Home > Sosial & Budaya >>
Berita Terhangat..
Senin, 23 September 2019 10:50
Riau Darurat Asap, Pemko dan Pemkab Serta Perusahaan Diminta Bikin Posko Evakuasi

Senin, 23 September 2019 10:46
Asap Tebal, Belum Ada Pesawat Mendarat di SSK

Senin, 23 September 2019 09:58
Gubernur Umumkan Riau Darurat Pencemaran Udara Akibat Asap

Senin, 23 September 2019 09:06
Musim Asap, Libur Sekolah Rohil Tanpa Kepastian

Senin, 23 September 2019 07:57
Dikepung 256 Titik Panas, Asap Masih Pekat Selimuti Riau

Senin, 23 September 2019 07:10
Dilantik Hari ini, Mengenal Ketua dan Dua Wakil Ketua DPRD Pelalawan

Ahad, 22 September 2019 21:04
Riau Dikepung Asap, WCD Riau tetap Lakukan Aksi Bersih-bersih

Ahad, 22 September 2019 20:57
Lanjut di Tengah Kabut Asap,
Pembalap BSP Siak Juarai Etape Akhir di Tour de Siak 2019


Ahad, 22 September 2019 20:13
Asap Kian Pekat, Dua Kali PKKBM dan Masta Umri Ditunda

Ahad, 22 September 2019 20:03
Sekda Rohul Ingin Panen Ikan di Rantau Larangan Kubang Buaya Jadi Even Wisata

loading...


Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Ahad, 20 Januari 2019 18:31
Dinilai Ada Penyimpangan, Warga Air Jernih, Inhu Blokir Pembuatan Jalan Desa

Warga Desa Air Jernih Kecamatan Rengat Barat, Inhu memblokir dan menyegel jalan baru yang disinyalir terjadi penyimpangan. Warga menilai tidak sesuaian anggaran dengan hasil kerja dilapangan.

Riauterkini-RENGAT-Merasa tak puas atas pengerjaan pembuatan jalan baru yang disinyalir terjadi penyimpangan, warga Desa Air Jernih Kecamatan Rengat Barat Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu) lakukan aksi blokir dan segel jalan.

Aksi blokir dan penyegelan jalan baru yang belum tuntas dikerjakan oleh warga Desa Air Jernih Kecamatan Rengat Barat, Inhu yang dilakukan pada Ahad (20/1/19) sekira pukul 14.30 WIB dibenarkan Zainal Ketua BPD Desa Air Jernih saat dikonfirmasi Ahad (20/1/19).

"Itulah tadi, setelah ramai-ramai masyarakat ni tadi datang ke lokasi jalan baru tu, dipanggilah kami selaku ketua BPD. Untuk menyaksikan bahwasanya, masyarakat menolak hasil pekerjaan jalan baru ni, secare otomatis tentunya kami ikuti. Tidak terima nya dimana," ujarnya.

Setelah dilakukan dialog, diketahui bahwa ketidak puasan dan tidak terima nya masyarakat terhadap pembuatan jalan baru ini, akibat adanya ketidak sesuaian anggaran dengan hasil kerja dilapangan yang dinilai terjadi kejanggalan.

"Kalau masalah puas atau tidak puas nya, lebih baik langsung kepada kepala desa. Yang tidak puas nya masyarakat tu di papan plang proyek tu ada angka-angka sebesar Rp 180 juta, sementara pekerjaan nya setelah diliat masyarakat mungkin tidak memuaskan, mungkin," ungkapnya.

Sementara itu Azuar Kades Air Jernih Kecamatan Rengat Barat, Inhu saat dikonfirmasi terkait adanya aksi masyarakat Desa Air Jernih yang melakukan pemblokiran dan menyegel jalan baru akibat tidak puas atas pekerjaan pembuatan jalan baru tersebut, menegaskan bahwa pekerjaan pembuatan jalan baru di Desa Air Jernih belum selesai dan akan dilanjutkan kembali pada tahun ini.

"Pekerjaan tersebut belum selesai semuanya dan masih ada silpa, jadi akan dilanjutkan kembali. Wajar-wajar aja kalau ada yang tidak puas, namun pekerjaan tersebut akan dilanjutkan kembali," tegasnya.

Menyikapi adanya aksi masyarakat yang tidak puas atas pekerjaan pembuatan jalan baru di Desa Air Jernih, Hendri Camat Rengat Barat saat dikonfirmasi mengatakan, masyarakat yang tidak puas dapat membuat laporan melalui jalur yang ada yakni laporan tertulis kepada BPD.

"Bagi masyarakat yang tidak puas, kan ada saluran nya, kan ada BPD di situ laporkan secara tertulis. Jangan melakukan tindakan yang anarkis, karena negara ini mempunyai mekanisme dan aturan hukum," ucapnya.

Ditambahkanya, berdasarkan hasil rapat dan dituangkan dalam berita acara pada 31 Desember 2018 pekerjaan pembuatan jalan Desa Air Jernih sepanjang 3,1 KM yang sudah selesai dikerjakan dari total pekerjaan sepanjang 3,8 KM dihentikan. Karena tahun anggaran sudah berakhir.

"Dari total 3,8 KM pekerjaan pembuatan jalan desa tersebut sudah diselesaikan sepanjang 3,1 KM, untuk yang 700 meter sisanya masih memungkinkan dikerjakan kembali pada tahun ini. Hasil survei lapangan, 3,1 KM pekerjaan jalan yang sudah diselesaikan tersebut, kami tidak menemukan adanya penyimpangan, semua sesuai aturan," jelasnya. *** (guh)

Loading...


Berita Sosial lainnya..........
- Riau Dikepung Asap, WCD Riau tetap Lakukan Aksi Bersih-bersih
- Bencana Kabut Asap, Volunteer Earth Hour Pekanbaru Salurkan Bantuan
- Dompet Dhuafa Riau dan Komunitas TDA Beri Layanan Kesehatan Gratis bagi Masyarakat Terdampak Asap
- Berharap Langit Biru,
RT, RW dan LPMK Duri Timur Bagikan Masker

- Gubri Serukan Bupati/Walikota Gelar Salat Istisqo Serentak
- Jika Tak Dapat Partai, Syafril-Sihol Bertekad Maju Jalur Independen di Pilkada Rohil
- Waspada, Kabut Asapdi Riau Kiriman Jambi
- Berbatasan dengan Lahan PT THIP, Polsek Teluk Meranti Baru Kemarin, Segel Lahan Terbakar Didesa Gambut Mutiara
- Pemerhati Sosial Kuansing Menduga Pembakaran Lahan Karena Disengaja
- Ratusan Mahasiswa Dibekali Pengetahuan Cerdas Menggunakan Obat Dinkes Bengkalis
- Jadi Ajang Tingkatkan Kekompakan, TMC Rayakan Hari Jadi Perdananya
- Dirujuk ke Padang, Bayi Arifin Penderita Kelainan Pembuluh Darah Akan Dirawat di RSUD M Jamil
- PT Asian Agri 'All Out' Turunkan RPK Padamkan Karhutlah di KM 10 Koridor Langgam
- Kualitas Udara Semakin Memburuk, PSMTI Bagikan 2000 Masker
- Ikasmansa Pekanbaru Bagi-bagi Paket Masker Berisi Susu dan Vitamin
- Peduli Karlahut, Pertamina EP Lirik Field Inhu Bantu Logistik Pemadam Api
- Bupati Serahkan Bantuan untuk Pembangunan Rumah Warga yang Terbakar
- Untuk Korban Terdampak Asap di Duri,
Ketua DPRD Sementara Bengkalis Terima Donasi Ponpes Terpadu Al Kahfi Bogor

- Bupati Kuansing Bantu Korban Rumah Terbakar
- Ribuan Masyarakat Ikut Istiqosah Kebangsaan di Masjid Raya An-Nur. Pekanbaru


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda :
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com