Home > Sosial & Budaya >>
Berita Terhangat..
Sabtu, 25 Mei 2019 07:19
Bupati Kampar Lantik 11 Pejabat Eselon II

Jum’at, 24 Mei 2019 22:02
Imigrasi Bengkalis Santuni Anak Panti Asuhan

Jum’at, 24 Mei 2019 21:49
Pemkab Bengkalis Ingatkan Seluruh Perusahaan Segera Bayarkan THR

Jum’at, 24 Mei 2019 21:41
Buka Puasa Bersama Ramadhan, PT EDI Rohul Salurkan Bantuan dan Berbagi dengan Kaum Dhuafa

Jum’at, 24 Mei 2019 21:38
Safari Ramadan 1440 H, Wagubri Shalat Tarawih dan Serahkan Bantuan di Mesjid Agung Al Huda Tembilahan

Jum’at, 24 Mei 2019 20:15
Serunya Midnight Sale di Mal SKA, Diskon Melimpah Sampai 70 Persen

Jum’at, 24 Mei 2019 19:29
Mahasiswa UR Taja Kegiatan Program Kreativitas Mahasiswa di SMA Negeri Pintar Provinsi Riau

Jum’at, 24 Mei 2019 19:15
Buka Bersama Pengurus, Apindo Gandeng ACI NUS Gelar Survey Daya Saing Usaha 2019

Jum’at, 24 Mei 2019 19:11
Kutuk Tindakan Represif, HMI Pekanbaru Minta Kapolri Dicopot

Jum’at, 24 Mei 2019 17:24
Berbagi Berkah Ramadan, Alumni Unri RAPP Santuni Anak Yatim

loading...


Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Senin, 19 Nopember 2018 22:25
Sampah Rumah Tangga Berserakan,
Mahasiswa Stikes Hang Tuah Pekanbaru Beri Solusi Pada Warga Pulau Gadang


Pendataan PBL Stikes Hang Tuah Pekanbaru mencatat pengelolaan sampah menjadi masalah di Pulau Gadang, Kampar. Mahasiswa berikan solusi kepada masyarakat.

PULAU GADANG – Sampah adalah permasalahan utama yang ada di Desa Pulau Gadang Kecamatan XIII Koto Kampar Kabupaten Kampar berdasarkan hasil pendataan yang dilakukan mahasiswa Pengalaman Belajar Lapangan (PBL) Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (Stikes) Hang Tuah Pekanbaru selama tiga pekan melaksanakan PBL di Pulau Gadang. Mahasiswa bersama masyarakat dan Pemerintah Desa Pulau Gadang menyepakati pengelolaan sampah rumah tangga yang merupakan prioritas di desa ini dalam musyawarah masyarakat desa (MMD) I.

Hal tersebut disampaikan Koordinator Desa Mahasiswa PBL Stikes Hang Tuah Pekanbaru Wahyudi Gultom kepada Riauterkini.com, Senin (19/11/2018) menyikapi hasil MMD yang digelar mahasiswa di SDN 007 Pulau Gadang, Ahad (18/11/2018).

“Dari hasil MMD disepakiti bersama masyarakat dan Pemerintahan Desa Pulau Gadang prioritas masalah kesehatan, bagaimana cara pengelolaan sampah rumah tangga agar menjadi barang yang berguna dan dapat kembali dimanfaatkan masyarakat,” ujar Wahyudi.

Kesepakatan ini juga didukung Ketua BPD Pulau Gadang dan anggota untuk penanggulangan masalah ini disinergikan bersama pemerintahan desa, Puskesmas, Pustu, kader untuk jangka panjang kedepan. “Dan mahasiswa akan melakukan intervensi selepas MMD I untuk mengurangi permasalahan kesehatan lingkungan masyarakat terkait dengan pengelolaan sampah Desa Pulau Gadang,” ulas lajang yang akrab disapa Yudi ini.

Untuk diketahui, MMD I ini dihadiri Camat XIII Koto Kampar yang diwakili Kepala Seksi Kesejahteraan Sosial Ahmad Ali Hanafiah, Kepala Desa Pulau Gadang yang diwakili Sekretaris Desa Alwira, Ketua BPD Pulau Gadang Syofian,SH,MH Datuk Majo Sati, Kepala Puskesmas XIII Koto Kampar III yang diwakili Bidan Koordinator Mulyani,Amd,Keb, Direktur BumDes Koto Panjang Sepakat Ir Agus Alisa Putra,MM, Ketua LPM Yuwarlis Engku Bilal, Dosen Pembimbing Windra Maulana,SKM, kepala dusun, RT, RW, tokoh masyarakat se-Pulau Gadang dan puluhan mahasiswa Stikes Hang Tuah yang menggelar PBL di Desa Pulau Gadang sekitarnya. Dalam kesempatan ini baik camat, kepala desa, ketua BPD dan Direktur BumDes maupun pihak Puskesmas XIII Koto Kampar III sepakat bahwa kedepan sampah terutama sampah rumah tangga akan dikelola dengan baik di desa ini.

Camat XIII Koto Kampar yang diwakili Kepala Seksi Kesejahteraan Sosial Ahmad Ali Hanafiah mengatakan, pengelolaan sampah erat kaitannya dengan menciptakan lingkungan hidup yang sehat. Sampah yang tidak dikelola dengan baik rentan menimbulkan penyakit.“Seberapapun banyak uang kita kalau kita sakit tidak ada gunanya,” ujar Ali.

Hal senada juga dikatakan Ketua BPD Pulau Gadang Syofian. Menurut Ketua Forum BPD se-Kabupaten Kampar ini, di beberapa desa dan kelurahan sampah rumah tangga telah mampu dikelola dengan baik dan bahkan menghasilkan uang. Masyarakat juga memberikan sumbangsih dana untuk pengelolaan sampah. Untuk itu kedepan perlu ditunjuk petugas yang akan memungut sampah dan menyediakan armada pengangkut sampah dan mengelolanya.*(man)

Loading...


Berita Sosial lainnya..........
- Bupati Kampar Lantik 11 Pejabat Eselon II
- Imigrasi Bengkalis Santuni Anak Panti Asuhan
- Pemkab Bengkalis Ingatkan Seluruh Perusahaan Segera Bayarkan THR
- Buka Puasa Bersama Ramadhan, PT EDI Rohul Salurkan Bantuan dan Berbagi dengan Kaum Dhuafa
- Safari Ramadan 1440 H, Wagubri Shalat Tarawih dan Serahkan Bantuan di Mesjid Agung Al Huda Tembilahan
- Kutuk Tindakan Represif, HMI Pekanbaru Minta Kapolri Dicopot
- Berbagi Berkah Ramadan, Alumni Unri RAPP Santuni Anak Yatim
- Terkesan Sengaja Dibiarkan Terbengkalai,
Warga Meskom, Bengkalis Pertanyakan Lampu Jalan Setahun Tak Nyala

- ‎Begini Cara Lapas Kelas IIB Pasirpangaraian Membina Warga Binaan di Bulan Suci Ramadhan
- Wagubri Bersilaturrahmi Bersama Jamaah Mesjid Besar Darul Hikmah Tembilahan
- Sebagian Penghuni Rusunawa Yos Sudarso Sudah Bayar Sewa
- Ajukan Proposal Pembangunan Stadion Baru, Bupati Kampar Temui Sesmenpora RI
- Gubri Sampaikan Program Zakat Komitmen Prioritasnya
- PT MASS Santuni Anak Yatim dan Keluarga Pra Sejahtera
- Di Laut, Polair Bengkalis Razia Puasa Nelayan dan Bagi Takjil Gratis
- DPPPA Dukung Rencana Kegiatan FW KLA Buka Puasa Bersama Anak Yatim 
- Diduga Diracun OTK, Sejumlah Pohon di Median Jalan di Kota Telukkuantan Mati
- Kolam Renang Kalinjuhang Akan Dijadikan Taman dan Payung Quran Center
- Gubri Ingin Gemakan Wakaf Tunai di Riau
- Forkom Pemred Riau Pererat Silaturrahim dengan Buka Bersama


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda :
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com