Home > Sosial & Budaya >>
Berita Terhangat..
Senin, 18 Pebruari 2019 13:22
Disaksikan Caleg DPR RI, PBB Lantik Pengurus Ranting di Duri

Senin, 18 Pebruari 2019 13:17
Adi Sukemi Ketuai Taekwondo Indonesia Pengcab Pelalawan 2019-2023

Senin, 18 Pebruari 2019 12:18
Vendor RS Pertamina Rekrutmen Naker Tak Lapor Disnakertrans Dumai

Senin, 18 Pebruari 2019 12:13
Wan Thamrin Mulai Berangsur Bawa Pakaian dari Rumah Dinas

Senin, 18 Pebruari 2019 10:35
Cuaca Buruk Tunda MoU Bidang Perdata dan TUN BRK dengan Kejati Riau

Senin, 18 Pebruari 2019 10:21
Sehari Jelang Lengser, Gubri Ingatkan Kerja Optimal dan Jangan Ada Lagi Mogok

Senin, 18 Pebruari 2019 07:39
Dinas PUPR Kuansing Jamin Perbaiki Jalan Ambalas di Kuantan Tengah

Senin, 18 Pebruari 2019 07:20
Musda 3 Pajero Sport Family Riau Chapter Pilih Gusri jadi Ketua

Senin, 18 Pebruari 2019 04:12
13 Unit Rumah Terbakar di Kateman, Inhil

Ahad, 17 Pebruari 2019 22:12
Perbaikan 7 Ruas Jalan Kota Tembilahan, Bupati Inhil Minta Masyarakat Bersabar

loading...


Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Senin, 19 Nopember 2018 22:25
Sampah Rumah Tangga Berserakan,
Mahasiswa Stikes Hang Tuah Pekanbaru Beri Solusi Pada Warga Pulau Gadang


Pendataan PBL Stikes Hang Tuah Pekanbaru mencatat pengelolaan sampah menjadi masalah di Pulau Gadang, Kampar. Mahasiswa berikan solusi kepada masyarakat.

PULAU GADANG – Sampah adalah permasalahan utama yang ada di Desa Pulau Gadang Kecamatan XIII Koto Kampar Kabupaten Kampar berdasarkan hasil pendataan yang dilakukan mahasiswa Pengalaman Belajar Lapangan (PBL) Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (Stikes) Hang Tuah Pekanbaru selama tiga pekan melaksanakan PBL di Pulau Gadang. Mahasiswa bersama masyarakat dan Pemerintah Desa Pulau Gadang menyepakati pengelolaan sampah rumah tangga yang merupakan prioritas di desa ini dalam musyawarah masyarakat desa (MMD) I.

Hal tersebut disampaikan Koordinator Desa Mahasiswa PBL Stikes Hang Tuah Pekanbaru Wahyudi Gultom kepada Riauterkini.com, Senin (19/11/2018) menyikapi hasil MMD yang digelar mahasiswa di SDN 007 Pulau Gadang, Ahad (18/11/2018).

“Dari hasil MMD disepakiti bersama masyarakat dan Pemerintahan Desa Pulau Gadang prioritas masalah kesehatan, bagaimana cara pengelolaan sampah rumah tangga agar menjadi barang yang berguna dan dapat kembali dimanfaatkan masyarakat,” ujar Wahyudi.

Kesepakatan ini juga didukung Ketua BPD Pulau Gadang dan anggota untuk penanggulangan masalah ini disinergikan bersama pemerintahan desa, Puskesmas, Pustu, kader untuk jangka panjang kedepan. “Dan mahasiswa akan melakukan intervensi selepas MMD I untuk mengurangi permasalahan kesehatan lingkungan masyarakat terkait dengan pengelolaan sampah Desa Pulau Gadang,” ulas lajang yang akrab disapa Yudi ini.

Untuk diketahui, MMD I ini dihadiri Camat XIII Koto Kampar yang diwakili Kepala Seksi Kesejahteraan Sosial Ahmad Ali Hanafiah, Kepala Desa Pulau Gadang yang diwakili Sekretaris Desa Alwira, Ketua BPD Pulau Gadang Syofian,SH,MH Datuk Majo Sati, Kepala Puskesmas XIII Koto Kampar III yang diwakili Bidan Koordinator Mulyani,Amd,Keb, Direktur BumDes Koto Panjang Sepakat Ir Agus Alisa Putra,MM, Ketua LPM Yuwarlis Engku Bilal, Dosen Pembimbing Windra Maulana,SKM, kepala dusun, RT, RW, tokoh masyarakat se-Pulau Gadang dan puluhan mahasiswa Stikes Hang Tuah yang menggelar PBL di Desa Pulau Gadang sekitarnya. Dalam kesempatan ini baik camat, kepala desa, ketua BPD dan Direktur BumDes maupun pihak Puskesmas XIII Koto Kampar III sepakat bahwa kedepan sampah terutama sampah rumah tangga akan dikelola dengan baik di desa ini.

Camat XIII Koto Kampar yang diwakili Kepala Seksi Kesejahteraan Sosial Ahmad Ali Hanafiah mengatakan, pengelolaan sampah erat kaitannya dengan menciptakan lingkungan hidup yang sehat. Sampah yang tidak dikelola dengan baik rentan menimbulkan penyakit.“Seberapapun banyak uang kita kalau kita sakit tidak ada gunanya,” ujar Ali.

Hal senada juga dikatakan Ketua BPD Pulau Gadang Syofian. Menurut Ketua Forum BPD se-Kabupaten Kampar ini, di beberapa desa dan kelurahan sampah rumah tangga telah mampu dikelola dengan baik dan bahkan menghasilkan uang. Masyarakat juga memberikan sumbangsih dana untuk pengelolaan sampah. Untuk itu kedepan perlu ditunjuk petugas yang akan memungut sampah dan menyediakan armada pengangkut sampah dan mengelolanya.*(man)

Loading...


Berita Sosial lainnya..........
- Wan Thamrin Mulai Berangsur Bawa Pakaian dari Rumah Dinas
- Sehari Jelang Lengser, Gubri Ingatkan Kerja Optimal dan Jangan Ada Lagi Mogok
- Musda 3 Pajero Sport Family Riau Chapter Pilih Gusri jadi Ketua
- Perbaikan 7 Ruas Jalan Kota Tembilahan, Bupati Inhil Minta Masyarakat Bersabar
- PUPR Riau Anggarkan Rp14 Miliar Untuk Jalan Rusak dan Bergelombang
- Pelepasan Jenazah Ajudan Istri Bupati Kuansing Berlangsung Penuh Haru
- Gunung Toar Siap Menuju Sentra Kampung Batik Ekonomi Kreatif
- Seratusan Peserta Ikuti Lomba Bertema Bahasa Mandarin di Mal Ska Pekanbaru
- Ajudan Istri Bupati Meninggal Dunia, Pemkab Kuansing Berduka
- TNI, Polri dan BPBD, Fire Fighter PT SRL Berjibaku Padamkan Api di Rupat
- Babinsa Koramil 07/Kuantan Hilir Goro Perbaiki Mushola di Kuansing
- Pemkab Meranti Tegaskan Permintaan Dispensasi Embarkasi Haji Bukan Politis
- Sepanjang 2019, 497,71 Hektare Lahan di Riau Terbakar
- Bosan Berkonflik dengan Rekan Seprofesi,
Nelayan Panipahan Siap Jaga Situasi Kamtibmas Aman dan Kondusif

- Sempena HPN ke-73, Kapolres Rohul Makan Bareng Wartawan dan Pesankan Ini
- Mantan Pejabat Pemprov Resmi Jabat Karo Perencanaan dan Ortal di Kemenko Polhukam
- Dukung Gerakan Magrib Mengaji,
Masyarakat Desa Bukit Gajah Ukui Gelar Pelatihan Brantas Buta Huruf Baca Alqur'an

- Rindu Pemimpinnya,
Masyarakat Pintu Gobang Kari Undang Mantan Bupati Kuansing Sukarmis Melayur Jalur

- Pusat Setujui 25 Ribu Blangko KTP El untuk Bengkalis
- Besok, Mantan Kasatpol PP Riau Dilantik Jadi Karo di Kemenko Polhukam Bersama Empat Jenderal


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda :
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com