Home > Sosial & Budaya >>
Berita Terhangat..
Ahad, 26 Mei 2019 23:22
Bus Medan Jaya Vs Truck Tronton, Puluhan Penumpang Terluka

Ahad, 26 Mei 2019 17:27
BOB Laporkan Pencurian Minyak ke Polisi

Ahad, 26 Mei 2019 17:22
Rektor UIR Ajak Mahasiswa Bangun Kemitraan dengan Berbagai Pihak

Ahad, 26 Mei 2019 16:11
Lebaran, Bengkalis Siapkan 7 Posko Pelayanan Arus Mudik Balik

Ahad, 26 Mei 2019 15:10
Jelang Lebaran,
Kalangan di Bengkalis Desak Pemprov Riau Segera Perbaiki Kerusakan Jalan Poros


Ahad, 26 Mei 2019 14:06
Ketua DPRD Kuansing Buka MTQ Desa Ujung Tanjung Siberakun Benai

Ahad, 26 Mei 2019 14:00
Disebut Mantan Napi, Dirut BUMD Pelalawan 'Digoyang'

Ahad, 26 Mei 2019 13:50
Kecelakaan Maut Tewaskan Seorang Pelajar di Pelalawan

Ahad, 26 Mei 2019 12:46
Kembali, Satlantas Polres Bengkalis Tertibkan Balapan Liar di Duri

Ahad, 26 Mei 2019 06:58
PLN Bikin Gubri Geram, Perayaan Waisak Nasional Tanpa Listrik

loading...


Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Ahad, 23 September 2018 13:53
Ribuan Warga Tionghoa Ramaikan Gelaran Festival Kue Bulan di Pekanbaru

Ribuan warga Tionghoa tumpah dalam gelaran (Zhong Qiu) yang juga festival Pertengahan Musim Gugur di Kampung Tionghoa Melayu jalan Karet Pekanbaru.

Riauterkini - PEKANBARU - Gelaran Festival Kue Bulan kembali digelar di Pekanbaru oleh warga Tionghoa Pekanbaru. Ribuan warga hadir dalam gelaran yang dimulai dengan pawai lampion dan mobil hias mulai pukul 17.00 WIB, kemarin. Bukan hanya warga suku Tionghoa saja, hadir juga warga dari suku dan etnis lain yang terdapat di Pekanbaru.

Ketua Panitia Festival Kue Bulan 2018, Mariyana mengatakan, Festival Kue Bulan merupakan salah satu perayaan penting dalam tradisi Tionghoa di seluruh dunia. Tentu festival ini juga dapat dijadikan ikon kota Pekanbaru di bidang pariwisata.

"Kami sudah siapkan acara ini sejak tiga bulan lalu dengan melibatkan organisasi keagamaan dan Tionghoa di Pekanbaru. Dimana kita juga hias Kampung Tionghoa ini dengan ratusan lampion disepanjang jalan," katanya.

Pemasangan lampion ini, tambah Mariyana sebagai simbol bulat dari bulan. Lampion merah maupun kue bulan bermakna keutuhan atau reuni keluarga yang penuh sukacita dan bahagia.

"Ini juga merupakan momen dalam rangka mensyukuri karunia tuhan dan penghormatan kepada alam semesta," terangnya.

Dikatakannya, selain 3000 warga Tionghoa, diperkirakan hadir sekitar 10 ribu pengunjung di beragam acara yang digelar. Seperti lomba fotografi untuk umum, lomba lampion dan makan kue bulan bersama. Terdapat juga berbagai kesenian yang akan menghibur pengunjung.

Sementara itu, Ketua Paguyuban Sosial Marga Tionghoa Indonesia (PSMTI) Riau, Peng Suyoto mengatakan, perayaan untuk melestarikan budaya Tionghoa dan festival kue bulan terbuka untuk umum.

"Kami turut mengundang Gubernur Riau, Walikota Pekanbaru berbagai organisasi lainnya yang ada di Pekanbaru. Hadir juga Pecinta Sastra Tionghoa Indonesia. Kami berharap Festival Kue Bulan dapat menjadi agenda wisata yang dapat mendatangkan wisatawan," Jelasnya.

Perayaan pertengahan Musim Gugur atau Zhong Qiu Jie (Tiong Ciu dalam dialek Hokkian) merupakan salah satu perayaan penting dalam tradisi warga Tionghoa di seluruh dunia sejak ribuan tahun lalu. Dengan makanan khasnya yang disebut Kue Bulan (Moon Cake) yang umumnya berbentuk bulat dengan berbagai cita rasa.

Sedangkan Kepala Dinas Kebudayaan Riau, Yoserizal Zen yang turut hadir dalam gelaran tersebut mengatakan pihaknya sangat apresiasi dengan gelaran ini. Menurutnya gekaran ini dapat menjadi salah satu tujuan wisata di bidang budaya di daerah Riau.

"Ini merupakan gelaran yang terbuka untuk umum. Tidak menutup kemungkinan dapat menjadi salah satu ikon kota Pekanbaru dan destinasi wisata di Riau," katanya.

Senada dengan itu, Kadis Pariwisata Kota Pekanbaru, Ardiansyah Eka Putra menambahkan, gelaran ini berpotensi mendatangkan wisatawan dari luar daerah Riau, seperti halnya gelaran Bakar Tongkang yang sudah cukup dikenal di masyarakat.

"Kita berharap event ini dapat tetap terlaksana setiap tahunnya. Sebab dapat turut meningkatkan perekonomian masyarakat dan juga daerah dari sektor pariwisatanya," singkatnya.***(rul)

Loading...


Berita Sosial lainnya..........
- Lebaran, Bengkalis Siapkan 7 Posko Pelayanan Arus Mudik Balik
- Jelang Lebaran,
Kalangan di Bengkalis Desak Pemprov Riau Segera Perbaiki Kerusakan Jalan Poros

- Disebut Mantan Napi, Dirut BUMD Pelalawan 'Digoyang'
- PLN Bikin Gubri Geram, Perayaan Waisak Nasional Tanpa Listrik
- 3500 Umat Buddha Hadiri Waisak Nasional di Candi Muara Takus
- Hadapi Persaingan Global, Peradi Pekanbaru Siapkan Advokat Menguasi Bahasa Inggris
- Nikmati 4Gpluskuat Saat Berbuka Puasa
- Tanpa Dana Desa, Pembangunan Tak Kan Merata di Kuansing
- Berbagi Kebahagiaan, PT Rifan Financindo Berjangka Pekanbaru Santuni Puluhan Anak Yatim
- Bupati Kampar Lantik 11 Pejabat Eselon II
- Imigrasi Bengkalis Santuni Anak Panti Asuhan
- Pemkab Bengkalis Ingatkan Seluruh Perusahaan Segera Bayarkan THR
- Buka Puasa Bersama Ramadhan, PT EDI Rohul Salurkan Bantuan dan Berbagi dengan Kaum Dhuafa
- Safari Ramadan 1440 H, Wagubri Shalat Tarawih dan Serahkan Bantuan di Mesjid Agung Al Huda Tembilahan
- Kutuk Tindakan Represif, HMI Pekanbaru Minta Kapolri Dicopot
- Berbagi Berkah Ramadan, Alumni Unri RAPP Santuni Anak Yatim
- Terkesan Sengaja Dibiarkan Terbengkalai,
Warga Meskom, Bengkalis Pertanyakan Lampu Jalan Setahun Tak Nyala

- ‎Begini Cara Lapas Kelas IIB Pasirpangaraian Membina Warga Binaan di Bulan Suci Ramadhan
- Wagubri Bersilaturrahmi Bersama Jamaah Mesjid Besar Darul Hikmah Tembilahan
- Sebagian Penghuni Rusunawa Yos Sudarso Sudah Bayar Sewa


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda :
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com