Home > Sosial & Budaya >>
Berita Terhangat..
Senin, 22 April 2019 18:29
Didukung Kepala Daerah dan Sejumlah Tokoh Berpengaruh, Jokowi-Ma'aruf Amin Kalah di Kuansing

Senin, 22 April 2019 18:20
Anggota KPPS Desa Kumantan Meninggal Dunia, KPU Kampar Sampaikan Belasungkawa

Senin, 22 April 2019 18:05
Palsukan Dokumen, Dua Tahanan Narkoba di Inhu Kabur dari Hotel

Senin, 22 April 2019 16:32
11.751 Pelajar SMP di Bengkalis Ikuti UN 2019

Senin, 22 April 2019 16:28
Sekda Rohul Tinjau Pelaksanaan UNBK 2019 di MTsN 3 Rohul dan SMPN 1 Rambah

Senin, 22 April 2019 16:24
Hadiri Perpisahan SMAN 1 Telukkuantan,
Ketua DPRD Kuansing Pesankan Para Siswa untuk Terus Berjuang


Senin, 22 April 2019 15:34
Kadis TPH Rohul Ajak Petani Sukseskan Upsus Pajale Sesuai Musim Tanam

Senin, 22 April 2019 15:23
Penusukan Terhadap Pesonel Polda Riau,
Satu dari Empat Tersangka Geng Motor Merupakan Residivis


Senin, 22 April 2019 15:21
PPK Mandau Akui Banyak Kekurangan di Pemilu 2019

Senin, 22 April 2019 15:14
KPK Ingatkan Komitmen Pemprov Riau Cegah Korupsi

loading...


Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Rabu, 7 Nopember 2018 22:15
Banjir Putus Akses ke Dua Desa di Kepenuhan, Masyarakat Harapkan Bahan Pokok

Dampak banjir di Kepenuhan, Rohul yag merendam dan putuskan akses dua desa mulai dirasakan. Masyarakat tidak bisa beraktifitas dan harapkan bahan pokok.

Riauterkini-PASIRPANGARAIAN- Dampak meluapnya sejumlah sungai besar, merendam ratusan rumah di dua desa di Kecamatan Kepenuhan, Kabupaten Rokan Hulu (Rohul), yakni Desa Rantau Binuang Sakti (RBS) dan Desa Ulak Patian, terendam banjir sejak Sabtu (3/11/2018).

Pelaksana Tugas (Pjs) Kepala Desa Rantau Binuang Sakti, Saiful Adnan, mengatakan akibat banjir, ‎masyarakat di desanya tidak bisa melakukan aktivitas seperti biasa sejak Sabtu lalu hingga hari ini, Rabu (7/11/2018), karena akses utama darat di desanya ke ibukota kecamatan terputus.

Saiful mengatakan banjir bukan hanya mengganggu aktivitas masyarakat Desa Rantau Binuang Sakti, tapi melumpuhkan dunia pendidikan. Proses belajar mengajar diliburkan sejak Sabtu lalu, sebab bangunan sekolah terendam, seperti terjadi di SD Negeri 007 Kepenuhan.

Bukan itu saja, sambung Saiful, banjir juga sebabkan perekonomian masyarakat di desanya lumpuh, karena hasil panen Tandan Buah Segar atau TBS kelapa sawit tidak bisa dijual keluar desa, dampak putusnya transportasi darat.

"Jalan satu-satunya menuju Desa RBS saat ini hanya bisa ditempuh menggunakan jalur sungai dengan speedboat ‎ dan perahu," ungkap Saiful saat dihubungi wartawan, Rabu (7/11/2018).

Saiful menambahkan banjir juga melumpuhkan perekonomian dan membuat masyarakat tidak bisa melakukan aktivitas seperti biasa, namun masyarakat Desa Rantau Binuang Sakti juga sangat membutuhkan bantuan sembilan bahan pokok (Sembako) dan obat-obatan.

Saat ini, ungkap Saiful, ada sekira 222 kepala keluarga (KK) yang terdampak banjir di Desa Rantau Binuang Sakti. Untuk kebutuhan sehari-hari masih ada sedikit stok, namun masyarakat sangat membutuhkan bantuan Sembako dan obat-obatan.

Saiful mengaku telah melaporkan situasi terkini dan apa yang dibutuhkan ke Pemkab Rohul maupun Pemprov Riau, termasuk meminta bantuan Sembako dan obat-obatan untuk masyarakatnya.

Pjs Kades Rantau Binuang Sakti meminta pemerintah daerah dan pemerintah provinsi bergerak cepat terkait banjir di desanya, sebab akses di desanya terputus sementara waktu.

Sebelumnya, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Rohul, Suparno S.Hut, mengatakan banjir di Kecamatan Kepenuhan tidak hanya melanda Desa Rantau Binuang Sakti, tapi juga terjadi di Desa Ulak Patian.

Banjir merendam ratusan rumah di dua desa di Kecamatan Kepenuhan, kata Suparno, merupakan dampak meluapnya aliran Sungai Batang Sosa, Sungai Rokan dan Batang Lubuh, serta dampak tingginya curah hujan di wilayah Rohul akhir-akhir ini.

Suparno mengatakan akses ke Desa Rantau Binuang Sakti dan Desa Ulak Patian terputus karena banjir menggenangi badan jalan antara 3 kilometer sampai 4 kilometer, dengan ketinggian air antara 50 centimeter hingga 90 centimeter.

Banjir juga mengisolir sekira 222 KK di Desa Rantau Binuang Sakti, dan sekira 126 KK di Desa Ulak Patian. Selain itu, banjir juga merendam puluhan rumah di Desa Lubuk Soting Kecamatan Tambusai. Banjir juga merendam sejumlah daerah di Kecamatan Rambah.***(zal)

Loading...


Berita Sosial lainnya..........
- Anggota KPPS Desa Kumantan Meninggal Dunia, KPU Kampar Sampaikan Belasungkawa
- Kadis TPH Rohul Ajak Petani Sukseskan Upsus Pajale Sesuai Musim Tanam
- Ketua KPU dan Kapolres Bengkalis Kunjungi Keluarga Ketua KPPS Yang Meninggal Dunia
- Gubri Resmikan Kantor Layanan Teknis BSN Keempat
- HUT ke-22, Iwara Buat Acara Meriah
- Bupati Mursini Wisuda Ribuan Murid TPA se-Kuansing
- Hilang Sebulan Seorang Kakek di Inhu Ditemukan Tinggal Tulang Belulang
- Dua Tahanan Narkoba di Inhu Melarikan Diri
- Bupati Kuansing Serahkan Dana Hibah untuk Ponpes di Gunung Toar
- Hari Warisan Dunia, Disbud Riau Beri Lestarikan Cagar Budaya
- Kanker Hati Stadium 4, Seorang Anak di Rohil Butuh Uluran Tangan
- 102 Operator‎, Mekanik dan Sopir di Dinas PUPR Rohul Lulus Uji Kompetensi Alat Berat
- Bayar Klaim Jatuh Tempo Kepada RS, BPJS Kesehatan Kucurkan Dana Rp 11 Triliun
- BPKAD Pakanbaru : Honor Imam Mesjid Paripurna Sudah Cair
- Hingga Maret, Serapan APBD Kampar Alami Deviasi 7,59 Persen
- Kampar Dapat Hibah Kapal dari Kementerian Perhubungan RI
- PSF Korwil Rohul Chapter Riau Kopdar Bulanan dan Bakti Sosial di Desa Bangun Jaya
- Badan Arkeologi Sumut Tertarik Teliti Peninggalan dan Bukti Sejarah di Rohul
- Hasil Cek Lapangan, PUPR Riau Pastikan Jembatan Siak III Aman dari Maling
- Pondok Tahfidz Nurul Quran Mulai Dibangun di Pelalawan


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda :
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com