Home > Sosial & Budaya >>
Berita Terhangat..
Jum’at, 15 Pebruari 2019 22:43
Tabrak Truk, Pemotor di Duri Tewas Mengenaskan

Jum’at, 15 Pebruari 2019 21:14
Nelayan Myanmar Ditemukan Mengapung di Selat Bengkalis Diserahkan ke KKP Batam, Kepri

Jum’at, 15 Pebruari 2019 21:08
Jadwal Pelantikan Gubri Terpilih Tak Pasti, Komisi A DPRD Riau Sayangkan Sikap Pemerintah Pusat

Jum’at, 15 Pebruari 2019 19:43
Penyebab Kapal Ratusan Ton Terbakar di Selat Bengkalis

Jum’at, 15 Pebruari 2019 19:01
Jadi Pembicara Rapat KOPEK, Bupati Inhil: Kami Serius dan Fokus Cari Solusi Fluktuasi Harga Kelapa

Jum’at, 15 Pebruari 2019 18:13
Sepanjang 2019, 497,71 Hektare Lahan di Riau Terbakar

Jum’at, 15 Pebruari 2019 18:11
Karlahut Terjadi di Tengah Kota Duri, Bengkalis

Jum’at, 15 Pebruari 2019 17:26
7 Awak Kapal Selamat,
Kapal GT Ratusan Ton Tanpa Muatan Terbakar di Selat Bengkalis


Jum’at, 15 Pebruari 2019 17:22
Bosan Berkonflik dengan Rekan Seprofesi,
Nelayan Panipahan Siap Jaga Situasi Kamtibmas Aman dan Kondusif


Jum’at, 15 Pebruari 2019 16:35
Sempena HPN ke-73, Kapolres Rohul Makan Bareng Wartawan dan Pesankan Ini

loading...


Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Ahad, 23 September 2018 13:53
Ribuan Warga Tionghoa Ramaikan Gelaran Festival Kue Bulan di Pekanbaru

Ribuan warga Tionghoa tumpah dalam gelaran (Zhong Qiu) yang juga festival Pertengahan Musim Gugur di Kampung Tionghoa Melayu jalan Karet Pekanbaru.

Riauterkini - PEKANBARU - Gelaran Festival Kue Bulan kembali digelar di Pekanbaru oleh warga Tionghoa Pekanbaru. Ribuan warga hadir dalam gelaran yang dimulai dengan pawai lampion dan mobil hias mulai pukul 17.00 WIB, kemarin. Bukan hanya warga suku Tionghoa saja, hadir juga warga dari suku dan etnis lain yang terdapat di Pekanbaru.

Ketua Panitia Festival Kue Bulan 2018, Mariyana mengatakan, Festival Kue Bulan merupakan salah satu perayaan penting dalam tradisi Tionghoa di seluruh dunia. Tentu festival ini juga dapat dijadikan ikon kota Pekanbaru di bidang pariwisata.

"Kami sudah siapkan acara ini sejak tiga bulan lalu dengan melibatkan organisasi keagamaan dan Tionghoa di Pekanbaru. Dimana kita juga hias Kampung Tionghoa ini dengan ratusan lampion disepanjang jalan," katanya.

Pemasangan lampion ini, tambah Mariyana sebagai simbol bulat dari bulan. Lampion merah maupun kue bulan bermakna keutuhan atau reuni keluarga yang penuh sukacita dan bahagia.

"Ini juga merupakan momen dalam rangka mensyukuri karunia tuhan dan penghormatan kepada alam semesta," terangnya.

Dikatakannya, selain 3000 warga Tionghoa, diperkirakan hadir sekitar 10 ribu pengunjung di beragam acara yang digelar. Seperti lomba fotografi untuk umum, lomba lampion dan makan kue bulan bersama. Terdapat juga berbagai kesenian yang akan menghibur pengunjung.

Sementara itu, Ketua Paguyuban Sosial Marga Tionghoa Indonesia (PSMTI) Riau, Peng Suyoto mengatakan, perayaan untuk melestarikan budaya Tionghoa dan festival kue bulan terbuka untuk umum.

"Kami turut mengundang Gubernur Riau, Walikota Pekanbaru berbagai organisasi lainnya yang ada di Pekanbaru. Hadir juga Pecinta Sastra Tionghoa Indonesia. Kami berharap Festival Kue Bulan dapat menjadi agenda wisata yang dapat mendatangkan wisatawan," Jelasnya.

Perayaan pertengahan Musim Gugur atau Zhong Qiu Jie (Tiong Ciu dalam dialek Hokkian) merupakan salah satu perayaan penting dalam tradisi warga Tionghoa di seluruh dunia sejak ribuan tahun lalu. Dengan makanan khasnya yang disebut Kue Bulan (Moon Cake) yang umumnya berbentuk bulat dengan berbagai cita rasa.

Sedangkan Kepala Dinas Kebudayaan Riau, Yoserizal Zen yang turut hadir dalam gelaran tersebut mengatakan pihaknya sangat apresiasi dengan gelaran ini. Menurutnya gekaran ini dapat menjadi salah satu tujuan wisata di bidang budaya di daerah Riau.

"Ini merupakan gelaran yang terbuka untuk umum. Tidak menutup kemungkinan dapat menjadi salah satu ikon kota Pekanbaru dan destinasi wisata di Riau," katanya.

Senada dengan itu, Kadis Pariwisata Kota Pekanbaru, Ardiansyah Eka Putra menambahkan, gelaran ini berpotensi mendatangkan wisatawan dari luar daerah Riau, seperti halnya gelaran Bakar Tongkang yang sudah cukup dikenal di masyarakat.

"Kita berharap event ini dapat tetap terlaksana setiap tahunnya. Sebab dapat turut meningkatkan perekonomian masyarakat dan juga daerah dari sektor pariwisatanya," singkatnya.***(rul)

Loading...


Berita Sosial lainnya..........
- Sepanjang 2019, 497,71 Hektare Lahan di Riau Terbakar
- Bosan Berkonflik dengan Rekan Seprofesi,
Nelayan Panipahan Siap Jaga Situasi Kamtibmas Aman dan Kondusif

- Sempena HPN ke-73, Kapolres Rohul Makan Bareng Wartawan dan Pesankan Ini
- Mantan Pejabat Pemprov Resmi Jabat Karo Perencanaan dan Ortal di Kemenko Polhukam
- Dukung Gerakan Magrib Mengaji,
Masyarakat Desa Bukit Gajah Ukui Gelar Pelatihan Brantas Buta Huruf Baca Alqur'an

- Rindu Pemimpinnya,
Masyarakat Pintu Gobang Kari Undang Mantan Bupati Kuansing Sukarmis Melayur Jalur

- Pusat Setujui 25 Ribu Blangko KTP El untuk Bengkalis
- Besok, Mantan Kasatpol PP Riau Dilantik Jadi Karo di Kemenko Polhukam Bersama Empat Jenderal
- Peresmian Jembatan Siak IV dan Dua Fly Over, Wan Thamrin Puji Mantan Gubri Atas Komitmennya
- Bawaslu dan KPU Riau Periksa Logistik Pemilu 2019 di Bengkalis
- Diselimuti Kabut Asap, Udara di Kota Dumai Tidak Sehat
- Sebelas Profesor Nyatakan Jembatan Siak IV Sudah Layak Dilalui
- Bhabinsa Koramil 02/KT Goro Bersama Bangun Masjid Nurul Iman Kuantan Tengah
- Tewas Tertimpa Pintu Pagar Rumdis,
Bupati Bengkalis Ucapkan Bela Sungkawa ke Keluarga Anggota Satpol PP

- Diresmikan Gubri, Inilah Profil Jembatan Siak IV dan Dua Jalan Layang
- Hujan Deras, Gubri Tetap Resmikan Jembatan Siak IV dan Dua Jalan Layang
- Hujan Turun Jelang Peresmian Jembatan Siak IV
- Wabup Kuansing Ikut Apel Tiga Pilar Sukseskan Pemilu 2020 di Rengat
- Camat Gunung Toar, Kuansing Sampaikan Usulan di Musrenbang
- DPMD Bengkalis Segera Tindaklanjuti Kades Bermasalah Hukum


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda :
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com