Home > Sosial & Budaya >>
Berita Terhangat..
Selasa, 20 Agustus 2019 11:43
Forum Diskusi Publik Kemen Kominfo Hadirkan Mahfud MD dan Gun-Gun Siswandi

Selasa, 20 Agustus 2019 11:38
Muncul 44 Titik Panas, Kebakaran Lahan di Riau Kembali Meluas

Selasa, 20 Agustus 2019 11:25
Tikam Kanit Reskrim, Warga Inhil Tewas Ditembak

Selasa, 20 Agustus 2019 11:21
Dijadwalkan Tiba Sore, Menpar Besok Buka Festival Pacu Jalur 2019

Selasa, 20 Agustus 2019 09:11
Sempat Dikabarkan Batal, Murid SDN 002 Telukkuantan Siap Tampil Dipembukaan FPJ 2019

Senin, 19 Agustus 2019 20:28
Korupsi Pembangunan Gedung Fisipol Unri,
Jaksa Nyatakan Banding Atas Vonis Dosen dan Kontraktor


Senin, 19 Agustus 2019 19:31
BNNP Riau Sita 8 Kilogram Sabu Dari Jaringan Internasional

Senin, 19 Agustus 2019 18:16
Hari Jadi ke-74 MA, PN Bengkalis Bertekad Tingkatkan Kualitas Pelayanan Berbasis Teknologi

Senin, 19 Agustus 2019 17:24
Dituduh Menista Agama, LAM Riau Tetap Dampingi UAS

Senin, 19 Agustus 2019 16:44
RAPP Turut Sukseskan Iven Pacu Jalur 2019

loading...


Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Kamis, 18 April 2019 18:59
Hari Warisan Dunia, Disbud Riau Beri Lestarikan Cagar Budaya

Pemprov Riau terus berikan perhatian lebih terhadap pelestarian cagar budaya yang ada di daerah. Melalui dinas kebudayaan, pemerintah akan mengadakan kelompok diskusi terpumpun pada hari Selasa 23 April 2019.

Riauterkini - PEKANBARU - Pemerintah Provinsi Riau melalui Dinas Kebudayaan Riau akan memberi perhatian lebih terhadap kelestarian cagar budaya yang terdapat di provinsi ini, disamping warisan nilai budaya. Penetapan Cagar Budaya dan Warisan Budaya merupakan salah satu indikator capaian kinerja Dinas Kebudayaan yang terukur.

Saat ini Provinsi Riau melalui SK Gubernur Riau baru memperingkat dan menetapkan sebagian kecil cagar budaya dari cagar budaya yang terdapat di Provinsi Riau. Sedangkan untuk nilai budaya pemerintah melalui Ditjen Kebudayaan Kemendikbud RI 35 mata budaya sudah ditetapkan sebagai warisan budaya takbenda Indonesia.

"Kita perlu meningkatkan perhatian terhadap kelestarian cagar budaya yang terdapat di provinsi ini. Kita mengakui bahwa penanganan dan pengelolaan kakayaan warisan budaya bendawi ini belum maksimal dikarenakan terbatasnya SDM terkait di Disbud bila dibandingkan kakayaan cagar budaya dan warisan budaya yang begitu banyak di negeri Riau. Padahal sudah dimanatkan dalam UU nomor 11 tahun 2010 tentang Cagar Budaya," kata Kepala Dinas Kebudayaan Riau, Raja Yoserizal Zen, sempena peringatan Hari Warisan Dunia (World Heritage Day), tanggal 18 April 2019.

Karenanya, tambah Raja Yose, Dinas Kebudayaan Riau akan mengadakan kelompok diskusi terpumpun pada hari Selasa 23 April 2019. Diskusi nantikan akan membincang tentang banyak hal terkait dengan cagar budaya di Riau.

Sebagai salah satu kawasan tempat bertapak pusat-pusat peradaban Melayu sejak berabad-abad lampau, di Provinsi Riau banyak sekali benda-benda, bangunan, struktur, situs, dan kawasan cagar budaya, baik di darat maupun di dalam air.

Menurut Raja Yose yang juga Ketua Umum Dewan Kesenian Riau (DKR ini, sejumlah cagar budaya itu memang sudah diidentifikasi, sebagian sudah diregistrasi dan ditetapkan sebagai cagar budaya daerah dan nasional, dan sebagian sudah pula 'disentuh' oleh kegiatan-kegiatan pelestarian.

Misalnya, Candi Muara Takus, komplek Istana Siak, Istana Rokan, tapak Kerajaan Indragiri, beberapa masjid dan bangunan-bangunan serta makam-makam tua, benteng, dan lain-lain. Terakhir Disbud telah memeringkat cagar budaya di Pekanbaru, termasuk SMA Negeri 1 Pekanbaru.

"Namun, yang belum diidentifikasi lebih banyak lagi," katanya.

Diakuinya pula, merujuk pada laporan Ekspedisi Kebudayaan Empat Sungai yang dilakukan oleh Pusat Penelitian Kebudayaan dan Kemasyarakatan (P2KK) Universitas Riau beberapa tahun yang lalu, bahwa ratusan bangunan, struktur, situs, dan kawasan yang seharusnya merupakan cagar budaya di Riau dalam keadaan terbiar, rusak, sehingga terancam punah.

Ada bangunan tua yang khas, ditinggalkan penghuninya yang pindah ke tempat lain. Akibatnya, bangunan itu lapuk. Ada pula struktur, situs, dan kawasan yang dirusak oleh pembangunan jalan, kebun, dan sebagainya.

Selain sebab-sebab itu, sebagian bangunan juga mengalami kerusakan sebagai cagar budaya, karena kegiatan pemugaran yang menyimpang dari kaidah-kaidah baku pelestarian cagar budaya.

"Bahkan, pengecatan beberapa bangunan rumah di beberapa lokasi terkesan tidak melalui kajian yang disyaratkan dalam kaidah-kaidah pelestarian. Akibatnya, jejak-jejak kesejarahan yang menyatu dengan keseluruhan unsur bangunan itu menjadi kabur," lanjut salah seorang Ketua MKA LAM Riau itu.

Mencermati berbagai permasalahan cagar budaya di negeri ini, Disbud Riau mengajak semua pemangku kepentingan untuk menjadikan peringatan Hari Warisan Dunia 2019 ini sebagai momentum membangun kesadaran bersama tentang pentingnya makna warisan budaya bendawi itu, beserta sikap dan tindakan terbaik untuk melestarikannya. Pada kelompok diskusi terpumpun nanti akan lahir pemikiran, sekaligus strategi menyegrakan beberapa kawasan cagar budaya dan heritage mendapat perlindungan dan pengakuan sebagai warisan budaya dunia oleh UNESCO.

"Kita tahu Candi Muara Takus sudah masuk dalam daftar tentafif warisan dunia. Begitu pula dengan kawasan Kota Pusaka Siak Sri Indrapura," imbuh Raja Yose.***(rls/mok)

Photo: Makam Nara Singa II di Inhu

Loading...


Berita Sosial lainnya..........
- Forum Diskusi Publik Kemen Kominfo Hadirkan Mahfud MD dan Gun-Gun Siswandi
- Dijadwalkan Tiba Sore, Menpar Besok Buka Festival Pacu Jalur 2019
- Sempat Dikabarkan Batal, Murid SDN 002 Telukkuantan Siap Tampil Dipembukaan FPJ 2019
- Hari Jadi ke-74 MA, PN Bengkalis Bertekad Tingkatkan Kualitas Pelayanan Berbasis Teknologi
- Dituduh Menista Agama, LAM Riau Tetap Dampingi UAS
- RAPP Turut Sukseskan Iven Pacu Jalur 2019
- Ini Penjelasan MPW PP Riau Terkait Kisruh Dualisme di MPC PP Rohul
- RUPS BRK Bahas Pengesahan Pejabat Komut dan Seleksi Calon Direksi
- Meriahkan HUT ke-74 RI, DPC IPK Rohul Gelar Hiburan Rakyat dan Santuni Anak Yatim
- 48 Pejabat Eselon III Dilantik Bupati Bengkalis
- Festival Pesona Danau Sipogas 2019 Ditutup, Kadisparbud Rohul Nilai Even Berhasil dan Sukses
- Kecewa Hasil Muscablub, 10 PAC Ancam Bentuk MPC Pemuda Pancasila Rohul Tandingan
- Pansel Sedang Digodok, Syarat Utama Calon Sekdaprov Sudah Final
- Antropolog Dorong Kelurahan Pelalawan Dijadikan Situs Sejarah
- Tiba Dini Hari, Gubri Sambut 443 Jemaah Haji Kolter I Riau
- Muncul Nama Hamdani, Pembentukan Pansel Sekdaprov Terus Dimatangkan
- Bertujuan Sebagai Lokomotif Ekonomi, PMMD Sokong Pemuda Kembangkan Potensi Desa
- Somasi Tak di Gubris Rokan United,
SSB Duri Galaxy Minta Blispi Ambil Sikap

- Dinkes Bengkalis Sosialisasikan Gerakan Cerdas Gunakan Obat
- Memeriahkan HUT Ke-74, Kodim 0314/Inhil Gelar Kegiatan Gowes Merdeka


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda :
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com