Home > Sosial & Budaya >>
Berita Terhangat..
Sabtu, 20 Juli 2019 18:01
Diikuti 11 Tim, Menpora U - 12 Cup Bengkalis Resmi Bergulir

Sabtu, 20 Juli 2019 16:33
Minta Tolong Didoakan JCH, Sukiman Akhirnya Mengakui Bakal Maju di Pilkada Rohul 2020

Sabtu, 20 Juli 2019 15:22
Pansus DPRD Bengkalis Bahas Ranperda Penyelenggaraan Pendidikan Bersama Kemendikbud RI

Sabtu, 20 Juli 2019 15:07
Tim Tuan Rumah PODSI Kampar Indonesia Melaju ke Final KIDBF 2019

Sabtu, 20 Juli 2019 15:01
Sekdaprov Riau: Festival Banjar Bisa Jadi Contoh bagi Riau

Sabtu, 20 Juli 2019 13:52
‎Bupati Minta Doa Bisa Mencalonkan Diri di Pilkada 2020,
JCH Rohul Dilepas ke Pekanbaru dari Masjid Agung Islamic Center Pasirpangaraian‎


Sabtu, 20 Juli 2019 13:46
Hindari Tabrakan, Satu Truk Terguling di Kuansing

Sabtu, 20 Juli 2019 13:07
Saldo Mendadak Kosong, Bank Mandiri Jamin Uang Nasabah tak Hilang

Sabtu, 20 Juli 2019 13:03
Saldo Mendadak Rp 0, Sejumlah Nasabah di Pekanbaru Geruduk Bank Mandiri

Sabtu, 20 Juli 2019 10:44
110 Calon Anggota PWI Riau Siap Jalani Tes

loading...


Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Selasa, 21 Agustus 2018 20:35
YLBHR Minta Kepala Balai Gakkum Seksi II Pekanbaru Dicopot

Kinerja Gakkum Seksi II Pekanbaru dinilai tidak jelas dan tidak dapat menyelesaikan berbagai permasalahan yang ada. YLBHR meminta Menteri KLHK mencopot Edwar dari jabatannya.

BANGKINANG – Minimnya penyelesaian kasus perambahan kawasan hutan oleh Gakkum Seksi II Pekanbaru membuat Yayasan Lingkungan dan Bantuan Hukum Rakyat (YLBHR) kesal dan minta agar Kepala Gakkum, Edwar dicopot dari jabatannya.

“Kita minta kepada Menteri KLHK (Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, red) Ibu Siti Nurbaya untuk mecopot Edwar dari jabatannya, karena kerjanya tidak jelas di Riau ini,” ungkap Suwandi, Sekretaris YLBHR, Selasa (21/8/2018) di Kantor YLBHR, Jalan Letnan Boyak, Bangkinang.

Dijelaskan Suwandi, pihaknya sudah melaporkan secara resmi perkebunan kelapa sawit dalam kawasan hutan lindung Bukit Suligi kepada Balai Pengamanan dan Penegakan Hukum Lingkungan Hidup dan Kehutanan Wilayah Sumatera Seksi II Pekanbaru atau yang sering disebut Gakkum Seksi II Pekanbaru pada tanggal 4 Desember 2017 lalu. Akan tetapi penanganan perkara tersebut jalan ditempat.

“Awalnya mereka semangat menangani laporan kita, kita masukkan laporan tanggal 4 Desember 2017, dua minggu kemudian tim Gakkum langsung ke lokasi. Kita dampingi, kita tunjukkan kebunnya, kita buktikan titik koordinat di lapangan. Hasilnya pas dengan yang kita laporkan. Tapi tindak lanjut setelah itu tidak ada,” terang Suwandi kesal.

"Barusan kita telepon Kepala Gakkum, Pak Edwar menanyakan laporan kita tahun 2017, tapi apa dia bilang, “kita lagi banyak kerjaan, kita masih fokus di Teso Nilo, laporan bapak belum bisa kita tindak lanjuti. Kita cari waktu lah,” ujar Suwandi menirukan ucapan Edwar.

Berdasarkan berkas laporan terlihat, YLBHR melaporkan PT. Karya Agro atau Aguan atas dugaan melakukan perkebunan kelapa sawit tanpa izin dalam kawasan hutan. Kemudian juga menjual, menguasai, memiliki dan/atau menyimpan hasil perkebunan yang berasal dari  dalam kawasan hutan tanpa izin menteri sebagaimana diatur dalam Pasal 92, 93 Undang-undang Nomor: 18 Tahun 2013 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Perusakan Hutan.

Adapun luas lahan diperkirakan 472 Ha, sebagian masuk Hutan Lindung (HL) dan sebagian lagi masuk Hutan Produksi yang dapat diKonversi (HPK). Hal ini berdasarkan overlay titik koordinat ke dalam peta Kawasan Hutan Provinsi Riau No. 173/Kpts-II/1986 dan peta SK Menteri LHK No. 903/MENLHK/SETJEN/ PLA.2/2016 tanggal 07 Desember 2016.

“Lahan tersebut sangat bagus, sudah berproduksi. Sekarang mereka bebas mengelolah lahan tersebut tanpa tersentuh hukum,” tandas Suwandi.*(man)

Loading...


Berita Sosial lainnya..........
- Diikuti 11 Tim, Menpora U - 12 Cup Bengkalis Resmi Bergulir
- Sekdaprov Riau: Festival Banjar Bisa Jadi Contoh bagi Riau
- 110 Calon Anggota PWI Riau Siap Jalani Tes
- 10 PAC‎ Tolak Muscablub Pemuda Pancasila Rohul Diadakan di Kantor Kebun PT. Hutahaean
- 17 Agustus Peletakan Batu Pertama, Gubri Apresiasi Pembangunan Universitas Anak Yatim dan Dhuafa
- Dinas PUPR Rohul Bangun Jalan Baru Sepanjang 30 Kilometer
- Sabtu Besok Berangkat ke Pekanbaru,
4 JCH Rohul Tunda Keberangkatan dan 2 Di Antaranya Sakit

- Rasa Haru Warnai Pembukaan KIDBF 2019, 11 Bendera Negara Peserta Berkibar di Danau Rusa
- Berbagai Kegiatan Warnai HUT Adyaksa ke-59 Digelar Kejari Pelalawan
- Mampir di Pasirpangaraian, Istri Wagubri: Masjid Agung Terasa Masjid Madinah
- Dinastan Holtikultura dan Perkebunan Riau Targetkan Produksi Kebutuhan Beras Meningkat
- Baru Bercerai, Duda di Duri Ditemukan Jadi Mayat
- Gara-gara Berniat Ambil BB, DPO Narkoba Ini Ditangkap Jaksa di Bengkalis
- Panen Ikan di Lubuk Larangan Desa Sungai Salak, Bupati dan Sekda Rohul tak dapat Ikan
- Bupati Apresiasi Panitia Pacu Jalur Rayon II Kecamatan Pangean
- Demo di Kantor Bupati, Masyarakat Tiga Desa di Tambusai Desak Pemkab Rohul Tuntaskan Lahan KKPA di PT. Hutahaean
- Petenis Cilik Binaan RAPP Torehkan Prestasi di Tingkat Internasional
- BAZ Puji Unit Pengumpul Zakat Disdik Pekanbaru
- TNI Selalu Bersama Rakyat, Anggota Satgas TMMD ke-105 Kodim 0313/KPR Bantu Pencari Rumput
- Bupati Bangga Tim Bola Voly Pelajar Rohul Juarai Piala Gubri, Bonus Belum Terfikirkan


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda :
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com