

Orang nomor satu Negeri Istana itu juga menyebut, apel perdana bersama seluruh ASN dilingkungan Pemkab dengan pakaian melayu lengkap tersebut, salah satunya merupakan implementasi Peraturan Daerah Kabupaten Siak Nomor 14 Tahun 2015 Tentang Berbahasa dan Berpakaian Melayu, serta Peraturan Daerah Nomor 12 Tahun 2012 Tentang Rencana Induk Pengembangan Pariwisata Daerah Kabupaten Siak.

"Artinya kita tinggal mengambil momentum ini sebagai penguatan Muatan Lokal Budaya melayu Riau, sebagaimana telah kita terapkan disekolah-sekolah. Kalau diulang pencanangan lagi, nanti kita diketawakan orang" ujar Syam. Ia juga menyebut beberapa peraturan daerah tersebut justru lahir atas inisiatif DPRD Kabupaten Siak.

Kata dia, Pemkab bersama DPRD komit untuk mempertahankan kebudayaan melayu di Kabupaten Siak agar tidak hilang di makan zaman, sehingga rencana pembangunan dan pelestarian kebudayaan Melayu dituangkan melalui landasan hukum Peraturan Daerah agar Pemda dalam melaksanakan kebijakan pembangunan memiliki panduan untuk melestarikan nilai-nilai dan cagar budaya Melayu.

"Sejalan dengan itu Perda terkait tata cara berpakaian dan berbahasa melayu, menjadi acuan ASN, Pelajar dan karyawan-karyawati berpakaian melayu. Misalnya himbauan pemakaian tanjak disetiap Hari Kamis dan Jumat dan berbahasa melayu Siak" terang Syamsuar.

Manfaat penerapan Muatan Lokal Budaya Melayu kata Syam, juga sudah dapat dilihat pada perkembangan generasi muda dan pelajar Kabupaten Siak yang kian fasih mengenal budaya.

"Di Siak, meski beragam suku bangsa, anak-anak kita para pelajar pandai memukul kompang, menarikan zapin, dan tak canggung berbahasa melayu" tutupnya.***(rls/vila)

Loading...


Berita Sosial lainnya..........
- Halal bi Halal KBB,
Cerita Syamsudin Uti Ikuti Tiga Kali Pilkada Lalu Berujung Kesuksesan

- Doakan Selamat, Bupati Amril Tepung Tawari 230 JCH Bengkalis
- Portal KM 55 Ambruk,
Anggota Dewan Faizal Desak Dinas PUPR Turun Tangan

- UAS ke Pulau Bengkalis, Sejumlah Ruas Jalan akan Diberlakukan Satu Arah
- Melaut di Perbatasan, Kapal Nelayan di Bengkalis Wajib Miliki 'STNK'
- Korkot dan Fasilitator Program Kotaku Riau Jalani Pelatihan Sepekan
- RAPP Beri Bantuan 10 Motor KLX 150 CC untuk Korem/031 Wirabima
- Hasil Job Fit Tak Jelas, Pejabat Eselon II di Kuansing Tidak Efektif Bekerja
- Melalui Musda IV, Alaiddin Athory Terpilih Sebagai Ketua MUI Rohul
- Kembali Tuntut Haknya,
Tenaga RTK di Kampar Gelar Unjuk Rasa di Depan Rumah Bupati

- Kota Bengkalis Diprogramkan Sebagai Kota Sehat
- Polres Dumai Bentuk Satgas Premanisme
- Syukuran HUT ke-72 Bhayangkara, Kapolres Kampar Tayangkan Cuplikan Film '22 Menit'
- Puncak HUT ke-72 Bhayangkara,
Puluhan Anggota Polres Rohul dan Warga Sipil Terima Reward,/i>

- Puncak Upacara HUT Bhayangkara Polres Bengkalis Hidmat
- Tertunda dan Batal ke Makkah, 4 CJH Rohul Sakit dan Meninggal
- Diutus ke Jakarta, Siswi SMAN 1 Tanah Putih Juarai AHMBS 2018 Regional Riau
- Penyegaran, Dua Pejabat Pemkab Inhu Dinonjobkan
- Penahanan Alat Berat Milik Warga Curiga Bakal Garap HPT TNTN
- Disdukcapil Rohul Baru Terbitkan Satu KK untuk Warga Penganut Aliran Penghayat Kepercayaan


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda :
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com