Home > Sosial & Budaya >>
Berita Terhangat..
Selasa, 23 Oktober 2018 20:11
MUI Bengkalis Sesalkan Bendera Bertuliskan Tauhid Dibakar Oknum Banser

Selasa, 23 Oktober 2018 17:57
Cuaca Buruk Jadi Kendala Pencarian Nelayan Hilang di Perairan Pakning, Bengkalis

Selasa, 23 Oktober 2018 17:51
Korupsi Kredit Fiktif BRI Agro Pekanbaru, Mantan Kacab Diadili

Selasa, 23 Oktober 2018 17:34
Peduli Korban Banjir‎ di Rohul, BRK Pasirpangaraian Salurkan 100 Paket Sembako

Selasa, 23 Oktober 2018 17:23
Hilangkan Kesan 'Kejam',
Lapas Bengkalis Siapkan Fasilitas Taman Bermain Anak-anak Pengunjung


Selasa, 23 Oktober 2018 16:59
Diperiksa Bawaslu, Walikota Pekanbaru Akui Dukung Jokowi

Selasa, 23 Oktober 2018 16:55
Ini Pesan Kadisdikpora Rohul kepada 55 Kepsek‎ yang Baru Dilantik Bupati Sukiman

Selasa, 23 Oktober 2018 16:15
Alat Berat Sudah Dikerahkan ke Lokasi Longsor Lintas Riau-Sumbar

Selasa, 23 Oktober 2018 16:10
Bupati Inhil Pimpin Rakor Pejabat Pemda Bersama Forkopimda

Selasa, 23 Oktober 2018 16:06
Ikut Deklarasi Dukung Jokowi, Bupati Harris Siap Hadapi Panggilan Bawaslu

loading...


Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Selasa, 9 Oktober 2018 09:59
Mengenang Elang Pulai, Legenda Pasukan Berbenteng tak Berwujud dari Pangean

Sebutlah nama Elang Pulai, maka masyarakat Kuansing akan memaklumi sebagai legenga. Pasukan berbenteng tak berwujud dari Pangean.

Riauterkini - TELUKKUANTAN - Sebelum TNI resmi dibentuk pada masa perang dunia ke II, Nusantara sudah memilki pasukan geriliyah yang berjuang melawan penjajah untuk menghalau dari bumi Pertiwi.

Saat itu Nusantara, masih menjadi bagian-bagian dan para pejuang hanya menghalau penjajah dari daerah masing-masing untuk mempertahankan kedaulatan.

Di Pangean, tersebut lah pasukan geriliyah Elang Pulai. Pasukan ini berjuang untuk mempertahankan kedaulatannya.

Sebagai pejuang, mereka juga memiliki benteng pertahanan. Namun, benteng yang mereka miliki ini tidak biasa, sebab tak kasat mata oleh pasukan belanda.

Sehingga pasukan Elang Pulai ini, sulit untuk dibasmi oleh penjajah, karena mereka selalu berlindung di benteng Elang Pulai, ketika mereka terdesak melakukan perlawanan.

Hingga kini, benteng pertahanan ini, masih ada. Namun, sudah dijadikan hutan larangan oleh masyarakat, sebagai bentuk untuk mengenang pejuang dimasa lalu.

Benteng ini berada di desa Pembatang Kecamatan Pangean Kabupaten Kuansing, dari pusat desa setempat titik benteng ini tampak jelas, karena pohon pulai ini masih berdiri kokoh menjulang ke atas.

Dinamakan Pasukan Elang Pulai, Pulai ini adalah sejenis pohon yang mempunyai ketahan serat kuat, masyarakat dimasa lalu banyak memanfaatkan kayu ini sebagai bahan untuk pembangunan rumah.

Pohon ini juga diyakini, memiliki kekuatan gaib yang tidak bisa dijelaskan secara akal sehat, sebab pohon ini tumbuh tidak disembarang tempat.

Sedangkan Elang, adalah burung elang konon katanya, elang ini bukan elang sembarangan dimulutnya terpasang rantai dan rantai ini juga diyakini memiliki kekuatan gaib.

Berdasarkan cerita orang tua-tua, elang ini juga banyak membantu perjuangan pasukan Elang Pulai, disaat penjajah akan menyerbu, Elang ini akan memberi tanda dengan cara terbang mengitari pohon pulai tersebut, yang berarti ada musuh.

Hingga kini Elang Pulai ini, oleh masyarakat desa Padang Kunyit Pangean, diabadikan menjadi nama jalur Olang Barantai, yang diambil dari kisah tersebut. Hal ini juga bentuk mengenang pasukan ini.

Dari keterangan orang tua-tua, burung Elang ini sesekali masih ada menampakkan diri dengan rantai yang bergelayut dimulutnya. Elang ini menurut cerita yang pernah melihatnya, cukup besar. Namun, ia tidak mengganggu.

Kemudian untuk mengenang sejarah perjuangan pasukan Elang Pulai ini, didirikan prasasti Tugu Elang Pulai di desa Pasar Baru, dusun Penghijauan tepat berada di tepi jalan lintas arah Rengat.

Dari keterangan orang tua di Pangean, anggota pasukan ini sudah banyak yang meninggal. "Kalaupun ada yang hidup paling tak beberapa orang," terang Yasmin (88) orang tua di Pangean, Selasa (9/10/2018) pagi.*** (Jok)

Loading...


Berita Sosial lainnya..........
- MUI Bengkalis Sesalkan Bendera Bertuliskan Tauhid Dibakar Oknum Banser
- Peduli Korban Banjir‎ di Rohul, BRK Pasirpangaraian Salurkan 100 Paket Sembako
- Hilangkan Kesan 'Kejam',
Lapas Bengkalis Siapkan Fasilitas Taman Bermain Anak-anak Pengunjung

- Alat Berat Sudah Dikerahkan ke Lokasi Longsor Lintas Riau-Sumbar
- Konflik Lahan,
BPN Riau Didesak Segera Mediasi Masyarakat Banja Ladang Pasungan dengan PTPN V

- Gubri Terpilih Umroh Sambil Promosikan Daerah di Arab Saudi
- ‎Bupati Harris Lantik 118 Pejabat Fungsional di Lingkungan Pemkab Pelalawan
- Diduga Dibunuh, Seorang IRT di Rohul Ditemukan Tewas Bersimbah Darah
- KPK Kumpulkan Lima Kabapenda di Bank Riau Kepri
- Masih Normal, Transaksi Hari Pertama Pemutihan Denda Pajak Kendaraan Rp8,6 Miliar
- Alfisnardo Terpilih Ketua PWI Bengkalis Periode 2018-2021
- Kejati Sepakat Back Up Pemprov Riau Kawal Kasus Lahan Unri
- EKK, Camat Mandau Paparkan Mutu Pelayanan Publik di Kota Minyak Duri
- Melalui Pidato Menteri Bupati Mursini Sampaikan 3 Langka Strategis Koperasi
- Baru Sebulan, Pencairan Single Salary Berikutnya Segera Menyusul
- Tes Urine Pegawai, BKPSDM Pekanbaru Koordinasi dengan BNN
- Pengawasan Rutin, Inspektorat Sambangi Sekretariat DPRD Kuansing
- Pengurus PMI Pelalawan Periode2017-2022 Resmi Dilantik
- Pemprov dan Tim Transisi Kaji Program Pendidikan dan Kesehatan Gratis
- Akibat Tumpukan Arus weekend, Polisi Kerja Kerasa Urai Kemacetan di Jalur Lintas Duri - Dumai


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda :
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com