Home > Sosial & Budaya >>
Berita Terhangat..
Selasa, 25 September 2018 12:05
Tuntut Diprioritaskan jadi PNS, Guru Honor Geruduk Kantor Gubri

Selasa, 25 September 2018 11:46
Miliki Sabu-sabu, Emak Muda Ditangkap Polisi

Selasa, 25 September 2018 11:33
Asisten II Setdakab Inhil Buka MTQ XI Tingkat Kecamatan Pulau Burung

Selasa, 25 September 2018 09:12
Sebanyak 23 Hotspot Terpantau di Sumatera, 12 Diantaranya Ada di Riau

Selasa, 25 September 2018 07:13
Dua Atlit Sepak Takraw Bengkalis Wakili Indonesia Ikuti Kejuaraan di Thailand

Selasa, 25 September 2018 00:54
Bupati Kuansing Pimpin Upacara Hari Agraria dan Tata Ruang

Senin, 24 September 2018 23:50
Pelaku Penikaman Warga Tembilahan Hulu, Inhil Menyerahkan Diri ke Polisi

Senin, 24 September 2018 23:10
Walikota Pekanbaru Intruksikan Camat dan Lurah Sosialisasikan BPJS Ketenagakerjaan

Senin, 24 September 2018 22:05
Mengantar Purna Tugas Gubri, Bupati Kampar Didaulat Menyampaikan Pesan dan Kesan

Senin, 24 September 2018 21:03
Lakalantas Meski Tempuh Jalur Damai, Warga Bengkalis Ini Tetap Jalani Proses Hukum

loading...


Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Kamis, 12 Juli 2018 16:55
Kembali Tuntut Haknya,
Tenaga RTK di Kampar Gelar Unjuk Rasa di Depan Rumah Bupati


Sejulah tenaga RTK Kampar menggelar unjuk rasa di kediaman resmi Bupati Kampar. Mereka kembali menuntut haknya yang belum dipenuhi Pemkab.

Riauterkini-BANGKINANG - Tak kunjung mendapatkan kepastian akan nasibnya, puluhan tenaga rumah tunggu kelahiran (RTK) di Kabupaten Kampar kembali melakukan aksi unjuk rasa, Kamis (12/7/2018). Kali ini di depan Rumah Dinas Bupati Kampar yang terletak di Jalan Prof M Yamin, SH, Bangkinang.

Belasan spanduk berisi kecaman kepada Bupati Kampar dan DPRD Kampar dibentangkan para demonstran yang umumnya menggunakan seragam petugas kesehatan baju putih dan celana putih. Salah satu spanduk menutupi plang nama Rumah Dinas Bupati Kampar. Aksi ini tampak berjalan damai dan tertib.

Aksi ini mendapat perhatian pengendara yang melintas di ruas jalan nasional Riau-Sumbar itu.

Ketua Gerakan Pemuda Patriotik Indonesia (GPPI) Kabupaten Kampar Ryan yang kembali mendampingi perjuangan para tenaga RTK kepada wartawan disela-sela aksi menyampaikan, ada empat tuntutan yang disampaikan dalam aksi unjuk rasa hari ini. Tuntutan pertama para RTK minta Bupati Kampar merealisasikan janjinya untuk memperpanjang sk para tenaga RTK.

Kedua, mereka minta Pemkab Kampar membayarkan uang transportasi untuk tenaga RTK karena mereka tetap bekerja meskipun tidak menerima honor.

Tenaga RTK juga meminta Pemkab Kampar agar jangan membiarkan tenaga RTK menganggur. Sedangkan tuntutan keempat, tenaga RTK minta Bupati Kampar membuktikan janjinya untuk mengurangi pengangguran.

"Kami menganggap pemkab & DPRD Kampar telah melakukan kejahatan kemanusiaan yg luar biasa (extra ordinary crime) kami sangat mengutuk keras praktek-praktek kejahatan atau perbudakan seperti ini," kata Ryan.

Sebelum melakukan aksi unjuk rasa hari ini, para tenaga RTK telah melakukan aksi di kantor Bupati Kampar sebanyak tiga kali. Aksi terakhir dilakukan pada Senin (9/7/2018). Dalam aksi ini mereka mempertanyakan kepastian status mereka dan hak yang belum diterima para tenaga RTK yakni berupa uang transportasi sejak Januari hingga Juni 2018.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kampar H Nurbit yang didampingi Asisten II Setdakab Kampar Hj Nurhasani juga telah menjelaskan langkah yang ditempuh Pemkab Kampar.

Nurbit menjelaskan, sesuai regulasi, pemerintah daerah tidak diperkenankan untuk mengangkat tenaga RTK karena tidak sesuai dengan peraturan perundang-undangan dan Peraturan Menteri Kesehatan.

Pemkab Kampar telah berupaya mencari formulasi yang dianggap tepat untuk tenaga RTK yakni menjadi tenaga fasilitator.

Hanya saja permohonan ini akan dinilai oleh pemerintah pusat namun kewenangannya ada pada pemerintah daerah.

"Cuma harus ada hitam di atas putih yang diserahkan oleh pemerintah pusat kepada daerah atas permohonan kepala daerah," terang Nurbit saat itu.*(man)

Loading...


Berita Sosial lainnya..........
- Tuntut Diprioritaskan jadi PNS, Guru Honor Geruduk Kantor Gubri
- Bupati Kuansing Pimpin Upacara Hari Agraria dan Tata Ruang
- Walikota Pekanbaru Intruksikan Camat dan Lurah Sosialisasikan BPJS Ketenagakerjaan
- Lakalantas Meski Tempuh Jalur Damai, Warga Bengkalis Ini Tetap Jalani Proses Hukum
- Aksi Heroik Basarnas Selamatkan Warga Dalam Bencana Gempa 7,0 SR di Cibubur
- Lima Proyek Strategis Pemprov Riau Deviasi Plus
- Ketua DPRD Pelalawan Siap Perjuangkan Uang Transportasi Guru Bantu Provinsi
- Pembangunan Jembatan Siak IV Masih Minus Tiga Persen
- Kirab GP Ansor Diizinkan di Merantk Setelah Bersedia Minta Maaf pada UAS dan tak Bawa Islam Nusantara
- Usai Pemeliharaan, Lampu Jalan RSUD dan Komplek Pemda Kuansing Kembali Nyala
- Dinsos Bengkalis Salurkan Bantuan Sembako kepada 294 Lansia
- Ratusan Massa Gelar Demo Peringati Hari Tani Nasional
- Mendagri Baru Kirim SK Wan Thamrin Plt Gubri
- Plt Gubri Minta Pembahas APBD Belajar dari Kasus Malang dan Jambi
- Ngopi Bareng, Camat Tampan Pererat Hubungan dengan Wartawan
- Ultah 51, Sekdaprov Dapat Kejutan Tumpeng
- Wakil Walikota Pekanbaru Kukuhkan Duta 1000 HPK dan Taja YBM PLN P3BS bersama PKPU HI Riau
- Diduga Terkait Rencana Mutasi, Plt Gubri Kumpulkan Pejabat Secara Tertutup
- Ditolak di Siak dan Batal di Bengkalis, Ketua NU Minta GP Ansor Tiadakan Kirab di Meranti
- Dilantik Kapolres, BKCN Kampar Siap Promosikan Wisata Kampar


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda :
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com