Home > Sosial & Budaya >>
Berita Terhangat..
Rabu, 14 Nopember 2018 09:01
Dua Korban Tewas, Berikut ini Penuturan Saksi Ambruknya Tembok SDN 141 Bukitraya, Pekanbaru

Rabu, 14 Nopember 2018 07:58
Kabarnya Ada Mrninggal Tembok Pembatas SD di Pekanbaru Ambruk Timpa Murid dan Warga

Rabu, 14 Nopember 2018 07:25
KPU Kampar Tetapkan DPT Hasil Perbaikan Kedua 475.554 Pemilih

Rabu, 14 Nopember 2018 07:14
BKKBN Perwakilan Riau Gelar Pertemuan Forum Kehumasan

Selasa, 13 Nopember 2018 21:17
Pilkades Serentak di Bengkalis, Tiga Desa Resmi Ajukan Keberatan

Selasa, 13 Nopember 2018 21:10
Operasi Zebra 2018 Berakhir, 1.757 Pelanggar Lalu Lintas di Pekanbaru Ditilang

Selasa, 13 Nopember 2018 21:04
Hancur Lebur, Bocah di TM, Bengkalis Minta Bupati Perbaiki Jalan Gajah Mada

Selasa, 13 Nopember 2018 18:09
KPU Riau Tetapkan DPT Pemilu 2019 Sebanyak 3,86 juta Pemilih

Selasa, 13 Nopember 2018 18:01
Jumlah Pengangguran di Riau Nambah 8.240 Orang

Selasa, 13 Nopember 2018 17:54
Puluhan Siswa SMK di Riau Magang di RAPP

loading...


Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Kamis, 12 Juli 2018 16:55
Kembali Tuntut Haknya,
Tenaga RTK di Kampar Gelar Unjuk Rasa di Depan Rumah Bupati


Sejulah tenaga RTK Kampar menggelar unjuk rasa di kediaman resmi Bupati Kampar. Mereka kembali menuntut haknya yang belum dipenuhi Pemkab.

Riauterkini-BANGKINANG - Tak kunjung mendapatkan kepastian akan nasibnya, puluhan tenaga rumah tunggu kelahiran (RTK) di Kabupaten Kampar kembali melakukan aksi unjuk rasa, Kamis (12/7/2018). Kali ini di depan Rumah Dinas Bupati Kampar yang terletak di Jalan Prof M Yamin, SH, Bangkinang.

Belasan spanduk berisi kecaman kepada Bupati Kampar dan DPRD Kampar dibentangkan para demonstran yang umumnya menggunakan seragam petugas kesehatan baju putih dan celana putih. Salah satu spanduk menutupi plang nama Rumah Dinas Bupati Kampar. Aksi ini tampak berjalan damai dan tertib.

Aksi ini mendapat perhatian pengendara yang melintas di ruas jalan nasional Riau-Sumbar itu.

Ketua Gerakan Pemuda Patriotik Indonesia (GPPI) Kabupaten Kampar Ryan yang kembali mendampingi perjuangan para tenaga RTK kepada wartawan disela-sela aksi menyampaikan, ada empat tuntutan yang disampaikan dalam aksi unjuk rasa hari ini. Tuntutan pertama para RTK minta Bupati Kampar merealisasikan janjinya untuk memperpanjang sk para tenaga RTK.

Kedua, mereka minta Pemkab Kampar membayarkan uang transportasi untuk tenaga RTK karena mereka tetap bekerja meskipun tidak menerima honor.

Tenaga RTK juga meminta Pemkab Kampar agar jangan membiarkan tenaga RTK menganggur. Sedangkan tuntutan keempat, tenaga RTK minta Bupati Kampar membuktikan janjinya untuk mengurangi pengangguran.

"Kami menganggap pemkab & DPRD Kampar telah melakukan kejahatan kemanusiaan yg luar biasa (extra ordinary crime) kami sangat mengutuk keras praktek-praktek kejahatan atau perbudakan seperti ini," kata Ryan.

Sebelum melakukan aksi unjuk rasa hari ini, para tenaga RTK telah melakukan aksi di kantor Bupati Kampar sebanyak tiga kali. Aksi terakhir dilakukan pada Senin (9/7/2018). Dalam aksi ini mereka mempertanyakan kepastian status mereka dan hak yang belum diterima para tenaga RTK yakni berupa uang transportasi sejak Januari hingga Juni 2018.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kampar H Nurbit yang didampingi Asisten II Setdakab Kampar Hj Nurhasani juga telah menjelaskan langkah yang ditempuh Pemkab Kampar.

Nurbit menjelaskan, sesuai regulasi, pemerintah daerah tidak diperkenankan untuk mengangkat tenaga RTK karena tidak sesuai dengan peraturan perundang-undangan dan Peraturan Menteri Kesehatan.

Pemkab Kampar telah berupaya mencari formulasi yang dianggap tepat untuk tenaga RTK yakni menjadi tenaga fasilitator.

Hanya saja permohonan ini akan dinilai oleh pemerintah pusat namun kewenangannya ada pada pemerintah daerah.

"Cuma harus ada hitam di atas putih yang diserahkan oleh pemerintah pusat kepada daerah atas permohonan kepala daerah," terang Nurbit saat itu.*(man)

Loading...


Berita Sosial lainnya..........
- BKKBN Perwakilan Riau Gelar Pertemuan Forum Kehumasan
- Operasi Zebra 2018 Berakhir, 1.757 Pelanggar Lalu Lintas di Pekanbaru Ditilang
- Hancur Lebur, Bocah di TM, Bengkalis Minta Bupati Perbaiki Jalan Gajah Mada
- Jumlah Pengangguran di Riau Nambah 8.240 Orang
- Puluhan Siswa SMK di Riau Magang di RAPP
- Melalui BanKeu Dewan Provinsi, 10 Unit Ambulance Air Diterima Pemkab Inhil
- Tingkatkan PAD, Kejaksaan Kuansing Siap Bekerjasma dengan Bapenda
- Pemko Pekanbaru Stop Menerima ASN Pindahan
- Tidak Hadir Ujian SKD, 265 Pelamar CPNS Pemko Pekanbaru Gugur
- BKKBN Provinsi Riau Gandeng Media Gelar Pertemuan Forum Kehumasan Program KKBPK
- Tarik Menarik Tas Sama Pelaku Jambret, Pegawai PN Pekanbaru Tersungkur
- Jadikan Jembatan Sebagai Tempat Nongkrong, Polsek Pangean, Kuansing Gelar Patroli
- Tingkatkan PAD, Bapenda Minta Masukan dari Kejari Kuansing
- Permudah Layanan, RSUD Petala Bumi Luncurkan Aplikasi Simpati dan Sitaro
- Ambruk Diterjang Banjir, Ketua DPRD Kuansing Tinjau Rumah Sundari
- 2019, Pembayaran Tambahan Penghasilan ASN di Bengkalis 'Full Tank'
- Beri Dukungan Moril, Bupati Bengkalis Kunjungi Korban Kebakaran di Duri
- Peringati HKN Tahun 2018,
Pemkab Kampar Serahkan Penghargaan kepada Tenaga Medis Teladan

- Ketua DPRD: Rumah Layak Huni di Bengkalis Harus Tepat Sasaran, Adil dan Merata
- )Quick Respons, Bupati Bengkalis Sidak RSUD Mandau dan UPT Capilduk di Duri


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda :
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com