Home > Sosial & Budaya >>
Berita Terhangat..
Rabu, 23 Januari 2019 22:50
Peluncuran Program DMIJ Plus Terintegrasi, Bupati Inhil Ungkap Telah Siapkan Berbagai Terobosan

Rabu, 23 Januari 2019 21:07
Dugaan Perselingkuhan Oknm DPRD Kuansing,
Keluarga Terlapor Sempat Minta Mencabut Pengaduan


Rabu, 23 Januari 2019 20:58
Berbagai Gelaran Disiapkan Panitia Imlek Bersama Sambut Perayaan Imlek 2019

Rabu, 23 Januari 2019 20:53
Polsek Ukui Gagalkan Mobil Truk Pengangkut 'Illog'

Rabu, 23 Januari 2019 19:32
Sinergitas TNI-Polri, Polres Inhu Sosialisasi Bahaya Narkoba di Kodim 0302

Rabu, 23 Januari 2019 19:13
Yowan Terpilih Menjadi Ketua LPM Kecamatan Rumbai Pesisir, Pekanbaru

Rabu, 23 Januari 2019 17:04
Ratusan Prajurit Kodim 0313/KPR se-Rohul‎ Jalani Minggu Militer di Pasirpangaraian

Rabu, 23 Januari 2019 16:53
Kadis PUPR Rohul Turun Tangan,
‎Jalan Provinsi di Rambah Hilir Rusak tarena tak Ada Drainese


Rabu, 23 Januari 2019 16:48
Peredaran Narkoba di LP Kelas II B Bangkinang Kembali Terungkap

Rabu, 23 Januari 2019 16:44
Bandara Sepi, Porter Andalkan Penerbangan Internasional

loading...


Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Jum’at, 14 September 2018 20:49
BIG Ajak Pemuda Riau Perangi Korupsi SDA

Badan Informasi Geospasial atau BIG mengajak pemuda di Riau menyatukan suara meawan korupsi SDA. Kegiatan kali ini mengusung tema "Peran Pemuda dalam Menjaga SDA dan Memberantas Korupsi".

Riauterkini - PEKANBARU Puluhan anak muda Riau hari ini menyatukan suara melawan korupsi sumber daya alam (SDA) di Indonesia dalam acara bertema "Peran Pemuda dalam Menjaga SDA dan Memberantas Korupsi" yang diinisiasi oleh Badan Informasi Geospasial (BIG) di Pekanbaru.

Turut hadir pula Rara Sekar, musisi dan peneliti antropologi, dan Irham Acho, sutradara grup komedi MOP Papua Epen Cupen. Bersama kedua tokoh muda inspiratif tersebut, BIG memperdalam pemahaman generasi muda Riau yang hadir tentang korupsi SDA, serta Kebijakan Satu Peta sebagai salah satu solusinya.

"Peluang korupsi SDA dapat muncul, antara lain, karena tidak adanya satu peta yang menjadi rujukan pengelolaan SDA dan perencanaan pembangunan di Indonesia. Masing-masing institusi dapat memiliki versi peta yang berbeda, sehingga banyak yang tidak transparan," papar Kepala Pusat Pemetaan dan Integrasi Tematik BIG Dra. Lien Rosalina, sembari menambahkan bahwa ketiadaan satu peta rujukan juga menyebabkan banyak persoalan lain seperti tumpang-tindih perizinan dan sengketa lahan.

Terkait isu tersebut, BIG berperan mengkoordinasi proses pelaksanaan Kebijakan Satu Peta sebagai salah satu solusinya. Jika telah sepenuhnya terlaksana, kebijakan ini akan meningkatkan transparansi pengelolaan lahan, memperbaiki koordinasi antarinstansi, dan mempersempit kemungkinan korupsi SDA.

"Anak muda harus ikut melawan korupsi SDA karena kitalah yang akan paling merasakan dampaknya di masa depan. Di tahun 2050, misalnya, kebutuhan pangan akan naik 70% dibandingkan di tahun 2006. Kalau deforestasi ilegal kita biarkan, kemampuan hutan Indonesia untuk mencukupi kebutuhan pangan ratusan juta masyarakat dapat turun drastis," ujar musisi dan peneliti antropologi Rara Sekar.

"Oleh karena itu, kita harus mendukung pengelolaan SDA Indonesia secara berkelanjutan. Salah satunya, dengan mendorong implementasi Kebijakan Satu Peta lewat berbagai media kreatif," sambung Rara.

Sebagai contoh keterlibatan kreatif anak muda, sutradara Irham Acho pun memutarkan miniseri Epen Cupen karyanya yang berjudul "Ini Tanah Siapa?". Miniseri tersebut mengupas Kebijakan Satu Peta dalam format komedi, sehingga memudahkan masyarakat umum untuk memahami dan berperan aktif mendukung pengelolaan lahan yang berkelanjutan.

Irham Acho mengatakan, "Miniseri komedi 'Ini Tanah Siapa?' lahir dari pengalaman kami sebagai putra-putri Papua. Di tempat tinggal kami di Merauke, kami banyak mendengar atau bahkan menyaksikan sendiri masalah tumpang-tindih lahan dan korupsi SDA yang mengakibatkan konflik antarmasyarakat, swasta, maupun pemerintah. Namun, masih sedikit masyarakat Indonesia yang paham akan pentingnya partisipasi aktif mereka untuk melindungi SDA kita."

Telah ditonton lebih dari satu juta kali dalam kurun waktu kurang dari satu bulan, 'Ini Tanah Siapa?' mengisahkan tentang tiga orang sahabat asal Papua, yaitu Celo, Dodi, dan Nato. Masing-masing tokoh utama tersebut tengah mengalami isu terkait lahan. Kisah Celo mewakili dilema yang umum dihadapi pihak swasta terkait perizinan lahan. Sedangkan, Dodi memerankan seorang pemuda adat yang tergusur dari lahan turun-temurun akibat masuknya pihak luar. Sementara, Nato menggambarkan aparat pemerintah yang terjebak dalam kasus suap untuk meloloskan izin lahan baru.

Tim Epen Cupen membalut ketiga kisah tersebut dalam sketsa MOP, atau budaya hiburan turun-temurun khas masyarakat Papua. Umumnya, lelucon MOP Papua diambil dari kisah nyata sehari-hari yang dibumbui untuk kemudian dibagikan kala berkumpul di sekitar api unggun.

"Kami harap, dengan mengemas sesuatu yang dianggap rumit ke dalam konteks sehari-hari yang lebih ringan dan berbumbu komedi, masyarakat sadar bahwa isu tersebut mungkin menimpa siapa saja. Dengan demikian, bersama-sama pemerintah, masyarakat dapat mendorong realisasi Kebijakan Satu Peta di Indonesia," tutup Irham Acho. ***(dan)

Loading...


Berita Sosial lainnya..........
- Berbagai Gelaran Disiapkan Panitia Imlek Bersama Sambut Perayaan Imlek 2019
- Sinergitas TNI-Polri, Polres Inhu Sosialisasi Bahaya Narkoba di Kodim 0302
- Yowan Terpilih Menjadi Ketua LPM Kecamatan Rumbai Pesisir, Pekanbaru
- Ratusan Prajurit Kodim 0313/KPR se-Rohul‎ Jalani Minggu Militer di Pasirpangaraian
- Kadis PUPR Rohul Turun Tangan,
‎Jalan Provinsi di Rambah Hilir Rusak tarena tak Ada Drainese

- Gubri Ingin Jembatan Siak IV Diberi Nama Pendiri Kota Pekanbaru
- Sesuai Letaknya,
Waka DPRD Riau Kordias Pasaribu Usulkan Nama Pelita untuk Jembatan Siak IV

- Diduga DL Massal, Kantor Bupati dan DPRD Pelalawan Lengang Mencekam
- Turun ke Rokan Hulu, Rupanya Ini yang Dilakukan Tim Peneliti Puslitbang Polri
- Pulang Umroh, Gubri Kembali Jalankan Tugas Kepala Daerah
- Disaksikan Bupati Harris, Pengurus PGRI Kecamatan Ukui Dilantik
- Tuntutan Tak Dipenuhi, Kepala BPN Riau Dianggap Kangkangi Perintah Presiden Jokowi
- Mahasiswa Siap Kawal Proses Hukum Dugaan Mesum Oknum Dewan Kuansing
- Dikukuhkan Jadi Komut, Masperi Diberi Amanah Kembangkan PT Jamkrida
- Masuki Era Industri 4.0, Perusahaan Terapkan Zero Fatality
- ‎Pertama di Provinsi Riau, BPN Rohul Canangkan Zona Integritas Menuju WBK dan WBBM
- Hindari Pemborosan, Gubri Terpilih Bakal Kurangi OPD
- Walikota Firdaus Kukuhkan 10 Pejabat Teras Pemko Pekanbaru
- Kemari PT CPI Silaturahmi dengan LAM Riau
- 2019, Kuota JCH Bengkalis 444 Orang


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda :
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com