Home > Sosial & Budaya >>
Berita Terhangat..
Senin, 10 Desember 2018 10:34
PT MAL Cuekin Jalan Antar Desa di Kerumutan, Pelalawan Hancur

Senin, 10 Desember 2018 10:25
Tokoh Masyarakat Kuansing Minta Gedung Kampus Uniks Difungsikan

Senin, 10 Desember 2018 10:18
Vakum Beberapa Tahun, IMUB se- Sumbar Kembali Eksis

Senin, 10 Desember 2018 09:55
Cegah Penyalahgunaan Narkoba, ASN Pemda Pelalawan Jalani Tes Urine

Senin, 10 Desember 2018 08:23
Wan Thamrin Jalani Gladi Pelantikan Gubri di Istana Presiden

Senin, 10 Desember 2018 07:25
Banjir Luapan Sungai Kampar Bikin Banyak Warga Begadang

Senin, 10 Desember 2018 07:20
HIPPMIH Pekanbaru Rancang Seminar Nasional Cari Solusi Anjloknya Harga Kelapa

Ahad, 9 Desember 2018 22:42
Pengumuman Kelulusan SKB CPNS Pemprov Riau Tunggu Pusat

Ahad, 9 Desember 2018 22:35
Sempat Rusuh, Kondisi Rutan Sialang Bungkuk Berangsur Kondusif

Ahad, 9 Desember 2018 18:50
Warga Minta Pemkab Bengkalis Perbaiki Jalan Poros Pematang Duku Timur

loading...


Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Selasa, 25 September 2018 12:05
Tuntut Diprioritaskan jadi PNS, Honorer K2 Geruduk Kantor Gubri

Aksi demo digelar para honorer K2 di Kantor Gubri. Mereka minta diprioritaskan jadi PNS.

Riauterkini - PEKANBARU - Ratusan massa guru honorer Kategori Dua (K2) turun ke jalan, menuntut keperdulian pemerintah akan kejelasan nasib mereka.

Mereka meminta agar perekrutan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) 2018 dapat merekom honorer K2. Tidak ada batasan usia, seperti yang telah ditetapkan pemerintah saat ini dengan membatasi usia 19-35 tahun.

"Syarat yang ditetapkan dengan membatasi usia antara 29-35 hanya sebagai tipu muslihat pemerintah agar kami tidak bisa ikut CPNS. Karena pemerintah tahu, rata-rata usia guru honorer K2 umumnya di atas 35 ke atas," kata Sekjen Forum Honorer K2 Riau, Said Samsul Bahri, Selasa (25/9/18).

Said menilai, apa yang dilakukan pemerintah sangatlah tidak bijaksana. Mestinya pemerintah melihat lebih dalam lagi dampak dari kebijakan dengan membatasi usia tersebut.

Pada hal berbicara pengalaman, menurut Said tidak perlu diragukan lagi. Begitu banyak sudah anak didik yang dilahirkan dari para guru honorer K2 ini.

"Kami menolak 100 persen penerimaan CPNS umum, karena pemerintah tidak bertindak adil kepada honorer K2," ujarnya.***(mok)

Loading...


Berita Sosial lainnya..........
- Tokoh Masyarakat Kuansing Minta Gedung Kampus Uniks Difungsikan
- Vakum Beberapa Tahun, IMUB se- Sumbar Kembali Eksis
- Wan Thamrin Jalani Gladi Pelantikan Gubri di Istana Presiden
- Pengumuman Kelulusan SKB CPNS Pemprov Riau Tunggu Pusat
- Warga Minta Pemkab Bengkalis Perbaiki Jalan Poros Pematang Duku Timur
- Korban Banjir Berharap Perhatian, Pemkab Kuansing Sebut tak Miliki Stok Bantuan
- Ini Identitas Cewek yang Tewas Dilindas Tronton CPO di Siak
- Tes SKB Diikuti 524 Pelamar CPNS Pemkab Rohul Digelar 9 Desember 2018
- Riau Juara Umum Masak Ikan Tingkat Nasional
- Sempat 5 Bulan Gaji Tunda Bayar, Dinkes Bengkalis Bayar Gaji 68 Bidan
- Ditaja Emak-emak, Gerakan Berbagi Jum'at Berkah Disambut Antusias Warga Duri
- BAZNas Bengkalis akan Khitan 100 Anak dan Salurkan Zakat kepada 102 Mustahik
- Imigrasi Bengkalis Jamin Permudah Pengurusan Paspor Bagi JCH
- Harga Sawit Anjlok, Petani Minta Pemda Carikan Solusi
- RPJMD Riau Hanya 12 Persen Sesuai dengan Target SDGs
- Dahsyat, Tiap Pekan 10 Pasutri di Duri, Bengkalis Adukan Masalahnya ke KUA
- Abdikan Diri ke Masyarakat,
Calon Apoteker Bengkalis Kenalkan Diabetes dan Hipertensi di Kalideres

- BI Riau Gelar Workshop UMKM Industri Tenun
- 39 Undangan Pelantikan Gubri Definitif Jumat Mulai Disebar
- Koperasi Meskom Sejati Bengkalis Bantah Tidak Transparan Bagi Hasil Lahan Plasma


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda :
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com