Home > Sosial & Budaya >>
Berita Terhangat..
Ahad, 21 April 2019 10:54
Asia Farm Resmi Dibuka, Destinasi Wisata Penuh Edukasi di Pekanbaru

Ahad, 21 April 2019 10:12
Didiga Tewas Dianiaya Polisi, POSPERA Tuntut Pengusutan Kematian Warga Jake, Kuansing

Ahad, 21 April 2019 10:05
Bupati Mursini Wisuda Ribuan Murid TPA se-Kuansing

Ahad, 21 April 2019 10:02
Bawaslu Ingatkan Pidana Setahun Penjara tak Umumkan C1 di TPS

Ahad, 21 April 2019 06:42
Sekdakab dan Kadisparbud Rohul Hadiri Grand Opening Pasar Digital "Dangaoe-Dangaoe"

Sabtu, 20 April 2019 19:14
Hilang Sebulan Seorang Kakek di Inhu Ditemukan Tinggal Tulang Belulang

Sabtu, 20 April 2019 18:17
Dua Tahanan Narkoba di Inhu Melarikan Diri

Sabtu, 20 April 2019 16:43
Gebyar Undian Service ke AHASS, Service Honda, Dapet Honda

Sabtu, 20 April 2019 16:42
PKS Riau Panen Kursi di Tiga Parlemen

Sabtu, 20 April 2019 14:21
DPC Partai Demokrat Dumai Dikabarkan Dapat 5 Kursi Legislatif

loading...


Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Kamis, 17 Januari 2019 10:36
Upacara Hari K3 di Kantor Gubri Diwarnai Tali Bendera Putus dan Mic Mati

Upacara peringatan Hari Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) 2018 tingkat Provinsi Riau tak berjalan mulus. Tali bendera putis dan mic Irup mati.

Riauterkini-PEKANBARU- Terjadi dua insiden yang cukup menganggu saat sigelar upacara peringatan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) 2018 tingkat Provinsi Riau di halaman Kantor Gubernur Riau, Kamis (17/1/19).

Insiden pertama terjadi saat Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Riau, Ahmad Hijazi, bertindak sebagai inspektur upacara (Irup) akan membacakan pidato yertulis Menteri Tenaga Kerja. Suaranya tak muncul. Ternyata mic tak hidup.

Petugas protokol dibuat panik. Mereka meminta teknisi secepatnya mengatasi masalah tersebut. Beruntung kemudian mic hidup dan pidato tertulis Menaker bisa dibacakan.

Insiden kedua lebih fatal lagi. Saat petugas upacara mengibarkan bendera, mendadak tali bendera putus. Padahal sedikit lagi bendera sampai di atas.

Insiden kedua ini membuat upacara tak tuntas. Harus dikerahkan mobil tangga untuk mengganti tali.

Usai upacara, Ahmad Hijazi minta aparat menjadikan peristiwa ini sebagai pelajaran. Agar tidak sampai terulang.

"Ini harus jadi pelajaran. Jangan sampai terulang. Biro Umum dan Humas harus berbenah," pintanya.***(mok)

Loading...


Berita Sosial lainnya..........
- Bupati Mursini Wisuda Ribuan Murid TPA se-Kuansing
- Hilang Sebulan Seorang Kakek di Inhu Ditemukan Tinggal Tulang Belulang
- Dua Tahanan Narkoba di Inhu Melarikan Diri
- Bupati Kuansing Serahkan Dana Hibah untuk Ponpes di Gunung Toar
- Hari Warisan Dunia, Disbud Riau Beri Lestarikan Cagar Budaya
- Kanker Hati Stadium 4, Seorang Anak di Rohil Butuh Uluran Tangan
- 102 Operator‎, Mekanik dan Sopir di Dinas PUPR Rohul Lulus Uji Kompetensi Alat Berat
- Bayar Klaim Jatuh Tempo Kepada RS, BPJS Kesehatan Kucurkan Dana Rp 11 Triliun
- BPKAD Pakanbaru : Honor Imam Mesjid Paripurna Sudah Cair
- Hingga Maret, Serapan APBD Kampar Alami Deviasi 7,59 Persen
- Kampar Dapat Hibah Kapal dari Kementerian Perhubungan RI
- PSF Korwil Rohul Chapter Riau Kopdar Bulanan dan Bakti Sosial di Desa Bangun Jaya
- Badan Arkeologi Sumut Tertarik Teliti Peninggalan dan Bukti Sejarah di Rohul
- Hasil Cek Lapangan, PUPR Riau Pastikan Jembatan Siak III Aman dari Maling
- Pondok Tahfidz Nurul Quran Mulai Dibangun di Pelalawan
- Pimpin Apel Siaga, Bupati Kuansing Ajak Sukseskan Pemilu 2019
- Kunker ke Rohil, Kehadiran Gubri Diyakini Berdampak Posisitf untuk Rohil
- Bupati Mursini Layur Jalur Desa Sampurago Hulu Kuantan
- Keluarga Miskin Tak Miliki Biaya Berobat,
Lurah Kerinci Timur, Pelalawan Datangi Rosita

- 4 Hari Dilaporkan Hilang,
Warga Bengkalis Ditemukan Lemas di Semak Belukar



Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda :
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com