Home > Sosial & Budaya >>
Berita Terhangat..
Senin, 22 April 2019 18:29
Didukung Kepala Daerah dan Sejumlah Tokoh Berpengaruh, Jokowi-Ma'aruf Amin Kalah di Kuansing

Senin, 22 April 2019 18:20
Anggota KPPS Desa Kumantan Meninggal Dunia, KPU Kampar Sampaikan Belasungkawa

Senin, 22 April 2019 18:05
Palsukan Dokumen, Dua Tahanan Narkoba di Inhu Kabur dari Hotel

Senin, 22 April 2019 16:32
11.751 Pelajar SMP di Bengkalis Ikuti UN 2019

Senin, 22 April 2019 16:28
Sekda Rohul Tinjau Pelaksanaan UNBK 2019 di MTsN 3 Rohul dan SMPN 1 Rambah

Senin, 22 April 2019 16:24
Hadiri Perpisahan SMAN 1 Telukkuantan,
Ketua DPRD Kuansing Pesankan Para Siswa untuk Terus Berjuang


Senin, 22 April 2019 15:34
Kadis TPH Rohul Ajak Petani Sukseskan Upsus Pajale Sesuai Musim Tanam

Senin, 22 April 2019 15:23
Penusukan Terhadap Pesonel Polda Riau,
Satu dari Empat Tersangka Geng Motor Merupakan Residivis


Senin, 22 April 2019 15:21
PPK Mandau Akui Banyak Kekurangan di Pemilu 2019

Senin, 22 April 2019 15:14
KPK Ingatkan Komitmen Pemprov Riau Cegah Korupsi

loading...


Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Kamis, 18 Oktober 2018 11:45
KPID Riau Sosialisasikan Keluarga Cinta Siaran Indonesia di Dumai

KPID Riau punya kegiatan di Dumai. Melakukan sosialisasi gerakan Keluarga Cinta Siaran Indonesia.

Riauterkini-DUMAI- Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Riau menggelar Sosialisasi Keluarga Cinta Siaran Indonesia, bertempat di Gedung Pendopo, Jalan Putri Tujuh Kecamatan Dumai Timur, Kamis (18/10/18).

Kegiatan dibuka secara resmi oleh Asisten II Sekretariat Pemko Dumai, Syahrinaldi. Hadir dalam acara itu, Komisioner KPID Riau, Kabag Infokom Dumai Eko Wardoyo, PWI, IJTI dan puluhan orang peserta yang sebagian besar terdiri dari anak-anak muda generasi milineal.

Asisten II Pemko Dumai Syahrinaldi dalam sambutannya, mengaku banyaknya siaran TV yang kurang sesuai dengan pribadi dan gaya hidup bangsa Indonesia saat ini. Untuk itu ia mengajak masyarakat untuk lebih selektif memilih siaran TV yang sesuai, nilai nilai positif dan budaya yang ada di masyarakat saat ini tidak hilang.

"Saya meminta masyarakat dapat memfilter mana tayangan yang baik dan mana yang perlu diwaspadai, agar nilai positif saat ini tidak hilang. Sehingga kita bisa menikmati siaran yang berkualitas," ungkapnya.

Menurutnya, banyak tayangan TV yang disiarkan oleh Televisi swasta di Indonesia tidak sesuai dengan budaya dan nilai-nilai yang ada dimasyarakat, seperti Sinetron yang banyak mempertontonkan gaya hidup Hedonis hidup mewah dan berfoya-foya. 

"Gaya hidup hedonis seperti di Kota besar itu jelas tidak sesuai dengan kehidupan masyarakat Indonesia secara luas khususnya yang berada di perbatasan," ucap Syahrinaldi.

Dia berharap KPI dapat mengawal penayangan siaran yang sesuai dengan kondisi dan kepribadian bangsa, terutama diwilayah perbatasan. Syahrinaldi meminta KPI Riau untuk mendorong hadirnya TVRI dan TV Nasional lainnya di Kota Dumai. 

"Karena seperti yang terjadi saat ini masyarakat lebih familiar dengan tayangan TV dari negara tetangga Malaysia dan Singapura. Sebab jaringan TV Nasional belum dapat ditangkap," paparnya.

Menurutnya, masyarakat wajib cinta siaran Indonesia, namun bagi masyarakat Kota Dumai yang tidak dapat menangkap siaran TV Nasional lebih cenderung menonton siaran Malaysia dan Singapura.

"Utuk itu kita berharap KPI dapat memfasilitasinya dengan melakukan penguatan, agar siaran Indonesia diwilayah perbatasan semakin terasa dan menumbuhkan kecintaan masyarakat terhadap TV Indonedia," harapnya.

Dalam kesempatan yang sama, tokoh masyarakat Ahmad Jhoni Marzainur berharap dengan hadirnya KPID Riau bisa makin mencerahkan masyarakat.

"Semoga dengan hadirnya KPID Riau ini bisa makin mencerahkan masyarakat karena tidak kita pungkiri saat ini tidak semua siaran televisi menayangkan program yang bermanfaat bagi masyaarakat bahkan sebaliknya," ungkapnya.

Sementara itu, Komisioner KPI Riau, Widde M Rosa dalam sambutanya menjelaskan KPI sebagai lembaga penyambung lidah masyarakat yang bertugas untuk menjaga karakter dan jati diri bangsa.

Dalam menyikapi siaran TV swasta saat ini menurut Widde, ada dua sisi mata uang yang berbeda pertama sisi bisnis dan kedua memperkokoh persatuan serta mencerdaskan kehidupan bangsa, untuk itu KPI akan komit menjadi kontrol sosial mengawal tayangan tayangan yang layak disajikan kepada masyarakat.

Melalui kegiatan sosialisasi Keluarga Cinta Tayangan Indonesia ini dapat memberikan pengetahuan kepada masyarakat dalam memilih tayangan yang ideal dan baik konsumsi keluarga. 

"Kami harap dengan keberadaan KPID penguatan siaran Indnesia di wilayah perbatasan semakin terasa dan mampu menumbuhkan kecintaan masyarakat terhadap siaran Indonesia," ucap Widde.

Sementara itu, Komisioner KPID Provinsi Riau Asrar Rais, menjelaskan bahwa KPID sesuai dengan UU 32 Tahun 2002 yakni lembaga negara bersipat independen.

"Semoga keberdaan KPID Riau ini akan menjadi penguatan siaran Televisi Indonesia dan makin terasa," tuturnya.*(had)

Loading...


Berita Sosial lainnya..........
- Anggota KPPS Desa Kumantan Meninggal Dunia, KPU Kampar Sampaikan Belasungkawa
- Kadis TPH Rohul Ajak Petani Sukseskan Upsus Pajale Sesuai Musim Tanam
- Ketua KPU dan Kapolres Bengkalis Kunjungi Keluarga Ketua KPPS Yang Meninggal Dunia
- Gubri Resmikan Kantor Layanan Teknis BSN Keempat
- HUT ke-22, Iwara Buat Acara Meriah
- Bupati Mursini Wisuda Ribuan Murid TPA se-Kuansing
- Hilang Sebulan Seorang Kakek di Inhu Ditemukan Tinggal Tulang Belulang
- Dua Tahanan Narkoba di Inhu Melarikan Diri
- Bupati Kuansing Serahkan Dana Hibah untuk Ponpes di Gunung Toar
- Hari Warisan Dunia, Disbud Riau Beri Lestarikan Cagar Budaya
- Kanker Hati Stadium 4, Seorang Anak di Rohil Butuh Uluran Tangan
- 102 Operator‎, Mekanik dan Sopir di Dinas PUPR Rohul Lulus Uji Kompetensi Alat Berat
- Bayar Klaim Jatuh Tempo Kepada RS, BPJS Kesehatan Kucurkan Dana Rp 11 Triliun
- BPKAD Pakanbaru : Honor Imam Mesjid Paripurna Sudah Cair
- Hingga Maret, Serapan APBD Kampar Alami Deviasi 7,59 Persen
- Kampar Dapat Hibah Kapal dari Kementerian Perhubungan RI
- PSF Korwil Rohul Chapter Riau Kopdar Bulanan dan Bakti Sosial di Desa Bangun Jaya
- Badan Arkeologi Sumut Tertarik Teliti Peninggalan dan Bukti Sejarah di Rohul
- Hasil Cek Lapangan, PUPR Riau Pastikan Jembatan Siak III Aman dari Maling
- Pondok Tahfidz Nurul Quran Mulai Dibangun di Pelalawan


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda :
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com