Home > Sosial & Budaya >>
Berita Terhangat..
Selasa, 18 Juni 2019 15:09
Pelayanan RSUD Bangkinang Memprihatinkan, Sekdakab Gelar Sidak

Selasa, 18 Juni 2019 14:56
Polda Riau Musnahkan 26,70 Kilogram Sabu dan 12.513 Butir Ekstasi

Selasa, 18 Juni 2019 14:53
Mobdis Pemkab Bengkalis Ringsek Setelah Tabrak Pagar Besi di Pakning, Bengkalis

Selasa, 18 Juni 2019 14:41
Minta Lemburan Terus, Security Chevron Mogok Jaga

Selasa, 18 Juni 2019 14:39
Berkelahi dan Saling Bacok di Riau Foodcourt Pekanbaru, 4 Pria Diborgol Polisi

Selasa, 18 Juni 2019 14:07
Korupsi Pipa Transmisi PDAM Inhil,
Kontraktor Divonis Lebih Rendah, PNS Lebih Tinggi


Selasa, 18 Juni 2019 13:58
Pemkab dan Kemenag Kuansing Gelar Manasik Haji bagi Para JCH

Selasa, 18 Juni 2019 13:49
Tak Terima Dipecat Mendadak, Mantan Dirut BUMD Tuah Sekata Gugat Pemda Pelalawan

Selasa, 18 Juni 2019 13:47
Dinas Penanaman Modal Pelalawan Tahun Ini Buka Kantor Pelayanan di Setiap Kecamatan

Selasa, 18 Juni 2019 13:36
Kembali, Pipa Minyak Mentah CPI di Bathin Solapan, Bengkalis Bocor

loading...


Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Selasa, 21 Mei 2019 14:01
IKA FT UNRI dan Pemko Pekanbaru Bahas Soal Banjir dan Kemacetan Kota

IKA FT Unri turut berpartisipasi membantu Pemko Pekanbaru menyelesaikan berbagai persoalan kota. Untuk itu, IKA FT Unri mengadakan acara bersama Walikota Pekanbaru beserta jajaran membahasnya.

Riauterkini-Pekanbaru- Ikatan Keluarga Alumni Fakultas Teknik Universitas Riau (IKA FT UNRI) turut berpartisipasi membantu Pemerintah Kota Pekanbaru dalam menyelesaikan berbagai persoalan kota. Untuk itu, IKA FT Unri mengadakan acara bersama Walikota Pekanbaru beserta jajarannya membahas persoalan-persoalan tersebut.

Acara yang bertajuk seminar dengan tema "Mewujudkan Pekanbaru bebas banjir dan bebas macet, Mungkinkah?" yang diadakan di Hotel Ameera Pekanbaru pada Senin (21/5/2019) yang juga dilanjutkan dengan buka puasa bersama.

Keynote speaker ada seminar tersrbut adalah Walikota Pekanbaru DR H Firdaus ST MT, didampingi oleh panelis diantaranya DR M Ikhsan MEng sebagai pakar tata kota, DR Ary Sandhiavitri selaku praktisi dan akedmisi (Dekan FT Unri), Yosi Aslinda ST MSc selaku Pakar Lalu lintas dan Anis Murzil sebagai alumni. Acara dimoderatori langsung oleh Eka Putra Nazir ST MSc selaku ketua IKA FT Unri.

Dalam pemaparannya, DR Firdaus menyampaikan bahwa Pekanbaru sekarang ini bersolek dengan menggunakan konsep Smart City Madani.

"Konsep Smart city madani ini merupakan road map kita dalam membangun kota ini. Konsep ini telah diuji dan mendapat apresiasi di beberapa Universitas terkemuka di Indonesia," terang Firdaus.

Kota Pekanbaru menurut Firdaus memiliki dua model penanganan banjir yang berbeda, wilayah utara di daerah senapelan dan Rumbai itu dipengaruhi tinggi elevasi sungai Siak yang hanya 0.2 cm diatas permukaan laut. Untuk menyelesaikannya, Pemko Pekanbaru menyiapkan model pompa dan tanggul. Sedangkan di bagian selatan, timur dan barat itu yang meliputi wilayah tenayan raya, panam dan marpoyan itu dipengaruhi oleh banyak hal.

"Pekanbaru bisa bebas banjir? Bisa. Asal ada komitmen bersama. Pemerintah semua lini, masyarakat dan lingkungan. Manusianya harus pedulia lingkungan. "ungkap walikota yang mendapat gelar doktoral dari IIP Jatinangor ini.

DR Ikhsan selaku pakad tata kota mengungkapkan bahwa persoalan utama di pengelolaan banjir di Pekanbaru adalah pengelolaan dan penggunaan drainase yang tidak baik.

"Tiga penyebab utama banjir Pekanbaru yaitu kondisi drainase, kondisi penyelenggara dan kondisi masyarakat," terang DR Ikhsan.

Dia mencontohkan pengelolaan dan pemanfaatan drainase yang tidak baik itu seperti pembiaran pedagang kaki lima membuang limbah usahanya di drainase tersebut.

"Ditambah lagi para pedagang yang membangun tempat usaha diatas drainase. Tiang tonggak kayu yang dibuat ala kadarnya. Tentu semua ini akan jadi masalah besar"tambah pria yang suka olahraga lari ini.

Untuk mengontrol kondisi drainase dan banjir, DR Ikhsan mengusulkan Pemko Pekanbaru menyiapkan tim ulu-ulu air.

DR Ari Shandiavitry selaku praktisi dan akademisi menyebut bahwa Kota Pekanbaru ini kota dengan tingkat pembangunan tertinggi di Indonesia.

"Saya kebetulan juga konsultan ahli PT Angkasa Pura II. Perkembangan kota ini luar biasa. Saya contohkan, Angkasa Pura II menargetkan capaian penumpang Bandara Sultan Syarif Kasim Pekanbaru adalah 4,5 juta kedatangan pada 2025. Namun, baru tahun 2017, bandara ini sudah mencapai 3,7 juta. Dan itu harus dikembangkan lagi ke depannya," terangnya.

Dr Arie menyambut baik niat Pemko Pekanbaru memiliki konsep aero city dan gretel pekanbaru ke depannya. Kedua konsep ini siap menjadikan Pekanbaru sebagai kota Teknopolitan.

Yosi Aslinda lebih menitikberatkan pembahasan kepada potensi kemacetan. Yosi menyebut macet dan banjir saling berkaitan.

"Potensi kemacetan kota ini disebabkan oleh banjir, kapasitas parkir, hambatan samping dan pejalan kaki yang berjalan di bahu jalan." terangnya.

Yosi juga memuji Trans Metro Pekanbaru (TMP) milik Pekanbaru. Dia berharap ke depannya lebih dikembangkan. Agar konsistensi waktu tercapai, dia berharap TMP ke depannya punya jalur sendiri.

"Akan lebih menarik ke depannya jika kita sudah punya MRT, kereta dalam kota. Tapi semua harus dihitung. Kita harus belajar ke MRT di Palembang," tambah Yosi.

Anis Murzil selaku Alumni IKA FT Unri menghimbau para mahasiswa aktif lebih banyak melakukan penelitian yang dapat menyelesaikan persoalan perkotaan.

"Lakukan penelitian tentang persoalan perkotaan. Kemudian berikan rekomendasi ke pemko, apa solusi yang terbaik," harap Anis.

Eka Putra Nazir, selaku Ketua Umum IKA FT Unri menyampaikan bahwa hasil seminar ini akan dibuatkan rekomendasi hasil seminar untuk Pemko Pekanbaru.

"Kita akan membuatkan rekomendasi hasil seminar ini sebagai dukungan kita terhadap Pemko Pekanbaru. Semoga itu dapat menjadi bahan pertimbangan pemko untuk melanjutkan Pekanbaru ini ke depannya" tutup Eka.

"Kami mengucapkan terimakasih kepada seluruh alumni yang sudah berkontribusi atas kegiatan ini. Khususnya kepada panitia yang bertungkus lumus mempersiapkan acara, serta adik-adik BEM mahasiswa Teknik Unri," tambah Eka.(rls)

Loading...


Berita Sosial lainnya..........
- Pelayanan RSUD Bangkinang Memprihatinkan, Sekdakab Gelar Sidak
- Pemkab dan Kemenag Kuansing Gelar Manasik Haji bagi Para JCH
- Tak Terima Dipecat Mendadak, Mantan Dirut BUMD Tuah Sekata Gugat Pemda Pelalawan
- Sudah Jatuh Korban Jiwa, Harus Ada Jalan Alternatif Delima ke Soekarno-Hatta Saat Banjir
- Syahril, Caleg Terpilih PKS untuk DPRD Pekanbaru Meninggal
- 24 Pemenang LKJ PWI Riau- KLHK Kantongi Hadiah Rp115 Juta
- Bupati "Tegur" Dishub Bengkalis, Penyeberangan Air Putih-Pakning Dikeluhkan Masyarakat
- Pertamina RU II Dumai Produksi Green Diesel Berkualitas
- Ini Persyaratan Lengkapnya,
Pendaftaran Calon Dirut dan Dewan Pengawas Perusda Rokan Hulu Jaya Dibuka 18 Juni 2019

- Per-2018, Riau Miliki 24 Desa Wisata
- Lomba Menyolak Kelapa, Perlombaan Unik di Perayaan Milad ke-54 Inhil
- Anggaran Diperkirakan Defisit Rp100 Miliar, Sekda Rohul Pesankan Ini ke Seluruh OPD
- Halal Bi Halal dan Temu Ramah,
Bupati Sukiman Minta Anggota IKAPTK Rohul tidak Langgar Aturan

- Januari-Juni, 229 Orang Terjangkit DBD di Pekanbaru
- Nunggak Pajak, 61 Mobdin Pemprov Riau Tetap Dikandangkan
- Besok, PWI Riau Gelar Halal Bi Halal
- Guru MDA Penderita Kanker Usus Dirujuk Dinkes Kampar ke Jakarta
- Event Bakar Tongkang, Rohil Kedatangan Bule Perancis
- Perduli Masyarakat, Polisi Bengkalis Bersih-bersih Rumah Ibadah dan Bantu Sembako
- Pelaksanaan Nikah, KUA Mandau Imbau Masyarakat Urus Sendiri


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda :
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com