Home > Sosial & Budaya >>
Berita Terhangat..
Sabtu, 20 Oktober 2018 20:51
KPU Kampar Sosialisasi Goes to Campus di Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Sabtu, 20 Oktober 2018 20:07
Organic Center Sulap Jajanan Favorit Jadi Sehat

Sabtu, 20 Oktober 2018 17:02
Manjakan Kaula Muda, AXIS Pop-Up Station Hadir di Pekanbaru

Sabtu, 20 Oktober 2018 16:48
Azis Zaenal Serahkan Mini Traktor ke Petani di Desa Sungai Lembu

Sabtu, 20 Oktober 2018 16:33
Warga Siak Kecil,Bengkalis Kembali Dihebohkan Bayi Dibuang

Sabtu, 20 Oktober 2018 15:02
Capaian Imunisasi MR di Kampar Rendah,
Kemenkes RI dan WHO Ungkap Bahaya Campak dan Rubella


Sabtu, 20 Oktober 2018 14:31
Rumah Zakat Raih ICSB Indonesia Presidential Award 2018 Kategori Business Particioner

Sabtu, 20 Oktober 2018 13:56
PT RAPP Adakan Pelatihan Budidaya Nanas bagi 43 Petani Pulau Padang

Sabtu, 20 Oktober 2018 13:44
Ditinggal Pergi ke Pekanbaru, Rumah Warga Pucuk Rantau Kuansing Dilalap Api

Sabtu, 20 Oktober 2018 13:38
Pretel-pretel, Ornamen Gerbang Main Stadium Bahayakan Pemotor

loading...


Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Kamis, 11 Oktober 2018 19:01
Jembatan Pisang Kolek di Kota Lama Terendam Banjir Kiriman, ‎Mau Nyebrang Bayar Mahal

Jembatan Pisang Kolek di Kelurahan Kota Lama, Kecamatan Kunto Darussalam, Rohul, kembali terendam banjir dan mengakibatkan akses ke lima desa di seberang terganggu.‎

‎Riauterkini-PASIRPANGARAIAN- Jembatan Sungai Pisang Kolek di Kelurahan Kota Lama, Kecamatan Kunto Darussalam, Kabupaten Rokan Hulu (Rohul) tidak bisa dilalui, dampak meluapnya aliran Sungai Rokan pada Kamis (11/10/2018).

Akibat terendam aliran Sungai Rokan, jembatan Pisang Kolek‎ tidak bisa dilalui kendaraan roda dua dan roda empat yang akan menyebrang ke lima desa yang ada di seberang, seperti Desa ‎Kota Baru, Kota Raya, Muara Dilam, Pasir Indah, dan Desa Pasir Luhur‎.

‎ ‎ Lurah Kota Lama Aly Yusuf S.Sos, membenarkan bila jembatan Pisang Kolek‎ terendam banjir, luapan dari aliran Sungai Rokan, dan tidak bisa dilalui‎ kendaraan.

Untuk menyebrang ke lima desa yang ada diseberang atau sebaliknya ke Kota Lama, ungkap Aly, warga harus menggunakan jasa penyebrangan berupa sampan. Sekali menyebrang, sepeda motor dikenakan biaya antara Rp 40 ribu sampai Rp 50 ribu.

‎ ‎"Akibat jembatan tidak bisa dilalui, banyak anak-anak sekolah terpaksa libur, karena tidak bisa melewati jembatan tersebut (Pisang Kolek)," ungkap Lurah Kota Lama Aly Yusuf, Kamis (11/10/2018).‎

‎ ‎ ‎Aly mengungkapkan naiknya debit air Sungai Rokan disebabkan banjir kiriman dari Kabupaten Pasaman yang berada di hulu sungai.‎

‎ ‎ Menurut Aly, dampak jembatan Pisang Kolek yang tidak bisa dilalui bukan hanya terganggunya akses masyarakat saja, namun hasil panen perkebunan juga terkena imbasnya.

‎ Aly mengungkapkan sebelumnya untuk sampai ke Pabrik Kelapa Sawit (PKS) PT. Eka Dura Indonesia (EDI) hanya bisa ditempuh sekira 7,5 kilometer (km). Namun dengan terendamnya jembatan Pisang Kolek, masyarakat harus memutar dan harus menempuh jarak sekira 40 km.‎

‎ ‎Selain jembatan Pisang Kolek, ungkap Aly, banjir dampak luapan Sungai Rokan juga merendam rumah ditempati sekira 257 kepala keluarga (KK) di Kelurahan Kota Lama.

‎ "Akibat banjir kiriman ini bahkan ada air yang sudah masuk ke pemukiman warga. Makanya harus tetap waspada, terlebih pemukiman dekat bibir sungai (Rokan)," imbau Aly dan mengatakan debit air sungai masih tinggi hingga Kamis sore.

‎ ‎ "Simpan semua barang berharga di tempat yang aman, seperti ijazah dan surat-surat berharga lain. Tetap waspada dan jangan sampai lengah, karena ‎banjir kiriman bisa saja datang tiba-tiba," pesan Lurah Kota Lama, Aly Yusup.***(zal)

Loading...


Berita Sosial lainnya..........
- KPU Kampar Sosialisasi Goes to Campus di Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
- Azis Zaenal Serahkan Mini Traktor ke Petani di Desa Sungai Lembu
- Capaian Imunisasi MR di Kampar Rendah,
Kemenkes RI dan WHO Ungkap Bahaya Campak dan Rubella

- Tomas dan Anggota DPRD Kuansing Asal Pangean Sunat Gratis 40 Bocah
- Sabtu, Masyarakat Duri Tetap Bisa Urus TNBK
- Persiapan Sudah 95 Persen, Event Sepeda Nusantara Etape Pekanbaru Bakal Dibuka Walikota
- Sebut Sanksi PT.ASL dari Kementrian, BPN Inhu Dikecam Warga
- Pengumuman Ahad Lusa,
Ratusan Berkas Calon Peserta CPNS 2018 di Pemkab Rohul Dinilai TMS

- Pemprov dan Meranti Tersendiri,
Ujian CAT Peserta CPNS Dibagi Empat Titik

- BKD Pekanbaru Akan Konsultasi ke KSN untuk Pengisian Pejabat Eselon II
- Aneh, APMS di Bengkalis Ini Tidak Jual Bensin ke Masyarakat Tapi ke Drum
- Bupati Kampar Ingatkan Pelaksana Program Pamsimas yang Memahami Sistem Sanitasi
- FPRR Serahkan Bantuan Sosial Uutuk Korban Bencana Gempa dan Tsunami di Palu
- Bantuan APBN 2018, BPCB Sumbar Perbaiki Makan Raja-raja Rambah Tahun ini
- Bupati Kampar Salurkan Bantuan untuk Korban Bencana di Palu, Sigi dan Donggala
- Proyek Pembangunan Lapangan Parkir RSUD Mandau Diduga Salahi Bestek
- KPID Riau Sosialisasikan Keluarga Cinta Siaran Indonesia di Dumai
- Dipimpin L Saadilah Octeza, Pengurus IPMK Pekanbaru Dikantik
- Tiga Kali Diperingatkan, PT.Alam Sari Lestari di Inhu Tetap Tak Bangun KKPA
- Proyek Preservasi Jalan Nasional di Inhil Segera Dilelang


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda :
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com