Home > Sosial & Budaya >>
Berita Terhangat..
Ahad, 21 Oktober 2018 22:18
Mahasiswa Kuansing Juara Bulutangkis di Padang

Ahad, 21 Oktober 2018 19:58
Pemprov dan Tim Transisi Kaji Program Pendidikan dan Kesehatan Gratis

Ahad, 21 Oktober 2018 19:11
Todongkan Senpi, Perampok di Kuansing Gasak Uang Ratusan Juta dan Perhiasan

Ahad, 21 Oktober 2018 19:06
Akibat Tumpukan Arus weekend, Polisi Kerja Kerasa Urai Kemacetan di Jalur Lintas Duri - Dumai

Ahad, 21 Oktober 2018 16:40
Pemprov Riau dan Tim Transisi Kembali Bertemu Bahas Usulan Program Gubri Terpilih

Ahad, 21 Oktober 2018 15:54
Rebutkan Hadiah Mobil,
Seribuan Peserta Ikuti Lomba Memancing HUT TNI di Bengkalis


Ahad, 21 Oktober 2018 14:54
Trail Runners Pekanbaru Iringi Event Sepeda Nusantara Etape Pekanbaru

Ahad, 21 Oktober 2018 14:47
Dikepung Macet, Pagi Ini Antrean di Duri Capai 20 Kilometer

Ahad, 21 Oktober 2018 14:41
Tinggalkan Sepucuk Surat untuk Suami,
IRT di Rohul Ditemukan Tergantung di Perumahan‎ PT RAKA Desa Pauh


Ahad, 21 Oktober 2018 14:30
Bawaslu Gelar Sosialisasi AP-HPA di Area CFD

loading...


Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Jum’at, 13 Juli 2018 19:38
Melaut di Perbatasan, Kapal Nelayan di Bengkalis Wajib Miliki 'STNK'

Sat Polair Polres Bengkalis mulai lakukan penertiban nelayan. Untuk aktivitas mencariikan harus memiliki pas kecil yang diterbitkan KSOP.

Riauterkini-BENGKALIS- Secara bertahap kapal-kapal motor milik nelayan untuk aktivitas menangkap ikan di perairan perbatasan akan dibekali dan wajib mengantongi Pas Kecil atau semacam 'surat tanda nomor kendaraan atau STNK' yang diterbitkan oleh Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP).

Pas Kecil ini akan diberikan oleh Sat Polair Polres Bengkalis kepada sekitar seratus lembar untuk nelayan pulau terluar diantaranya yang ada di Kecamatan Bantan. 'STNK' yang akan dibagikan ini merupakan sejenis tanda nomor kapal bagi perahu maupun kapal motor milik nelayan dalam melakukan penangkapan ikan di perairan.

"Kita sudah siapkan Pas Kecil kapal nelayan di Kecamatan Bantan untuk di bagikan, " ungkap Kepala Sat Polair Polres bengkalis AKP Yudhi Franata S.I.K kepada wartawan, Jumat (13/7/18).

Menurut Kasat, secara aturan dokumen tersebut diterbitkan KSOP ini, wajib dimiliki oleh kapal nelayan yang beroperasi di perairan. Namun, masih banyak nelayan terutama di pulau terluar tidak memilikinya.

"Pembuatan Pas Kecil yang dijembatani Sat Polair tanpa di pungut biaya sama sekali. Nelayan hanya memberikan materai tiga ribu untuk pembuatan surat pernyataan," terang Yudhi.

Sambung Kasat, kesadaran nelayan terutama di daerah pulau terluar terhadap kewajiban memiliki Pas Kecil kapal masih kurang. Sehingga pihaknya menyosialisasikan dan membantu pembuatannya.

"Kita sudah data semua nelayan di Kecamatan Bantan, kita juga sudah meyakinkan nelayan untuk membuat dokumen ini. Sangat penting kapal diperbatasan memiliki Pas Kecil," katanya lagi.

Jika kapal atau perahu yang beroperasi di wilayaj perbatasan tidak memiliki Pas Kecil, pihaknya akan melakukan penertiban. Kapal yang tidak memiliki Pas Kecil akan dikenakan denda bisa mencapai Rp100 juta dan diserahkan kepada Dinas Perikanan dan Kelautan.

"Perahu kapal yang menggunakan tenaga mesin harus dan wajib menggunakan Pas Kecil. Sesuai aturan bagi kapal perahu mesin yang tidak menggunakannya bisa dikenakan denda," tegasnya.***(dik)

Loading...


Berita Sosial lainnya..........
- Pemprov dan Tim Transisi Kaji Program Pendidikan dan Kesehatan Gratis
- Akibat Tumpukan Arus weekend, Polisi Kerja Kerasa Urai Kemacetan di Jalur Lintas Duri - Dumai
- Rebutkan Hadiah Mobil,
Seribuan Peserta Ikuti Lomba Memancing HUT TNI di Bengkalis

- Dikepung Macet, Pagi Ini Antrean di Duri Capai 20 Kilometer
- Aksi Balapan Liar di Duri, Bengkalis Kian Meresahkan
- YBM PLN P3BS Bersama PKPU HI Riau Taja Kelas Ibu 1000 HPK dan Berikan Nutrisi Bagi Ibu Hamil
- KPU Kampar Sosialisasi Goes to Campus di Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
- Azis Zaenal Serahkan Mini Traktor ke Petani di Desa Sungai Lembu
- Capaian Imunisasi MR di Kampar Rendah,
Kemenkes RI dan WHO Ungkap Bahaya Campak dan Rubella

- Tomas dan Anggota DPRD Kuansing Asal Pangean Sunat Gratis 40 Bocah
- Sabtu, Masyarakat Duri Tetap Bisa Urus TNBK
- Persiapan Sudah 95 Persen, Event Sepeda Nusantara Etape Pekanbaru Bakal Dibuka Walikota
- Sebut Sanksi PT.ASL dari Kementrian, BPN Inhu Dikecam Warga
- Pengumuman Ahad Lusa,
Ratusan Berkas Calon Peserta CPNS 2018 di Pemkab Rohul Dinilai TMS

- Pemprov dan Meranti Tersendiri,
Ujian CAT Peserta CPNS Dibagi Empat Titik

- BKD Pekanbaru Akan Konsultasi ke KSN untuk Pengisian Pejabat Eselon II
- Aneh, APMS di Bengkalis Ini Tidak Jual Bensin ke Masyarakat Tapi ke Drum
- Bupati Kampar Ingatkan Pelaksana Program Pamsimas yang Memahami Sistem Sanitasi
- FPRR Serahkan Bantuan Sosial Uutuk Korban Bencana Gempa dan Tsunami di Palu
- Bantuan APBN 2018, BPCB Sumbar Perbaiki Makan Raja-raja Rambah Tahun ini


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda :
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com