Home > Sosial & Budaya >>
Berita Terhangat..
Rabu, 19 Desember 2018 11:04
Serahkan Gelar Adat, Syarwan Bentak Dua Utusan LAM

Rabu, 19 Desember 2018 10:59
Langgar Aturan, Bawaslu Pekanbaru Turunkan APK Caleg

Rabu, 19 Desember 2018 10:55
Napi Terlibat Sindikat Pengedar Sabu,
Kepala Lapas Bengkalis Akui Sulit Awasi Penggunaan HP


Rabu, 19 Desember 2018 10:52
Ratusan Warga Antusias Saksikan Pembukaan MTQ ke-23 Desa Jangkang, Bengkalis

Rabu, 19 Desember 2018 10:48
Permudah Pengurusan Perizinan Publik,
DPMPSP Bengkalis Siapkan Aplikasi E-Pinter


Rabu, 19 Desember 2018 10:38
Mobil Kecil tak Bisa Lewat, Jalintim di Pelalawan Masih Teremdam

Rabu, 19 Desember 2018 10:32
Jelang Syarwan Kembalikan Gelar, Ramai Spanduk Kecaman Dua Pimpinan LAM Riau

Selasa, 18 Desember 2018 22:25
Kembalikan Gelar Adat Besok, Syarwan Hamid Anggap LAM Riau Kemaruk

Selasa, 18 Desember 2018 20:04
LAM Nilai Pengembalian Gelar Adat Syarwan Hamid Tak Luar Biasa

Selasa, 18 Desember 2018 19:06
Tinjau Kebun Ubi di Tapung, Sekdaprov Sebut Bisa Jadi Primadona Gantikan Sawit

loading...


Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Senin, 25 Juni 2018 16:58
Di Siak, Muatan Lokal Budaya Melayu Eksis Sejak Tahun 2006

Bupati Syamsuar pimpin pelaksanaan Apel Penguatan Muatan Lokal Melayu Riau dilingkungan di Siak. Di Negeri Istana, budaya Melayu sudah eksis sejak 2016.

Riauterkini-SIAK- Bupati Siak H. Syamsuar memimpin pelaksanaan Apel Penguatan Muatan Lokal Melayu Riau dilingkungan Pemkab Siak, bertempat di Komplek Perkantoran Tanjung Agung, Senin Pagi (25/6/18). Apel tersebut digelar, sehubungan himbauan Pemprov Riau terkait Pencanangan Muatan Lokal Budaya Riau pada tahun ini, untuk memperkuat nilai-nilai kearifan lokal budaya melayu Riau di lembaga pendidikan formal setingkat SD dan SMP sederajat.

Namun bagi Syamsuar, penerapan pengajaran budaya melayu Riau sebagai konten pengajaran muatan lokal telah berjalan di Negeri Istana sejak lama, karena telah dimulai sejak periode kepemimpinan Gubernur Riau Rusli Zainal dan Bupati Siak Arwin AS. Dizaman kesultanan Siak, Kearifan Budaya Melayu bahkan menjadi payung kebhinnekaan bagi terwujudnya keharmonisan masyarakat negeri Istana dizaman dahulu.

"Kabupaten Siak telah menerapkan pengajaran muatan lokal budaya melayu sejak tahun 2006 lalu, jadi masuknya budaya melayu sebagai materi pengajaran muatan lokal bukanlah sesuatu yang baru. Kita punya Perbup Nomor 65 Tahun 2017 Tentang Pelaksanaan Pembelajaran Muatan Lokal dan Budaya Melayu Siak. Setakat ini Kabupaten Siak juga masih satu-satunya daerah di Riau yang telah memiliki Peraturan Daerah Nomor 1 Tahun 2016 Tentang Rencana Induk Pelestarian Budaya Melayu Kabupaten Siak" terang Syamsuar.

Orang nomor satu Negeri Istana itu juga menyebut, apel perdana bersama seluruh ASN dilingkungan Pemkab dengan pakaian melayu lengkap tersebut, salah satunya merupakan implementasi Peraturan Daerah Kabupaten Siak Nomor 14 Tahun 2015 Tentang Berbahasa dan Berpakaian Melayu, serta Peraturan Daerah Nomor 12 Tahun 2012 Tentang Rencana Induk Pengembangan Pariwisata Daerah Kabupaten Siak.

"Artinya kita tinggal mengambil momentum ini sebagai penguatan Muatan Lokal Budaya melayu Riau, sebagaimana telah kita terapkan disekolah-sekolah. Kalau diulang pencanangan lagi, nanti kita diketawakan orang" ujar Syam. Ia juga menyebut beberapa peraturan daerah tersebut justru lahir atas inisiatif DPRD Kabupaten Siak.

Kata dia, Pemkab bersama DPRD komit untuk mempertahankan kebudayaan melayu di Kabupaten Siak agar tidak hilang di makan zaman, sehingga rencana pembangunan dan pelestarian kebudayaan Melayu dituangkan melalui landasan hukum Peraturan Daerah agar Pemda dalam melaksanakan kebijakan pembangunan memiliki panduan untuk melestarikan nilai-nilai dan cagar budaya Melayu.

"Sejalan dengan itu Perda terkait tata cara berpakaian dan berbahasa melayu, menjadi acuan ASN, Pelajar dan karyawan-karyawati berpakaian melayu. Misalnya himbauan pemakaian tanjak disetiap Hari Kamis dan Jumat dan berbahasa melayu Siak" terang Syamsuar.

Manfaat penerapan Muatan Lokal Budaya Melayu kata Syam, juga sudah dapat dilihat pada perkembangan generasi muda dan pelajar Kabupaten Siak yang kian fasih mengenal budaya.

"Di Siak, meski beragam suku bangsa, anak-anak kita para pelajar pandai memukul kompang, menarikan zapin, dan tak canggung berbahasa melayu" tutupnya.***(rls/vila)

Loading...


Berita Sosial lainnya..........
- Serahkan Gelar Adat, Syarwan Bentak Dua Utusan LAM
- Ratusan Warga Antusias Saksikan Pembukaan MTQ ke-23 Desa Jangkang, Bengkalis
- Jelang Syarwan Kembalikan Gelar, Ramai Spanduk Kecaman Dua Pimpinan LAM Riau
- Kembalikan Gelar Adat Besok, Syarwan Hamid Anggap LAM Riau Kemaruk
- LAM Nilai Pengembalian Gelar Adat Syarwan Hamid Tak Luar Biasa
- Tinjau Kebun Ubi di Tapung, Sekdaprov Sebut Bisa Jadi Primadona Gantikan Sawit
- ‎Pengurus PHRI Rohul Periode 2018-2023 Terbentuk dan Langsung Dikukuhkan
- Sidak, Komisi V DPRD Riau Temukan Banyak TKA di PT Indah Kiat Dapat Fasilitas Mewah
- Belasan Mahasiswa Gelar Unjuk Rasa di Depan Kantor Bupati Pelalawan
- 10 Hari Kebanjiran,
Masyarakat Buluh Cina Kecewa dengan Wakilnya di DPRD Riau

- Lantik 8 Kades di Tiga Kecamatan,
Bupati Bengkalis Ingatkan Pengelolaan Dana Desa Harus Sesuai Aturan

- Asisten II Kuansing Hadiri Pertemuan Tahunan Kajian Ekonomi dan Keuangan Regional 2018 Bersama BI
- Gubri Pesan 2019 Lebih Baik, 20 Persen DAK Fisik 2018 tak Terlaksana
- Diskominfosantik dan Wartawan Tanah Datar, Sumbar Stuban ke Pemko Pekanbaru
- Dihadiri Bupati Bengkalis, Pengurus DDII 11 Kecamatan Dikukuhkan 
- Naik Rp5 Triliun, Gubri Serahkan DIPA 2019 pada 17 Instansi
- Penyaluran Dana Desa Kuansing 2018 Raih Penghargaan Kemenkeu RI
- ‎Puluhan Ribu Masyarakat Ramaikan Pengajian Bersama UAS di Islamic Center Rohul
- Jalintim di Inhu Macet karna Perbaikan Jembatan KM 188
- Distribusikan Obat untuk Korban Banjir, Kadiskes Riau Imbau Warga Waspadai Penyakit Diare dan Kulit


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda :
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com