Home > Sosial & Budaya >>
Berita Terhangat..
Sabtu, 20 April 2019 19:14
Hilang Sebulan Seorang Kakek di Inhu Ditemukan Tinggal Tulang Belulang

Sabtu, 20 April 2019 18:17
Dua Tahanan Narkoba di Inhu Melarikan Diri

Sabtu, 20 April 2019 16:43
Gebyar Undian Service ke AHASS, Service Honda, Dapet Honda

Sabtu, 20 April 2019 16:42
PKS Riau Panen Kursi di Tiga Parlemen

Sabtu, 20 April 2019 14:21
DPC Partai Demokrat Dumai Dikabarkan Dapat 5 Kursi Legislatif

Sabtu, 20 April 2019 08:50
Bupati Inhil : RA Kartini Pioner Pejuang Kaum Perempuan

Sabtu, 20 April 2019 07:10
Bawaslu Riau Resmi Rokemendasikan 112 TPS PSU dan PSL

Jum’at, 19 April 2019 20:57
Catatan Rahman Rahim,
Riau Hijau, Solusi Permasalahan Lingkungan di Riau


Jum’at, 19 April 2019 20:41
Dari Tokyo ke Pekanbaru, UNIQLO Membuka Toko Pertama di Living World

Jum’at, 19 April 2019 16:31
Empat ABK Kapal BG Maju Tewas Terjebak di Bunker

loading...


Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Ahad, 10 Pebruari 2019 09:56
Kuansing Punya Potensi Wisata Komplit, Semua Pihak Harus Komit Mengembangkannya

Destinasi wisata di Kuansing tak sekedar panorama alam, tapi juga peninggalan sejarah dan tradisi. Karena itu perlu komitmen mengembangkannya.

Riauterkini - TELUKKUANTAN - Berbicara masalah wisata, Kabupaten Kuantan Singingi, tidak hanya memiliki wisata alam dan tradisi. Namun, ternyata lebih dari itu dan lebih menarik lagi, bahkan memiliki nilai historis yang tinggi, yakninya wisata sejarah.

Jika dirunut ke belakang objek wisata sejarah yang dimaksud ini adalah rel kereta api di Lubuk Ambacang, Kecamatan Hulu Kuantan, menuju Pekanbaru, yang dibangun masa pendudukan Jepang di Indonesia.

Rel kereta api ini, ketika dibangun, tentara Jepang mempekerjakan pasukan Belanda, sebagai romusa yang merupakan tawanan mereka kala itu. Kini, rel kereta api tersebut, hanya tinggal menjadi saksi kekejaman tentara Jepang, dimasa lampau.

Kedepannya pihak Pemkab Kuansing dan pihak Pemprov Riau, berencana akan mengemas tempat bersejarah ini, untuk dijadikan sebagai objek wisata sejarah melalui Dinas Pariwisata.

Rencana ini, sudah dibicarakan Pemkab bersama Pemprov dan asosiasi bidang kepariwisataan di Riau, Jum'at (8/2/2019) lalu, di Pekanbaru, dengan menggelar Audensi dalam bentuk diskusi.

Dalam diskusi tersebut, dibahas bagaimana tentang cara mengembangkan dan mengelola destinasi wisata secara konferehensip yang ada di Kuansing, baik itu yang ada di alam, tradisi budaya, serta wisata sejarah untuk bisa dijadikan bernilai jual tinggi.

Sehingga nantinya, bisa menarik minat wisatawan datang ke Kuansing. Setidaknya untuk wisata alam berupa air terjun ada 23 titik dimiliki Kuansing. Kemudian ekowisata, seperti hutan bukit Rimbang Baling, memucuak atau menangkap ikan setahun sekali, pemandian air panas, hutan Kota dan rumah godang yang tersebar di beberapa Koto di Kecamatan, Kuansing.

Sedangkan tradisi budaya seperti pacu jalur yang bisa dikemas untuk go Internasional, karena dapat menghadirkan ribuan pengunjung. Dan lebih medalam lagi secara kebatinan silat Pangean, tradisi ini pernah dikembangkan Edy Jufri, sampai ke Amerika, serta perahu beganduang, terakhir yang tak kalah menariknya wisata sejarah peninggalan penjajahan dimasa Jepang.

Untuk wisata sejarah ini, sebelumnya, Ketua Gompi Riau, beberapa kali telah membawa wisatawan asal Belanda, untuk melihat rel kereta api ini. Bahkan kata dia, wisatawan Belanda ini, langsung ingin melihatnya ke lokasi untuk memastikan kondisinya ketika itu, sebab, menurut Gompi, mereka merasa bagian dari sejarah dimasa kelam tersebut.

Agar wisata di Kuansing ini, bisa berkembang dan dapat terkelolah dengan baik pihak Dinas Pariwisata dan Asosiasi Riau, menyarankan agar manggandeng pihak swasta, kemudian membuat kalendar pariwisata 1 Tahun sebelum pelaksanaan, seperti pacu jalur. Selanjutnya untuk lokasi Tepian Narosa, mereka meyarankan agar ditata dengan rapi dengan menghilangkan terpal hijau supaya diganti atap sagu agar terlihat lebih natural.

Hadir dalam acara ini, Bupati Drs H Mursini, Wakil Ketua I DPRD Sardiyono, A, M.d, M, Si, Sekda DR. Dianto Mampanini SE, MT, Kadis Pariwisata dan Kebudayaan DR. Indrasuandi, ST. MT, dan Kepala OPD terkait. Dari Dinas Provinsi Riau langsung dihadiri Kadis Pariwisata Provinsi Riau Fahmizal Usman. Sedangkan dari Asosiasi Kepariwisataan tampak hadir Indonedia Chef Asosiation, Bangun Suryoto, Ketua Asosiasi Peramu Wisata Indonesia Osvian Saputra, Ketua Lembaga Sertifikasi Nasional.** (Jok)

Loading...


Berita Sosial lainnya..........
- Hilang Sebulan Seorang Kakek di Inhu Ditemukan Tinggal Tulang Belulang
- Dua Tahanan Narkoba di Inhu Melarikan Diri
- Bupati Kuansing Serahkan Dana Hibah untuk Ponpes di Gunung Toar
- Hari Warisan Dunia, Disbud Riau Beri Lestarikan Cagar Budaya
- Kanker Hati Stadium 4, Seorang Anak di Rohil Butuh Uluran Tangan
- 102 Operator‎, Mekanik dan Sopir di Dinas PUPR Rohul Lulus Uji Kompetensi Alat Berat
- Bayar Klaim Jatuh Tempo Kepada RS, BPJS Kesehatan Kucurkan Dana Rp 11 Triliun
- BPKAD Pakanbaru : Honor Imam Mesjid Paripurna Sudah Cair
- Hingga Maret, Serapan APBD Kampar Alami Deviasi 7,59 Persen
- Kampar Dapat Hibah Kapal dari Kementerian Perhubungan RI
- PSF Korwil Rohul Chapter Riau Kopdar Bulanan dan Bakti Sosial di Desa Bangun Jaya
- Badan Arkeologi Sumut Tertarik Teliti Peninggalan dan Bukti Sejarah di Rohul
- Hasil Cek Lapangan, PUPR Riau Pastikan Jembatan Siak III Aman dari Maling
- Pondok Tahfidz Nurul Quran Mulai Dibangun di Pelalawan
- Pimpin Apel Siaga, Bupati Kuansing Ajak Sukseskan Pemilu 2019
- Kunker ke Rohil, Kehadiran Gubri Diyakini Berdampak Posisitf untuk Rohil
- Bupati Mursini Layur Jalur Desa Sampurago Hulu Kuantan
- Keluarga Miskin Tak Miliki Biaya Berobat,
Lurah Kerinci Timur, Pelalawan Datangi Rosita

- 4 Hari Dilaporkan Hilang,
Warga Bengkalis Ditemukan Lemas di Semak Belukar

- Tak Miliki Biaya,
Seorang Warga Miskin di Pelalawan Memilih Berobat di Dukun Kampung



Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda :
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com