Home > Sosial & Budaya >>
Berita Terhangat..
Selasa, 13 Nopember 2018 13:27
Tingkatkan Kualitas Pendidikan,
Wakil Rakyat DPRD Riau Canangkan Program Pendidikan Gratis SMA se-derajat


Selasa, 13 Nopember 2018 13:25
Operasi Zebra Siak Muara Takus 2018 di Bengkalis Usai, 1201 Tilang di Dominasi Roda Dua

Selasa, 13 Nopember 2018 13:02
Terlindas Bus PT ASP, Seorang Murid SD di Pelalawan Tewas Menggenaskan

Selasa, 13 Nopember 2018 13:00
Pemko Pekanbaru Stop Menerima ASN Pindahan

Selasa, 13 Nopember 2018 12:58
Baru Siap Dikerjakan, Proyek Jalan Hot Mix Senilai Rp2,4 Miliar di Duri Mulai Rusak

Selasa, 13 Nopember 2018 12:55
Tidak Hadir Ujian SKD, 265 Pelamar CPNS Pemko Pekanbaru Gugur

Selasa, 13 Nopember 2018 11:14
Ketua DPRD Kuansing Bantu Perbaikan Rumah Warga Rudak Akibat Banjir

Selasa, 13 Nopember 2018 10:58
BKKBN Provinsi Riau Gandeng Media Gelar Pertemuan Forum Kehumasan Program KKBPK

Selasa, 13 Nopember 2018 10:14
Longsor lagi, Satu Rumah Warga Kuala Enok, Inhil Rusak

Selasa, 13 Nopember 2018 08:57
Puso Karena Banjir, 426 Hektar Sawah di Kuansing Terpaksa Tanam Ulang

loading...


Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Kamis, 13 September 2018 18:09
Bupati Kampar Terima 4 Dokumen Usulan Registrasi Masyarakat Adat, Wilayah Adat dan Hutan Adat

Setelah menerima empat Dokumen Usulan Registrasi Masyarakat Hukum Adat, Wilayah Adat dan Hutan Adat, Bupati Kampar serahkan langsung kke tim verifiaksi.

PETAPAHAN - Bupati Kampar H Azis Zaena menerima empat dokumen Usulan Registrasi Masyarakat Hukum Adat, Wilayah Adat dan Hutan Adat di Imbo Putui, Kecamatan Tapung dari ninik mamak Kenegerian Batu Sanggan, Kenegerian Gajah Betalut, Kenegerian Kuok dan Kenegrian Petapahan, Kamis (13/9/2018).

"Kita harus mencintai hutan dan jangan kita ganggu hutan kita ini, kita harus mempertahankan hutan adat dan sebagai Bupati Kampar saya akan terus mendukung penuh untuk memperjuangkan hutan adat kita agar dilestarikan," ujar Bupati Kampar H Azis Zaenal dalam pengarahannya usai menerima dokumen.

Dokumen Usulan Registrasi Masyarakat Hukum Adat, Wilayah Adat dan Hutan Adat langsung diserahkan Bupati Kampar kepada Tim Verifikasi Pemerintah Kabupaten Kampar dalam hal ini Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Kampar untuk ditindak lanjuti dan diproses. "Saya beri waktu satu minggu untuk diselesaikan, dilengkapi semua kekurangan administrasinya, verifikasi, tinjau ke lapangan, luasnya jangan melebihi, data lengkap dan segera buat SK Bupati dalam pembentukan tim saya tandatangani langsung agar bisa dibawa ke Jakarta," ulas Azis.

Bupati Kampar mengharapkan jika memang tanggal 21 September 2018 ada penyerahan dokumen masyarakat hukum adat, wilayah adat dan hutan adat oleh presiden, usulan ini akan diminta kepastiannya untuk dapat diberikan surat atau rekomendasi bahwa ada keseriusan dari pusat untuk meyakinkan Kampar bahwa hutan yang diusulkan ini betul-betul dilindungi oleh adat, dipelihara oleh masyarakat, dilindungi oleh pemerintah kabupaten, provinsi dan negara.

Dalam kesempatan ini Bupati Kampar menyampaikan ucapan terima kasih kepada ninik mamak dan masyarakat yang tetap menjaga keasrian hutan.

“Pagi ini saya bertambah sehat, bersyukur karena bisa menghirup udara segar di hutan imbo putui ini, ternyata masih banyak datuk-datuk, tokoh masyarakat dan pemuda kita yang peduli terhadap hutan adat,” ungkap Ketua DPW PPP Riau ini.

Bupati juga mengingatkan agar tidak menebang hutan sebab kelestarian hutan harus dijaga, hutan ini bisa diberdayakan untuk meningkatkan kehidupan masyarakat dengan cara dibenahi dengan mengembangkan wisata alam karena dengan demikian masyarakat bisa terbantu ekonominya dan hutan dapat terlindungi.

“Saya sebagai bupati akan berupaya sesegera mungkin untuk menjadikan dokumen-dokumen ini dijadikan SK Bupati dan membawanya ke Jakarta agar segera diusulkan, dan akan kita gesa perlindungan hutan adat di Kabupaten Kampar," ulasnya.

Bupati Kampar juga menjelaskan, jika tali bapilin tigo semakin kokoh dan kuat antara ninik mamak, ulama dan pemerintah, negeri akan semakin makmur dan sejahtera.

“Tidak ada kotak-kotak, semua sama, semua akan kita bangun, karena yang akan membangun negeri kita ini adalah kita sendiri," tegas Azis.

Bupati Kampar mengajak ninik mamak, tokoh adat, tokoh pemuda dan masyarakat bersama-sama membangun untuk kesejahteraan masyarakat banyak, dan menjadikan Kampar negeri yang baldatun thayyibatun warabbun ghofur.

Sebelumnya tokoh masyarakat Kholis memaparkan, Hutan Adat Imbo Putui memiliki luas 270 hektare yang awal seluas 400 hektare. Berkurangnya luas hutan karena masuknya perusahaan yang menjanjikan pola KKPA dengan masyarakat dengan persyaratan diserahkannya sebahagian lahan hutan.

“Untuk itu kami meminta agar lahan yang sudah diambil tersebut dikembalikan agar hutan ini dapat terjaga kelestariannya,” ujar Kholis.

Ia meminta Pemkab Kampar melalui Bupati Kampar dapat mempercepat pengurusan usulan Registrasi Masyarakat Hukum Adat, Wilayah Adat dan Hutan Adat sehingga dapat menjaga dan menjadikan hutan wisata di Kabupaten Kampar.

Sementara itu Kadis Lingkungan Hidup Kampar Cokroaminoto ketika diwawancarai mengatakan, kegiatan ini merupakan rangkaian proses penetapan hukum adat, wilayah adat dan hutan adat di Kabupaten Kampar. "Alhamdulillah hari ini akan dilaksankan pengusulan oleh ninik mamak kepada Pemkab kampar yang akan di terima oleh bupati. Setelah itu bupati akan menyerahkan kepada tim registrasi penetapan wilayah adat, hukum adat dan hutan adat untuk diverifikasi selanjutnya akan dikeluarkan Peraturan Bupati tentang Penetapan Wilayah Adat, Hukum Adat dan Hutan Adat di Kabupaten Kampar yang akan diserahkan kepada pemerintah pusat," terang Cokro.*(man)

Loading...


Berita Sosial lainnya..........
- Pemko Pekanbaru Stop Menerima ASN Pindahan
- Tidak Hadir Ujian SKD, 265 Pelamar CPNS Pemko Pekanbaru Gugur
- BKKBN Provinsi Riau Gandeng Media Gelar Pertemuan Forum Kehumasan Program KKBPK
- Tarik Menarik Tas Sama Pelaku Jambret, Pegawai PN Pekanbaru Tersungkur
- Jadikan Jembatan Sebagai Tempat Nongkrong, Polsek Pangean, Kuansing Gelar Patroli
- Tingkatkan PAD, Bapenda Minta Masukan dari Kejari Kuansing
- Permudah Layanan, RSUD Petala Bumi Luncurkan Aplikasi Simpati dan Sitaro
- Ambruk Diterjang Banjir, Ketua DPRD Kuansing Tinjau Rumah Sundari
- 2019, Pembayaran Tambahan Penghasilan ASN di Bengkalis 'Full Tank'
- Beri Dukungan Moril, Bupati Bengkalis Kunjungi Korban Kebakaran di Duri
- Peringati HKN Tahun 2018,
Pemkab Kampar Serahkan Penghargaan kepada Tenaga Medis Teladan

- Ketua DPRD: Rumah Layak Huni di Bengkalis Harus Tepat Sasaran, Adil dan Merata
- )Quick Respons, Bupati Bengkalis Sidak RSUD Mandau dan UPT Capilduk di Duri
- Lima Tahun Vakum, Peringatan HKN Kembali Digelar Pemko Pekanbaru
- HKN ke-54, 5 Tenaga Kesehatan Raih Penghargaan Pemkab Bengkalis
- Harumkan Nama Riau, Plt Gubri Beri Penghargaan Puskesmas Sungai Apit
- Ulang Tahun, Kapolres Rohul Dapat Kejutan
- Hari Pahlawan, Kapolres Rohul Ajak Selalu Hormati Jasa Pahlawan
- Ketua MKGR Riau Salurkan Bantuan untuk Korban Banjir di Kuansing dan Inhu
- Track Tempat Penggemar Trail Kuansing Berpetualang dan Peduli Sesama


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda :
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com