Home > Sosial & Budaya >>
Berita Terhangat..
Kamis, 13 Desember 2018 18:46
BI Akui Baru 14 Juta UMKM Dapatkan Pembiayaan Perbankan

Kamis, 13 Desember 2018 18:40
BAZNas Rohul Gelontorkan Rp 50 Juta untuk Bantu 100 Pasien Kategori Miskin di RSUD

Kamis, 13 Desember 2018 17:35
Nihil Syarat Wajib, Pria Ini Malah Bisa Lulus 10 Besar Timsel II KPU Bengkalis

Kamis, 13 Desember 2018 17:19
Lagi Pengedar Sabu diamankan di Kuansing

Kamis, 13 Desember 2018 17:16
SBY dan Jokowi Sama-sama ke Riau, Diklaim Hanya Kebetulan

Kamis, 13 Desember 2018 16:52
Bupati Rohul Resmikan Gerai Pelayanan Publik di Kantor Kecamatan Rambah Hilir

Kamis, 13 Desember 2018 15:44
Bupati dan Sekda Ramaikan Hari Kesehatan Nasional ke-54 di Kantor Dinkes Rohul

Kamis, 13 Desember 2018 15:34
Sejumlah Ruas Jalan Aspal Mulai Terendam, Limpahan Air PLTA Koto Panjang Tiba di Pelalawan

Kamis, 13 Desember 2018 15:25
Dua Korban Banjir Kampar Ditemukan Tak Bernyawa

Kamis, 13 Desember 2018 15:06
Hanya di Duri, Bengkalis, Proyek Siluman Bertebaran Tanpa Keterangan

loading...


Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Jum’at, 14 September 2018 20:49
BIG Ajak Pemuda Riau Perangi Korupsi SDA

Badan Informasi Geospasial atau BIG mengajak pemuda di Riau menyatukan suara meawan korupsi SDA. Kegiatan kali ini mengusung tema "Peran Pemuda dalam Menjaga SDA dan Memberantas Korupsi".

Riauterkini - PEKANBARU – Puluhan anak muda Riau hari ini menyatukan suara melawan korupsi sumber daya alam (SDA) di Indonesia dalam acara bertema "Peran Pemuda dalam Menjaga SDA dan Memberantas Korupsi" yang diinisiasi oleh Badan Informasi Geospasial (BIG) di Pekanbaru.

Turut hadir pula Rara Sekar, musisi dan peneliti antropologi, dan Irham Acho, sutradara grup komedi MOP Papua Epen Cupen. Bersama kedua tokoh muda inspiratif tersebut, BIG memperdalam pemahaman generasi muda Riau yang hadir tentang korupsi SDA, serta Kebijakan Satu Peta sebagai salah satu solusinya.

"Peluang korupsi SDA dapat muncul, antara lain, karena tidak adanya satu peta yang menjadi rujukan pengelolaan SDA dan perencanaan pembangunan di Indonesia. Masing-masing institusi dapat memiliki versi peta yang berbeda, sehingga banyak yang tidak transparan," papar Kepala Pusat Pemetaan dan Integrasi Tematik BIG Dra. Lien Rosalina, sembari menambahkan bahwa ketiadaan satu peta rujukan juga menyebabkan banyak persoalan lain seperti tumpang-tindih perizinan dan sengketa lahan.

Terkait isu tersebut, BIG berperan mengkoordinasi proses pelaksanaan Kebijakan Satu Peta sebagai salah satu solusinya. Jika telah sepenuhnya terlaksana, kebijakan ini akan meningkatkan transparansi pengelolaan lahan, memperbaiki koordinasi antarinstansi, dan mempersempit kemungkinan korupsi SDA.

"Anak muda harus ikut melawan korupsi SDA karena kitalah yang akan paling merasakan dampaknya di masa depan. Di tahun 2050, misalnya, kebutuhan pangan akan naik 70% dibandingkan di tahun 2006. Kalau deforestasi ilegal kita biarkan, kemampuan hutan Indonesia untuk mencukupi kebutuhan pangan ratusan juta masyarakat dapat turun drastis," ujar musisi dan peneliti antropologi Rara Sekar.

"Oleh karena itu, kita harus mendukung pengelolaan SDA Indonesia secara berkelanjutan. Salah satunya, dengan mendorong implementasi Kebijakan Satu Peta lewat berbagai media kreatif," sambung Rara.

Sebagai contoh keterlibatan kreatif anak muda, sutradara Irham Acho pun memutarkan miniseri Epen Cupen karyanya yang berjudul "Ini Tanah Siapa?". Miniseri tersebut mengupas Kebijakan Satu Peta dalam format komedi, sehingga memudahkan masyarakat umum untuk memahami dan berperan aktif mendukung pengelolaan lahan yang berkelanjutan.

Irham Acho mengatakan, "Miniseri komedi 'Ini Tanah Siapa?' lahir dari pengalaman kami sebagai putra-putri Papua. Di tempat tinggal kami di Merauke, kami banyak mendengar atau bahkan menyaksikan sendiri masalah tumpang-tindih lahan dan korupsi SDA yang mengakibatkan konflik antarmasyarakat, swasta, maupun pemerintah. Namun, masih sedikit masyarakat Indonesia yang paham akan pentingnya partisipasi aktif mereka untuk melindungi SDA kita."

Telah ditonton lebih dari satu juta kali dalam kurun waktu kurang dari satu bulan, 'Ini Tanah Siapa?' mengisahkan tentang tiga orang sahabat asal Papua, yaitu Celo, Dodi, dan Nato. Masing-masing tokoh utama tersebut tengah mengalami isu terkait lahan. Kisah Celo mewakili dilema yang umum dihadapi pihak swasta terkait perizinan lahan. Sedangkan, Dodi memerankan seorang pemuda adat yang tergusur dari lahan turun-temurun akibat masuknya pihak luar. Sementara, Nato menggambarkan aparat pemerintah yang terjebak dalam kasus suap untuk meloloskan izin lahan baru.

Tim Epen Cupen membalut ketiga kisah tersebut dalam sketsa MOP, atau budaya hiburan turun-temurun khas masyarakat Papua. Umumnya, lelucon MOP Papua diambil dari kisah nyata sehari-hari yang dibumbui untuk kemudian dibagikan kala berkumpul di sekitar api unggun.

"Kami harap, dengan mengemas sesuatu yang dianggap rumit ke dalam konteks sehari-hari yang lebih ringan dan berbumbu komedi, masyarakat sadar bahwa isu tersebut mungkin menimpa siapa saja. Dengan demikian, bersama-sama pemerintah, masyarakat dapat mendorong realisasi Kebijakan Satu Peta di Indonesia," tutup Irham Acho. ***(dan)

Loading...


Berita Sosial lainnya..........
- BAZNas Rohul Gelontorkan Rp 50 Juta untuk Bantu 100 Pasien Kategori Miskin di RSUD
- Bupati Rohul Resmikan Gerai Pelayanan Publik di Kantor Kecamatan Rambah Hilir
- Dibalut Seni dan Budaya, Ayo Hadiri CFN Selatbaru, Bengkalis 
- Bayi Ditemukan Dalam Kantong Plastik di Bengkalis Diserahkan ke Ortu Asuh
- Independent School Riau Chevron Sumbang 2.585 Buku Untuk Perpustakaan Pekanbaru Untuk kali kedua, ISR Chevron menyumbangkan buku untuk Dinas Perpustakaandan Kearsipan Pekanbaru. Jumlahnya, 2.585 buku. Riauterkini-PRKANBARU-Bantu program pendidikan ser
- Pawai Ta'aruf MTQ ke 37 Riau, Kuansing Tampilkan Tema "Mengantar Anak Pancar oleh Induak Bako"
- Jalan Lintas Mumpa-Pekan Heran di Rengat, Inhu Putus
- Kabupaten Peduli HAM,
Bupati Inhil Terima Penghargaan Kemenkumham RI

- Sekdakab Dianto Mampanini Lepas Kafilah Kuansing ke MTQ ke-37 Riau di Pekanbaru
- Jelang Akhir Tahun Program EVP Beri Manfaat Untuk Warga
- Gubri Lepas Pawai Taaruf, Pemprov Siapkan Bonus Pemenang MTQ Riau ke-37
- Pemkab Kuansing Bantu 30 Ton Beras pada Korban Banjir
- Pelantikan PWI Bengkalis Bakal Dihadiri Ketum Pusat
- Kabupaten Peduli HAM, Bupati Bengkalis Terima Penghargaan Kemenkum HAM RI
- DLH Kuansing Serahkan Sebanyak 247 Kartu BPJS Kepada PHL
- ‎36 Pejabat Pemkab Rohul Ikuti Seleksi Terbuka Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama
- Puluhan 'Pelayan' di Bengkalis Ikuti Sosialisasi UU KIP
- Seorang Mahasiswi Tewas jadi Korban Jalan Rusak,
Zulfi Mursal Minta Pemprov Riau Serius Perbaiki Jalan Rusak di Siak

- Pemkab Kuansing Raih Penghargaan Kepatuhan Standar Pelayanan Publik 2018
- Pemkab Pelalawan Raih Penghargaan Predikat Kepatuhan Tinggi dari Ombudsman


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda :
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com