Home > Sosial & Budaya >>
Berita Terhangat..
Rabu, 17 Oktober 2018 14:52
Dimulai Pekan Depan,
Bapenda Kembali Lakukan Pemutihan Denda Pajak


Rabu, 17 Oktober 2018 14:47
Diduga Ubah Sepihak, Verifikasi RAPBD -P Kuansing Dipending Pemprov Riau

Rabu, 17 Oktober 2018 13:38
Cemarkan Nama Baik UIR, Polda Riau Optimalkan penyelidikan Terhadap EO

Rabu, 17 Oktober 2018 12:49
Pemprov dan BPH Migas Optimalkan Pemanfaatan Data Konsumsi BBM

Rabu, 17 Oktober 2018 12:42
3 Maling Motor di Rambah Hilir Diciduk Polisi Rohul

Rabu, 17 Oktober 2018 12:38
Warga Lubuk Batu Jaya, Inhu Bantu Korban Gempa Sulawesi Tenggara

Rabu, 17 Oktober 2018 12:33
Pengedar Sabu di Pedesaan di Ringkus Polres Bengkalis

Rabu, 17 Oktober 2018 11:17
Putra Asli Kampar, Letkol Aidil Amin Resmi jadi Dandim 0313/KPR

Rabu, 17 Oktober 2018 10:46
KPU Gelar Pemasangan APK Simbolik Bersama 16 Parpol

Rabu, 17 Oktober 2018 10:18
Polisi di Robul Tangkap Residivis di Kontrakan dan Sita 11 Paket Sabu

loading...


Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Kamis, 9 Agustus 2018 20:22
Hanya Tiga Bulan, Padi Sidenuk Sudah Bisa Dipanen di Pulau Tinggi Kampar

Padi varietas inpari sidenuk dengan metode IPAT BO berhasil dipanen hanya tiga bulan di Pulau Tinggi, Kampar. Panen perdana dilakukan Menristekdikti RI didampingi Wabup Catur Sgugeng Susanto.

KAMPA - Hanya butuh waktu selama tiga bulan, padi varietas inpari sidenuk dengan metode IPAT BO atau intensifikasi padi aerob terkendali berbasis organik sudah bisa dipanen di Desa Pulau Tinggi, Kecamatan Kampa, Kabupaten Kampar.

Panen perdana ini dilakukan Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Republik Indonesia Mohamad Nasir didampingi Wakil Bupati Kampar Catur Sugeng Susanto dan Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan Provinsi Riau H Ferry HC, Kamis (9/8/2018) di areal persawahan petani Desa Pulau Tinggi.

Kegiatan ini adalah Bakti Inovasi yang merupakan rangkaian Peringatan Hari Kebangkitan Teknologi Nasional (Hakteknas) ke 23 tahun 2018 yang dipusatkan di Provinsi Riau.

Bibit padi sidenuk ini sebelumnya juga ditanam oleh pejabat dari pemerintah pusat diantaranya Dirjen Penguatan Inovasi Kemenristekdikti RI Jumain Appe dan Deputi Bidang Pendayagunaan Teknologi Nuklir Badan Tenaga Nuklir Nasional (Batan) RI Hendig Winarno pada Selasa (15/5/2018) lalu.

Menristekdikti RI Mohamad Nasir dalam pengarahannya di Desa Pulau Tinggi, Kamis (9/8/2018) mengatakan, produksi padi di Provinsi Riau harus ditingkatkan mengingat kebutuhan pangan ini cukup tinggi di Riau dan tidak sebanding dengan produksi sehingga Riau masih bergantung dengan provinsi tetangga.

Disamping itu ia mengingatkan petani maupun pemerintah daerah memperhatikan kualitas padi.

Ia menambahkan, selain padi, sebenarnya tanaman sagu sebagai pengganti beras juga memiliki nilai gizi yang sangat baik dan bisa memenuhi kebutuhan pokok. Namun menurutnya sagu belum begitu populer bahkan sebagian masyarakat masih beranggapan sagu untuk kalangan masyarakat ekonomi rendah.

Lebih jauh Mohamad Nasir menjelaskan, selain kedua komoditi itu, produksi tanaman kelapa sawit di Kabupaten Kampar cukup tinggi dan telah mampu memberi kontribusi besar bagi pendapatan masyarakat. Namun limbahnya belum dimanfaatkan dengan baik. "Padahal limbah ini dapat menghasilkan sumber energi dan hal ini harus dapat dikembangkan di Kampar ke depannya untuk memenuhi kebutuhan petani yang cukup besar," katanya.

Hasil pengolahan limbah diantaranya bisa menjadi bahan bakar untuk menggerakkan hand traktor untuk mengolah sawah, menyedot air tanah dan menggerakan mesin air untuk mengairi sawah.

Ia mengatakan, Kemenristekdikti akan memperkenalkan teknologi yang ada di pusat ke daerah seperti di Kampar untuk pengolahan dan mereproduksi hasil tanamannya.

Dikatakan, inovasi teknologi akan mendorong pengembangan nilai-nilai ekonomi.

Menristekdikti pada kesempatan ini juga bicara masalah pendidikan. Bagi putra putri Kabupaten Kampar yang berprestasi bisa memanfaatkan bantuan beasiswa dari pemerintah pusat, pemerintah provinsi maupun kabupaten.

Sementara itu Bupati Kampar H Azis Zaenal yang diwakili Wakil Bupati Kampar Catur Sugeng Susanto menyampaikan ucapan terima kasih atas kedatangan Menristekdikti di Kabupaten Kampar.

"Semoga kedepan dapat memberi motivasi bagi petani Kampar yang lebih maju, melalui pengembangan tanaman padi jenis sidenuk yang dapat menghasilkan lebih baik dari jenis tanaman padi yang ada di Kampar. Bibit ini terbukti lebih unggul," ujar Catur.

Wabup menjelaskan, pada tahun 2018 Kabupaten Kampar telah mengembangkan tanaman padi seluas 5.000 hektare lebih dengan target produksi 6 hingga 8 ton perhektar. Pada tahun 2017, produksi padi di Kabupaten Kampar rata-rata 5 hingga 6 ton perhektare.

"Dengan kedatangan Menristekdikti tentunya harapan kami masyarakat Kampar, produksi tanaman padi melalui pengembangan teknologi dan inovasi baru mampu menghasilkan sembilan hingga dua belas ton perhektare. Ini jelas akan sangat membantu memenuhi kebutuhan padi di Kampar dan memberi harapan bagi petani di Kampar," pungkas Wabup Kampar.*(man)

Loading...


Berita Sosial lainnya..........
- Warga Lubuk Batu Jaya, Inhu Bantu Korban Gempa Sulawesi Tenggara
- Putra Asli Kampar, Letkol Aidil Amin Resmi jadi Dandim 0313/KPR
- Tutup Pendaftaran, 5.011 Pelamar Ikuti Seleksi Administrasi CPNS Bengkalis
- Gangguan Listrik, Pasokan Air Baku PDAM TD dari Chevron Terhenti
- Pendaftaran Online Ditutup, 4.573 Calon Peserta CPNS 2018 di Pemkab Rohul‎ Sudah Mendaftar
- Sekdaprov Janji, Paling Lambat 4 Hari lagi Single Salary Cair
- Didampingi Plt Gubri, Tim Kementerian Cek Ruang dan Sarana Asrama Haji Antara
- 12 Jabatan OPD Pemkab Inhu Hari ini Mulai di Assesment
- Rumah dan Kedai Terancam Digusur,
Pembangunan Jembatan di Jalan Nasional Rantau Berangin Menuai Protes

- Persiapan Konfercab PWI Bengkalis 75 Persen
- Serapan Belanja APBD 2018 Bengkalis Baru 46,27 Persen
- Tidak Capai Target,
1.348 Ekor Hewan Penular Rabies di Bengkalis Divaksinasi

- Meriah HUT ke-19 Pelalawan, Kelurahan Teluk Meranti Gelar Lomba Menjaring Ikan Patin
- Termasuk Mantan Karo Tapem, Plt Gubri Lantik 112 Pejabat Fungsional
- Mundur, Rahmad Rahim dan Patrianov tak Ikut Dikantik
- Izin Mendagri, 112 Pejabat Fungsional dan 79 Kepsek Dilantik Pagi ini
- HUT ke-80, KONI Inhu Kunjungi Panti Asuhan
- Warga Bengkalis Diimbau Kenali Penularan Virus Rubella
- BNK Kampar Luncurkan Program Kampar Bersinar di Arena Car Free Day
- IKB SMPN 5-IKLB Galang Dana Bantuan Untuk Korban Gempa Palu dan Banjir Lintau


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda :
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com