Home > Sosial & Budaya >>
Berita Terhangat..
Selasa, 13 Nopember 2018 13:58
Terbukti Menurut Jaksa,
Tiga Terdakwa Korupsi Danau Buatan, Rohil Dituntut 5 Tahun Penjara


Selasa, 13 Nopember 2018 13:48
Tingkatkan PAD, Kejaksaan Kuansing Siap Bekerjasma dengan Bapenda

Selasa, 13 Nopember 2018 13:27
Tingkatkan Kualitas Pendidikan,
Wakil Rakyat DPRD Riau Canangkan Program Pendidikan Gratis SMA se-derajat


Selasa, 13 Nopember 2018 13:25
Operasi Zebra Siak Muara Takus 2018 di Bengkalis Usai, 1201 Tilang di Dominasi Roda Dua

Selasa, 13 Nopember 2018 13:02
Terlindas Bus PT ASP, Seorang Murid SD di Pelalawan Tewas Menggenaskan

Selasa, 13 Nopember 2018 13:00
Pemko Pekanbaru Stop Menerima ASN Pindahan

Selasa, 13 Nopember 2018 12:58
Baru Siap Dikerjakan, Proyek Jalan Hot Mix Senilai Rp2,4 Miliar di Duri Mulai Rusak

Selasa, 13 Nopember 2018 12:55
Tidak Hadir Ujian SKD, 265 Pelamar CPNS Pemko Pekanbaru Gugur

Selasa, 13 Nopember 2018 11:14
Ketua DPRD Kuansing Bantu Perbaikan Rumah Warga Rudak Akibat Banjir

Selasa, 13 Nopember 2018 10:58
BKKBN Provinsi Riau Gandeng Media Gelar Pertemuan Forum Kehumasan Program KKBPK

loading...


Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Jum’at, 14 September 2018 20:49
BIG Ajak Pemuda Riau Perangi Korupsi SDA

Badan Informasi Geospasial atau BIG mengajak pemuda di Riau menyatukan suara meawan korupsi SDA. Kegiatan kali ini mengusung tema "Peran Pemuda dalam Menjaga SDA dan Memberantas Korupsi".

Riauterkini - PEKANBARU Puluhan anak muda Riau hari ini menyatukan suara melawan korupsi sumber daya alam (SDA) di Indonesia dalam acara bertema "Peran Pemuda dalam Menjaga SDA dan Memberantas Korupsi" yang diinisiasi oleh Badan Informasi Geospasial (BIG) di Pekanbaru.

Turut hadir pula Rara Sekar, musisi dan peneliti antropologi, dan Irham Acho, sutradara grup komedi MOP Papua Epen Cupen. Bersama kedua tokoh muda inspiratif tersebut, BIG memperdalam pemahaman generasi muda Riau yang hadir tentang korupsi SDA, serta Kebijakan Satu Peta sebagai salah satu solusinya.

"Peluang korupsi SDA dapat muncul, antara lain, karena tidak adanya satu peta yang menjadi rujukan pengelolaan SDA dan perencanaan pembangunan di Indonesia. Masing-masing institusi dapat memiliki versi peta yang berbeda, sehingga banyak yang tidak transparan," papar Kepala Pusat Pemetaan dan Integrasi Tematik BIG Dra. Lien Rosalina, sembari menambahkan bahwa ketiadaan satu peta rujukan juga menyebabkan banyak persoalan lain seperti tumpang-tindih perizinan dan sengketa lahan.

Terkait isu tersebut, BIG berperan mengkoordinasi proses pelaksanaan Kebijakan Satu Peta sebagai salah satu solusinya. Jika telah sepenuhnya terlaksana, kebijakan ini akan meningkatkan transparansi pengelolaan lahan, memperbaiki koordinasi antarinstansi, dan mempersempit kemungkinan korupsi SDA.

"Anak muda harus ikut melawan korupsi SDA karena kitalah yang akan paling merasakan dampaknya di masa depan. Di tahun 2050, misalnya, kebutuhan pangan akan naik 70% dibandingkan di tahun 2006. Kalau deforestasi ilegal kita biarkan, kemampuan hutan Indonesia untuk mencukupi kebutuhan pangan ratusan juta masyarakat dapat turun drastis," ujar musisi dan peneliti antropologi Rara Sekar.

"Oleh karena itu, kita harus mendukung pengelolaan SDA Indonesia secara berkelanjutan. Salah satunya, dengan mendorong implementasi Kebijakan Satu Peta lewat berbagai media kreatif," sambung Rara.

Sebagai contoh keterlibatan kreatif anak muda, sutradara Irham Acho pun memutarkan miniseri Epen Cupen karyanya yang berjudul "Ini Tanah Siapa?". Miniseri tersebut mengupas Kebijakan Satu Peta dalam format komedi, sehingga memudahkan masyarakat umum untuk memahami dan berperan aktif mendukung pengelolaan lahan yang berkelanjutan.

Irham Acho mengatakan, "Miniseri komedi 'Ini Tanah Siapa?' lahir dari pengalaman kami sebagai putra-putri Papua. Di tempat tinggal kami di Merauke, kami banyak mendengar atau bahkan menyaksikan sendiri masalah tumpang-tindih lahan dan korupsi SDA yang mengakibatkan konflik antarmasyarakat, swasta, maupun pemerintah. Namun, masih sedikit masyarakat Indonesia yang paham akan pentingnya partisipasi aktif mereka untuk melindungi SDA kita."

Telah ditonton lebih dari satu juta kali dalam kurun waktu kurang dari satu bulan, 'Ini Tanah Siapa?' mengisahkan tentang tiga orang sahabat asal Papua, yaitu Celo, Dodi, dan Nato. Masing-masing tokoh utama tersebut tengah mengalami isu terkait lahan. Kisah Celo mewakili dilema yang umum dihadapi pihak swasta terkait perizinan lahan. Sedangkan, Dodi memerankan seorang pemuda adat yang tergusur dari lahan turun-temurun akibat masuknya pihak luar. Sementara, Nato menggambarkan aparat pemerintah yang terjebak dalam kasus suap untuk meloloskan izin lahan baru.

Tim Epen Cupen membalut ketiga kisah tersebut dalam sketsa MOP, atau budaya hiburan turun-temurun khas masyarakat Papua. Umumnya, lelucon MOP Papua diambil dari kisah nyata sehari-hari yang dibumbui untuk kemudian dibagikan kala berkumpul di sekitar api unggun.

"Kami harap, dengan mengemas sesuatu yang dianggap rumit ke dalam konteks sehari-hari yang lebih ringan dan berbumbu komedi, masyarakat sadar bahwa isu tersebut mungkin menimpa siapa saja. Dengan demikian, bersama-sama pemerintah, masyarakat dapat mendorong realisasi Kebijakan Satu Peta di Indonesia," tutup Irham Acho. ***(dan)

Loading...


Berita Sosial lainnya..........
- Tingkatkan PAD, Kejaksaan Kuansing Siap Bekerjasma dengan Bapenda
- Pemko Pekanbaru Stop Menerima ASN Pindahan
- Tidak Hadir Ujian SKD, 265 Pelamar CPNS Pemko Pekanbaru Gugur
- BKKBN Provinsi Riau Gandeng Media Gelar Pertemuan Forum Kehumasan Program KKBPK
- Tarik Menarik Tas Sama Pelaku Jambret, Pegawai PN Pekanbaru Tersungkur
- Jadikan Jembatan Sebagai Tempat Nongkrong, Polsek Pangean, Kuansing Gelar Patroli
- Tingkatkan PAD, Bapenda Minta Masukan dari Kejari Kuansing
- Permudah Layanan, RSUD Petala Bumi Luncurkan Aplikasi Simpati dan Sitaro
- Ambruk Diterjang Banjir, Ketua DPRD Kuansing Tinjau Rumah Sundari
- 2019, Pembayaran Tambahan Penghasilan ASN di Bengkalis 'Full Tank'
- Beri Dukungan Moril, Bupati Bengkalis Kunjungi Korban Kebakaran di Duri
- Peringati HKN Tahun 2018,
Pemkab Kampar Serahkan Penghargaan kepada Tenaga Medis Teladan

- Ketua DPRD: Rumah Layak Huni di Bengkalis Harus Tepat Sasaran, Adil dan Merata
- )Quick Respons, Bupati Bengkalis Sidak RSUD Mandau dan UPT Capilduk di Duri
- Lima Tahun Vakum, Peringatan HKN Kembali Digelar Pemko Pekanbaru
- HKN ke-54, 5 Tenaga Kesehatan Raih Penghargaan Pemkab Bengkalis
- Harumkan Nama Riau, Plt Gubri Beri Penghargaan Puskesmas Sungai Apit
- Ulang Tahun, Kapolres Rohul Dapat Kejutan
- Hari Pahlawan, Kapolres Rohul Ajak Selalu Hormati Jasa Pahlawan
- Ketua MKGR Riau Salurkan Bantuan untuk Korban Banjir di Kuansing dan Inhu


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda :
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com