Home > Sosial & Budaya >>
Berita Terhangat..
Rabu, 20 Pebruari 2019 18:01
Syamsuar dan Edy Natar Diajak Jenguk Ruang Penjara KPK

Rabu, 20 Pebruari 2019 17:50
Syamsuar dan Edy Natar Diajak Jenguk Ruang Penjara KPK

Rabu, 20 Pebruari 2019 17:36
Dinsos Bengkalis Sosialisasikan Penyaluran Bansos Rastra dan Bantuan Pangan Non Tunai

Rabu, 20 Pebruari 2019 17:34
Dilantik Presiden,
Bupati Bengkalis Siap Dukung Visi Misi Gubernur dan Wakil Gubernur Riau Baru


Rabu, 20 Pebruari 2019 17:28
Hujan Lebat, Beberapa Desa Kebanjiran di Kuansing

Rabu, 20 Pebruari 2019 17:25
Miris, Gedung Parkir Senilai Rp 4,7 Miliar di Duri, Bengkalis Mulai Beralih Fungsi

Rabu, 20 Pebruari 2019 16:54
Pemkab Rohul Punya 4 Target Pembangunan Daerah Tahun 2020, Perbankan Siap Backup

Rabu, 20 Pebruari 2019 15:28
Datangi KPK Pasca Dilantik, Syamsuar Berkomitmen Lawan Korupsi

Rabu, 20 Pebruari 2019 15:19
Dilantik sebagai Gubri dan Wagubri,
Fraksi PAN: Semoga Syamsuar-Edy Natar Jadi Pemimpin dengan Komitmen dan Integritas Tinggi


Rabu, 20 Pebruari 2019 14:31
Usai Dilantik, Syamsuar Tegaskan Dukungannya untuk Jokowi

loading...


Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Kamis, 13 September 2018 18:12
Pasien Tumor Rahang, RSUD Sudah Infokan Jadwal Operasi

RSUD Arifirn Achmad sudah menginfokan jadwal operasi. Bahkan sudah lakukan operasi pada pasien asal Inhu.

Riauterkini-PEKANBARU-RSUD Arifin Achmad membantah jika tidak pernah menginformasikan terkait jadwal operasi pasti kepada seorang pasien atas nama Riko Muriadi, asal Indragiri Hulu.  

Pemuda berusia 26 tahun tersebut didiagnosa amieloblastoma dextra. Berdasarkan keterangan yang tertulis di beberapa media, RSUD AA dituding tidak menginformasikan kepastian akan jadwal operasinya.

Berdasarkan data di RSUD AA, pasien atas nama Riko Muriadi telah menjalani Operasi dengan dr. Damo, SpBM. Pada 16 Desember 2008 masuk rawat inap, selajutnya 17 Desember 2008 dilakukan operasi, dan 23 Desember 2008 pasien diperbolehkan pulang. Pasien menggunakan pembayaran umum.

Kemudian pada 21 Maret 2017, pasien kembali datang ke RSUD AA untuk melakukan pemeriksaan menggunakan BPJS ke Poli THT yang ditangani dr. Asmawati, SpTHT.

Selanjutnya Poli THT berkonsultasi ke Poli Bedah Mulut, dengan dr. Masrial, SpBM. Kemudian dikonsul lagi ke Dokter Bedah Onkologi dengan dr. Elfadri, SpB Onk (K). Lalu pada 31 Maret 2017, pasien berobat ke Poli Bedah Onkologi dan dianjurkan pasien harus melakukan operasi.

Akhirnya pada 24 Oktober 2017, pihak RSUD AA kembali menghubungi pihak keluarga untuk meminta persetujuan rencana operasi yang akan dilaksanakan pada 26 Oktober 2017.

Namun hingga saat ini, tidak ada jawaban dari pihak keluarga apakah setuju atau tidak untuk dilakukan operasi terhadap pasien.

Direktur RSUD AA, dr. H. Nuzelly Husnedi, MARS., menyebutkan, berdasarkan informasinya, yang bersangkutan masih ragu-ragu untuk melakukan tindakan operasi.

"Kalau pasien memang sudah siap untuk operasi, dan datang ke RSUD AA akan dicek kondisinya oleh tim medis kita. Atau juga diingatkan, dan saya dengar pasien juga sudah dihubungi," jelas Nuzeli.

Karena disebutkan Direktur, RSUD AA membuka komunikasi dua arah, tidak hanya pasien, pihak rumah sakit juga mengomunikasikan hal-hal yang dirasa perlu untuk diberitahukan, contohnya pada kasus ini.

Meski demikian, pihak RSUD AA tetap kembali mencoba menghubungi pasien yang bersangkutan. 

"Bukan untuk mencari perdebatan, menanyakan kembali kondisi pasien saat ini, jika memang sudah siap dioperasi, bisa datang," jelas Direktur. 

Sementara itu, Kepala Unit Pengaduan RSUD Zurahmi mengatakan, pihaknya telah mencoba menghubungi pasien dan keluarganya tapi nomor yang ada tidak aktif.

"Saya sudah telepon nomor kontak yang ada. Tapi tidak aktif. Saya sms semoga nanti bisa terhubung," ucapnya.

Beginilah isi sms ke pasien: disarankan datang ke poli bedah onkologi hari Jum'at, 14 September 2018 ketemu dengan dr Elfadri Sp B Onk (K), pungkas Zurahmi. * (H-we)

Loading...


Berita Sosial lainnya..........
- Syamsuar dan Edy Natar Diajak Jenguk Ruang Penjara KPK
- Syamsuar dan Edy Natar Diajak Jenguk Ruang Penjara KPK
- Ribuan Warga Tumpah Dalam Gelaran Cap Go Meh Pekanbaru
- Usai Dilantik Presiden, Syamsuar Paparkan Program 100 Hari Pimpin Riau
- Tahun Ini, Bengkalis Masuk Nominasi Tiga Besar Perencanaan Pembangunan Daerah di Riau
- TNI, Polri dan Masyarakat Goro Bangun Jalan Desa Tebarau Panjang, Kuansing
- Pagi ini Dilantik Presiden, Gubri dan Wagubri Bersiap Syukuran di TMIi
- Tahun 2020 Pembangunan di Kampar Masih Diarahkan untuk Peningkatan Infrastruktur
- Sekda Bengkalis Ingatkan ASN untuk Tingkatkan Kinerja
- Dilarang Liput Dugaan Pencemaran Limbah di PKS PT MAN, Ini Reaksi PWI Rohul
- TNI Berikan Pelatihan Teknik Dasar Beladiri kepada Aggota BNNK Kuansing
- Demi Kesembuhan Ani Yudhoyono,
DPD Demokrat Riau Instruksikan DPC Gelar Doa Bersama

- Antisipasi DBD, TNI Bersama UPTD Kesehatan Kuantan Hilir Lakukan Fogging
- Besok Gubri Terpilih Dilantik, Wan Thamrin Minta PNS Tidak Kasak-kusuk
-
- Jaringan Pulih, Pelayanan Pembuatan KTP El di Kuansing Pulih
- SK Penetapan Kuansing Tuan Rumah Porprov Diterima Bupati
- Melalui MoU, Kejati Beri Pendampingan Penyelesaian Kredit Macet di BRK
- Buka Musrenbang Kecamatan Inuman,
Bupati Kuansing: Jangan Hanya Pembangunan Fisik, Usulkan Juga Peningkatan SDM

- Tutup Perayaan Imlek,
Gelaran Cap Go Meh Akan Hadirkan Atraksi Barongsai Terbanyak di Pekanbaru



Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda :
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com