Home > Sosial & Budaya >>
Berita Terhangat..
Senin, 17 Juni 2019 14:12
Fraksi Demokrat dan PAN Kritik Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Riau 2018

Senin, 17 Juni 2019 12:57
Pererat Silaturahmi, PT BSP Halal Bihalal Bersama StakeHolders

Senin, 17 Juni 2019 12:02
Pilkada 2020, KPU Bengkalis Usulkan Rp50 Miliar

Senin, 17 Juni 2019 11:55
Tiket Pesawat Mahal, Gubri Wacanakan ke Jakarta via Malaysia

Senin, 17 Juni 2019 09:20
Nunggak Pajak, 61 Mobdin Pemprov Riau Tetap Dikandangkan

Senin, 17 Juni 2019 07:36
Terdapat 34 Titik Kerusakan Jalan dari Rantau Berangin Sampai Batas Kampar-Rohul

Senin, 17 Juni 2019 06:48
Sepekan Menghilang, Remaja KHS Kuansing Ditemukan Selamat

Ahad, 16 Juni 2019 23:22
Isu Mutasi dan Rotasi Jajaran Pemkab Inhil, Bupati: Itu Hal yang Biasa, Tunggu Saja

Ahad, 16 Juni 2019 23:14
Milad Ke - 54 Inhil, Wakil Bupati Melepas Peserta Funbike

Ahad, 16 Juni 2019 19:44
‎Perkosa Korban di Depan Pacarnya, 2 Begal Sadis di Ujung Batu Ditangkap Polisi Rohul

loading...


Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Senin, 25 Maret 2019 17:28
Menkes RI Sebut Diabetes, Jantung Iskemik dan Stroke di Riau Tergolong Tinggi

Menteri Kesehatan RI Nila F Moeloek mengatakan penderita tiga penyakit ini mengalami peningkatan signifikan di Riau. Kenaikannya semua lebih dari 100 persen.

Riauterkini - PEKANBARU - Menteri Kesehatan (Menkes) Republik Indonesia Nila Farid Moeloek menyatakan bahwa dari 10 peringkat teratas Penyakit Tidak Menular (PTM) di Provinsi Riau, terdapat tiga penyakit yang peningkatannya sangat signifikan.

Yaitu, diabetes 358,3 persen, jantung iskemik 241,7 persen persen dan Stroke 185,0 persen. Meski begitu Menkes juga mengingatkan penyakit diabetes, hipertensi, sakit jantung di Riau tergolong tinggi.

Pernyataan ini disampaikan oleh Menkes RI, pada paparannya di acara Rakerkesda Provinsi Riau di Labersa Grand Hotel Labersa Kecamatan Siak Hulu, Kampar. Untuk itu Menkes Nila Moeloek menyampaikan bahwa, hal ini terjadi oleh karena perilaku kita intinya, terutama untuk pola makan gizi seimbang.

"Bukan melarang orang makan, tapi seimbang" kata Menkes, Senin (25/3/19).

Meski begitu menurutnya, usia Harapan Hidup (UHH) di Riau cukup tinggi yaitu 71 tahun atau sama dengan target nasional. Namun perlu juga dilihat apakah usia segitu angka umur sehatnya apakah sama juga dengan nasional.

"Dari UHH hidupnya itu sama dengan angka nasional 71 tahun. Tapi kita memang melihat juga angka umur sehatnya apakah sama juga dengan angka nasional. Jadi angka sakitnya kitabitu deltanya sekitar 8 sampai 9 tahun hidup kita dalam sakit sebenarnya," ujar Menkes.

Selanjutnya Menkes juga menanggapi paparan dari 5 kabupaten/kota sebelumnya yaitu, Dumai, Kampar, Bengkalis, Pelalawan dan Kota Pekanbaru.

Menurut Menkes, perlu ada fight (perlawanan) terhadap angka kematian ibu. Seperti yang telah dilakukan Kota Dumai yang telah berhasil menurunkan angka kematian ibu secara signifikan.

Begitu juga dengan stunting (anak pendek dan sangat pendek/kerdil) di Kabupaten Kampar, karena faktor geografis, Menkes meminta untuk tidak Kementerian Kesehatan saja yang terlibat dalam penanggulangannya, tapi juga lintas kementerian. Terkait masalah geografis ini kita mengharapkan transportasi dari Dinas PU dalam hal ini.

"Untuk TBC masih seperti nasional, kita juga masih mengajar 30-50 persen mencari orang yang terkena TBC (Tuberkulosis), " sambung Menkes lagi.

Diakhir pembahasannya Menkes Nila menyampaikan bahwa Imunisasi Riau cakupannya masih rendah. Menkes mengapresiasi betapa sulitnya tanaga kesehatan mengejar orang untuk imunisasi. Tapi jika ada penolakan Menkes meminta untuk dipikirkan kembali, karena jika sudah kena penyakit jangan menyalahkan orang kesehatan, karena mereka suadah melakukan kerja keras.

Hadir pada kesempatan ini Wakil Gubernur Riau Edy Afrizal Natar Nasution, Kadiskes Riau Mimi Yuliani Nazir serta para Kadiskes kabupaten kota se Riau.*(mok)

Loading...


Berita Sosial lainnya..........
- Nunggak Pajak, 61 Mobdin Pemprov Riau Tetap Dikandangkan
- Besok, PWI Riau Gelar Halal Bi Halal
- Guru MDA Penderita Kanker Usus Dirujuk Dinkes Kampar ke Jakarta
- Event Bakar Tongkang, Rohil Kedatangan Bule Perancis
- Perduli Masyarakat, Polisi Bengkalis Bersih-bersih Rumah Ibadah dan Bantu Sembako
- Pelaksanaan Nikah, KUA Mandau Imbau Masyarakat Urus Sendiri
- Program BSPS Pusat,
Komisi II DPRD Bengkalis Konsultasi ke PUPR Riau

- Dinilai Makin Memberatkan, Masyarakat Pertanyakan Urgensi Uji Psikolog SIM di Duri
- Sempena HUT ke-73 Bhayangkara, Polsek Mandau Gelar Bakti Religi di Duri
- Pemerintah Desa di Kuansing Ditawari Aplikasi Digital
- Sempena HUT ke-235 Pekanbaru, Seluruh ASN Diwajibkan Berbusana Melayu
- Peringatan HUT Pekanbaru Ke 235 Dipusatkan di Area CFN
- Kunker di Bengkalis,
Gubri Sebut Bakal Bangun Dermaga Penyeberangan Ketam Putih-Pulau Padang

- Jadi Natural, Tahun Depan Ukiran Melayu Dua Fly Over Sudirman Dicopot
- Peran Lintas Sektor Tumpuan Pemko Pekanbaru Ciptakan Masyarakat Madani
- Jalan Poros Pulau Bengkalis akan Dijadikan Jalan Nasional dan Provinsi
- Kodim 0314/Inhil Taja Halal Bihalal Idul Fitri 1440 Hijriyah
- Sempena HUT ke-73 Bhayangkara, Kapolsek Mandau Blusukan Pantau Pos Kamling di Duri
- Bupati Mursini Hadiri Halal bi Halal Polres Kuansing
- Polres Bengkalis Gelar Apel Konsolidasi Operasi Ketupat


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda :
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com