Home > Sosial & Budaya >>
Berita Terhangat..
Kamis, 21 Pebruari 2019 09:19
Ketika Legislator Bagus Santoso Takjub Sekaligus Prihatin Melihat Obyek Wisata Air Sikabau Jaya

Kamis, 21 Pebruari 2019 08:17
237 Honorer Lulus Administrasi P3K Pemkab Bengkalis

Rabu, 20 Pebruari 2019 23:00
Edarkan Shabu, Pasangan Suami Istri Warga Karya Indah ini diciduk Polsek Tapung

Rabu, 20 Pebruari 2019 20:51
Bupati Inhil Pimpin Rapat Penyelesaian Kredit Kelompok Tani Dengan BNI

Rabu, 20 Pebruari 2019 18:07
Bersama IBI Pekanbaru, Disdalduk KB Siap Wujudkan KKBPK

Rabu, 20 Pebruari 2019 17:50
Syamsuar dan Edy Natar Diajak Jenguk Ruang Penjara KPK

Rabu, 20 Pebruari 2019 17:36
Dinsos Bengkalis Sosialisasikan Penyaluran Bansos Rastra dan Bantuan Pangan Non Tunai

Rabu, 20 Pebruari 2019 17:34
Dilantik Presiden,
Bupati Bengkalis Siap Dukung Visi Misi Gubernur dan Wakil Gubernur Riau Baru


Rabu, 20 Pebruari 2019 17:28
Hujan Lebat, Beberapa Desa Kebanjiran di Kuansing

Rabu, 20 Pebruari 2019 17:25
Miris, Gedung Parkir Senilai Rp 4,7 Miliar di Duri, Bengkalis Mulai Beralih Fungsi

loading...


Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Selasa, 9 Oktober 2018 09:59
Mengenang Elang Pulai, Legenda Pasukan Berbenteng tak Berwujud dari Pangean

Sebutlah nama Elang Pulai, maka masyarakat Kuansing akan memaklumi sebagai legenga. Pasukan berbenteng tak berwujud dari Pangean.

Riauterkini - TELUKKUANTAN - Sebelum TNI resmi dibentuk pada masa perang dunia ke II, Nusantara sudah memilki pasukan geriliyah yang berjuang melawan penjajah untuk menghalau dari bumi Pertiwi.

Saat itu Nusantara, masih menjadi bagian-bagian dan para pejuang hanya menghalau penjajah dari daerah masing-masing untuk mempertahankan kedaulatan.

Di Pangean, tersebut lah pasukan geriliyah Elang Pulai. Pasukan ini berjuang untuk mempertahankan kedaulatannya.

Sebagai pejuang, mereka juga memiliki benteng pertahanan. Namun, benteng yang mereka miliki ini tidak biasa, sebab tak kasat mata oleh pasukan belanda.

Sehingga pasukan Elang Pulai ini, sulit untuk dibasmi oleh penjajah, karena mereka selalu berlindung di benteng Elang Pulai, ketika mereka terdesak melakukan perlawanan.

Hingga kini, benteng pertahanan ini, masih ada. Namun, sudah dijadikan hutan larangan oleh masyarakat, sebagai bentuk untuk mengenang pejuang dimasa lalu.

Benteng ini berada di desa Pembatang Kecamatan Pangean Kabupaten Kuansing, dari pusat desa setempat titik benteng ini tampak jelas, karena pohon pulai ini masih berdiri kokoh menjulang ke atas.

Dinamakan Pasukan Elang Pulai, Pulai ini adalah sejenis pohon yang mempunyai ketahan serat kuat, masyarakat dimasa lalu banyak memanfaatkan kayu ini sebagai bahan untuk pembangunan rumah.

Pohon ini juga diyakini, memiliki kekuatan gaib yang tidak bisa dijelaskan secara akal sehat, sebab pohon ini tumbuh tidak disembarang tempat.

Sedangkan Elang, adalah burung elang konon katanya, elang ini bukan elang sembarangan dimulutnya terpasang rantai dan rantai ini juga diyakini memiliki kekuatan gaib.

Berdasarkan cerita orang tua-tua, elang ini juga banyak membantu perjuangan pasukan Elang Pulai, disaat penjajah akan menyerbu, Elang ini akan memberi tanda dengan cara terbang mengitari pohon pulai tersebut, yang berarti ada musuh.

Hingga kini Elang Pulai ini, oleh masyarakat desa Padang Kunyit Pangean, diabadikan menjadi nama jalur Olang Barantai, yang diambil dari kisah tersebut. Hal ini juga bentuk mengenang pasukan ini.

Dari keterangan orang tua-tua, burung Elang ini sesekali masih ada menampakkan diri dengan rantai yang bergelayut dimulutnya. Elang ini menurut cerita yang pernah melihatnya, cukup besar. Namun, ia tidak mengganggu.

Kemudian untuk mengenang sejarah perjuangan pasukan Elang Pulai ini, didirikan prasasti Tugu Elang Pulai di desa Pasar Baru, dusun Penghijauan tepat berada di tepi jalan lintas arah Rengat.

Dari keterangan orang tua di Pangean, anggota pasukan ini sudah banyak yang meninggal. "Kalaupun ada yang hidup paling tak beberapa orang," terang Yasmin (88) orang tua di Pangean, Selasa (9/10/2018) pagi.*** (Jok)

Loading...


Berita Sosial lainnya..........
- Edarkan Shabu, Pasangan Suami Istri Warga Karya Indah ini diciduk Polsek Tapung
- Bersama IBI Pekanbaru, Disdalduk KB Siap Wujudkan KKBPK
-
- Syamsuar dan Edy Natar Diajak Jenguk Ruang Penjara KPK
- Ribuan Warga Tumpah Dalam Gelaran Cap Go Meh Pekanbaru
- Usai Dilantik Presiden, Syamsuar Paparkan Program 100 Hari Pimpin Riau
- Tahun Ini, Bengkalis Masuk Nominasi Tiga Besar Perencanaan Pembangunan Daerah di Riau
- TNI, Polri dan Masyarakat Goro Bangun Jalan Desa Tebarau Panjang, Kuansing
- Pagi ini Dilantik Presiden, Gubri dan Wagubri Bersiap Syukuran di TMIi
- Tahun 2020 Pembangunan di Kampar Masih Diarahkan untuk Peningkatan Infrastruktur
- Sekda Bengkalis Ingatkan ASN untuk Tingkatkan Kinerja
- Dilarang Liput Dugaan Pencemaran Limbah di PKS PT MAN, Ini Reaksi PWI Rohul
- TNI Berikan Pelatihan Teknik Dasar Beladiri kepada Aggota BNNK Kuansing
- Demi Kesembuhan Ani Yudhoyono,
DPD Demokrat Riau Instruksikan DPC Gelar Doa Bersama

- Antisipasi DBD, TNI Bersama UPTD Kesehatan Kuantan Hilir Lakukan Fogging
- Besok Gubri Terpilih Dilantik, Wan Thamrin Minta PNS Tidak Kasak-kusuk
-
- Jaringan Pulih, Pelayanan Pembuatan KTP El di Kuansing Pulih
- SK Penetapan Kuansing Tuan Rumah Porprov Diterima Bupati
- Melalui MoU, Kejati Beri Pendampingan Penyelesaian Kredit Macet di BRK


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda :
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com