Home > Sosial & Budaya >>
Berita Terhangat..
Sabtu, 16 Pebruari 2019 22:27
Target Menang, Golkar Riau Gelar Bimtek Aplikasi Saksiku

Sabtu, 16 Pebruari 2019 19:29
Seratusan Peserta Ikuti Lomba Bertema Bahasa Mandarin di Mal Ska Pekanbaru

Sabtu, 16 Pebruari 2019 19:26
Ajudan Istri Bupati Meninggal Dunia, Pemkab Kuansing Berduka

Sabtu, 16 Pebruari 2019 15:34
TNI, Polri dan BPBD, Fire Fighter PT SRL Berjibaku Padamkan Api di Rupat

Sabtu, 16 Pebruari 2019 15:13
Kejari Bengkalis Tetapkan 4 Tersangka Kasus UEK SP Duri Mandiri Bersatu, Duri Timur

Sabtu, 16 Pebruari 2019 10:54
Goes to Campus, Cara KPU Bengkalis Ajak Pemula Gunakan Hak Pilih

Sabtu, 16 Pebruari 2019 08:53
Babinsa Koramil 07/Kuantan Hilir Goro Perbaiki Mushola di Kuansing

Sabtu, 16 Pebruari 2019 07:30
Pemkab Meranti Tegaskan Permintaan Dispensasi Embarkasi Haji Bukan Politis

Jum’at, 15 Pebruari 2019 22:43
Tabrak Truk, Pemotor di Duri Tewas Mengenaskan

Jum’at, 15 Pebruari 2019 21:14
Nelayan Myanmar Ditemukan Mengapung di Selat Bengkalis Diserahkan ke KKP Batam, Kepri

loading...


Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Senin, 20 Agustus 2018 19:59
Tiga Terdakwa Korupsi Pembangunan Jembatan Sungai Enok, Inhil Divonis 4,5 Tahun dan 5,5 Tahun

Hakim Tipikor PN Pekanbaru nyatakan tiga tindak pidana korupsi pada kegiatan pembangunan jembatan Sungai Enok, Inhil bersalah. Masing-masing divonis 4,5 tahun dan 5,5 tahun penjara.

Riauterkini-PEKANBARU-Tiga terdakwa tindak pidana korupsi pada kegiatan pembangunan jembatan Sungai Enok, Indragiri Hilir (Inhil) yang merugikan keuangan negara sebesar Rp 2,1 miliar. Divonis hakim lebih ringan dari tuntutan jaksa.

Ketiga terdakwa, Taufik, Direktur PT Ramadhan Raya, perusahaan pelaksana pekerjaan proyek pembangunan Jembatan Sungai Enok tahun 2013. Kemudian Herli Rani, Direktur PT Ramadhan Raya, pengerjaan proyek tahun 2014 (pekerjaan lanjutan) dan Mifta, selaku Konsultan Teknik yang sebelumnya dituntut jaksa, 5 tahun hingga 7 tahun penjara. Divonis hakim 4,5 Tahun dan 5,5 Tahun Penjara.

Amar Putusan majelis hakim tipikor Pengadilan Negeri (PN) Pekanbaru, yang diketuai Bambang Myanto SH pada Senin (20/8/18) sore itu. Ketiga terdakwa terbukti melanggar Pasal 2 jo Pasal 8 Undang-undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dan ditambah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana korupsi.

" Menghukum menjatuhkan terdakwa Taufiq dengan pidana penjara 5 tahun dan 6 bulan penjara. Denda Rp200 juta atau subsider 3 bulan kurungan," ujar Bambang Myanto, didampingi hakim anggota Toni Irfan dan Suryadi.

Terdakwa Herli Rani dijatuhi hukuman dengan pidana penjara selama 4,5 tahun dan denda Rp200 juta atau subsider 3 bulan kurungan. Selain itu, Herli Rani dikenakan hukuman membayar uang pengganti kerugian negara sebesar Rp50 juta atau penjara selama 1 bulan.

Sementara terdakwa Mifta juga dijatuhi hukuman penjara selama 4,5 tahun dan denda Rp200 juta atau sibsider 3 bulan kurungan. Dan dibebankan membayar uang pengganti kerugian negara sebesar Rp134.200.000 subsider 2 bulan," jelas Bambang.

Atas vonis hukuman tersebut, terdakwa menyatakan pikir-pikir untuk menentukan langkah hukum selanjutnya, apakah banding atau tidak. Hal sama juga dilakukan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU), Teguh Prayogi.

Seperti diketahui, Tindak Pidana Korupsi ini bermula tahun 2013 lalu. Saat pelaksanaan pembangunan Jembatan Sungai Enok, di Kecamatan Enok, Inhil.

Proyek pada Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Inhil dengan dana APBD tahun 2013 yang dilaksanakan oleh PT Ramadhan Raya sebagai perusahaan penyedia barang atau jasa dengan nilai kontrak addendum pertama sebesar Rp.9.997.465.000 yang dilakukan oleh terdakwa Taufik. Selanjutnya, untuk pengerjaan lanjutan tahun 2014. direktur PT Ramadhan Raya dijabat oleh Herli Rani.

Dalam pelaksanaannya, pembangunan Jembatan Enok selama 4 tahun, 2011, 2012, 2013 dan 2014- dengan menggunakan anggaran APBD Inhil tersebut.Terdapat penyimpangan dalam pelaksanaannya, yang mana pekerjaan proyek tidak lagi sesuai bestek. Sehingga menimbulkan kerugian negara sekitar Rp2,1 miliar.***(har)

Loading...


Berita Sosial lainnya..........
- Seratusan Peserta Ikuti Lomba Bertema Bahasa Mandarin di Mal Ska Pekanbaru
- Ajudan Istri Bupati Meninggal Dunia, Pemkab Kuansing Berduka
- TNI, Polri dan BPBD, Fire Fighter PT SRL Berjibaku Padamkan Api di Rupat
- Babinsa Koramil 07/Kuantan Hilir Goro Perbaiki Mushola di Kuansing
- Pemkab Meranti Tegaskan Permintaan Dispensasi Embarkasi Haji Bukan Politis
- Sepanjang 2019, 497,71 Hektare Lahan di Riau Terbakar
- Bosan Berkonflik dengan Rekan Seprofesi,
Nelayan Panipahan Siap Jaga Situasi Kamtibmas Aman dan Kondusif

- Sempena HPN ke-73, Kapolres Rohul Makan Bareng Wartawan dan Pesankan Ini
- Mantan Pejabat Pemprov Resmi Jabat Karo Perencanaan dan Ortal di Kemenko Polhukam
- Dukung Gerakan Magrib Mengaji,
Masyarakat Desa Bukit Gajah Ukui Gelar Pelatihan Brantas Buta Huruf Baca Alqur'an

- Rindu Pemimpinnya,
Masyarakat Pintu Gobang Kari Undang Mantan Bupati Kuansing Sukarmis Melayur Jalur

- Pusat Setujui 25 Ribu Blangko KTP El untuk Bengkalis
- Besok, Mantan Kasatpol PP Riau Dilantik Jadi Karo di Kemenko Polhukam Bersama Empat Jenderal
- Peresmian Jembatan Siak IV dan Dua Fly Over, Wan Thamrin Puji Mantan Gubri Atas Komitmennya
- Bawaslu dan KPU Riau Periksa Logistik Pemilu 2019 di Bengkalis
- Diselimuti Kabut Asap, Udara di Kota Dumai Tidak Sehat
- Sebelas Profesor Nyatakan Jembatan Siak IV Sudah Layak Dilalui
- Bhabinsa Koramil 02/KT Goro Bersama Bangun Masjid Nurul Iman Kuantan Tengah
- Tewas Tertimpa Pintu Pagar Rumdis,
Bupati Bengkalis Ucapkan Bela Sungkawa ke Keluarga Anggota Satpol PP

- Diresmikan Gubri, Inilah Profil Jembatan Siak IV dan Dua Jalan Layang


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda :
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com