Home > Sosial & Budaya >>
Berita Terhangat..
Jum’at, 26 April 2019 22:13
Polisi Jamin Aman, Logistik PSU dan PSL di Bengkalis Belum Tersedia

Jum’at, 26 April 2019 21:05
‎Peringatan Hari Kartini ke-55, Dinsos P3A Rohul Gelar Lomba Baca Puisi dan Fashion Show

Jum’at, 26 April 2019 20:56
Diguyur Hujan, Duri Timur, Bengkalis Kebanjiran

Jum’at, 26 April 2019 20:02
Dilepas Bupati Rohul, Pawai Ta'aruf Semarak Ramadhan 1440 H di Pasirpangaraian Diguyur Hujan

Jum’at, 26 April 2019 19:36
Simulasi Evakuasi Bencana, Gedung RSUD Petala Bumi Terbakar, Pasien Melahirkan Turut Dievakuasi

Jum’at, 26 April 2019 18:54
Diduga Cabuli ABG, Kades Pedekik dan Barang Bukti Dilimpahkan ke JPU

Jum’at, 26 April 2019 17:30
Ketua Bawaslu Pelalawan: Pengalihan Suara Antar Caleg Adalah Pidana Pemilu

Jum’at, 26 April 2019 16:54
Dorong Kemandirian, Keterampilan Teknis dan Mental,
200 Warga Ikuti Kelas Orientasi dan Kewirausahaan Tajaan PT CPI


Jum’at, 26 April 2019 16:34
99 Mahasiswa dan 14 Dosen Asal Pekanbaru Blusukan ke Hutan Mangrove di Bengkalis

Jum’at, 26 April 2019 15:42
Gubri Harap PSU dan PSL Besok Berjalan Damai

loading...


Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Sabtu, 20 Oktober 2018 15:02
Capaian Imunisasi MR di Kampar Rendah,
Kemenkes RI dan WHO Ungkap Bahaya Campak dan Rubella


Imunisasi campak dan rubella, MR (Measles Rubella) sangat penting bagi anak. Namun di Kabupaten Kampar, cakupan pelaksanaan program ini masih jauh yang diharapkan, hanya 31 persen lebih.

Riauterkini-BANGKINANG - Imunisasi campak dan rubella, MR (Measles Rubella) sangat penting bagi anak. Namun di Kabupaten Kampar, cakupan pelaksanaan program ini masih jauh yang diharapkan, hanya 31 persen lebih. Melihat kondisi ini, Kementerian Kesehatan Republik Indonesia dan World Health Organization (WHO)  langsung turun tangan ke Kabupaten Kampar guna melakukan evaluasi dan sosialisasi.

Kegiatan bertajuk Mid-Term Review Kampanye Imunisasi MR Fase 2 Tahun 2018, Kabupaten Kampar digelar di Hotel Labersa, Kecamatan Siak Hulu, Kabupaten Kampar, Jum'at (19/10/2018). Sejumlah pihak diundang untuk mengikuti kegiatan ini diantaranya camat se-Kabupaten Kampar Kepala Puskesmas se-Kabupaten Kampar, sejumlah kepala sekolah dan dari organisasi seperti Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Kampar. Selain itu pihak Forkopimda dari Dandim 0313/KPR dan Kapolres Kampar. Peserta yang hadir 75 orang dari 89 yang diundang.

Acara dibuka oleh Bupati Kampar yang diwakili Asisten III Setdakab Kampar Hj Nurhasani,M M dan dihadiri Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Riau 

Dra Hj  Mimi Yuliani Nazir Apt, MM, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kampar H Nurbit,SH, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kampar Drs H Alfian, M.Ag, pemateri dari Kementerian Kesehatan RI Syafrial, SKM, M.Kes dan perwakilan WHO Nofrida.

Dalam pemaparannya Syafrial, SKM, MKes mengungkapkan bahwa realiasi cakupan imunisasi MR di Provinsi Riau khususnya di Kabupaten Kampar masih rendah yakni 31 persen. Ia memastikan bahwa tidak ada yang ilegal dalam keIni boleh (mubah).

Campak dan rubella adalah penyakit infeksi menular melalui saluran napas yang disebabkan oleh virus. Campak dapat menyebabkan komplikasi yang serius seperti diare, radang paru (pneumonia), radang otak (ensefalitis), kebutaan bahkan kematian.

Rubella biasanya berupa penyakit ringan pada anak, akan tetapi bila menulari ibu hamil pada trimester pertama atau awal kehamilan, dapat menyebabkan keguguran atau kecacatan pada bayi yang dilahirkan.

Kecacatan tersebut dikenal sebagai Sindroma Rubella Kongenital di antaranya meliputi kelainan pada jantung dan mata, ketulian dan keterlambatan perkembangan. Tidak ada pengobatan untuk penyakit campak dan rubella, namun penyakit ini dapat dicegah.

Imunisasi dengan vaksin MR adalah pencegahan terbaik untuk kedua penyakit ini. Satu vaksin mencegah dua penyakit sekaligus.

Bupati Kampar yang diwakili Asisten II Setdakab Kampar Hj Nurhasani, MM mengatakan, kampanye Imunisasi MR telah mulai dilaksanakan secara resmi oleh Wakil Bupati Kampar  pada tanggal 1 Agustus yang lalu, akan tetapi program dari Kementrian Kesehatan RI tersebut sampai sekarang baru mencapai lebih kurang 31 persen lebih, sementara waktu tinggal lebih kurang 10 hari lagi.

Padahal Kemenkes sendiri  berharap pada sepuluh hari kedepan realisasi Imunisasi MR bisa tercapai mencapai 95%. Untuk mewujudkan hal tersebut Pemkab Kampar siap mendukung imunisasi MR. Dengan demikian diharapkan kepada para camat dan kepala sekolah untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat dalam melakukan imunisasi MR mulai usia 9 bulan sampai 15 tahun.

Diakui belakangan ini banyak isu negatif yang timbul ditengah masyarakat terkait Imunisasi MR, pertama terbuat dari kandungan babi yang dinilai haram serta banyak korban yang terkena setelah melakukan suntik imunisasi MR, padahal sebenarnya yang ada korban akibat dari tidak dilakukannya imunisasi MR," terang Nurhasani.

Mantan Kadis Kominfo dan Persandian tersebut juga menjelaskan, bahwa imunisasi telah terbukti berhasil menghilangkan penyakit cacar variola dan polio, serta menekan lebih dari 99% kasus tetanus neonatorum di Indonesia.

Kadis Kesehatan Provinsi Riau Dra Hj  Mimi Yuliani Nazir Apt, MM mengungkapkan, pelaksanaan imunisasi fase pertama di Pulau Jawa tahun lalu berjalan lancar yang cakupannya mencapai 98 persen.

Namun pelaksanaan difase kedua, diantaranya di Riau menghadapi persoalan dimana banyak orang tua yang tidak mau anaknya diimunisasi.

 Berbagai pihak telah bersepakat untuk melaksanakan program ini termasuk MUI, Kementerian Agama, ulama, kepala daerah, camat dan lainnya. Komitmen telah dibuat bahwa capaian ini harus meningkat hingga batas akhir pelaksanaan tanggal 31 Oktober nanti. Selain keluarnya fatwa MUI yang membolehkan, vaksin MR juga telah terregistrasi di Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) dan telah dilakukan pengkajian.

Mimi menambahkan, capaian di Riau awalnya baik, namun karena adanya pemberitaan di media dan media sosial capaiannya menurun tajam. Untuk Kabupaten Kampar berada di urutan ketujuh dari 12 kabupaten/kota se-Riau yakni 31 persen lebih. Target imunisasi vaksin MR di Riau sebanyak 1.955.700 orang anak usia 9 bulan sampai 15 tahun. Kampar lebih dari 123 ribu orang anak. Kampar lima terbesar sasaran Riau diluar Pekanbaru, Rohul, Rohil dan Inhu.

Sampai 18 Oktober 2018 untuk Riau baru 36 persen capaian, ini masih jauh dari target capaian. Rata-rata di Indonesia 62,67 persen dari target 95 persen. "Dengan hadirnya camat, Forkopimda, Kepala Kementerian Agama untuk melakukan diskusi, kita berharap bagaimana bida mencapai target yang dilakukan oleh pemerintah," ujar Mimi.

Ia juga mengungkapkan virus campak dan rubella sangat berbahaya apalagi sampai tertular kepada ibu hamil, salah satu akibatnya kecacatan pada anak. Oleh sebab itu WHO terus melakukan kampanye agar ini tidak mewabah.

Pemateri lainnya Kadis Kesehatan Kabupaten Kampar H Nurbit menambahkan, pemerintah hanya punya waktu selama sepuluh hari dan Kampar capaiannya masih 31 persen. "Yang diperlukan bagaimana memberikan keyakinan kepada orang tua," ucap Nurbit.  "Sepuluh hari kedepan camat  Bagaimana waktu sepuluh hari dipilah perdesa memberikan pemahaman," imbuh mantan Asisten II Setdakab Kampar ini.

Capaian dibawah 10 persen terjadi didaerah masyarakatnya yang homogen.   Ia menegaskan, secara prinsip MUI tidak menolak dengan keluarnya Fatwa Nomor 33. Di Kampar Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga tabggal 3 September lalu sudah menginstruksikan seluruh sekolah mendukung pelaksanaan imunisasi MR.

Kemudian Kemenag Kampar juga membuat surat 12 Oktober 2018 mendukung pelaksanaannya. "Perlu ada kiatnya, dijelaskan kepada masyarakat kalau MR tak dilaksanakan ini akibatnya. Yang terinfeksi virus dalam kandungan ini akibatnya. Diskes posisinya bukan pada domain halal haram. Posisi kita melindungi masyarakat dari aspek kesehatan," tegas Nurbit.

Kepala Kementerian Agama Kabupaten Kampar Drs H Alfian, M.Ag juga angkat bicara dalam kesempatan ini.  Untuk bisa melakukan imunisasi MR,  Kemenag sudah sama-sama sepakat dengan MUI. "Setelah duduk bersama, kami sangat mendukung sekali program pemerintah," beber Alfian.

Perwakilan WHO Nofrida menambahkan,  pertemuan semacam ini hanya dilakukan di 10 provinsi, tetapi tidak di semua kabupaten di provinsi tersebut. Kampar terpilih karena di mata nasional Kampar sangat penting.

"Hasil survei telah diketahui apa yang jadi masalah kenapa capaiannya sangat rendah," kata Nofrida. Ia mengharapkan peran media juga mendukung program ini dengan menyampaikan dampak akibat tidak dilakukannya vaksin MR terhadap anak.

"Dari hasil survei, kunjungan rumah ke rumah ada tiga alasan masyarakat yang menonjol. Yang terbanyak alasannya takut anaknya jatuh sakit. Kedua soal isu halal haram. Ketiga karena tidak tahu. Kita punya bidang masing-masing, ada ahlinya. Masalah sakit ada ahlinya, masalah halal haram juga sudah ada ahlinya, semua sudah ada jawaban," katanya.

Ketua PWI Kabupaten Kampar Akhir Yani, SE dalam kesempatan ini memaparkan bahwa berbagai isu negatif terhadap program imunisasi MR di media massa maupun medsos harus diimbangi dengan pemberitaan dari sisi positif dari media massa seperti media cetak, elektronik dan online.

Kampanye program ini harus lebih masif dengan melibatkan wartawan, salah satu wartawan di PWI siap untuk dilibatkan dalam berbagai kegiatan kampanye dan tindakan.*(man

Loading...


Berita Sosial lainnya..........
- ‎Peringatan Hari Kartini ke-55, Dinsos P3A Rohul Gelar Lomba Baca Puisi dan Fashion Show
- Simulasi Evakuasi Bencana, Gedung RSUD Petala Bumi Terbakar, Pasien Melahirkan Turut Dievakuasi
- Ditanya Soal Pilpres, Syamsuar Sebut Wartawan Kompas TV Bongak
- RAPP Kembali Serahkan Beasiswa Pendidikan
- Atasi Jalan Rusak,
Pemprov Riau Segera Bangun Jembatan Kaki Seribu di Siak Senilai Rp28 Miliar

- 2019, 300 Ekor Sapi Betina di Bengkalis Dapat Asuransi 
- Dinkes Bengkalis Kerahkan Tenaga Medis dan Ambulance 'Kawal' Pleno Pemilu di PPK
- Tingkatkan Kemanunggalan TNI-Rakyat, Kodim 0303/Bengkalis Gelar Komsos Komponen Masyarakat
- Sirine Mampet, Kesiapan Panpel MTQ ke II Kecamatan Bathin Solapan Dipertanyakan
- Bupati Bengkalis Buka MTQ ke II Kecamatan Bathin Solapan
- Bekukan MPC PP Kuansing, MPW PP Riau Bentuk Caretaker
- Gubri Langsung ke Rumah Sakit, Kabag Kesra Kuansing Meninggal Mendadak Saat Ikuti Rakor
- Wabup Inhil Aktif di Medsos, untuk Ketahui Permasalahan dan Serap Aspirasi Masyarakat
- Sertifikat Diterima Gubri, Riau Resmi jadi Embarkasi Haji Antara
- 49 Pegawai Imigrasi Bengkalis Cek Kesehatan dan Tes Urine 
- Pasca Penetapan BRK Syariah, Dibentuk Tim Transisi Konvensional ke Syariah
- Dijadikan Lokasi Mesum Remaja, Pengamanan Kantor UPT Capilduk Mandau Harus Dibenahi
- Diwakili Sekda, Bupati Kampar Sampaikan LKPj Tahun 2018
- Pemkab Kampar Pemegang Saham Ketiga di Bank Riaukepri, Ini Kata Bupati Kampar pada RUPS
- Berasal dari Internal, OJK Serahkan Dua Nama Calon Direksi BRK ke Pemprov Riau


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda :
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com