Home > Sosial & Budaya >>
Berita Terhangat..
Sabtu, 15 Desember 2018 18:37
‎Puluhan Crosser Ramaikan Kejurda Motorcross Piala Bupati Rohul Putaran V Riau

Sabtu, 15 Desember 2018 18:04
Digelar di Aula Pustaka Unilak, Ujian Profesi Advokat Peradi Digelar Serentak se Indonesia

Sabtu, 15 Desember 2018 17:54
Jaman Minta Bangunkan Jembatan Pulau Bengkalis-Sumatera ke Jokowi

Sabtu, 15 Desember 2018 17:06
Sajikan Makanan Jepang dan Western, Zenbu dan Beatrice Quarters Hadir di Mal SKA Pekanbaru

Sabtu, 15 Desember 2018 16:15
Jelang Akhir Tahun 2018,
Management Grand Meranti Hotel dan Paragon Sambangi Panti Asuhan


Sabtu, 15 Desember 2018 16:11
Ribuan Warga Kampar Sambut Kedatangan SBY dan Rombongan di Tapung

Sabtu, 15 Desember 2018 14:39
Serahkan Sertifikat Tanah, Jokowi Minta Jangan 'Cepat Disekolahkan'

Sabtu, 15 Desember 2018 13:56
Polisi Tangkap Satu Orang Perusak Atribut Partai Demokrat

Sabtu, 15 Desember 2018 13:02
Masyarakat Kecewa, Jokowi tak Kunjungi Korban Banjir

Sabtu, 15 Desember 2018 11:41
Jokowi Berterima Kasih Diberi Gelar Adat LAM Riau

loading...


Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Selasa, 9 Oktober 2018 09:59
Mengenang Elang Pulai, Legenda Pasukan Berbenteng tak Berwujud dari Pangean

Sebutlah nama Elang Pulai, maka masyarakat Kuansing akan memaklumi sebagai legenga. Pasukan berbenteng tak berwujud dari Pangean.

Riauterkini - TELUKKUANTAN - Sebelum TNI resmi dibentuk pada masa perang dunia ke II, Nusantara sudah memilki pasukan geriliyah yang berjuang melawan penjajah untuk menghalau dari bumi Pertiwi.

Saat itu Nusantara, masih menjadi bagian-bagian dan para pejuang hanya menghalau penjajah dari daerah masing-masing untuk mempertahankan kedaulatan.

Di Pangean, tersebut lah pasukan geriliyah Elang Pulai. Pasukan ini berjuang untuk mempertahankan kedaulatannya.

Sebagai pejuang, mereka juga memiliki benteng pertahanan. Namun, benteng yang mereka miliki ini tidak biasa, sebab tak kasat mata oleh pasukan belanda.

Sehingga pasukan Elang Pulai ini, sulit untuk dibasmi oleh penjajah, karena mereka selalu berlindung di benteng Elang Pulai, ketika mereka terdesak melakukan perlawanan.

Hingga kini, benteng pertahanan ini, masih ada. Namun, sudah dijadikan hutan larangan oleh masyarakat, sebagai bentuk untuk mengenang pejuang dimasa lalu.

Benteng ini berada di desa Pembatang Kecamatan Pangean Kabupaten Kuansing, dari pusat desa setempat titik benteng ini tampak jelas, karena pohon pulai ini masih berdiri kokoh menjulang ke atas.

Dinamakan Pasukan Elang Pulai, Pulai ini adalah sejenis pohon yang mempunyai ketahan serat kuat, masyarakat dimasa lalu banyak memanfaatkan kayu ini sebagai bahan untuk pembangunan rumah.

Pohon ini juga diyakini, memiliki kekuatan gaib yang tidak bisa dijelaskan secara akal sehat, sebab pohon ini tumbuh tidak disembarang tempat.

Sedangkan Elang, adalah burung elang konon katanya, elang ini bukan elang sembarangan dimulutnya terpasang rantai dan rantai ini juga diyakini memiliki kekuatan gaib.

Berdasarkan cerita orang tua-tua, elang ini juga banyak membantu perjuangan pasukan Elang Pulai, disaat penjajah akan menyerbu, Elang ini akan memberi tanda dengan cara terbang mengitari pohon pulai tersebut, yang berarti ada musuh.

Hingga kini Elang Pulai ini, oleh masyarakat desa Padang Kunyit Pangean, diabadikan menjadi nama jalur Olang Barantai, yang diambil dari kisah tersebut. Hal ini juga bentuk mengenang pasukan ini.

Dari keterangan orang tua-tua, burung Elang ini sesekali masih ada menampakkan diri dengan rantai yang bergelayut dimulutnya. Elang ini menurut cerita yang pernah melihatnya, cukup besar. Namun, ia tidak mengganggu.

Kemudian untuk mengenang sejarah perjuangan pasukan Elang Pulai ini, didirikan prasasti Tugu Elang Pulai di desa Pasar Baru, dusun Penghijauan tepat berada di tepi jalan lintas arah Rengat.

Dari keterangan orang tua di Pangean, anggota pasukan ini sudah banyak yang meninggal. "Kalaupun ada yang hidup paling tak beberapa orang," terang Yasmin (88) orang tua di Pangean, Selasa (9/10/2018) pagi.*** (Jok)

Loading...


Berita Sosial lainnya..........
- ‎Puluhan Crosser Ramaikan Kejurda Motorcross Piala Bupati Rohul Putaran V Riau
- Digelar di Aula Pustaka Unilak, Ujian Profesi Advokat Peradi Digelar Serentak se Indonesia
- Jaman Minta Bangunkan Jembatan Pulau Bengkalis-Sumatera ke Jokowi
- Jelang Akhir Tahun 2018,
Management Grand Meranti Hotel dan Paragon Sambangi Panti Asuhan

- Masyarakat Kecewa, Jokowi tak Kunjungi Korban Banjir
- Jokowi Berterima Kasih Diberi Gelar Adat LAM Riau
- Puluhan Kafilah Semarakkan MTQ ke-33 Desa Bantan Tengah, Bengkalis
- Pentabalan Adat Tuntas, Jokowi Resmi Bergelar Datuk Seri Setia Amanah
- Berpeci, Jokowi Tiba di Gedung LAM Riau
- Ribuan Anak Sekolah Dikerahkan Sambut Presiden Jokowi
- Hasil Dialog Kebudayaan,IPR Yogyakarta Tolak Gelar Adat untuk Presiden Jokowi
- RAPP Beri Bantuan untuk Korban Banjir di Pelalawan
- Gubernur Riau Sambut Kedatangan Jokowi dan Iriana
- Peringati Hari Korupsi Internasional, Pegawai Kejari Rohul Bagi-bagi ini di Jalan
- Keempat Kali, Hera Tri Wahyuni Terpilih sebagai Ketua GOW Kabupaten Bengkalis
- Kominfotik Bengkalis Serahkan e-Mail Sanapati 11 Kecamatan
- BAZNas Rohul Gelontorkan Rp 50 Juta untuk Bantu 100 Pasien Kategori Miskin di RSUD
- Bupati Rohul Resmikan Gerai Pelayanan Publik di Kantor Kecamatan Rambah Hilir
- Dibalut Seni dan Budaya, Ayo Hadiri CFN Selatbaru, Bengkalis
- Bayi Ditemukan Dalam Kantong Plastik di Bengkalis Diserahkan ke Ortu Asuh


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda :
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com