Home > Sosial & Budaya >>
Berita Terhangat..
Senin, 25 Maret 2019 21:06
Bupati Rohul Resmikan Kantor Desa Bengkolan Salak, Gedung TK dan Pasar Desa

Senin, 25 Maret 2019 20:14
Habis Masa Jabatan, Camat Mandau Lantik Pj Kades Harapan Baru

Senin, 25 Maret 2019 20:11
Ditemui Walikota Pekanbaru, Besok Guru Kembali Mengajar Seperti Biasa

Senin, 25 Maret 2019 19:14
Lewat Sidang Paripurna, Asri Auzar Resmi Gantikan Noviwaldi Jusman Sebagai Wakil Ketua DPRD Riau

Senin, 25 Maret 2019 19:03
Pemprov Alokasikan Pembangun Kantor Korem Rp2,6 Miliar

Senin, 25 Maret 2019 17:50
Pantang Menyerah, Ratusan Guru Kukuh Tuntut Revisi Perwako Pekanbaru Nomor 7 Tahun 2019

Senin, 25 Maret 2019 17:47
GO TV Kabel Tuntut Presiden Tangani Pembatasan Siaran Piala Presiden

Senin, 25 Maret 2019 17:28
Menkes RI Sebut Diabetes, Jantung Iskemik dan Stroke di Riau Tergolong Tinggi

Senin, 25 Maret 2019 17:24
Ikut Kampanye, Bupati Bengkalis Besok Cuti Dinas

Senin, 25 Maret 2019 17:21
Wabup Zardewan dan Ketua DPRD Buka Rangkaian Kegiatan HPN 2019 PWI Pelalawan

loading...


Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Senin, 25 Juni 2018 16:58
Di Siak, Muatan Lokal Budaya Melayu Eksis Sejak Tahun 2006

Bupati Syamsuar pimpin pelaksanaan Apel Penguatan Muatan Lokal Melayu Riau dilingkungan di Siak. Di Negeri Istana, budaya Melayu sudah eksis sejak 2016.

Riauterkini-SIAK- Bupati Siak H. Syamsuar memimpin pelaksanaan Apel Penguatan Muatan Lokal Melayu Riau dilingkungan Pemkab Siak, bertempat di Komplek Perkantoran Tanjung Agung, Senin Pagi (25/6/18). Apel tersebut digelar, sehubungan himbauan Pemprov Riau terkait Pencanangan Muatan Lokal Budaya Riau pada tahun ini, untuk memperkuat nilai-nilai kearifan lokal budaya melayu Riau di lembaga pendidikan formal setingkat SD dan SMP sederajat.

Namun bagi Syamsuar, penerapan pengajaran budaya melayu Riau sebagai konten pengajaran muatan lokal telah berjalan di Negeri Istana sejak lama, karena telah dimulai sejak periode kepemimpinan Gubernur Riau Rusli Zainal dan Bupati Siak Arwin AS. Dizaman kesultanan Siak, Kearifan Budaya Melayu bahkan menjadi payung kebhinnekaan bagi terwujudnya keharmonisan masyarakat negeri Istana dizaman dahulu.

"Kabupaten Siak telah menerapkan pengajaran muatan lokal budaya melayu sejak tahun 2006 lalu, jadi masuknya budaya melayu sebagai materi pengajaran muatan lokal bukanlah sesuatu yang baru. Kita punya Perbup Nomor 65 Tahun 2017 Tentang Pelaksanaan Pembelajaran Muatan Lokal dan Budaya Melayu Siak. Setakat ini Kabupaten Siak juga masih satu-satunya daerah di Riau yang telah memiliki Peraturan Daerah Nomor 1 Tahun 2016 Tentang Rencana Induk Pelestarian Budaya Melayu Kabupaten Siak" terang Syamsuar.

Orang nomor satu Negeri Istana itu juga menyebut, apel perdana bersama seluruh ASN dilingkungan Pemkab dengan pakaian melayu lengkap tersebut, salah satunya merupakan implementasi Peraturan Daerah Kabupaten Siak Nomor 14 Tahun 2015 Tentang Berbahasa dan Berpakaian Melayu, serta Peraturan Daerah Nomor 12 Tahun 2012 Tentang Rencana Induk Pengembangan Pariwisata Daerah Kabupaten Siak.

"Artinya kita tinggal mengambil momentum ini sebagai penguatan Muatan Lokal Budaya melayu Riau, sebagaimana telah kita terapkan disekolah-sekolah. Kalau diulang pencanangan lagi, nanti kita diketawakan orang" ujar Syam. Ia juga menyebut beberapa peraturan daerah tersebut justru lahir atas inisiatif DPRD Kabupaten Siak.

Kata dia, Pemkab bersama DPRD komit untuk mempertahankan kebudayaan melayu di Kabupaten Siak agar tidak hilang di makan zaman, sehingga rencana pembangunan dan pelestarian kebudayaan Melayu dituangkan melalui landasan hukum Peraturan Daerah agar Pemda dalam melaksanakan kebijakan pembangunan memiliki panduan untuk melestarikan nilai-nilai dan cagar budaya Melayu.

"Sejalan dengan itu Perda terkait tata cara berpakaian dan berbahasa melayu, menjadi acuan ASN, Pelajar dan karyawan-karyawati berpakaian melayu. Misalnya himbauan pemakaian tanjak disetiap Hari Kamis dan Jumat dan berbahasa melayu Siak" terang Syamsuar.

Manfaat penerapan Muatan Lokal Budaya Melayu kata Syam, juga sudah dapat dilihat pada perkembangan generasi muda dan pelajar Kabupaten Siak yang kian fasih mengenal budaya.

"Di Siak, meski beragam suku bangsa, anak-anak kita para pelajar pandai memukul kompang, menarikan zapin, dan tak canggung berbahasa melayu" tutupnya.***(rls/vila)

Loading...


Berita Sosial lainnya..........
- Habis Masa Jabatan, Camat Mandau Lantik Pj Kades Harapan Baru
- Ditemui Walikota Pekanbaru, Besok Guru Kembali Mengajar Seperti Biasa
- Pemprov Alokasikan Pembangun Kantor Korem Rp2,6 Miliar
- Pantang Menyerah, Ratusan Guru Kukuh Tuntut Revisi Perwako Pekanbaru Nomor 7 Tahun 2019
- GO TV Kabel Tuntut Presiden Tangani Pembatasan Siaran Piala Presiden
- Menkes RI Sebut Diabetes, Jantung Iskemik dan Stroke di Riau Tergolong Tinggi
- Wabup Zardewan dan Ketua DPRD Buka Rangkaian Kegiatan HPN 2019 PWI Pelalawan
- Imra PT RAPP Bangunkan Rumah Layak untuk Andini
- Hadiri Seminar Nasional di Inhil, Gubri Harapkan Kebangkitan Harga Kelapa
- Sempena HUT, Persit Kartika Chandra Kirana Anjangsana ke Panti Asuhan dan Warakawuri
- Dihadiri Menkes RI, Wagubri Buka Rakerkesda 2019
- Penjelasan Pemkab Rohil Soal Tersendatnya Misi Industri Hilir Bupati Suyatno
- Audit Independen, Gubri Kunjungi RSUD Tengku Sulung Bermasalah di Inhil
- Peduli Warga, Caleg Golkar Ini Gelar Bazar Murah
- 1.071 Kantong Darah Terkumpul pada KDD Ke-57 Riau Kompleks
- Bupati Bengkalis Buka Turnamen Sepakbola Antar Pelajar di Duri
- PJC Pekanbaru Semangati Wartawan Bengkalis Untuk Sajikan Berita Yang Santun dan Menarik
- UKW PWI Riau 2019 Berjalan Sukses
- 2019, DAK Fisik dan ADD Kuansing Meningkat
- Gubri Resmikan Masjid Al Anshor, Wakaf Mantan Bupati Siak Arwis AS


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda :
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com