Home > Sosial & Budaya >>
Berita Terhangat..
Senin, 22 April 2019 21:52
SU, Sosok Wakil Bupati Inhil Yang Komunikatif dan Merakyat

Senin, 22 April 2019 21:27
Pemkab Kampar Pemegang Saham Ketiga di Bank Riaukepri, Ini Kata Bupati Kampar pada RUPS

Senin, 22 April 2019 20:08
Berasal dari Internal, OJK Serahkan Dua Nama Calon Direksi BRK ke Pemprov Riau

Senin, 22 April 2019 20:03
Bupati Inhil Pantau Pelaksanaan UNBK Jenjang SMP

Senin, 22 April 2019 18:29
Didukung Kepala Daerah dan Sejumlah Tokoh Berpengaruh, Jokowi-Ma'aruf Amin Kalah di Kuansing

Senin, 22 April 2019 18:20
Anggota KPPS Desa Kumantan Meninggal Dunia, KPU Kampar Sampaikan Belasungkawa

Senin, 22 April 2019 18:05
Palsukan Dokumen, Dua Tahanan Narkoba di Inhu Kabur dari Hotel

Senin, 22 April 2019 16:32
11.751 Pelajar SMP di Bengkalis Ikuti UN 2019

Senin, 22 April 2019 16:28
Sekda Rohul Tinjau Pelaksanaan UNBK 2019 di MTsN 3 Rohul dan SMPN 1 Rambah

Senin, 22 April 2019 16:24
Hadiri Perpisahan SMAN 1 Telukkuantan,
Ketua DPRD Kuansing Pesankan Para Siswa untuk Terus Berjuang


loading...


Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Kamis, 9 Agustus 2018 20:22
Hanya Tiga Bulan, Padi Sidenuk Sudah Bisa Dipanen di Pulau Tinggi Kampar

Padi varietas inpari sidenuk dengan metode IPAT BO berhasil dipanen hanya tiga bulan di Pulau Tinggi, Kampar. Panen perdana dilakukan Menristekdikti RI didampingi Wabup Catur Sgugeng Susanto.

KAMPA - Hanya butuh waktu selama tiga bulan, padi varietas inpari sidenuk dengan metode IPAT BO atau intensifikasi padi aerob terkendali berbasis organik sudah bisa dipanen di Desa Pulau Tinggi, Kecamatan Kampa, Kabupaten Kampar.

Panen perdana ini dilakukan Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Republik Indonesia Mohamad Nasir didampingi Wakil Bupati Kampar Catur Sugeng Susanto dan Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan Provinsi Riau H Ferry HC, Kamis (9/8/2018) di areal persawahan petani Desa Pulau Tinggi.

Kegiatan ini adalah Bakti Inovasi yang merupakan rangkaian Peringatan Hari Kebangkitan Teknologi Nasional (Hakteknas) ke 23 tahun 2018 yang dipusatkan di Provinsi Riau.

Bibit padi sidenuk ini sebelumnya juga ditanam oleh pejabat dari pemerintah pusat diantaranya Dirjen Penguatan Inovasi Kemenristekdikti RI Jumain Appe dan Deputi Bidang Pendayagunaan Teknologi Nuklir Badan Tenaga Nuklir Nasional (Batan) RI Hendig Winarno pada Selasa (15/5/2018) lalu.

Menristekdikti RI Mohamad Nasir dalam pengarahannya di Desa Pulau Tinggi, Kamis (9/8/2018) mengatakan, produksi padi di Provinsi Riau harus ditingkatkan mengingat kebutuhan pangan ini cukup tinggi di Riau dan tidak sebanding dengan produksi sehingga Riau masih bergantung dengan provinsi tetangga.

Disamping itu ia mengingatkan petani maupun pemerintah daerah memperhatikan kualitas padi.

Ia menambahkan, selain padi, sebenarnya tanaman sagu sebagai pengganti beras juga memiliki nilai gizi yang sangat baik dan bisa memenuhi kebutuhan pokok. Namun menurutnya sagu belum begitu populer bahkan sebagian masyarakat masih beranggapan sagu untuk kalangan masyarakat ekonomi rendah.

Lebih jauh Mohamad Nasir menjelaskan, selain kedua komoditi itu, produksi tanaman kelapa sawit di Kabupaten Kampar cukup tinggi dan telah mampu memberi kontribusi besar bagi pendapatan masyarakat. Namun limbahnya belum dimanfaatkan dengan baik. "Padahal limbah ini dapat menghasilkan sumber energi dan hal ini harus dapat dikembangkan di Kampar ke depannya untuk memenuhi kebutuhan petani yang cukup besar," katanya.

Hasil pengolahan limbah diantaranya bisa menjadi bahan bakar untuk menggerakkan hand traktor untuk mengolah sawah, menyedot air tanah dan menggerakan mesin air untuk mengairi sawah.

Ia mengatakan, Kemenristekdikti akan memperkenalkan teknologi yang ada di pusat ke daerah seperti di Kampar untuk pengolahan dan mereproduksi hasil tanamannya.

Dikatakan, inovasi teknologi akan mendorong pengembangan nilai-nilai ekonomi.

Menristekdikti pada kesempatan ini juga bicara masalah pendidikan. Bagi putra putri Kabupaten Kampar yang berprestasi bisa memanfaatkan bantuan beasiswa dari pemerintah pusat, pemerintah provinsi maupun kabupaten.

Sementara itu Bupati Kampar H Azis Zaenal yang diwakili Wakil Bupati Kampar Catur Sugeng Susanto menyampaikan ucapan terima kasih atas kedatangan Menristekdikti di Kabupaten Kampar.

"Semoga kedepan dapat memberi motivasi bagi petani Kampar yang lebih maju, melalui pengembangan tanaman padi jenis sidenuk yang dapat menghasilkan lebih baik dari jenis tanaman padi yang ada di Kampar. Bibit ini terbukti lebih unggul," ujar Catur.

Wabup menjelaskan, pada tahun 2018 Kabupaten Kampar telah mengembangkan tanaman padi seluas 5.000 hektare lebih dengan target produksi 6 hingga 8 ton perhektar. Pada tahun 2017, produksi padi di Kabupaten Kampar rata-rata 5 hingga 6 ton perhektare.

"Dengan kedatangan Menristekdikti tentunya harapan kami masyarakat Kampar, produksi tanaman padi melalui pengembangan teknologi dan inovasi baru mampu menghasilkan sembilan hingga dua belas ton perhektare. Ini jelas akan sangat membantu memenuhi kebutuhan padi di Kampar dan memberi harapan bagi petani di Kampar," pungkas Wabup Kampar.*(man)

Loading...


Berita Sosial lainnya..........
- Pemkab Kampar Pemegang Saham Ketiga di Bank Riaukepri, Ini Kata Bupati Kampar pada RUPS
- Berasal dari Internal, OJK Serahkan Dua Nama Calon Direksi BRK ke Pemprov Riau
- Anggota KPPS Desa Kumantan Meninggal Dunia, KPU Kampar Sampaikan Belasungkawa
- Kadis TPH Rohul Ajak Petani Sukseskan Upsus Pajale Sesuai Musim Tanam
- Ketua KPU dan Kapolres Bengkalis Kunjungi Keluarga Ketua KPPS Yang Meninggal Dunia
- Gubri Resmikan Kantor Layanan Teknis BSN Keempat
- HUT ke-22, Iwara Buat Acara Meriah
- Bupati Mursini Wisuda Ribuan Murid TPA se-Kuansing
- Hilang Sebulan Seorang Kakek di Inhu Ditemukan Tinggal Tulang Belulang
- Dua Tahanan Narkoba di Inhu Melarikan Diri
- Bupati Kuansing Serahkan Dana Hibah untuk Ponpes di Gunung Toar
- Hari Warisan Dunia, Disbud Riau Beri Lestarikan Cagar Budaya
- Kanker Hati Stadium 4, Seorang Anak di Rohil Butuh Uluran Tangan
- 102 Operator‎, Mekanik dan Sopir di Dinas PUPR Rohul Lulus Uji Kompetensi Alat Berat
- Bayar Klaim Jatuh Tempo Kepada RS, BPJS Kesehatan Kucurkan Dana Rp 11 Triliun
- BPKAD Pakanbaru : Honor Imam Mesjid Paripurna Sudah Cair
- Hingga Maret, Serapan APBD Kampar Alami Deviasi 7,59 Persen
- Kampar Dapat Hibah Kapal dari Kementerian Perhubungan RI
- PSF Korwil Rohul Chapter Riau Kopdar Bulanan dan Bakti Sosial di Desa Bangun Jaya
- Badan Arkeologi Sumut Tertarik Teliti Peninggalan dan Bukti Sejarah di Rohul


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda :
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com