Home > Sosial & Budaya >>
Berita Terhangat..
Sabtu, 25 Mei 2019 20:20
PKM Edu-PHOTSIC Universitas Riau melakukan Show di SMAN 2 Siak Hulu

Sabtu, 25 Mei 2019 16:14
Kasat Lantas Cek Kesiapan Personel dan Kendaraan Dinas Jelang Idul Fitri 2019

Sabtu, 25 Mei 2019 16:09
Wisuda UIR Periode II Tahun 2019, Hermanto Duduki Pemuncak Tingkat Universitas

Sabtu, 25 Mei 2019 14:54
Nikmati 4Gpluskuat Saat Berbuka Puasa

Sabtu, 25 Mei 2019 14:02
Bupati Harapkan Program Listrik Desa di Inhil Dapat Digesa

Sabtu, 25 Mei 2019 13:11
Tanpa Dana Desa, Pembangunan Tak Kan Merata di Kuansing

Sabtu, 25 Mei 2019 13:08
Berbagi Kebahagiaan, PT Rifan Financindo Berjangka Pekanbaru Santuni Puluhan Anak Yatim

Sabtu, 25 Mei 2019 07:19
Bupati Kampar Lantik 11 Pejabat Eselon II

Jum’at, 24 Mei 2019 22:02
Imigrasi Bengkalis Santuni Anak Panti Asuhan

Jum’at, 24 Mei 2019 21:49
Pemkab Bengkalis Ingatkan Seluruh Perusahaan Segera Bayarkan THR

loading...


Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Selasa, 19 Pebruari 2019 15:48
Dilarang Liput Dugaan Pencemaran Limbah di PKS PT MAN, Ini Reaksi PWI Rohul

Dua wartawan di Rohul dilarang meliput dugaan pencemaran limbah di PKS PT MAN. PWI Rohul pun bereaksi.

Riauterkini-PASIRPANGARAIAN- Dua wartawan Rokan Hulu (Rohul) dihadang oknum security‎ Pabrik Kelapa Sawit (PKS) PT. Merangkai Artha Nusantara (MAN) berlokasi di Desa Bangun Jaya, Kecamatan Tambusai Utara.

Selain dilarang, dua wartawan Rokan Hulu, yakni Eka Syahputra ‎selaku kameramen Riau Televisi dan Sudirman wartawan media online Metroterkini juga mendapatkan intimidasi dari seorang oknum security PT. MAN pada Kamis (14/2/2019).

Sudirman, salah seorang wartawan Rokan Hulu mengaku intimidasi dialami dirinya, bersama rekannya Eka terjadi saat tim dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Rokan Hulu, bersama pihak perusahaan sedang turun mengambil sample air di hilir Sungai Juragi Desa Bangun Jaya, Kecamatan Tambusai Utara yang diduga tercemar limbah.

Selesai mengambil sample air di hilir Sungai Juragi, tim DLH Rokan Hulu selanjutnya bergerak ke areal perusahaan untuk mengambil sample limbah di kolam limbah PKS PT. MAN.‎

Di tengah perjalanan ke kolam limbah PKS PT. MAN, Sudirman mengaku ia sempat mendengar Manager PT MAN bernama Alex diduga perintahkan security agar melarang kedua wartawan masuk ke kolam limbah untuk mendokumentasikan kegiatan tim DLH Rokan Hulu tersebut.‎

"Kami sempat pertanyakan itu kepada petugas DLH, mengapa kami tidak boleh masuk, dan oleh orang DLH kita diminta masuk bersama dengan mereka," ungkap Sudirman juga Ketua Divisi Hukum dan HAM Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Rokan Hulu.

Ketika masuk ke kolam limbah PKS PT. MAN, seorang seucurity datang dan menghadang Eka Syahputra yang tengah mengambil visual di kolam limbah PKS PT MAN.‎

Bukan hanya menghadang, oknum security PT MAN ini juga sempat membentak Eka dengan ucapan yang tidak pantas. "Sudah, bubar-bubar" kata Sudirman menirukan ucapan oknum security perusahaan tersebut.

"Kita sangat-sangat menyayangkan sikap arogan pihak perusahaan ini. Tugas kami dilindungi Undang-Undang, dan semata-mata untuk menjalankan tugas jurnalistik. Atas kejadian ini kami berniat menempuh jalur hukum," tegas Sudirman.

Menanggapi sikap tidak menyenangkan dari oknum di PT MAN, Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Rokan Hulu Engki Prima Putra, ST sangat menyayangkan hal tersebut.‎

Engki menilai hal tersebut seharusnya tidak perlu terjadi bila pihak perusahaan tahu tugas wartawan yang dilindungi Undang-Undang.

Menurut Engki, apa yang dilakukan pihak PT MAN tidak pantas, sebab dalam kegiatan jurnalistik atau meliput kejadian bukan hanya untuk memenuhi tanggung-jawab ke perusahaan pers tempat mereka bekerja, melainkan bertujuan memberikan informasi ke masyarakat luas.

"Kita sayangkan sikap yang terkesan arogan itu. Mereka harus tahu, wartawan itu dilindungi Undang-Undang dalam kegiatan jurnalistiknya," ujar Engki.‎

Engki mengungkapkan bila merujuk Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers, bahwa apa yang dilakukan pihak perusahaan yang telah menghalangi wartawan dalam menjalankan tugas jurnalistiknya, dan jelas sudah melanggar.

Engki mengungkapkan di UU Pers Pasal 18 ayat 1 disebutkan bahwa setiap orang yang secara sah melawan hukum dengan sengaja melakukan tindakan yang berakibat menghambat atau menghalangi kerja pers bisa dipidana penjara paling lama 2 tahun atau denda sebanyak Rp 500 juta.

Sementara, belum ada tanggapan resmi dari pihak PT MAN terkait intimidasi yang dialami dua wartawan Rokan Hulu ini.***(zal)

Loading...


Berita Sosial lainnya..........
- Nikmati 4Gpluskuat Saat Berbuka Puasa
- Tanpa Dana Desa, Pembangunan Tak Kan Merata di Kuansing
- Berbagi Kebahagiaan, PT Rifan Financindo Berjangka Pekanbaru Santuni Puluhan Anak Yatim
- Bupati Kampar Lantik 11 Pejabat Eselon II
- Imigrasi Bengkalis Santuni Anak Panti Asuhan
- Pemkab Bengkalis Ingatkan Seluruh Perusahaan Segera Bayarkan THR
- Buka Puasa Bersama Ramadhan, PT EDI Rohul Salurkan Bantuan dan Berbagi dengan Kaum Dhuafa
- Safari Ramadan 1440 H, Wagubri Shalat Tarawih dan Serahkan Bantuan di Mesjid Agung Al Huda Tembilahan
- Kutuk Tindakan Represif, HMI Pekanbaru Minta Kapolri Dicopot
- Berbagi Berkah Ramadan, Alumni Unri RAPP Santuni Anak Yatim
- Terkesan Sengaja Dibiarkan Terbengkalai,
Warga Meskom, Bengkalis Pertanyakan Lampu Jalan Setahun Tak Nyala

- ‎Begini Cara Lapas Kelas IIB Pasirpangaraian Membina Warga Binaan di Bulan Suci Ramadhan
- Wagubri Bersilaturrahmi Bersama Jamaah Mesjid Besar Darul Hikmah Tembilahan
- Sebagian Penghuni Rusunawa Yos Sudarso Sudah Bayar Sewa
- Ajukan Proposal Pembangunan Stadion Baru, Bupati Kampar Temui Sesmenpora RI
- Gubri Sampaikan Program Zakat Komitmen Prioritasnya
- PT MASS Santuni Anak Yatim dan Keluarga Pra Sejahtera
- Di Laut, Polair Bengkalis Razia Puasa Nelayan dan Bagi Takjil Gratis
- DPPPA Dukung Rencana Kegiatan FW KLA Buka Puasa Bersama Anak Yatim 
- Diduga Diracun OTK, Sejumlah Pohon di Median Jalan di Kota Telukkuantan Mati


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda :
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com