Home > Sosial & Budaya >>
Berita Terhangat..
Selasa, 20 Nopember 2018 21:36
Pesta Sabu Semiliar, Seorang Oknum Polisi dan 6 Kawannya Ditangkap Polsek Mandau

Selasa, 20 Nopember 2018 20:06
Jadwal Pelantikan Bupati dan Wakil Bupati Inhil Dimajukan Sejam

Selasa, 20 Nopember 2018 17:08
Perdana di Pekanbaru,
UMRI Dipercaya sebagai Tuan Rumah Pelatihan Auditor Mutu Internal PTMA


Selasa, 20 Nopember 2018 16:24
Sambut Hari Juang Kartika, Korem 031/WB Bedah Rumah Warga Kurang Mampu

Selasa, 20 Nopember 2018 14:12
Pantai Indah Selatbaru, Bengkalis Akan Berlakukan Tiket Masuk

Selasa, 20 Nopember 2018 13:46
Sekda Lantik 136 Pejabat Eselon III dan IV Pemkab Inhil

Selasa, 20 Nopember 2018 13:31
Rumah diterjang Longsor Warga Benai Telan Kerugian 50 Juta

Selasa, 20 Nopember 2018 10:30
Camat Kuantan Tengah, Kuansing Bantu panti Asuhan dan Lansia Tunanetra

Selasa, 20 Nopember 2018 07:01
Rp1,4 Triliun, Pemkab Meranti Ajukan Nota Keuangan RAPBD 2019 ke DPRD

Selasa, 20 Nopember 2018 06:57
Teken KUA-PPAS 2019 Terkendala Rincian DBH Migas dari Pusat

loading...


Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Senin, 15 Oktober 2018 22:16
Rumah dan Kedai Terancam Digusur,
Pembangunan Jembatan di Jalan Nasional Rantau Berangin Menuai Protes


Pembangunan jembatan baru di Rantau Berangin, menuai protes warga. Pasalnya, pembangunan itu akan menggusur sejumlah warung dan rumah warga.

Riauterkini-BANGKINANG - Pembangunan jembatan baru di ruas jalan nasional di Rantau Berangin, Desa Merangin, Kecamatan Kuok, Kabupaten Kampar terus menuai protes dan kecaman. Puluhan pemilik rumah dan kedai yang terancam digusur bersama sejumlah warga melakukan aksi unjuk rasa ke kantor Bupati Kampar, Senin (15/10/2018).

Aksi ini adalah aksi lanjutan warga Rantau Berangin yang sebelumnya sempat melakukan hearing dengan DPRD Kampar.

Dalam aksi ini masyarakat menolak tegas pembangunan jembatan karena tidak memenuhi hak warga yang mengaku telah menetap puluhan tahun di pinggir jalan nasional Riau-Sumbar itu.

Puluhan warga Rantau Berangin datang dengan menggunakan mobil jenis L300 dan sepeda motor. Mereka membawa spanduk yang bertuliskan stop pembangunan Jembatan Merangin. Aksi ini juga didukung Gerakan Pemuda Patriotik Indonesia (GPPI) Kampar dan sejumlah mahasiswa.

Meski ngotot ingin masuk ke dalam kantor Bupati Kampar, namun pengunjuk rasa tertahan di depan pintu masuk kantor Bupati Kampar karena dicegah oleh personil Satpol PP dan beberapa anggota polisi. Ibu-ibu tampak berteriak histeris minta pemerintah meninjau ulang pembangunan jembatan karena mereka menilai pemerintah tidak adil dan semena-mena dan melanggar hak azasi manusia.

Dalam selebaran yang dibagikan disebutkan bahwa proyek pembangunan jembatan terindikasi non prosedur hukum. Pembangunan tidak memperhitungkan hak warga, karena warga didalilkan tinggal di daerah milik jalan (DMJ). Bukan PU yang menentukan hak warga akan tetapi hukum dan pengadilan.

Setelah beberapa menit berorasi, pengunjuk rasa ditemui Asisten II Setdakab Kampar Azwan. Kepada pengunjuk rasa Azwan mengatakan bahwa Bupati Kampar tidak berada di kantor dan masih di Jakarta.

Tak lama setelah itu Sekretaris Daerah Kabupaten Kampar Yusri datang menemui pengunjuk rasa dan berjanji menerima pengunjuk rasa di ruang rapat lantai tiga kantor Bupati Kampar setelah Sholat Zuhur dan makan siang.

Akhirnya pengunjuk rasa membubarkan diri. Setelah Zuhur pertemuanpun digelar di ruang rapat lantai tiga kantor Bupati Kampar.

Sekda Kampar Yusri dalam pertemuan tersebut menyampaikan pembangunan jembatan baru di sebelah jembatan lama ini merupakan proyek APBN. Jembatan lama ini sempat ditabrak truk dan rusak beberapa waktu lalu.

Ia mengatakan, pemerintah daerah tidak mempermasalahkan untuk ganti rugi, sepanjang itu dibolehkan atau ada aturan hukumnya. "Coba kasih saya dalil yang membenarkan ganti rugi untuk tanah negara. Tugas kami mendengar, mengatur, menganalisa, dan mendalami. Pemerintah tidak pernah menyengsarakan rakyat. Silahkan diklaim, itukan memang hak warga secara turun-temurun. Kami memberikan solusinya untuk menggantinya dengan rumah sederhana. Kami akan coba kaji persoalan ini secara teknis," ujar Yusri.

Dikatakan, pemerintah hanya ada memiliki dua solusi, apakah menghentikan atau memindahkan pembangunan jembatan ke jembatan yang lama. Menurutnya, jika pembangunannya dipindahkan maka berarti pengadaan rumah layak huni sebanyak 7 unit dibatalkan. "Besok Saudara Amga dari Dinas PU bersama orang teknis turun ke lapangan untuk cek fisik dan mengkoordinasikan dengan pihak APBN tentang permasalahan ini," terang Yusri.*(man)

Loading...


Berita Sosial lainnya..........
- Jadwal Pelantikan Bupati dan Wakil Bupati Inhil Dimajukan Sejam
- Perdana di Pekanbaru,
UMRI Dipercaya sebagai Tuan Rumah Pelatihan Auditor Mutu Internal PTMA

- Sambut Hari Juang Kartika, Korem 031/WB Bedah Rumah Warga Kurang Mampu
- Camat Kuantan Tengah, Kuansing Bantu panti Asuhan dan Lansia Tunanetra
- Sampah Rumah Tangga Berserakan,
Mahasiswa Stikes Hang Tuah Pekanbaru Beri Solusi Pada Warga Pulau Gadang

- Jaga Keamanan Penumpang, Puluhan Kendaraan di Kuansing Dirazia Operasi Uji Petik
- Pelantikan Gubri Definitif, Wan Thamrin Bakal Pakai Baju Lama
- BPBD Riau: Empat Kabupaten Masih Terendam Banjir
- Jadwal Pelantikan Gubri Bersamaan Dengan Gubernur Bengkulu
- Pabrik Pengolah Inti Sawit PT SDS Terbakar di Dumai
- Laga Kambing Sepeda Motor, 1 Korban Tewas di Bengkalis
- ‎Serunya Family Gathering Polres Rohul di Objek Wisata Sipogas
- Baksos, Polsek Cerenti Turun ke Masyarakat Bergotong Royong
- Sempena HKN, Pernakes Bengkalis Taja Jalan Santai dan Donor Darah di Duri
- Disnaker Riau Saksikan Penandatangan PKB Serikat Pekerja di Pelalawan
- Kenalkan Lebih Mendalam Mengani Media Siber, Riauonline.co.id Taja Seminar NuMedia Cyber
- Setelah Kampar, BKD Riau Kembali Gelar Touring Road to Siak
- Reuni Perak Alumni SMPN 4 Pekanbaru, Donor Darah dan ke Panti Asuhan
- Kejaksaan Negeri Teluk Kuantan Menjadi yang Terbaik di Riau
- Baznas Bengkalis Bantah Minta KTP untuk Bagikan Zakat


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda :
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com