Home > Sosial & Budaya >>
Berita Terhangat..
Jum’at, 23 Agustus 2019 08:47
Pedayung Asal Kuansing Bersama Tim Indonesia Juara Dunia di Thailand

Kamis, 22 Agustus 2019 21:37
Resah dengan Konflik di Perbatasan,
Nelayan Panipahan Rencanakan Pertemuan dengan Kementerian Kelautan dan Perikanan RI


Kamis, 22 Agustus 2019 21:32
Sah, AMSI Wilayah Riau Terverifikasi Faktual!

Kamis, 22 Agustus 2019 21:06
Terjerat Korupsi Pengadaan Alkes,
Banding Dikabulkan, Pengadilan Tinggi Riau Bebaskan Tiga Dokter RSUD Arifin Achmad


Kamis, 22 Agustus 2019 18:17
Walau Titik Api Bertambah Jumlah Penderita ISPA di Inhu Justru Menurun

Kamis, 22 Agustus 2019 17:40
Juara 1 Rayon III, Sang Ratu Helmina Hari Pertama FPJ Sudah Pulang Kandang

Kamis, 22 Agustus 2019 17:32
Pemprov Riau Optimis APBD-P Tuntas Akhir Bulan Ini

Kamis, 22 Agustus 2019 16:37
Matangkan Persiapan Gelar Layanan 5G,
XL Axiata Kembali Uji Coba Teknologi 5G dan Gencarkan Fiberisasi Jaringan


Kamis, 22 Agustus 2019 16:34
Mahasiswa Dua PT di Bengkalis Wakili Riau Lomba Mengelas Nasional

Kamis, 22 Agustus 2019 16:05
Terbukti Diminati dan Berkualitas, Rabbani Sabet Tiga Award Top Brand 2019

loading...


Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Ahad, 10 Pebruari 2019 09:56
Kuansing Punya Potensi Wisata Komplit, Semua Pihak Harus Komit Mengembangkannya

Destinasi wisata di Kuansing tak sekedar panorama alam, tapi juga peninggalan sejarah dan tradisi. Karena itu perlu komitmen mengembangkannya.

Riauterkini - TELUKKUANTAN - Berbicara masalah wisata, Kabupaten Kuantan Singingi, tidak hanya memiliki wisata alam dan tradisi. Namun, ternyata lebih dari itu dan lebih menarik lagi, bahkan memiliki nilai historis yang tinggi, yakninya wisata sejarah.

Jika dirunut ke belakang objek wisata sejarah yang dimaksud ini adalah rel kereta api di Lubuk Ambacang, Kecamatan Hulu Kuantan, menuju Pekanbaru, yang dibangun masa pendudukan Jepang di Indonesia.

Rel kereta api ini, ketika dibangun, tentara Jepang mempekerjakan pasukan Belanda, sebagai romusa yang merupakan tawanan mereka kala itu. Kini, rel kereta api tersebut, hanya tinggal menjadi saksi kekejaman tentara Jepang, dimasa lampau.

Kedepannya pihak Pemkab Kuansing dan pihak Pemprov Riau, berencana akan mengemas tempat bersejarah ini, untuk dijadikan sebagai objek wisata sejarah melalui Dinas Pariwisata.

Rencana ini, sudah dibicarakan Pemkab bersama Pemprov dan asosiasi bidang kepariwisataan di Riau, Jum'at (8/2/2019) lalu, di Pekanbaru, dengan menggelar Audensi dalam bentuk diskusi.

Dalam diskusi tersebut, dibahas bagaimana tentang cara mengembangkan dan mengelola destinasi wisata secara konferehensip yang ada di Kuansing, baik itu yang ada di alam, tradisi budaya, serta wisata sejarah untuk bisa dijadikan bernilai jual tinggi.

Sehingga nantinya, bisa menarik minat wisatawan datang ke Kuansing. Setidaknya untuk wisata alam berupa air terjun ada 23 titik dimiliki Kuansing. Kemudian ekowisata, seperti hutan bukit Rimbang Baling, memucuak atau menangkap ikan setahun sekali, pemandian air panas, hutan Kota dan rumah godang yang tersebar di beberapa Koto di Kecamatan, Kuansing.

Sedangkan tradisi budaya seperti pacu jalur yang bisa dikemas untuk go Internasional, karena dapat menghadirkan ribuan pengunjung. Dan lebih medalam lagi secara kebatinan silat Pangean, tradisi ini pernah dikembangkan Edy Jufri, sampai ke Amerika, serta perahu beganduang, terakhir yang tak kalah menariknya wisata sejarah peninggalan penjajahan dimasa Jepang.

Untuk wisata sejarah ini, sebelumnya, Ketua Gompi Riau, beberapa kali telah membawa wisatawan asal Belanda, untuk melihat rel kereta api ini. Bahkan kata dia, wisatawan Belanda ini, langsung ingin melihatnya ke lokasi untuk memastikan kondisinya ketika itu, sebab, menurut Gompi, mereka merasa bagian dari sejarah dimasa kelam tersebut.

Agar wisata di Kuansing ini, bisa berkembang dan dapat terkelolah dengan baik pihak Dinas Pariwisata dan Asosiasi Riau, menyarankan agar manggandeng pihak swasta, kemudian membuat kalendar pariwisata 1 Tahun sebelum pelaksanaan, seperti pacu jalur. Selanjutnya untuk lokasi Tepian Narosa, mereka meyarankan agar ditata dengan rapi dengan menghilangkan terpal hijau supaya diganti atap sagu agar terlihat lebih natural.

Hadir dalam acara ini, Bupati Drs H Mursini, Wakil Ketua I DPRD Sardiyono, A, M.d, M, Si, Sekda DR. Dianto Mampanini SE, MT, Kadis Pariwisata dan Kebudayaan DR. Indrasuandi, ST. MT, dan Kepala OPD terkait. Dari Dinas Provinsi Riau langsung dihadiri Kadis Pariwisata Provinsi Riau Fahmizal Usman. Sedangkan dari Asosiasi Kepariwisataan tampak hadir Indonedia Chef Asosiation, Bangun Suryoto, Ketua Asosiasi Peramu Wisata Indonesia Osvian Saputra, Ketua Lembaga Sertifikasi Nasional.** (Jok)

Loading...


Berita Sosial lainnya..........
- Resah dengan Konflik di Perbatasan,
Nelayan Panipahan Rencanakan Pertemuan dengan Kementerian Kelautan dan Perikanan RI

- Sah, AMSI Wilayah Riau Terverifikasi Faktual!
- Walau Titik Api Bertambah Jumlah Penderita ISPA di Inhu Justru Menurun
- Mahasiswa Dua PT di Bengkalis Wakili Riau Lomba Mengelas Nasional
- 558 Mahasiswa UPP Rohul Diwisuda, Irsadul Halim Sebagai Pemuncak
- Dianggarkan 10,6 Miliar, Pengadaan Meubelair Kantor Polda Mulai Dilelang
- Rio Akbar Bersama Tim Persembahkan Medali Emas Untuk Negara
- Kunker ke Bengkalis, Ini Pesan Danrem 031/WB ke Prajurit Kodim 0303
- Tahun Depan, 235 PNS Pemkab Bengkalis Pensiun
- Dewan Pers-Kementrian PPPA RI Sosialisasikan Standar Berita Ramah Anak
- Danrem 031/Wirabima Kunker ke Bengkalis
- Ngopi Saat Jam Kerja, Empat ASN dan Dua Honorer Pemkab Inhu Diamankan Satpol PP
- Batas Akhir Persiapan Pilkada 2020 Bengkalis September 2019
- Tugas Panitia Rayon IV Tuntas, Hadiah pacu Jalur Masih Terkendala di Dinas Pariwisata
- 2020 FPJ Masuk Kalender Pariwisata Nasional, Ketua DPRD Apresiasi Menteri Pariwisata RI
- Pembukaan FPJ Tahun 2019 Catat Dua Rekor MURI Sekaligus
- Terkait Permasalahan Sungai Hulubandar, Lurah Pelalawan Akan Kumpulkan Para Tokoh
- Buka FPJ 2019, Menpar Janji Tahun Depan Dimasukkan Kalender Pariwisata Nasional
- Asap Semakin Menyengat di Kampar, 1.501 Orang Terpapar ISPA Sejak Agustus 2019
- RSUD Indrasari Inhu Tak Miliki SCF Jadi Kendala BPJS Kesehatan Lunasi Claim


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda :
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com