Home > Sosial & Budaya >>
Berita Terhangat..
Senin, 21 Januari 2019 10:59
11 Item Pajak Pemko Pekanbaru Bisa Dibayar di Bank dan Gerai Ritel

Senin, 21 Januari 2019 07:24
Ketua PSSI Meranti Sebut Turnamen Futsal Sago Old Star 2019 Bergengsi

Senin, 21 Januari 2019 07:19
Tim Polres Meranti Juara di Turnamen Futsal Sago Old Star 2019

Ahad, 20 Januari 2019 22:28
Nestapa Gadis Belia di Kampar, Diperkosa dan Dirampas HP-nya

Ahad, 20 Januari 2019 22:09
Bedah Rumah Kuli Pendorong Gerobak, Ini Apresiasi dari Plt Bupati Kampar kepada Dandim 0313/KPR

Ahad, 20 Januari 2019 18:31
Dinilai Ada Penyimpangan, Warga Air Jernih, Inhu Blokir Pembuatan Jalan Desa

Ahad, 20 Januari 2019 17:25
Camat Bangko Pusako-PT SRL Blok III Sosialisasikan Pencegahan Karlahut

Ahad, 20 Januari 2019 16:29
Silaturrahmi ke Warga Duri, Septian Nugraha Tegaskan Nyaleg Demi Kepentingan Publik

Ahad, 20 Januari 2019 16:25
PT PHE Kampar DideadlineMulai Aspal Jalan Poros Kerumutan Awal Februari

Ahad, 20 Januari 2019 14:39
Serap Aspirasi, Caleg DPR RI Ini Blusukan hingga ke Pelosok Pelalawan

loading...


Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Senin, 15 Oktober 2018 22:16
Rumah dan Kedai Terancam Digusur,
Pembangunan Jembatan di Jalan Nasional Rantau Berangin Menuai Protes


Pembangunan jembatan baru di Rantau Berangin, menuai protes warga. Pasalnya, pembangunan itu akan menggusur sejumlah warung dan rumah warga.

Riauterkini-BANGKINANG - Pembangunan jembatan baru di ruas jalan nasional di Rantau Berangin, Desa Merangin, Kecamatan Kuok, Kabupaten Kampar terus menuai protes dan kecaman. Puluhan pemilik rumah dan kedai yang terancam digusur bersama sejumlah warga melakukan aksi unjuk rasa ke kantor Bupati Kampar, Senin (15/10/2018).

Aksi ini adalah aksi lanjutan warga Rantau Berangin yang sebelumnya sempat melakukan hearing dengan DPRD Kampar.

Dalam aksi ini masyarakat menolak tegas pembangunan jembatan karena tidak memenuhi hak warga yang mengaku telah menetap puluhan tahun di pinggir jalan nasional Riau-Sumbar itu.

Puluhan warga Rantau Berangin datang dengan menggunakan mobil jenis L300 dan sepeda motor. Mereka membawa spanduk yang bertuliskan stop pembangunan Jembatan Merangin. Aksi ini juga didukung Gerakan Pemuda Patriotik Indonesia (GPPI) Kampar dan sejumlah mahasiswa.

Meski ngotot ingin masuk ke dalam kantor Bupati Kampar, namun pengunjuk rasa tertahan di depan pintu masuk kantor Bupati Kampar karena dicegah oleh personil Satpol PP dan beberapa anggota polisi. Ibu-ibu tampak berteriak histeris minta pemerintah meninjau ulang pembangunan jembatan karena mereka menilai pemerintah tidak adil dan semena-mena dan melanggar hak azasi manusia.

Dalam selebaran yang dibagikan disebutkan bahwa proyek pembangunan jembatan terindikasi non prosedur hukum. Pembangunan tidak memperhitungkan hak warga, karena warga didalilkan tinggal di daerah milik jalan (DMJ). Bukan PU yang menentukan hak warga akan tetapi hukum dan pengadilan.

Setelah beberapa menit berorasi, pengunjuk rasa ditemui Asisten II Setdakab Kampar Azwan. Kepada pengunjuk rasa Azwan mengatakan bahwa Bupati Kampar tidak berada di kantor dan masih di Jakarta.

Tak lama setelah itu Sekretaris Daerah Kabupaten Kampar Yusri datang menemui pengunjuk rasa dan berjanji menerima pengunjuk rasa di ruang rapat lantai tiga kantor Bupati Kampar setelah Sholat Zuhur dan makan siang.

Akhirnya pengunjuk rasa membubarkan diri. Setelah Zuhur pertemuanpun digelar di ruang rapat lantai tiga kantor Bupati Kampar.

Sekda Kampar Yusri dalam pertemuan tersebut menyampaikan pembangunan jembatan baru di sebelah jembatan lama ini merupakan proyek APBN. Jembatan lama ini sempat ditabrak truk dan rusak beberapa waktu lalu.

Ia mengatakan, pemerintah daerah tidak mempermasalahkan untuk ganti rugi, sepanjang itu dibolehkan atau ada aturan hukumnya. "Coba kasih saya dalil yang membenarkan ganti rugi untuk tanah negara. Tugas kami mendengar, mengatur, menganalisa, dan mendalami. Pemerintah tidak pernah menyengsarakan rakyat. Silahkan diklaim, itukan memang hak warga secara turun-temurun. Kami memberikan solusinya untuk menggantinya dengan rumah sederhana. Kami akan coba kaji persoalan ini secara teknis," ujar Yusri.

Dikatakan, pemerintah hanya ada memiliki dua solusi, apakah menghentikan atau memindahkan pembangunan jembatan ke jembatan yang lama. Menurutnya, jika pembangunannya dipindahkan maka berarti pengadaan rumah layak huni sebanyak 7 unit dibatalkan. "Besok Saudara Amga dari Dinas PU bersama orang teknis turun ke lapangan untuk cek fisik dan mengkoordinasikan dengan pihak APBN tentang permasalahan ini," terang Yusri.*(man)

Loading...


Berita Sosial lainnya..........
- Bedah Rumah Kuli Pendorong Gerobak, Ini Apresiasi dari Plt Bupati Kampar kepada Dandim 0313/KPR
- Dinilai Ada Penyimpangan, Warga Air Jernih, Inhu Blokir Pembuatan Jalan Desa
- Serunya Mararua, Rame-rame Tangkap Ikan Masyarakat Kuansing
- Plt Bupati Kampar dan Banyak Bejabat Hadiri Pengukuhan Lembaga Adat Kenegerian Tapung
- Disaksikan Wagub Terpilih, Sekdaprov Kukuhkan Ketua LAKTA
- Adipura Bengkalis Kota Kecil Terbersih Akan Diarak Keliling dan Gelar Syukuran
- Satlantas Polres Kuansing Deklarasikan MRSF
- Polres Rohil Hadiri Pertemuan Silarurrahmi PWI Rohil
- Pemkab Kuansing Jajaki Kerjasama Membatik ke Balai Industri Padang
- Belum Miliki Identitas, Seribuan Napi Lapas Bengkalis Jadi Target Rekam KTP El
- Plt Bupati Kampar Serahkan DPA 2019 kepada Seluruh OPD
- Sambut Hari Bhakti ke-69,
Imigrasi Bengkalis Bersihkan dan Cat Museum

- Bernasib Lebih Miris dari Andini,
Begini Kata Kades tentang Naufal yang Mengurusi Empat Adiknya

- Masuki Masa Pensiun, Mantan Kaban Penghubung Riau Ingin Terus Mengabdi
- Andini tak Terviralkan Muncul Lagi di Pekan Tua, Pelalawan
- Satlantas Polres Kuansing Matangkan Persiapan MRSF
- Lantik Tiga Kajari, Kajati Riau Minta Tingkatkan Kinerja
- Desa Banjar Baru Layurkan Jalur Sumbangan Bupati Kuansing
- Dilaporkan Sejumlah Pihak, Penista Agama di Duri, Bengkalis Ditangkap Polisi
- Lusa, Kepengurusan IKA Hubdat Provinsi Riau Dikukuhkan


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda :
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com