Home > Sosial & Budaya >>
Berita Terhangat..
Senin, 26 Agustus 2019 11:46
DMPA, Jurus Jitu PT PSPI Ajaki Masyarakat Peduli Cegah Karlabut

Senin, 26 Agustus 2019 11:03
Rumah Panti Asuhan Sayang Omak di Bathin Solapan, Bengkalis Ludes Terbakar

Senin, 26 Agustus 2019 10:20
Kampus Jelang Ditutup, Mahasiswa AKN Bengkalis Juara Nasional Pasang Sepanduk Minta Perhatian Presiden di Pekanbaru

Senin, 26 Agustus 2019 08:22
Jadwal Penerbangan Normal, BMKG Pastikan Kabut Asap Kian Pekat

Senin, 26 Agustus 2019 08:00
Udara tak Sehat, Sekolah di Pekanbaru Diizinkan Liburkan Murid

Ahad, 25 Agustus 2019 21:23
Buat Limbago Tak Berkutik, Pahlawan Kuantan Juara FPJ 2019

Ahad, 25 Agustus 2019 16:49
Kualitas Udara Pekanbaru Tidak Sehat

Ahad, 25 Agustus 2019 16:46
Lahan di Bengkalis Kembali Terbakar

Ahad, 25 Agustus 2019 16:43
DPO Perkara Narkoba Ditangkap Polisi Rohul di Bengkalis, 300 Gram Ganja‎ Disita

Ahad, 25 Agustus 2019 16:36
Pansus Penyelenggara Pendidikan DPRD Bengkalis Sempurnakan Naskah Akademis

loading...


Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Ahad, 20 Januari 2019 13:16
Serunya Mararua, Rame-rame Tangkap Ikan Masyarakat Kuansing

Banyak tradisi yang masih dijaga masyarakat Kuansing. Salah satunya Mararua. Menangkap ikan rame-rame.

Riauterkini - TELUKKUANTAN - Tradisi Mararua di kalangan masyarakat Kuansing, saat ini masih dilestarikan. Tradisi ini merupakan budaya menangkap ikan secara bersama-sama oleh masyarakat menggunakan alat tradisional, seperti jala, jaring, sakok, tangguak, khusus sakok dan tangguak ini terbuat dari anyaman rotan, bambu dan pelepah sagu.

Tradisi mararua ini, waktu, hari dan tempatnya ditentukan berdasarkan hasil rapat bersama pemuka adat dan pihak pemerintahan desa setempat di tiap kenegerian masing-masing.

Kegiatan ini, ditiap wilayah di Kuansing, untuk waktunya berbeda-beda, ada yang melaksanakan 1 Tahun sekali, ada yang 6 bulan sekali dan 3 bulan sekali.

Untuk tempatnya di tiap daerah juga berbeda-beda, ada yang "mamucuak" di Danau, Sungai dan areal persawahan yang digenangi air.

Biasanya untuk tempatnya ini, dipelihara secara bersama-sama, sebelum waktunya tiba, masyarakat dilarang menangkap ikan sampai waktu yang ditentukan.

Sedangkan untuk tangkapan ikan ini, diperoleh secara individu, bahkan ada juga yang menangkap dengan cara kelompok. Kemudian hasilnya dibagi sama rata.

Kemudian untuk acara puncak dari tradisi ini, biasanya digelar dengan mendoa bersama, tanda syukur terhadap sang pencipta atas limpahan hasil alam yang didapatkan.

Seperti, Ahad (20/1/2019) tadi pagi, mararua ini dilaksanakan masyarakat Kenegerian Kari, Kecamatan Kuantan Tengah, masyarakat beberapa desa di Kenegerian ini, berbondong-bondong turun ke anak Sungai tempat digelarnya acara tersebut.

Nando, salah seorang warga yang ikut mamucuak, saat ditemui di lokasi, ia mengakui, mengikuti tradisi ini, ada rasa kesenangan tersendiri yang tak bisa digambarkan, ketika bersama-sama turun Sungai tempat menangkap ikan.

"Ya gimana gitu rasanya, pokoknya ada rasa puas bercampur bahagia atas kebersamaan ini," jelasnya kepada riauterkini.com.** (Jok)

Loading...


Berita Sosial lainnya..........
- Buat Limbago Tak Berkutik, Pahlawan Kuantan Juara FPJ 2019
- Berakhir, 4 Kecamatan Jadi yang Terbaik di Festival Tari Daerah Kampar
- Uniknya Pentas Seni Kemerdekaan RI Anak-anak Perbatasan Negara di Rohil
- Festival Mangonang Kampuong Lamo,
Kisah Pilu Masyarakat Pulau Godang, Kampar Meniggalkan Tanah Leluhur untuk Listrik Negara

- Meski Limbago Pulangkan Siposan, Pecinta FPJ Lebih Unggulkan Pahlawan Kuantan Jadi Juara
- Diramaikan dan Permainan Rakyat,
Besok Penutupan Hortikultura Festival

- Dihadapan Gubri, Pedagang Tembilahan Menangis Minta Dibangunkan Kios Sementara
- Ini Data Pemilik Ruko yang Hangus Terbakar di Pasar Sungai Apit
- Gubri Berharap Universitas Yatim ASEAN Dapat Ciptakan SDM Berkualitas
- Peletakan Batu Pertama,
Gubri Sumbang Rp50 Juta untuk Pembangunan Universitas Anak Yatim ASEAN

- Puluhan Perangkat Kelurahan Paling Ujung di Kecamatan Mandau, Bengkalis Dikukuhkan
- Membahayakan Masyarakat,
Dewan Desak Dishub Riau Perbaiki Dermaga Roro Rupat Batang Kelapa

- Gubri Turut Sesalkan Keributan Antara Kasatpol PP Pekanbaru dan Kabid Penindakan BNNP
- Wujudkan Sinergitas dan Koordinasi Antar Instansi,
DPMPSP Bengkalis Gelar Rakor Pelayanan Terpadu Satu Pintu

- Razia Hiburan Malam, Kasat Pol PP dan Kabid Berantas BNNP Nyaris Adu Jotos
- Hari Ini Tiba di Pekanbaru,
Dua Menteri Arab Saudi Besok Letakkan Batu Pertama Universitas Anak Yatim

- Puluhan Staf Bawaslu Bengkalis Ikuti Diklat Kapasitas SDM
- Panitera PN Bengkalis Dimutasi
- Digelar Besok, Festival Mangonang Kampuong Lamo di Pulau Gadang Kampar Akan Dihadiri Ribuan Peserta
- Resah dengan Konflik di Perbatasan,
Nelayan Panipahan Rencanakan Pertemuan dengan Kementerian Kelautan dan Perikanan RI



Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda :
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com