Home > Sosial & Budaya >>
Berita Terhangat..
Rabu, 26 Juni 2019 21:09
Status 133 Honorer Pemkab Bengkalis Lulus Seleksi P3K Pusat Belum Jelas

Rabu, 26 Juni 2019 21:05
Aksi Penyelundupan Satwa Senilai Rp.1,4 Miliar Digagalkan

Rabu, 26 Juni 2019 21:03
Sehari, Polres Bengkalis Gulung 5 Pengedar Narkoba di 4 TKP

Rabu, 26 Juni 2019 19:28
Ketua Umum FKIJK Riau Diserahterimakan dari DR. Irvandi Gustari ke Wahyu Sulistiyono

Rabu, 26 Juni 2019 19:23
Produksi Minyak Block Rokan Menurun Sejak 2016

Rabu, 26 Juni 2019 19:00
Peringati HANI, Kampar Ingin Bebas dari Narkoba dan Miliki Rumah Sakit Rehabilitasi

Rabu, 26 Juni 2019 18:56
2019, Pengajuan Cerai di Pekanbaru Meningkat

Rabu, 26 Juni 2019 18:27
Enam Kendaraan Tabrakan Beruntun di Depan Stadion Utama Riau

Rabu, 26 Juni 2019 18:23
Mega Proyek 'Technopark' Pelalawan Dapat Kunjungan 17 Anggota DPR-RI

Rabu, 26 Juni 2019 17:31
Lepas 436 Peserta Kukerta Universitas Riau,‎ Sekda Rohul Pesankan ini ke Mahasiswa

loading...


Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Rabu, 19 September 2018 11:01
Dalduk KB Galakkan Kesehatan Reproduksi Bagi Ibu PKK se-kota Pekanbaru

Dalam rangka menekan kematian ibu dan anak salah bersalin, Disduk KB menggalakkan kesehatan reproduksi ibu PKK se-Kota Pekanbaru.

Riauterkini - PEKANBARU-Kesehatan reproduksi merupakan salah satu hal yang harus diperhatikan secara khusus oleh masyarakat di kota Pekanbaru. Karena dari reproduksi yang sehat akan menciptakan manusia yang sehat secara reproduksi.

Demikian dikatakan Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kota Pekanbaru M. Amin disela-sela acara seminar Keluarga Berencana dan kesehatan reproduksi se kota Pekanbaru yang dilangsungkan selama 1 hari Rabu 19 September 2018 di Hotel Alpha Pekanbaru.

" Diharapkan di kegiatan ini agar dapat menciptakan masyarakat yang sehat secara reproduksi sebagai sarana menciptakan masyarakat atau manusia manusia madani nantinya sesuai arahan Walikota Pekanbaru, Dr. H. Firdaus," sebutnya. Kata dia, ruang lingkup kesehatan reproduksi sangat luas, karena menyangkut kehidupan manusia sejak lahir hingga mati.

"Lebih rinci menggunakan pendekatan siklus hidup, sehingga diperoleh pelayanan yang nyata dan dapat dilaksanakan kespro diberbagai hal," katanya lagi.

Ia mencontohkan, salah satu ruang lingkup kesehatan reproduksi ini kesehatan ibu dan bayi yang baru lahir. Jadi, kata dia, untuk meningkatkan kesehatan reproduksi adalah dengan cara memahami resiko kehamilan.

Ia memaparkan, ada empat resiko kehamilan, yaitu terlalu hamil tua yaitu di atas 35 tahun, terlalu muda hamil di bawah 20 tahun, terlalu sering hamil lebih dari tiga anak dan terlalu dekat jarak kehamilan kurang dari tiga tahun.

"Resiko ini dapat menyebabkan kesakitan bahkan kematian bagi ibu," kata dia.

Lanjutnya, Disdalduk KB tidak dapat menjalankan program ini sendirian, karena itu Disdalduk KB membutuhkan dukungan dan komitmen.

"Selain itu perlu kepedulian tinggi, partisipasi, dan kerjasama dari para pemangku kepentingan mitra kerja," jelasnya.

"Selain itu, dengan terbitnya PP Nomor 61 Tahun 2014 tentang Kesehatan Reproduksi. Maka untuk menjamin memenuhi hak-hak kesehatan reproduksi setiap orang memperoleh pelayanan kesehatan ibu melalui pelayanan pengaturan kehamilan, penggunaan kontrasepsi, dan kesehatan seksual yang bermutu," jelasnya.

Senada dengan Kadisdalduk KB Kepala Bidang KB dra. Eni Nesra Yeti, menyampaikan kegiatan ini sangat prioritas untuk masyarakat karena kesehatan reproduksi merupakan hal yang penting.

Kondisi saat ini, kesehatan reproduksi sangat mengkhawatirkan dan memprihatinkan seperti kelangsungan hidup ibu, bayi dan anak, karena kesehatan reproduksi di Indonesia masih rendah.

"Oleh karena itu, perlu adanya peningkatan pemahaman dan kesadaran semua pihak," tambahnya.

Disisi lain, Kepala Bidang Dalduk Doni Sali Irwan menyampaikan pada acara ini kita buat dengan design yang disukai oleh peserta karena kita ciptakan foto booth untuk ibu ibu. "Semua sebagai peserta diacara Ini dan dibuat agar para peserta tidak bosan dan bertujuan supaya kegiatan ini dapat diketahui oleh semua lapisan, dengan berfotonya ibu tersebut pasti akan di upload dengan Medsos seperti FB, Instagram dan nanti akan menyuarakan kegiatan ini sebanyak mungkin," singkatnya.

Pada seminar ini dihadiri oleh 200 orang anggota pkk sekota pekanbaru dan yang menjadi narasumber adalah dr. Rizaldi, dan prof . Dr . H. ILYAS HUSTI dan dibuka langsung oleh Staf Ahli Bidang kemasyarakatan yaitu drg. Helda S Munir.***(dan)

Loading...


Berita Sosial lainnya..........
- Status 133 Honorer Pemkab Bengkalis Lulus Seleksi P3K Pusat Belum Jelas
- Ketua Umum FKIJK Riau Diserahterimakan dari DR. Irvandi Gustari ke Wahyu Sulistiyono
- Peringati HANI, Kampar Ingin Bebas dari Narkoba dan Miliki Rumah Sakit Rehabilitasi
- 2019, Pengajuan Cerai di Pekanbaru Meningkat
- Peringati HANI, Kampar Ingin Bebas dari Narkoba dan Miliki Rumah Sakit Rehabilitasi Narkoba
- 5 Bulan Lalu Lintas Warga Asing ke Bengkalis 1.537 Orang
- Polres Kuansing Bagikan Bantuan ke Panti Asuhan dalam Rangka HUT Bhyangkara
- Puluhan ASN dan Honorer PN Bengkalis Mendadak Ikuti Tes Urine
- LAMR Sokong Langkah Hukum Pemprov Riau Laporkan Penghina Gubri
- ‎Kapolda Riau Resmikan Mako Polres Rohul Senilai Rp13 Miliar
- Bupati Harris Bertekad Bangun Pelabuhan Sokoi di Kuala Kampar
- APBD-P 2019 Terus Digesa, MTQ dan Pelaksanaan Visi Misi Gubri Jadi Prioritas
- 10 Tahun Tanpa ADD, 14 Desa di Rohil Segera Diberi Kode Registrasi
- Aliansi Suporter PSPS Usulkan Perombakan Manajemen
- PPDB Kembali Terapkan Sistem Zonasi, Masyarakat Mandau Harap Harap Cemas
- Mesin PKS Alami Kendala Teknis, Sebabkan PT MUP tak Terima TBS Masyarakat
- Pelayanan Hemodialisa di RSUD Rohul Akan Dibuka Juli 2019
- Bebaskan Denda PBB, Kado HUT ke-235 Pekanbaru dari Bapenda
- DPD Astindo Riau Gelar Sertifikasi Profesi Tenaga Pariwisata
- HUT ke 73 Bhayangkara, Polres Kuansing Taja Donor Darah


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda :
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com