Home > Sosial & Budaya >>
Berita Terhangat..
Rabu, 26 September 2018 16:13
Ketua DPRD Rohul Minta Para Peminat Tes CPNS 2018 Giat Belajar

Rabu, 26 September 2018 16:04
Warga Kelurahan Kota Bengkalis Terima Bantuan Sembako Dinsos

Rabu, 26 September 2018 16:00
‎Sah, DPC Partai Gerinda Ajukan Syamsul Akmal sebagai Calon Wabup Rohul

Rabu, 26 September 2018 15:57
Genjot Program Sejuta Rumah, BNI Gelar 1.046 Akad Kredit Massal

Rabu, 26 September 2018 15:55
Kajati: Jaksa Agung Dua Kali Tanya Soal Ganti Lahan Tol

Rabu, 26 September 2018 14:58
‎DKPP Rohul Fokus Berantas Stunting dan Tingkatkan Produksi Benih Ikan

Rabu, 26 September 2018 14:53
Mantan Kadisbun Riau, Terpidana Korupsi Kebun K2i Jalani Sidang PK

Rabu, 26 September 2018 14:37
Peringati HUT ke-63 Lalu Lintas Bhayangkara, Satlantas Polres Rohul Gelar Tour De Rohul 2018

Rabu, 26 September 2018 14:33
Ini Empat Program Dispora Pekanbaru Majukan Pemuda dan Olahraga

Rabu, 26 September 2018 14:27
Dispora Pekanbaru Komit Wujudkan Kota Layak Pemuda

loading...


Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Senin, 25 Juni 2018 16:58
Di Siak, Muatan Lokal Budaya Melayu Eksis Sejak Tahun 2006

Bupati Syamsuar pimpin pelaksanaan Apel Penguatan Muatan Lokal Melayu Riau dilingkungan di Siak. Di Negeri Istana, budaya Melayu sudah eksis sejak 2016.

Riauterkini-SIAK- Bupati Siak H. Syamsuar memimpin pelaksanaan Apel Penguatan Muatan Lokal Melayu Riau dilingkungan Pemkab Siak, bertempat di Komplek Perkantoran Tanjung Agung, Senin Pagi (25/6/18). Apel tersebut digelar, sehubungan himbauan Pemprov Riau terkait Pencanangan Muatan Lokal Budaya Riau pada tahun ini, untuk memperkuat nilai-nilai kearifan lokal budaya melayu Riau di lembaga pendidikan formal setingkat SD dan SMP sederajat.

Namun bagi Syamsuar, penerapan pengajaran budaya melayu Riau sebagai konten pengajaran muatan lokal telah berjalan di Negeri Istana sejak lama, karena telah dimulai sejak periode kepemimpinan Gubernur Riau Rusli Zainal dan Bupati Siak Arwin AS. Dizaman kesultanan Siak, Kearifan Budaya Melayu bahkan menjadi payung kebhinnekaan bagi terwujudnya keharmonisan masyarakat negeri Istana dizaman dahulu.

"Kabupaten Siak telah menerapkan pengajaran muatan lokal budaya melayu sejak tahun 2006 lalu, jadi masuknya budaya melayu sebagai materi pengajaran muatan lokal bukanlah sesuatu yang baru. Kita punya Perbup Nomor 65 Tahun 2017 Tentang Pelaksanaan Pembelajaran Muatan Lokal dan Budaya Melayu Siak. Setakat ini Kabupaten Siak juga masih satu-satunya daerah di Riau yang telah memiliki Peraturan Daerah Nomor 1 Tahun 2016 Tentang Rencana Induk Pelestarian Budaya Melayu Kabupaten Siak" terang Syamsuar.

Orang nomor satu Negeri Istana itu juga menyebut, apel perdana bersama seluruh ASN dilingkungan Pemkab dengan pakaian melayu lengkap tersebut, salah satunya merupakan implementasi Peraturan Daerah Kabupaten Siak Nomor 14 Tahun 2015 Tentang Berbahasa dan Berpakaian Melayu, serta Peraturan Daerah Nomor 12 Tahun 2012 Tentang Rencana Induk Pengembangan Pariwisata Daerah Kabupaten Siak.

"Artinya kita tinggal mengambil momentum ini sebagai penguatan Muatan Lokal Budaya melayu Riau, sebagaimana telah kita terapkan disekolah-sekolah. Kalau diulang pencanangan lagi, nanti kita diketawakan orang" ujar Syam. Ia juga menyebut beberapa peraturan daerah tersebut justru lahir atas inisiatif DPRD Kabupaten Siak.

Kata dia, Pemkab bersama DPRD komit untuk mempertahankan kebudayaan melayu di Kabupaten Siak agar tidak hilang di makan zaman, sehingga rencana pembangunan dan pelestarian kebudayaan Melayu dituangkan melalui landasan hukum Peraturan Daerah agar Pemda dalam melaksanakan kebijakan pembangunan memiliki panduan untuk melestarikan nilai-nilai dan cagar budaya Melayu.

"Sejalan dengan itu Perda terkait tata cara berpakaian dan berbahasa melayu, menjadi acuan ASN, Pelajar dan karyawan-karyawati berpakaian melayu. Misalnya himbauan pemakaian tanjak disetiap Hari Kamis dan Jumat dan berbahasa melayu Siak" terang Syamsuar.

Manfaat penerapan Muatan Lokal Budaya Melayu kata Syam, juga sudah dapat dilihat pada perkembangan generasi muda dan pelajar Kabupaten Siak yang kian fasih mengenal budaya.

"Di Siak, meski beragam suku bangsa, anak-anak kita para pelajar pandai memukul kompang, menarikan zapin, dan tak canggung berbahasa melayu" tutupnya.***(rls/vila)

Loading...


Berita Sosial lainnya..........
- Ketua DPRD Rohul Minta Para Peminat Tes CPNS 2018 Giat Belajar
- Kajati: Jaksa Agung Dua Kali Tanya Soal Ganti Lahan Tol
- Ini Empat Program Dispora Pekanbaru Majukan Pemuda dan Olahraga
- Dispora Pekanbaru Komit Wujudkan Kota Layak Pemuda
- Buka Pelatihan TPID, Kadis PMD Kampar Minta Penggunaan Dana Desa Bermanfaat bagi Masyarakat
- Meski Satu Seksi, Plt Gubri Berharap Proyek Tuntas Semasa Kepmimpinannya
- Kadis DPM-PTSP Pekanbaru Pastikan: Pengurusan Izin IMB Lebih Mudah
- Malam Purna Tugas Gubri, Bupati Kuansing Berikan Kain Songket dan Miniatur Jalur
- Sejumalah Warga Pertanyakan Hasil Kebun Desa Kiab Jaya, Pelalawan
- Kicky Arityanto Jabat Kasi Intel Kejari Kuansing
- Smester Pertama 2018, Realisasi Investasi di Pekanbaru Tembus Rp 3,7 Triliun
- e-Ticketing Roro Air Putih-Sei Selari, Bengkalis Batal Diterapkan Tahun Ini
- Jambret di Pekanbaru Dihajar Massa Usai Rampas Gelang Seorang IRT
- RAPP Latih Manajemen Sekolah Fasilitator SD di Riau
- Bupati Kuansing Minta Pimpinan Instansi Terapkan Sistem SPIP
- Tuntut Penundaan CPNS, Massa FHK2I Demo di DPRD Riau
- BKD Riau Janji Teruskan Tuntutan Pegawai Honor ke Menpan dan BKN Pusat
- Tuntut Diprioritaskan jadi PNS, Honorer K2 Geruduk Kantor Gubri
- Bupati Kuansing Pimpin Upacara Hari Agraria dan Tata Ruang
- Walikota Pekanbaru Intruksikan Camat dan Lurah Sosialisasikan BPJS Ketenagakerjaan


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda :
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com