Home > Sosial & Budaya >>
Berita Terhangat..
Ahad, 21 April 2019 10:54
Asia Farm Resmi Dibuka, Destinasi Wisata Penuh Edukasi di Pekanbaru

Ahad, 21 April 2019 10:12
Didiga Tewas Dianiaya Polisi, POSPERA Tuntut Pengusutan Kematian Warga Jake, Kuansing

Ahad, 21 April 2019 10:05
Bupati Mursini Wisuda Ribuan Murid TPA se-Kuansing

Ahad, 21 April 2019 10:02
Bawaslu Ingatkan Pidana Setahun Penjara tak Umumkan C1 di TPS

Ahad, 21 April 2019 06:42
Sekdakab dan Kadisparbud Rohul Hadiri Grand Opening Pasar Digital "Dangaoe-Dangaoe"

Sabtu, 20 April 2019 19:14
Hilang Sebulan Seorang Kakek di Inhu Ditemukan Tinggal Tulang Belulang

Sabtu, 20 April 2019 18:17
Dua Tahanan Narkoba di Inhu Melarikan Diri

Sabtu, 20 April 2019 16:43
Gebyar Undian Service ke AHASS, Service Honda, Dapet Honda

Sabtu, 20 April 2019 16:42
PKS Riau Panen Kursi di Tiga Parlemen

Sabtu, 20 April 2019 14:21
DPC Partai Demokrat Dumai Dikabarkan Dapat 5 Kursi Legislatif

loading...


Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Ahad, 20 Januari 2019 13:16
Serunya Mararua, Rame-rame Tangkap Ikan Masyarakat Kuansing

Banyak tradisi yang masih dijaga masyarakat Kuansing. Salah satunya Mararua. Menangkap ikan rame-rame.

Riauterkini - TELUKKUANTAN - Tradisi Mararua di kalangan masyarakat Kuansing, saat ini masih dilestarikan. Tradisi ini merupakan budaya menangkap ikan secara bersama-sama oleh masyarakat menggunakan alat tradisional, seperti jala, jaring, sakok, tangguak, khusus sakok dan tangguak ini terbuat dari anyaman rotan, bambu dan pelepah sagu.

Tradisi mararua ini, waktu, hari dan tempatnya ditentukan berdasarkan hasil rapat bersama pemuka adat dan pihak pemerintahan desa setempat di tiap kenegerian masing-masing.

Kegiatan ini, ditiap wilayah di Kuansing, untuk waktunya berbeda-beda, ada yang melaksanakan 1 Tahun sekali, ada yang 6 bulan sekali dan 3 bulan sekali.

Untuk tempatnya di tiap daerah juga berbeda-beda, ada yang "mamucuak" di Danau, Sungai dan areal persawahan yang digenangi air.

Biasanya untuk tempatnya ini, dipelihara secara bersama-sama, sebelum waktunya tiba, masyarakat dilarang menangkap ikan sampai waktu yang ditentukan.

Sedangkan untuk tangkapan ikan ini, diperoleh secara individu, bahkan ada juga yang menangkap dengan cara kelompok. Kemudian hasilnya dibagi sama rata.

Kemudian untuk acara puncak dari tradisi ini, biasanya digelar dengan mendoa bersama, tanda syukur terhadap sang pencipta atas limpahan hasil alam yang didapatkan.

Seperti, Ahad (20/1/2019) tadi pagi, mararua ini dilaksanakan masyarakat Kenegerian Kari, Kecamatan Kuantan Tengah, masyarakat beberapa desa di Kenegerian ini, berbondong-bondong turun ke anak Sungai tempat digelarnya acara tersebut.

Nando, salah seorang warga yang ikut mamucuak, saat ditemui di lokasi, ia mengakui, mengikuti tradisi ini, ada rasa kesenangan tersendiri yang tak bisa digambarkan, ketika bersama-sama turun Sungai tempat menangkap ikan.

"Ya gimana gitu rasanya, pokoknya ada rasa puas bercampur bahagia atas kebersamaan ini," jelasnya kepada riauterkini.com.** (Jok)

Loading...


Berita Sosial lainnya..........
- Bupati Mursini Wisuda Ribuan Murid TPA se-Kuansing
- Hilang Sebulan Seorang Kakek di Inhu Ditemukan Tinggal Tulang Belulang
- Dua Tahanan Narkoba di Inhu Melarikan Diri
- Bupati Kuansing Serahkan Dana Hibah untuk Ponpes di Gunung Toar
- Hari Warisan Dunia, Disbud Riau Beri Lestarikan Cagar Budaya
- Kanker Hati Stadium 4, Seorang Anak di Rohil Butuh Uluran Tangan
- 102 Operator‎, Mekanik dan Sopir di Dinas PUPR Rohul Lulus Uji Kompetensi Alat Berat
- Bayar Klaim Jatuh Tempo Kepada RS, BPJS Kesehatan Kucurkan Dana Rp 11 Triliun
- BPKAD Pakanbaru : Honor Imam Mesjid Paripurna Sudah Cair
- Hingga Maret, Serapan APBD Kampar Alami Deviasi 7,59 Persen
- Kampar Dapat Hibah Kapal dari Kementerian Perhubungan RI
- PSF Korwil Rohul Chapter Riau Kopdar Bulanan dan Bakti Sosial di Desa Bangun Jaya
- Badan Arkeologi Sumut Tertarik Teliti Peninggalan dan Bukti Sejarah di Rohul
- Hasil Cek Lapangan, PUPR Riau Pastikan Jembatan Siak III Aman dari Maling
- Pondok Tahfidz Nurul Quran Mulai Dibangun di Pelalawan
- Pimpin Apel Siaga, Bupati Kuansing Ajak Sukseskan Pemilu 2019
- Kunker ke Rohil, Kehadiran Gubri Diyakini Berdampak Posisitf untuk Rohil
- Bupati Mursini Layur Jalur Desa Sampurago Hulu Kuantan
- Keluarga Miskin Tak Miliki Biaya Berobat,
Lurah Kerinci Timur, Pelalawan Datangi Rosita

- 4 Hari Dilaporkan Hilang,
Warga Bengkalis Ditemukan Lemas di Semak Belukar



Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda :
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com