Home > Sosial & Budaya >>
Berita Terhangat..
Kamis, 23 Mei 2019 22:26
Pekerja PT RIA di Kecamatan Pelangiran Diduga Tewas Diterkam Harimau

Kamis, 23 Mei 2019 22:13
Ajukan Proposal Pembangunan Stadion Baru, Bupati Kampar Temui Sesmenpora RI

Kamis, 23 Mei 2019 21:25
Gubri Sampaikan Program Zakat Komitmen Prioritasnya

Kamis, 23 Mei 2019 20:41
Melanjutkan Tradisi Baik,
Riauterkinicom Gelar Buka Puasa Bersama dan Bagi-bagi THR


Kamis, 23 Mei 2019 20:35
10 Tahun Terbengkalai, Pemkab Siak Kembali Lanjutkan Pembangunan SDN 01 di 2020

Kamis, 23 Mei 2019 20:17
‎Korupsi Proyek Cetak Sawah, Kejari Pelalawan Tahan Dua Tersangka Baru

Kamis, 23 Mei 2019 20:12
PT MASS Santuni Anak Yatim dan Keluarga Pra Sejahtera

Kamis, 23 Mei 2019 17:09
Di Laut, Polair Bengkalis Razia Puasa Nelayan dan Bagi Takjil Gratis

Kamis, 23 Mei 2019 17:07
Jalan Sei Pakning-Dumai Rusak Parah, Usulan Perbaikan PUPR Bengkalis Belum Direspon Pemprov Riau

Kamis, 23 Mei 2019 16:59
DPPPA Dukung Rencana Kegiatan FW KLA Buka Puasa Bersama Anak Yatim 

loading...


Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Ahad, 14 April 2019 20:44
Keluarga Miskin Tak Miliki Biaya Berobat,
Lurah Kerinci Timur, Pelalawan Datangi Rosita


Lurah Kerinci Timur sangat peduli terhadap warganya. Lurah Edi Arifin langsung menjenguk Rosita, warga miskin yang diketahui tidak dapat berobat karena tak miliki biaya.

Riauterkini-PANGKALANKERINCI- Lurah Kerinci Timur Edi Arifin merespon cepat dengan mendatangi warganya, Rosita (50) merupakan keluarga miskin tak mampu berobat ke rumah sakit yang berdomisli di Gang Pelita Damai, Jalan Pelita.

Kedatangan Lurah ini disambut suka cita oleh pihak keluarga, Ahad (14/4/19) sekira pukul 18.30 WIB. Pasalnya, kedatangan orang nomor satu di Kelurahan Kerinci Timur ini, selain memberikan sedikit bantuan, juga membukakan jalan untuk membantu surat menyurat sebagai syarat pembuatan BPJS.

Tampak lurah, duduk langsung disisi Rosita yang terbaring lemas dikediaman rumah keluarganya. Sesekali tampak pula Lurah menanyakan ikhwal, penyakit yang di idap, namun tak sepata kata pun keluar dari mulut ibu rumah tangga ini.

Meskipun demikian, Lurah mendapatkan penjelasan langsung dari pihak keluarga. Dimana Rosita sudah lama, mengindap penyakit tumor usus hingga perut membengkat dan saat ini tidak memiliki biaya untuk berobat.

"Sesungguh pihak keluarga tak punya biaya berobat ke rumah sakit, tidak itu saja BPJS pun tak ada," terang keluarga.

Mendengar penjelasan ini, Lurah berjanji akan membantu mengurus pembuatan kartu BPJS. "Besok Senin datang ke kantor, kita buat surat domisili dan surat keterang tidak mampu sebagai syarat pembuatan kartu BPJS," tandas Lurah.

Diberitakan sebelumnya, Rosita (50) merupakan salah satu warga tak mampu di kabupaten Pelalawan, Provinsi Riau, tak bisa berobat ke Rumah Sakit lantaran tak memiliki biaya. Walhasil, ibu rumah tangga yang memiliki tujuh anak ini terpaksa berobat menggunakan jasa dukun kampung.

Setidaknya, inilah menjadi salah satu potret keluarga miskin yang seharusnya, mendapat pengobatan gratis baik dari pemerintah daerah berupa program Pelalawan Sehat maupun program dari pemerintah pusat berupa Kartu Indonesia Sehat (KIS).

Namun apa hendak dikata, program yang sesungguhnya menjadi hak dia dari pemerintah justru tidak didapatkan. Kini Rosita harus terbaring lemah dan tak berdaya hanya mendapatkan pengobatan dari dukun kampung. Dengan harapan, agar cepat sembuh dari penyakit yang ia derita sudah tiga bulan lamanya.

Wartawan media ini, mencoba mendatangi rumah Rosita yang tinggal di rumah petak yang ia sewa di dekat Gang Pelita Damai, Jalan Pelita Kelurahan Kerinci, kecamatan Pangkalan Kerinci, kabupaten Pelalawan, Ahad (14/4/19).

Rosita, kala itu tidak bisa berbicara banyak, hanya terlihat terbaring lemas dengan perut membuncit. Saat dijumpai terlihat pula seorang dukun kampung, mengusap-ngusap tiga lembar duaun yang dibasahin air dicampur ke sekujur tubuhnya.

Salah seorang keluarganya bernama Muhdiyat (42) mengatakan bahwa Rosita mengalami penyakit dibagian usus hingga perut membengkak.

"Sudah tiga bulan, dideriatanya, namun sebulan terakhir ini yang paling parah, hingga perut membengkak," ujar Muhdyiat.

Namun lantaran tidak memiliki uang kata Muhdyiat apalagi suami Rosita hanya penjual Batagor keliling dengan penghasilan pas-pasan. "Untuk mencukupi kebutuhan sehari saja dapa sudah syukur. Apalagi untuk berobat kerumah sakit," urainya seraya mengatakan Rosita dan keluarga tercatat tidak punya kartu BPJS.

Awalnya, Rosita pernah berobat sekali ke Rumah Sakit Amelia Medika, seterusnya dirujuk ke RS Efarina. Kala itu pihak Efarina menyarankan dirujuk ke RS Pekan baru. "Cuma sekali itu saja, tapi untuk rujuk ke RS Pekanbaru kami tak miliki biaya. Dengan pilihan berat terpaksa, dirawat dirumah dengan dukun kampung," tandasnya.***(feb)

Loading...


Berita Sosial lainnya..........
- Ajukan Proposal Pembangunan Stadion Baru, Bupati Kampar Temui Sesmenpora RI
- Gubri Sampaikan Program Zakat Komitmen Prioritasnya
- PT MASS Santuni Anak Yatim dan Keluarga Pra Sejahtera
- Di Laut, Polair Bengkalis Razia Puasa Nelayan dan Bagi Takjil Gratis
- DPPPA Dukung Rencana Kegiatan FW KLA Buka Puasa Bersama Anak Yatim 
- Diduga Diracun OTK, Sejumlah Pohon di Median Jalan di Kota Telukkuantan Mati
- Kolam Renang Kalinjuhang Akan Dijadikan Taman dan Payung Quran Center
- Gubri Ingin Gemakan Wakaf Tunai di Riau
- Forkom Pemred Riau Pererat Silaturrahim dengan Buka Bersama
- PT RAPP Salurkan Bantuan Untuk Anak Yatim, Dhuafa dan Mesjid di Siak
- Sehari Gubri di Siak, Rp 880 Juta Lebih Zakat Terkumpul
- Gubri Serahkan Zakat Sebesar Rp25 Juta di Siak
- Pemprov Riau Segera Perbaiki Kerusakan Ruas Jalan Provinsi di Rohul Jelang Idul Fitri
- Sebelum Berubah BPNT, Bulog Bengkalis Salurkan Beras Otonom 700 Ton
- Pemprov Riau Siapkan Rp60 Miliar untuk THR ASN
- Mobdin tak Sesuai Peruntukan, Terus Ditertibkan dari Tangan Pejabat
- Pemko Pekanbaru Cairkan Rp37 Miliar untuk THR ASN
- Pelanggan Keluhkan Tagihan PJJ, Demikian Tanggapan PLN Dumai
- Disdik Kuansing Sosialisasi Dana DAK ke Sekolah Penerima
- Ketika Mahasiswa FK UR Bikin SUPERMAN untuk Pantau Kesehatan Anak


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda :
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com