Home > Sosial & Budaya >>
Berita Terhangat..
Senin, 17 Juni 2019 12:57
Pererat Silaturahmi, PT BSP Halal Bihalal Bersama StakeHolders

Senin, 17 Juni 2019 12:02
Pilkada 2020, KPU Bengkalis Usulkan Rp50 Miliar

Senin, 17 Juni 2019 11:55
Tiket Pesawat Mahal, Gubri Wacanakan ke Jakarta via Malaysia

Senin, 17 Juni 2019 09:20
Nunggak Pajak, 61 Mobdin Pemprov Riau Tetap Dikandangkan

Senin, 17 Juni 2019 07:36
Terdapat 34 Titik Kerusakan Jalan dari Rantau Berangin Sampai Batas Kampar-Rohul

Senin, 17 Juni 2019 06:48
Sepekan Menghilang, Remaja KHS Kuansing Ditemukan Selamat

Ahad, 16 Juni 2019 23:22
Isu Mutasi dan Rotasi Jajaran Pemkab Inhil, Bupati: Itu Hal yang Biasa, Tunggu Saja

Ahad, 16 Juni 2019 23:14
Milad Ke - 54 Inhil, Wakil Bupati Melepas Peserta Funbike

Ahad, 16 Juni 2019 19:44
‎Perkosa Korban di Depan Pacarnya, 2 Begal Sadis di Ujung Batu Ditangkap Polisi Rohul

Ahad, 16 Juni 2019 18:57
Diduga Cbuli Adik Ipar Berusia 13 Tahun,
Tukang Panen Sawit di Kepenuhan Diciduk Polisi Rohul


loading...


Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Rabu, 20 Maret 2019 07:25
Dukung Pengembangan Wisata dan Budaya, Bupati Kampar Hadiri Visiting Our Own Home di Yogyakarta

Bupati Kampar menjadi peserta Visiting Our Own Home di Yogyakarta. Bagian dari upaya mengembangkan wisata dan budaya.

Riauterkini- YOGYAKARTA - Bupati Kampar Catur Sugeng Susanto didampingi sejumlah pejabat dan kepala organisasi perangkat daerah (OPD) Kabupaten Kampar menghadiri focus discusion group dalam acara Program Berkunjung ke Rumah Sendiri (Visiting Our Own Home) di salah satu hotel di Yogyakarta, Selasa (19/3/2019).

Diantara pejabat dan kepala OPD yang ikut Asisten II Bidang Perkonomian dan Pembangunan Azwan, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Cokroamnito, Kadis Pariwisatan dan Kebudayaan Zulia Dharma, Kadis Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Afdal dan Camat Kampar Kiri Hulu Tommy Farnandes.

Visiting Our Own Home merupakan sebuah program jaringan festival berbasis masyarakat yang beranggotakan lebih dari 10 festival di Indonesia. Acara ini digelar selama dua hari ,18 sampai 19 Maret 2019.

Program ini tidak hanya bekerja untuk saling menguatkan, namun juga memproduksi pengetahuan, serta pengembangan festival ke tingkat yang lebih baik dan luas. "Festival musik Rimbang Baling yang akan digelar di kawasan Hutan Suaka Marga Satwa Bukit Rimbang Bukit Baling Kecamatan Kampar Kiri Hulu Kabupaten Kampar," ujar Catur usai acara.

Kehadiran Bupati Kampar pada kick-off meeting merupakan komitmen dan dukungan moral dalam pengembangan pariwisata dan budaya sekaligus membuka kemungkinan kemungkinan sinergi dengan program lainnya dalam rangka meningkatkan kunjungan wisata dan perekonomian masyarakat desa yang berada dalam kawasan hutan sekaligus komitmen untuk menjaga kelestarian hutan.

“Ini merupakan komitmen kita dalam pengembangan pariwisata dan budaya sekaligus membuka kemungkinan kemungkinan sinergi dengan program lainnya dalam rangka meningkatkan kunjungan wisata dan perekonomian masyarakat desa yang berada dalam kawasan hutan sekaligus komitmen untuk menjaga kelestarian hutan," imbuh Catur.

Asisten II Bidang Perkonomian dan Pembangunan Azwan menambahkan, selain tujuan tersebut acara ini juga untuk upaya dalam rangka menguatkan dan mempromosikan destinasi wisata yg ada di kab kampar di luar daerah serta sekaligus utk mengenalkan kab kampar secara nasional maupun internasional.

“Program Berkunjung ke Rumah Sendiri adalah sebuah program yang berangkat dari gagasan tentang pembangunan jaringan festival berbasis masyarakat yang mengerucut menjadi sebuah pertemuan dan lokakarya di Lembah Harau, Sumatera Barat pada tahun 2018," terang Azwan.

Kadis Pariwisata dan Kebudayaan Zulia Dharma mengatakan, pertemuan dan lokakarya ini terselenggara atas dukungan Yayasan Umar Kayam dan Koalisi Seni Indonesia (KSI) dan turut diinisiasi oleh tujuh festival yaitu Festival Panen Kopi Gayo, Tao Silalahi Arts Festival, Festival Rimbang Baling, Legusa Festival, Layang Lakbok Festival, Festival Nubun Tawa dan Pasa Harau Art & Culture Festival sebagai tuan tumah.

Beberapa gagasan penting yang mengemuka dalam pertemuan dan lokakarya tersebut antara lain adalah pentingnya jaringan sebagai wahana pertukaran pengetahuan dan pengalaman bagi festival-festival berbasis masyarakat dalam upaya mengembangkan dan memperluas ekosistem budaya masing-masing. "Mengemuka pula perihal pentingnya peran serta pemerintah daerah, pemerintah desa, serta komunitas adat dan tradisi beragama di daerah," pungkas Zulia.*(man)

Loading...


Berita Sosial lainnya..........
- Nunggak Pajak, 61 Mobdin Pemprov Riau Tetap Dikandangkan
- Besok, PWI Riau Gelar Halal Bi Halal
- Guru MDA Penderita Kanker Usus Dirujuk Dinkes Kampar ke Jakarta
- Event Bakar Tongkang, Rohil Kedatangan Bule Perancis
- Perduli Masyarakat, Polisi Bengkalis Bersih-bersih Rumah Ibadah dan Bantu Sembako
- Pelaksanaan Nikah, KUA Mandau Imbau Masyarakat Urus Sendiri
- Program BSPS Pusat,
Komisi II DPRD Bengkalis Konsultasi ke PUPR Riau

- Dinilai Makin Memberatkan, Masyarakat Pertanyakan Urgensi Uji Psikolog SIM di Duri
- Sempena HUT ke-73 Bhayangkara, Polsek Mandau Gelar Bakti Religi di Duri
- Pemerintah Desa di Kuansing Ditawari Aplikasi Digital
- Sempena HUT ke-235 Pekanbaru, Seluruh ASN Diwajibkan Berbusana Melayu
- Peringatan HUT Pekanbaru Ke 235 Dipusatkan di Area CFN
- Kunker di Bengkalis,
Gubri Sebut Bakal Bangun Dermaga Penyeberangan Ketam Putih-Pulau Padang

- Jadi Natural, Tahun Depan Ukiran Melayu Dua Fly Over Sudirman Dicopot
- Peran Lintas Sektor Tumpuan Pemko Pekanbaru Ciptakan Masyarakat Madani
- Jalan Poros Pulau Bengkalis akan Dijadikan Jalan Nasional dan Provinsi
- Kodim 0314/Inhil Taja Halal Bihalal Idul Fitri 1440 Hijriyah
- Sempena HUT ke-73 Bhayangkara, Kapolsek Mandau Blusukan Pantau Pos Kamling di Duri
- Bupati Mursini Hadiri Halal bi Halal Polres Kuansing
- Polres Bengkalis Gelar Apel Konsolidasi Operasi Ketupat


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda :
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com