Home > Sosial & Budaya >>
Berita Terhangat..
Ahad, 19 Mei 2019 15:36
Rusak Parah, Tahun Ini Ruas Jalan Lepaugading - Pangean Dikerjakan

Ahad, 19 Mei 2019 15:00
Operasi Keselamatan Muara Takus,
Satlantas Polres Bengkalis Amankan Sejumlah Motor Balapan di Duri


Ahad, 19 Mei 2019 11:26
Hari ke-18, Operasi Keselamatan Muara Takus 2019 di Kampar Nihil Laka Lantas

Ahad, 19 Mei 2019 11:22
WOM Finance Gelar Buka Bersama dan Baksos di 21 Masjid Se-Nusantara

Ahad, 19 Mei 2019 11:18
Didatangi Polisi, Balapan Liar di Bengkalis Langsung Ngacir

Ahad, 19 Mei 2019 11:15
7 Jam Polair Bengkalis Kawal Ketat Pengiriman Kotak Suara Pemilu 

Ahad, 19 Mei 2019 08:07
Sekaligus Pantau Pembangunan,  Wabup Inhil Safari Ramadan ke Kecamatan Kateman dan Pulau Burung

Sabtu, 18 Mei 2019 22:15
TCI BLK Riau Taja Buka Puasa Bersama Anak Yatim

Sabtu, 18 Mei 2019 19:23
Momen Bulan Ramadhan, Bupati Sukiman Silaturrahmi dengan Himpunan Masyarakat Rohul di Pekanbaru

Sabtu, 18 Mei 2019 18:02
Jangan Takut Lapor Kecurangan,
Sandi: Prabowo Bakal Sampaikan Surat Wasiat Sebelum 22 Mei


loading...


Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Senin, 15 April 2019 16:42
Badan Arkeologi Sumut Tertarik Teliti Peninggalan dan Bukti Sejarah di Rohul

Badan Arkeologi Sumut yang membawahi lima provinsi, berkunjung ke Rohul. Mereka tertarik untuk mendalami peninggalan dan bukti sejarah di kabupaten itu.

Riauterkini-PASIRPANGARAIAN- Untuk pertama kalinya Kabupaten Rokan Hulu (Rohul), Riau, didatangi pihak Badan Arkeologi Sumatera Utara (Sumut), memperdalam peninggalan dan bukti sejarah.

Kunjungan pihak Badan Arkeologi Sumut ke Kabupaten Rokan Hulu merupakan bukti adanya perhatian dari pihak luar terhadap potensi yang ada daerah berjuluk Negeri Seribu Suluk ini, khususnya di bidang peninggalan sejarah.

Badan Arkeologi Sumut sendiri‎ membawahi lima provinsi, yakni Provinsi Aceh, Provinsi Sumut, Sumatera Barat (Sumbar), Riau, dan Provinsi Kepulauan Riau.

Saat kunjungan ke Kabupaten Rokan Hulu selama dua hari, mulai Ahad (14/4/2019) hingga Senin (15/4/2019), Kepala Badan Arkeologi Sumut Dr. Ketut Wiradayana, M.Si, didampingi 3 staff Badan Arkeologi Sumut, yakni Stanop Purnawibowo, Tomi Sitorus dan Anwar Bahri.

Kedatangan Tim Arkeologi Sumut disambut baik oleh Pemkab Rokan Hulu yang diwakili Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Rokan Hulu Drs. Yusmar M.Si, didampingi Kepala Bidang Kebudayaan Disparbud Kabupaten Rokan Hulu Fitriani, serta seorang staff Nurdin.

Pada kunjungannya, Tim Arkeologi Sumut meninjau Makam Raja-raja Rambah di Desa Rambah Kecamatan Rambah Hilir, Rumah Rarangan Suri Andung Jati di Kaiti Desa Rambah Tengah Barat Kecamatan Rambah, serta Istana Raja Rokan terletak di Desa Rokan Koto Ruang Kecamatan Rokan IV Koto.

Di sela kunjungan, Kepala Arkeologi Sumut, Ketut mengatakan dari tiga lokasi yang dikunjungi Kabupaten Rokan Hulu mempunyai objek penelitian yang besar dan potensi untuk dikembangkan, seperti berdasarkan salah satu bukti yang ditemukan di Makam Raja-raja Rambah terdeteksi daerah ini telah ada sejak Dinasti Ming, kisaran abad 15 dan 16.

"Namun tentunya masih memerlukan penelitian lebih lanjut, untuk mendapatkan hasil yang lebih baik," jelas Ketut.

Menurut Ketut, ditemukan juga ada kaitannya Makam Raja-raja Rambah dengan Rumah Rarangan Suri Andung Jati di Kaiti yang dibuktikan dengan ditemukannya puing yang sama, dan perlu ditelusuri lebih jauh dengan menelusuri sungai-sungai besar, dan kecil di Kabupaten Rokan Hulu yang dihubungkan dengan daerah lain, khususnya Sumbar dan Sumut.

Saat berkunjung ke Istana Raja Rokan di Kecamatan Rokan IV Koto, Ketut mengaku juga sangat terkesan dengan peninggalan sejarah yang masih baik dan fenomenal, ditandai dengan bentuk ukiran dan bentuk istana asli yang masih utuh dan terpelihara dengan baik.

"Ini juga perlu kita pelihara dan manfaatkan secara maksimal, kalau tidak benda sebagai bukti sejarah kerajaan melayu ini tinggal menunggu runtuh dan roboh," ujarnya.

Ketut menyarankan agar Istana Raja Rokan dimanfaatkan secara maksimal, semisal menjadikan bangunan istana ini sebagai penginapan khusus atau home stay, karena ada enam rumah yang masih bisa dipelihara bersama ke tujuh istana tersebut.

Menurut Ketut, masyarakat tentunya akan terobsesi bagaimana menginap di sebuah istana, apalagi di rumah dan kamar yang pernah ditempati seorang raja.

"Sudah barang tentu bernilai tinggi dan harganya akan mahal. Sehingga hasilnya akan dapat menutupi biaya perbaikan istana, menghidupkan ekonomi masyarakat serta menambah minat pengunjung ke daerah ini," kata Ketut.

Selain itu, Ketut juga menyampaikan masukan berkenaan dengan perbaikan mandi cuci kakus (MCK), sejarah dengan menggali informasi dan cerita-cerita yang ada di masyarakat, disamping dari buku dan bukti berupa benda tak benda sebagi referensi untuk memperdalam dan memperkuat kebenaran suatu sejarah.

Ketut yakin Kabupaten Rokan Hulu menyimpan beberapa sejarah dengan nilai-nilai yang terkandung di dalamnya akan bermanfaat bagi masyarakat masa sekarang maupun masa mendatang.

Ketut berharap adanya sinergisitas antara dinas terkait dan pemerintah daerah, provinsi dan pusat.

"Kami dari Badan Arkeologi Sumatera Utara sendiri siap menjalin kerjasama dengan Pemerintah Kabupaten Rokan Hulu, khususnya di bidang arkeologi," pungkas Ketut.

Sementara, Kepala Disparbud Kabupaten Rokan Hulu Yusmar sangat menyambut baik kedatangan tim dari Badan Arkeologi Sumut. Menurutnya, dengan kunjungan itu sebagai bukti adanya perhatian Badan Arkeologi terhadap peninggalan sejarah di Negeri Seribu Suluk.

Yusmar mengaku siap bekerjasama dengan Badan Arkeologi‎ Sumut‎, dengan tujuan dalam menggali seluruh peninggalan sejarah dan bukti sejarah yang ada di Kabupaten Rokan Hulu.***(zal)

Loading...


Berita Sosial lainnya..........
- Rusak Parah, Tahun Ini Ruas Jalan Lepaugading - Pangean Dikerjakan
- TCI BLK Riau Taja Buka Puasa Bersama Anak Yatim
- Hari Hipertensi Sedunia, RSUD Sosialisasi dan Jaring Penyakit Hipertensi
- Dinas Lingkungan Hidup Kuansing: Jangankan Raih Adipura, Ngurus Pagar Taman Saja Tak Bisa
- Majukan Pelalawan, RAPP dan MKP Jalin Silaturahmi
- Warga Tembilahan Kesal, Kerap Terjadi Pemadaman Listrik Selama Ramadan
- Takziah ke Petugas KPPS Meninggal, Sandiaga Disambut Tangis Keluarga
- Lebih Duaribu Umat Budha Ikuti Pawai Waisak di Pekanbaru
- Dekatkan Diri ke Masyarakat, Sat Reskrim Polres Berbagi Takjil Berbuka Puasa
- Seksi Satu Beroperasi Akhir Tahun Ini, Gubri dan Walikota Pekanbaru Tinjau Tol Pekanbaru-Dumai
- Penampakan Proyek 'Multiyears' di Kuala Kampar, Pelalawan
- Rusak Parah, Jalan Provinsi dalam Kota Telukkuantan Tak Dipedulikan
- Hormati Bulan Ramadhan, Gubri Minta Warga Tak Bentrok Lagi
- Viral, Pilunya Warga Inhu Angkut Jenasah Pakai Motor Berkeranjang Akibat Jalan Rusak
- Safari Ramadhan, Pertamina EP Asset 1 Lirik Field Inhu Santuni Ratusan Yatim Piatu
- Kecewa Atas Kebijakan Kemenag, Wali Murid MAN 1 Telukkuantan Galang Tandatangan
- Sejumlah Tokoh di Pelalawan Imbau Masyarakat Jangan Termakan Isu 'People Power'
- Pererat Silaturrahim, Polsek Bengkalis Beramal dan Berbagi ke Anak Yatim
- Distransnaker Siak Surati Perusahaan untuk Bayarkan THR Karyawan
- Diskes Pastikan Warga Pekanbaru Bebas Cacar Monyet


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda :
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com